Monday, 9 March 2015

9 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?



Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Ranting hanya dapat HIDUP selama HIDUP dari POKOK ANGGUR mengalir ke dalamnya. Demikian pula dengan ORANG PERCAYA hanya mempunyai HIDUP KRISTUS selama HIDUP KRISTUS mengalir kedalamnya yaitu TETAP tinggal didalam DIA. TETAP TINGGAL di dalam DIA, artinya: 1) Memelihara firman senantiasa dalam hati & pikiran serta menjadikannya penuntun dalam hidup kita sehari-hari J. 2) Memelihara kebiasaan persekutuan yang intim dengan DIA melalui Saat Teduh pribadi. 3) Tinggal dalam KASIH-Nya / mengasihi Tuhan melalui jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan. 4) Tunduk dalam pimpinan Roh Kudus.

Respon 1
Hakim-Hakim 11:11 – ...Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN! Mulailah hari ini datang pada TUHAN terlebih dulu. Semua pasti beres. Sip deh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Daripada melamun jadi orang kaya lebih baik bangun dan berkarya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Ketika kereta api harus melewati terowongan yang gelap, kita tidak membuang tiket dan terus melompat keluar. Kita akan tetap duduk dan percaya kepada masinisnya. Mazmur 31:15-16, “Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: ‘Engkaulah Allahku!’. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, ...” (GNCC)

Respon 4
Praise God! Kata Samuel kepada Saul: ‘Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkanNya kepadamu...’ [1 Sam 13:13]. Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu ada waktunya. Saul takut kehilangan tahta & kuasa sehingga ia tidak taat, ‘tidak sabar menunggu Samuel (sebagai imam) yang harus mempersembahkan korban.’ Saul tidak sabar menunggu waktu & cara Tuhan. Ini adalah kebodohan. Segala sesuatu pasti ada waktunya. Itulah rumus kehidupan. Tuhan menyukai proses. Tiap-tiap orang memiliki prosesnya sendiri dengan Tuhan (itu sebabnya jangan berambisi untuk mengubah orang lain). Tapi seringkali hal ini sulit diterima dalam jaman yang serba cepat & instan ini. Banyak orang memilih ‘jalan pintas’ untuk segala hal yang diinginkan sehingga: melakukan cara-cara yang tidak benar, keluar dari jalanNya, tidak taat sesuai caraNya, mahal harga yang harus dibayar, lebih banyak dikendalikan hawa nafsu, dikuasai ketidak-sabaran, mudah jengkel, no peace. Memilih jalan pintas karena tidak mempercayai bahwa: Allah pegang kendali & cara serta waktuNya tidak bisa salah. Waktu Tuhan dengan waktu kita berbeda. Bukan berarti ini membuat kita tidak lakukan apa-apa, kita tetap lakukan bagian kita dengan upaya terbaik, jika terlewat dari perhatian kita biarlah kita tetap ingat bahwa semua ada dalam perhitunganNya, sehingga kita dapat tenang & berserah. Ayo kita mulai praktek Firman hari ini J. Berhati-hati dengan tawaran ‘jalan pintas’. Banyak tawaran ‘jalan pintas’ menuju dosa, cara ini masih efektif untuk menjatuhkan kita dalam dosa. Trust the process, trust His heart. Selamat pagi... Jbu all J (Madam Ossy)


Respon 5
Yesaya 46:1-13 – Sampai masa tuamu. Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku mengendong kamu (Yesaya 46:4). Ya tua adalah salah satu ketakutanku. Karena lihat mama, saudara-saudara yang sudah tua, rasanya kok jadi tua itu nggak enak. Sakit, pikun, jadi kayak anak kecil, jadi jelek, dll. Tapi kalau lihat Tante Yuni, Tante Hong Ing, Ibu Pdt. Ester Sulaiman rasanya tua nggak berpengaruh di diri beliau-beliau ini. Tante Yuni masih giat melayani, tubuh masih tetap langsing, penampilan masih modis, jalan masih kayak peragawati. Tante Hong Ing semakin tua semakin kelihatan cantik, wajahnya bercahaya, masih giat masak buat Pastor-Pastor yang bertamu di gereja AOC, Bu Ester masih bisa menginjil kemana-mana, kalau jalan nggak bisa jalan tapi setengah lari dan kata-kata yang tak ingat sampai sekarang “saya ini awet tapi bukan diawetkan”. Ya didalam Tuhan orang-orangnya menjadi awet dan bukan diawetkan. Orang yang benar-benar di dalam Tuhan ada perbedaan dengan orang-orang dunia/orang di dalam Tuhan tapi tidak melekat pada Tuhan. Semakin tua semakin bersinar karena Tuhan berjanji sampai masa tua kita Dia akan tetap ada dan menggendong kita. Ini yang menjadi kekuatanku. Aku pengen seperti Tante Yuni, Tante Hong Ing, Bu Ester Sulaiman, tetap sehat, tetap semangat karena Tuhan ada di dalam aku. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 6
Ada suatu perbedaan yang seharusnya cukup nyata antara pengikut-pengikut Kristus dengan mereka yang belum mengenal Kristus. Itu berhubungan dengan alam pikiran & kecenderungan hati. Jika ini tidak terlihat dengan cukup jelas, bisa saja kita hanya mengaku-ngaku sebagai orang yang menyembah & beribadah pada Tuhan, padahal sebetulnya tidak demikian. Rasul Paulus tanpa kompromi tegas menyatakan, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada,... Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” ~Kol. 3:1-2. Maksudnya, jika kita telah benar-benar mati dari hidup yang lama & bangkit dalam hidup yang baru dalam Kristus, semestinya ada suatu kebiasaan baru yang terbit di hati kita & nyata dalam keseharian kita yaitu kita menjadi sangat tertarik akan hal-hal yang rohani & sorgawi lebih & lebih lagi, hingga setiap hari kita ingin tahu lebih lagi, merindukannya, mencarinya, menyelidikinya, memikir-mikirkannya. Inilah hidup rohani yang sehat. Sebelum mengenal Yesus Kristus, kita manusia-manusia yang hanya berorientasi perkara jasmaniah & keduniawian. Hati kita asing akan Tuhan. Setelah Roh-Nya menjamah kita, maka tahulah kita ada Pribadi Agung dari dunia lain yang mengasihi kita, peduli pada kita, berkomitmen untuk kebaikan & kebahagiaan hidup kita di bumi hingga kekal, yang punya rencana-rencana yang terbaik bagi kita. Pada Dia ada harta rohani yang tersimpan di hati & pikiran-Nya: petunjuk-petunjuk cara-cara terbaik menjalani hari-hari kita di bumi. Itulah yang harus kita cari & pikirkan setiap waktu. Mencari perkara yang di atas harus menjadi kebiasaan yang utama sebagai manusia-manusia rohani yang ingin mendapat bagian dalam kemuliaan kekal. Hati, pikiran, perkataan, & tindakan yang tertuju pada Tuhan akan menjadikan kita manusia-manusia yang berbeda karena sikap & karakter-karakter mulia yang jarang ditunjukkan oleh orang-orang duniawi -karena kita belajar hidup seperti Kristus hidup. Apapun profesi Anda, berjalanlah bersama Dia setiap hari. Anda akan dibuat-Nya bersinar di tengah pekatnya dunia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment