WHAT DO YOU THINK OF...?
Ibrani 11:38, “Tetapi
orang-Ku yang benar akan HIDUP OLEH IMAN, dan apabila ia mengundurkan diri,
maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Apa arti HIDUP OLEH IMAN bagi saudara?
Sebagai Pengikut Kristus kita adalah: orang-orang yang TIDAK MELIHAT
tetapi TETAP PERCAYA, itulah IMAN J. “Berbahagialah
mereka yang TIDAK MELIHAT namun PERCAYA” = itulah IMAN (Yoh 20:29b). Tuhan
YESUS-lah sandaran IMAN kita, HARAPAN kita yang PASTI. Amin.
Respon 1
Ibrani 10:38 –
tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, apabila ia mengundurkan diri,
maka aku tidak berkenan kepadanya. Yusuf diberi mimpi yang luar biasa tapi
mimpi itu baru terwujud setelah belasan tahun kemudian. Nah... Waktu menunggu
janji Tuhan itu Yusuf hidup dalam iman, meski banyak peristiwa nggak enak yang
dialaminya, Yusuf tetap mempercayai janji Tuhan dan dia tidak undur. Dalam
hidup kita Tuhan mau kita seperti Yusuf, hidup dalam iman. Tidak mudah menyerah
meski belum melihat janji Tuhan digenapi. Meski badai menghadang dan ombak kan
menerjang... Namun keyakinanku, Kau akan s'lalu menopang hidupku... (Ibu Rita –
PKS CL 8)
Respon 2
Kamis, 5 Maret
2015. Bacaan: Matius 4:1-11. Setahun: Ulangan 11-13. Nats: Enyahlah, Iblis!
Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia
sajalah engkau berbakti! (Matius 4:10). MENAKLUK-KAN, BUKAN MELAKUKAN. Segera
setelah langit terbuka bagi-Nya dan Roh Allah turun ke atas-Nya dan Dia
dinyatakan sebagai Anak Allah dan Juruselamat dunia, Yesus dicobai.
Pelayanan-Nya baru saja dimulai, tetapi Dia sudah harus menghadapi pencobaan
Iblis. Iblis menyerang-Nya dalam tiga aspek: kebutuhan jasmani atau kebutuhan
hidup (ay. 3), demonstrasi kekuasaan atas dunia (ay. 5-6), dan peralihan
kepemilikan dunia dari Iblis kepada Yesus (ay. 8-9). Ketiganya dipatahkan Yesus
dengan mengutip firman Tuhan yang dilandasi atas kebergantungan mutlak kepada
Bapa (ay. 4, 7, 10). Hak istimewa dan tanda khusus yang menunjukkan kemurahan
Ilahi tidak menjamin bahwa kita tidak akan dicobai. Iblis terus berperang
melawan Allah dan umat-Nya. Menjauhkan orang percaya dari kesetiaan kepada Kristus,
membawa mereka ke dalam dosa dan perbudakan sistem dunia. Seperti Iblis
mempergunakan firman Allah ketika mencobai Yesus untuk berbuat dosa, ada
kalanya ayat Alkitab dipakai untuk membujuk orang percaya melakukan sesuatu
yang salah atau tidak bijaksana. Karena itu, orang percaya perlu berdoa agar
dibebaskan dari Iblis, waspada terhadap segala tipu muslihat dan pencobaannya,
serta melawannya dalam peperangan rohani, sambil berpegang teguh di dalam iman.
Orang percaya mesti memahami firman Allah dan waspada terhadap mereka yang
memutarbalikkannya untuk memuaskan tabiat berdosa manusia. Mari kita mengikuti
Yesus yang menaklukkan tipu muslihat Iblis, bukan malah melakukan keinginannya
--Endang Lestari. KALAHKAN TIPU DAYA IBLIS DENGAN BERPEGANG TEGUH PADA KEBENARAN
FIRMAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 3
“Ketimbang
memimpikan kesuksesan lebih baik bangun dari tidur dan mulai membangun jalan
menuju ke sana.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
5 Maret 2015. Berbicara atau Mendengar? ...baiklah orang bijak mendengar dan
menambah ilmu... (Amsal 1:5). Sebuah humor. Seusai kebaktian Minggu pagi,
seorang anak laki-laki berkata pada ibunya, “Bu, kelak saat dewasa, aku mau
menjadi pendeta saja.” Ibu bertanya, “Hei, mengapa kamu tiba-tiba memutuskan
begitu?” Anak itu menjawab, “Sebab aku yakin, Ibu akan mengharuskanku ke gereja
setiap Minggu sampai aku dewasa kelak, bukan? Nah, aku sudah mempertimbangkan
dan memutuskan, lebih enak bagiku untuk berdiri dan berteriak-teriak dari
podium, ketimbang aku harus duduk dan mendengarkan saja.” Ha, ternyata ia ingin
menjadi pendeta, hanya karena ia keberatan untuk mendengarkan! Amsal hari ini
mengingatkan akan pentingnya mendengarkan didikan hikmat, khususnya hikmat dari
Tuhan, yang memberi kebijaksanaan. Ini seperti permintaan Salomo ketika ia
hendak dinobatkan menjadi raja, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang
faham menimbang perkara...” (1 Raj. 3:9). Kata “faham” ini berasal dari akar
kata “mendengar dengan penuh perhatian”. Artinya, mendengar setiap tuntunan dan
didikan Tuhan, yang tak pernah menyesatkan. Nyatanya, mendengar memang bukan
perkara mudah. Lebih enak rasanya berbicara daripada mendengar. Lebih enak
mengkritik atau mengomentari daripada dikritik ataupun dikomentari. Dalam
mendengar harus ada pengendalian diri. Dalam mendengar perlu ada kerendahan
hati untuk diarahkan dan dibentuk. Namun, inilah rahasia firman yang dibukakan
hari ini: ketika Salomo rela mendengar nasihat Tuhan di setiap langkah, ia pun
menjadi bijak di setiap tindakan. BERILAH AKU TELINGA YANG SIAP MENDENGAR
SETIAP HIKMAT TUHAN YANG MENUNTUNKU UNTUK MELANGKAH DENGAN BENAR. Selamat
pagi... Semangat terus!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Iman kebalikannya
instant, seperti makan, kalau makan makanan instant prosesnya cepat, praktis,
enak rasanya tanpa keahlian memasak, tetapi kalau mau makanan yang diolah dulu
perlu waktu lama, repot, keahlian memasak baru rasanya enak. Rasanya rata-rata
sekarang orang suka makanan instant tetapi 1 hal yang jangan dilupakan efek
negatif bagi tubuh dari makanan instant, makanan yang harus dimasak dengan
repot-repot dan perlu waktu lama memang bermanfaat bagi tubuh, membangun tubuh,
menyehatkan tubuh. Demikian pula iman kita, kalau kita pingin beriman tetapi
kita mau semuanya instant ya tidak mungkin. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 6
Pondasi tidak
terlihat, tetapi menopang sebuah bangunan yang besar dan megah. Karakter tidak
terlihat, tetapi yang menopang kesuksesan saudara. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu
dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (GNCC)
Respon 7
Satu perintah
firman yang hingga kini tetap merupakan sesuatu yang berat dikerjakan oleh
anak-anak Tuhan ialah perintah yang tercantum dalam Imamat 18:3 yaitu perintah
untuk tidak hidup menurut adat kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal
Tuhan namun hidup dalam suatu cara dan gaya hidup yang berbeda seturut kehendak
Tuhan. Pesan ini tetap bergema di Perjanjian Baru sebagaimana ditulis dalam
Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Intinya, Tuhan
menetapkan & mengharapkan suatu cara hidup yang berbeda atas mereka yang
menyebut dirinya pengikut-pengikut Kristus. Pada titik ini sebagian orang
menolak Tuhan. Mereka tidak dapat menerima & tidak mau memahami mengapa hidup
mereka harus diatur dengan suatu ketetapan-ketetapan tertentu sehingga berbeda
dengan dunia: itu akan mengurangi pergaulan mereka & membatasi hidup
mereka. Memang harus diakui, orang yang menerapkan agama memiliki banyak
batasan tapi berbeda jika batasan itu ditetapkan atas kerelaan & lahir dari
hati yang penuh kasih. Contohnya, seorang pria yang mengasihi keluarganya sudah
seharusnya membatasi diri terhadap urusan-urusan atau hubungan-hubungan yang
tidak membawa kebaikan bagi dirinya sebagai kepala keluarga. Ini tidak berat
jika ia cinta pada keluarganya. Jika ada kasih di hati kita kepada Tuhan, sudah
tentu perintah Tuhan tersebut kita perhatikan. Kita akan peduli & mencari
sudut pandang Tuhan atas segala hal terkait bagaimana seharusnya kita menjalani
hari-hari hidup kita. Itu akan ditandai dengan diperagakannya suatu gaya hidup
sedemikian yang ketika bersentuhan dengan mereka yang belum mengenal Kristus,
mereka akan terkesan & heran. Dan ini yang Tuhan rindukan: mencari tahu
kehendak & prinsip kebenaran-Nya mulai dari bagaimana berpikir, lalu
berkomunikasi & bertindak; bagaimana memperlakukan orang, membawa diri,
bahkan cara berbusana. Harus ada perbedaan! Anda ialah wakil-wakil Kerajaan
Sorga di bumi ini. Yang dipanggil memuliakan nama Tuhan. Dan membawa orang-orang
mendekat pada Dia. Sudahkah hidup Anda sedemikian? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment