WHAT DO YOU THINK OF...?
Yohanes 15:5, “Akulah
pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku
dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat
berbuat apa-apa.” Ranting hanya dapat HIDUP selama HIDUP dari POKOK ANGGUR
mengalir ke dalamnya. Demikian pula dengan ORANG PERCAYA hanya mempunyai HIDUP
KRISTUS selama HIDUP KRISTUS mengalir kedalamnya yaitu TETAP tinggal didalam
DIA. TETAP TINGGAL di dalam DIA, artinya: 1) Memelihara firman
senantiasa dalam hati & pikiran serta menjadikannya penuntun dalam hidup
kita sehari-hari J. 2) Memelihara kebiasaan
persekutuan yang intim dengan DIA melalui Saat Teduh pribadi. 3) Tinggal
dalam KASIH-Nya / mengasihi Tuhan melalui jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan. 4)
Tunduk dalam pimpinan Roh Kudus.
Respon 1
Hakim-Hakim 11:11 –
...Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN! Mulailah hari
ini datang pada TUHAN terlebih dulu. Semua pasti beres. Sip deh! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Daripada melamun
jadi orang kaya lebih baik bangun dan berkarya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Ketika kereta api
harus melewati terowongan yang gelap, kita tidak membuang tiket dan terus
melompat keluar. Kita akan tetap duduk dan percaya kepada masinisnya. Mazmur
31:15-16, “Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: ‘Engkaulah
Allahku!’. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, ...” (GNCC)
Respon 4
Praise God! Kata
Samuel kepada Saul: ‘Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah
Tuhan, Allahmu, yang diperintahkanNya kepadamu...’ [1 Sam 13:13]. Ayat ini
mengingatkan kita bahwa segala sesuatu ada waktunya. Saul takut kehilangan
tahta & kuasa sehingga ia tidak taat, ‘tidak sabar menunggu Samuel (sebagai
imam) yang harus mempersembahkan korban.’ Saul tidak sabar menunggu waktu &
cara Tuhan. Ini adalah kebodohan. Segala sesuatu pasti ada waktunya. Itulah
rumus kehidupan. Tuhan menyukai proses. Tiap-tiap orang memiliki prosesnya
sendiri dengan Tuhan (itu sebabnya jangan berambisi untuk mengubah orang lain).
Tapi seringkali hal ini sulit diterima dalam jaman yang serba cepat &
instan ini. Banyak orang memilih ‘jalan pintas’ untuk segala hal yang
diinginkan sehingga: melakukan cara-cara yang tidak benar, keluar dari
jalanNya, tidak taat sesuai caraNya, mahal harga yang harus dibayar, lebih
banyak dikendalikan hawa nafsu, dikuasai ketidak-sabaran, mudah jengkel, no
peace. Memilih jalan pintas karena tidak mempercayai bahwa: Allah pegang
kendali & cara serta waktuNya tidak bisa salah. Waktu Tuhan dengan waktu
kita berbeda. Bukan berarti ini membuat kita tidak lakukan apa-apa, kita tetap
lakukan bagian kita dengan upaya terbaik, jika terlewat dari perhatian kita
biarlah kita tetap ingat bahwa semua ada dalam perhitunganNya, sehingga kita
dapat tenang & berserah. Ayo kita mulai praktek Firman hari ini J. Berhati-hati dengan tawaran ‘jalan pintas’. Banyak tawaran ‘jalan
pintas’ menuju dosa, cara ini masih efektif untuk menjatuhkan kita dalam dosa.
Trust the process, trust His heart. Selamat pagi... Jbu all J (Madam Ossy)
Respon 5
Yesaya 46:1-13 –
Sampai masa tuamu. Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku mengendong
kamu (Yesaya 46:4). Ya tua adalah salah satu ketakutanku. Karena lihat mama,
saudara-saudara yang sudah tua, rasanya kok jadi tua itu nggak enak. Sakit,
pikun, jadi kayak anak kecil, jadi jelek, dll. Tapi kalau lihat Tante Yuni,
Tante Hong Ing, Ibu Pdt. Ester Sulaiman rasanya tua nggak berpengaruh di diri
beliau-beliau ini. Tante Yuni masih giat melayani, tubuh masih tetap langsing,
penampilan masih modis, jalan masih kayak peragawati. Tante Hong Ing semakin
tua semakin kelihatan cantik, wajahnya bercahaya, masih giat masak buat
Pastor-Pastor yang bertamu di gereja AOC, Bu Ester masih bisa menginjil
kemana-mana, kalau jalan nggak bisa jalan tapi setengah lari dan kata-kata yang
tak ingat sampai sekarang “saya ini awet tapi bukan diawetkan”. Ya didalam
Tuhan orang-orangnya menjadi awet dan bukan diawetkan. Orang yang benar-benar
di dalam Tuhan ada perbedaan dengan orang-orang dunia/orang di dalam Tuhan tapi
tidak melekat pada Tuhan. Semakin tua semakin bersinar karena Tuhan berjanji
sampai masa tua kita Dia akan tetap ada dan menggendong kita. Ini yang menjadi
kekuatanku. Aku pengen seperti Tante Yuni, Tante Hong Ing, Bu Ester Sulaiman,
tetap sehat, tetap semangat karena Tuhan ada di dalam aku. (Ibu Rita – PKS CL
8)
Respon 6
Ada suatu perbedaan
yang seharusnya cukup nyata antara pengikut-pengikut Kristus dengan mereka yang
belum mengenal Kristus. Itu berhubungan dengan alam pikiran & kecenderungan
hati. Jika ini tidak terlihat dengan cukup jelas, bisa saja kita hanya
mengaku-ngaku sebagai orang yang menyembah & beribadah pada Tuhan, padahal
sebetulnya tidak demikian. Rasul Paulus tanpa kompromi tegas menyatakan,
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang
di atas, di mana Kristus ada,... Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang
di bumi” ~Kol. 3:1-2. Maksudnya, jika kita telah benar-benar mati dari hidup
yang lama & bangkit dalam hidup yang baru dalam Kristus, semestinya ada
suatu kebiasaan baru yang terbit di hati kita & nyata dalam keseharian kita
yaitu kita menjadi sangat tertarik akan hal-hal yang rohani & sorgawi lebih
& lebih lagi, hingga setiap hari kita ingin tahu lebih lagi, merindukannya,
mencarinya, menyelidikinya, memikir-mikirkannya. Inilah hidup rohani yang
sehat. Sebelum mengenal Yesus Kristus, kita manusia-manusia yang hanya
berorientasi perkara jasmaniah & keduniawian. Hati kita asing akan Tuhan.
Setelah Roh-Nya menjamah kita, maka tahulah kita ada Pribadi Agung dari dunia
lain yang mengasihi kita, peduli pada kita, berkomitmen untuk kebaikan &
kebahagiaan hidup kita di bumi hingga kekal, yang punya rencana-rencana yang
terbaik bagi kita. Pada Dia ada harta rohani yang tersimpan di hati &
pikiran-Nya: petunjuk-petunjuk cara-cara terbaik menjalani hari-hari kita di
bumi. Itulah yang harus kita cari & pikirkan setiap waktu. Mencari perkara
yang di atas harus menjadi kebiasaan yang utama sebagai manusia-manusia rohani
yang ingin mendapat bagian dalam kemuliaan kekal. Hati, pikiran, perkataan,
& tindakan yang tertuju pada Tuhan akan menjadikan kita manusia-manusia
yang berbeda karena sikap & karakter-karakter mulia yang jarang ditunjukkan
oleh orang-orang duniawi -karena kita belajar hidup seperti Kristus hidup.
Apapun profesi Anda, berjalanlah bersama Dia setiap hari. Anda akan dibuat-Nya
bersinar di tengah pekatnya dunia. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment