THE END
2 Korintus 9:7, “Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati
atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Amin. “Memberi” dengan sukacita adalah salah satu Bukti Kasih
kita kepada Allah. “Memberi” tidak saja dalam bentuk Uang, tetapi
memberi Iman, Waktu & Pelayanan kita. Dengan demikian kita akan
menuai berkat-berkat yang lebih besar, bahkan berkelimpahan. Ketika kita
memberi dengan sukacita, maka IA akan menyediakan kelimpahan supaya kita juga
dapat melipatgandakan perbuatan baik kita dengan sukacita. Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! Akulah
pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan
keluar dan menemukan padang rumput. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala
kelimpahan. Yohanes 10:9 & 10b, hanya oleh anugerah Bapa Surgawi dalam
Kristus Yesus semata yang memampukan kita hidup dan berkarya sampai hari ini,
bukan kekuatan dan kehebatan diri sehingga kita dapat tetap berkarya bahkan terus tumbuh dalam Dia.
Semua itu bersumber dari kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan. Asalkan
kita masuk pintu melalui Dia. Amin. Heaven just opened a door for you! You have
to go up to go through! Happy Wednesday and JBU All.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat kita
merasa menjadi yang terbaik, kita tidak lagi bisa naik.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Yes 30:5 – Dalam
tinggal TENANG dan PERCAYA terletak KEKUATANmu! Semua kegelisahan atau bimbang
merusak kebaikan, tapi KETENANGAN dan PERCAYA
mendatangkan KEBAIKAN. Bersama YESUS pasti TENANG. Percayai DIA sanggup
MENOLONG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Karena
kegagalan, dosa-dosa & kesalahan-kesalahannya di masa lampau, terkadang
seorang anak Tuhan merasa tak lagi layak untuk kembali pada Tuhan. Ini
sebenarnya pekerjaan iblis. Sebab rasa bersalah, tertuduh & merasa tidak
pantas untuk menjalin lagi hubungan dengan Tuhan, bukan berasal dari Tuhan.
Adalah kebohongan yang besar jika kita berpikir Bapa sorgawi tidak akan pernah
mau memaafkan & mengampuni kita. Hosea 6:1 memberitahukan ajakan sang nabi
kepada umat kesayangan Tuhan sendiri: “Mari kita berbalik pada TUHAN, sebab
Dialah yang mencabik kita & yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul
& yang akan membalut kita” (KJV). Inilah kebenaran sejati yang disampaikan
oleh hamba sejati-Nya pula. Jika kita telah jauh, telah babak belur dihajar
oleh Tuhan, kita dipanggilnya untuk berbalik (bertobat) pada Tuhan, sebab:
•Hanya TUHAN yang sanggup menyembuhkan & memulihkan keadaan kita seutuhnya.
Siapakah yang dapat membangun & membangun kembali seindah & sesempurna
Tuhan? Tidakkah manusia itu bentukan tangan-Nya? Siapakah yang lebih tahu siapa
diri kita, apa kelemahan kita & bagaimana keadaan kita? Siapa lagi selain
Dia? Bukankah si jahat yang disebut pencuri itu datang untuk mencuri &
membinasakan, bukannya memulihkan (Yoh 10:10a)? •TUHAN menghajar & melukai
dengan maksud menyembuhkan & memperbaiki kita. Dialah tabib agung, dokter
di atas segala dokter. Bukan hanya bagi sakit penyakit jasmaniah kita tapi bagi
sakit di jiwa kita yang tiada obatnya di dunia. Saat Dia melukai kita,
sesungguhnya bukan semata-mata Dia murka namun Dia ingin memberikan penanganan
akan kelemahan kita. Bagaikan dokter yang menyuntik, menyayat, membedah &
memotong mana yang perlu dalam upaya menyembuhkan, Tuhan sendiri yang membuat
kita sehat & kuat secara rohani. Seperti bapa yang menantikan anaknya yang
lama pergi & terhilang, Dia akan menyambut Anda & bukannya menolak
Anda. Pulanglah. Baliklah kepada Bapa hari ini. Sebab jika tidak, tidakkah Anda yang sebenarnya menolak Dia?
Salam revival! GBU.
Ibu
Caroline – Bandung
Jangan tunggu
sempurna baru melayani Tuhan, sungguh Tuhan kita luar biasa, Dia menerima kita
apa adanya & bahkan mengampuni segala kesalahan kita »NN«. Yesaya 1:18,
‘Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu
domba.‘ Ada orang yang merasa dirinya begitu kotor sehingga merasa tidak layak
untuk datang beribadah ke gereja, sebagian lagi ada yang merasa belum sempurna
untuk menjadi pelayan Tuhan. Ada perbedaan rendah hati & rendah diri
(minder) Tuhan sangat berkenan pada orang yang rendah hati, tapi Tuhan juga
tidak suka pada orang yang minder. Dalam silsilah Yesus ada 4 wanita yang
memiliki kisah hidup menyakitkan. Tamar hidupnya berantakan. Dia tergoda dengan
seorang kerabatnya. Dia punya dua suami, & kedua pria ini benar-benar
brengsek. Kisah Tamar cukup eksplisit & penuh skandal. Dia memiliki
reputasi buruk. Rahab sebenarnya seorang pelacur. Tapi dia juga melakukan hal
benar dengan membantu menyembunyikan para pengintai yang diutus Allah. Ruth
bukan orang Yahudi. Dia adalah seorang Moab yang melanggar hukum dengan
menikahi seorang pria Yahudi-orang Yahudi dilarang menikah dengan orang
non-Yahudi. Batsyeba berselingkuh dengan Raja Daud, & suaminya dibunuh
untuk menutupi hubungan mereka. Sungguh kisah hidup yang sebenarnya tak enak
didengar. Namun Allah memilih 4 perempuan ini tercatat dalam garis silsilah
Sang Juruselamat dunia, mereka adalah bukti bahwa Allah merangkai kesalahan
kita, kekecewaan kita, kepedihan kita, dan dosa kita ke dalam rancangan-Nya.
Bila kita bertobat Allah telah melupakan dosa & kesalahan kita, jangan ada
lagi luka, kecewa, & sakit hati, kita adalah piala kasih karunia Allah. Dia
menyediakan rencana besar atas kita. Roma 8:28, ‘Kita tahu sekarang, bahwa
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan
rencana Allah.‘ Selamat Pagi.

No comments:
Post a Comment