Wednesday, 6 April 2016

6 April 2016



THE END





2 Korintus 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Amin. “Memberi” dengan sukacita adalah salah satu Bukti Kasih kita kepada Allah. “Memberi” tidak saja dalam bentuk Uang, tetapi memberi Iman, Waktu & Pelayanan kita. Dengan demikian kita akan menuai berkat-berkat yang lebih besar, bahkan berkelimpahan. Ketika kita memberi dengan sukacita, maka IA akan menyediakan kelimpahan supaya kita juga dapat melipatgandakan perbuatan baik kita dengan sukacita. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya  dalam segala kelimpahan. Yohanes 10:9 & 10b, hanya oleh anugerah Bapa Surgawi dalam Kristus Yesus semata yang memampukan kita hidup dan berkarya sampai hari ini, bukan kekuatan dan kehebatan diri sehingga kita dapat  tetap berkarya bahkan terus tumbuh dalam Dia. Semua itu bersumber dari kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan. Asalkan kita masuk pintu melalui Dia. Amin. Heaven just opened a door for you! You have to go up to go through! Happy Wednesday and JBU All.

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita merasa menjadi yang terbaik, kita tidak lagi bisa naik.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Yes 30:5 – Dalam tinggal TENANG dan PERCAYA terletak KEKUATANmu! Semua kegelisahan atau bimbang merusak kebaikan, tapi KETENANGAN dan PERCAYA  mendatangkan KEBAIKAN. Bersama YESUS pasti TENANG. Percayai DIA sanggup MENOLONG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Karena kegagalan, dosa-dosa & kesalahan-kesalahannya di masa lampau, terkadang seorang anak Tuhan merasa tak lagi layak untuk kembali pada Tuhan. Ini sebenarnya pekerjaan iblis. Sebab rasa bersalah, tertuduh & merasa tidak pantas untuk menjalin lagi hubungan dengan Tuhan, bukan berasal dari Tuhan. Adalah kebohongan yang besar jika kita berpikir Bapa sorgawi tidak akan pernah mau memaafkan & mengampuni kita. Hosea 6:1 memberitahukan ajakan sang nabi kepada umat kesayangan Tuhan sendiri: “Mari kita berbalik pada TUHAN, sebab Dialah yang mencabik kita & yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul & yang akan membalut kita” (KJV). Inilah kebenaran sejati yang disampaikan oleh hamba sejati-Nya pula. Jika kita telah jauh, telah babak belur dihajar oleh Tuhan, kita dipanggilnya untuk berbalik (bertobat) pada Tuhan, sebab: •Hanya TUHAN yang sanggup menyembuhkan & memulihkan keadaan kita seutuhnya. Siapakah yang dapat membangun & membangun kembali seindah & sesempurna Tuhan? Tidakkah manusia itu bentukan tangan-Nya? Siapakah yang lebih tahu siapa diri kita, apa kelemahan kita & bagaimana keadaan kita? Siapa lagi selain Dia? Bukankah si jahat yang disebut pencuri itu datang untuk mencuri & membinasakan, bukannya memulihkan (Yoh 10:10a)? •TUHAN menghajar & melukai dengan maksud menyembuhkan & memperbaiki kita. Dialah tabib agung, dokter di atas segala dokter. Bukan hanya bagi sakit penyakit jasmaniah kita tapi bagi sakit di jiwa kita yang tiada obatnya di dunia. Saat Dia melukai kita, sesungguhnya bukan semata-mata Dia murka namun Dia ingin memberikan penanganan akan kelemahan kita. Bagaikan dokter yang menyuntik, menyayat, membedah & memotong mana yang perlu dalam upaya menyembuhkan, Tuhan sendiri yang membuat kita sehat & kuat secara rohani. Seperti bapa yang menantikan anaknya yang lama pergi & terhilang, Dia akan menyambut Anda & bukannya menolak Anda. Pulanglah. Baliklah kepada Bapa hari ini. Sebab jika tidak,  tidakkah Anda yang sebenarnya menolak Dia? Salam revival! GBU.

Ibu Caroline – Bandung
Jangan tunggu sempurna baru melayani Tuhan, sungguh Tuhan kita luar biasa, Dia menerima kita apa adanya & bahkan mengampuni segala kesalahan kita »NN«. Yesaya 1:18, ‘Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.‘ Ada orang yang merasa dirinya begitu kotor sehingga merasa tidak layak untuk datang beribadah ke gereja, sebagian lagi ada yang merasa belum sempurna untuk menjadi pelayan Tuhan. Ada perbedaan rendah hati & rendah diri (minder) Tuhan sangat berkenan pada orang yang rendah hati, tapi Tuhan juga tidak suka pada orang yang minder. Dalam silsilah Yesus ada 4 wanita yang memiliki kisah hidup menyakitkan. Tamar hidupnya berantakan. Dia tergoda dengan seorang kerabatnya. Dia punya dua suami, & kedua pria ini benar-benar brengsek. Kisah Tamar cukup eksplisit & penuh skandal. Dia memiliki reputasi buruk. Rahab sebenarnya seorang pelacur. Tapi dia juga melakukan hal benar dengan membantu menyembunyikan para pengintai yang diutus Allah. Ruth bukan orang Yahudi. Dia adalah seorang Moab yang melanggar hukum dengan menikahi seorang pria Yahudi-orang Yahudi dilarang menikah dengan orang non-Yahudi. Batsyeba berselingkuh dengan Raja Daud, & suaminya dibunuh untuk menutupi hubungan mereka. Sungguh kisah hidup yang sebenarnya tak enak didengar. Namun Allah memilih 4 perempuan ini tercatat dalam garis silsilah Sang Juruselamat dunia, mereka adalah bukti bahwa Allah merangkai kesalahan kita, kekecewaan kita, kepedihan kita, dan dosa kita ke dalam rancangan-Nya. Bila kita bertobat Allah telah melupakan dosa & kesalahan kita, jangan ada lagi luka, kecewa, & sakit hati, kita adalah piala kasih karunia Allah. Dia menyediakan rencana besar atas kita. Roma 8:28, ‘Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.‘ Selamat Pagi.

No comments:

Post a Comment