Thursday, 5 March 2015

5 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?




Ibrani 11:38, “Tetapi orang-Ku yang benar akan HIDUP OLEH IMAN, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Apa arti HIDUP OLEH IMAN bagi saudara? Sebagai Pengikut Kristus kita adalah: orang-orang yang TIDAK MELIHAT tetapi TETAP PERCAYA, itulah IMAN J. “Berbahagialah mereka yang TIDAK MELIHAT namun PERCAYA” = itulah IMAN (Yoh 20:29b). Tuhan YESUS-lah sandaran IMAN kita, HARAPAN kita yang PASTI. Amin.

Respon 1
Ibrani 10:38 – tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, apabila ia mengundurkan diri, maka aku tidak berkenan kepadanya. Yusuf diberi mimpi yang luar biasa tapi mimpi itu baru terwujud setelah belasan tahun kemudian. Nah... Waktu menunggu janji Tuhan itu Yusuf hidup dalam iman, meski banyak peristiwa nggak enak yang dialaminya, Yusuf tetap mempercayai janji Tuhan dan dia tidak undur. Dalam hidup kita Tuhan mau kita seperti Yusuf, hidup dalam iman. Tidak mudah menyerah meski belum melihat janji Tuhan digenapi. Meski badai menghadang dan ombak kan menerjang... Namun keyakinanku, Kau akan s'lalu menopang hidupku... (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 2
Kamis, 5 Maret 2015. Bacaan: Matius 4:1-11. Setahun: Ulangan 11-13. Nats: Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! (Matius 4:10). MENAKLUK-KAN, BUKAN MELAKUKAN. Segera setelah langit terbuka bagi-Nya dan Roh Allah turun ke atas-Nya dan Dia dinyatakan sebagai Anak Allah dan Juruselamat dunia, Yesus dicobai. Pelayanan-Nya baru saja dimulai, tetapi Dia sudah harus menghadapi pencobaan Iblis. Iblis menyerang-Nya dalam tiga aspek: kebutuhan jasmani atau kebutuhan hidup (ay. 3), demonstrasi kekuasaan atas dunia (ay. 5-6), dan peralihan kepemilikan dunia dari Iblis kepada Yesus (ay. 8-9). Ketiganya dipatahkan Yesus dengan mengutip firman Tuhan yang dilandasi atas kebergantungan mutlak kepada Bapa (ay. 4, 7, 10). Hak istimewa dan tanda khusus yang menunjukkan kemurahan Ilahi tidak menjamin bahwa kita tidak akan dicobai. Iblis terus berperang melawan Allah dan umat-Nya. Menjauhkan orang percaya dari kesetiaan kepada Kristus, membawa mereka ke dalam dosa dan perbudakan sistem dunia. Seperti Iblis mempergunakan firman Allah ketika mencobai Yesus untuk berbuat dosa, ada kalanya ayat Alkitab dipakai untuk membujuk orang percaya melakukan sesuatu yang salah atau tidak bijaksana. Karena itu, orang percaya perlu berdoa agar dibebaskan dari Iblis, waspada terhadap segala tipu muslihat dan pencobaannya, serta melawannya dalam peperangan rohani, sambil berpegang teguh di dalam iman. Orang percaya mesti memahami firman Allah dan waspada terhadap mereka yang memutarbalikkannya untuk memuaskan tabiat berdosa manusia. Mari kita mengikuti Yesus yang menaklukkan tipu muslihat Iblis, bukan malah melakukan keinginannya --Endang Lestari. KALAHKAN TIPU DAYA IBLIS DENGAN BERPEGANG TEGUH PADA KEBENARAN FIRMAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
“Ketimbang memimpikan kesuksesan lebih baik bangun dari tidur dan mulai membangun jalan menuju ke sana.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 5 Maret 2015. Berbicara atau Mendengar? ...baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu... (Amsal 1:5). Sebuah humor. Seusai kebaktian Minggu pagi, seorang anak laki-laki berkata pada ibunya, “Bu, kelak saat dewasa, aku mau menjadi pendeta saja.” Ibu bertanya, “Hei, mengapa kamu tiba-tiba memutuskan begitu?” Anak itu menjawab, “Sebab aku yakin, Ibu akan mengharuskanku ke gereja setiap Minggu sampai aku dewasa kelak, bukan? Nah, aku sudah mempertimbangkan dan memutuskan, lebih enak bagiku untuk berdiri dan berteriak-teriak dari podium, ketimbang aku harus duduk dan mendengarkan saja.” Ha, ternyata ia ingin menjadi pendeta, hanya karena ia keberatan untuk mendengarkan! Amsal hari ini mengingatkan akan pentingnya mendengarkan didikan hikmat, khususnya hikmat dari Tuhan, yang memberi kebijaksanaan. Ini seperti permintaan Salomo ketika ia hendak dinobatkan menjadi raja, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara...” (1 Raj. 3:9). Kata “faham” ini berasal dari akar kata “mendengar dengan penuh perhatian”. Artinya, mendengar setiap tuntunan dan didikan Tuhan, yang tak pernah menyesatkan. Nyatanya, mendengar memang bukan perkara mudah. Lebih enak rasanya berbicara daripada mendengar. Lebih enak mengkritik atau mengomentari daripada dikritik ataupun dikomentari. Dalam mendengar harus ada pengendalian diri. Dalam mendengar perlu ada kerendahan hati untuk diarahkan dan dibentuk. Namun, inilah rahasia firman yang dibukakan hari ini: ketika Salomo rela mendengar nasihat Tuhan di setiap langkah, ia pun menjadi bijak di setiap tindakan. BERILAH AKU TELINGA YANG SIAP MENDENGAR SETIAP HIKMAT TUHAN YANG MENUNTUNKU UNTUK MELANGKAH DENGAN BENAR. Selamat pagi... Semangat terus!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Iman kebalikannya instant, seperti makan, kalau makan makanan instant prosesnya cepat, praktis, enak rasanya tanpa keahlian memasak, tetapi kalau mau makanan yang diolah dulu perlu waktu lama, repot, keahlian memasak baru rasanya enak. Rasanya rata-rata sekarang orang suka makanan instant tetapi 1 hal yang jangan dilupakan efek negatif bagi tubuh dari makanan instant, makanan yang harus dimasak dengan repot-repot dan perlu waktu lama memang bermanfaat bagi tubuh, membangun tubuh, menyehatkan tubuh. Demikian pula iman kita, kalau kita pingin beriman tetapi kita mau semuanya instant ya tidak mungkin. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Pondasi tidak terlihat, tetapi menopang sebuah bangunan yang besar dan megah. Karakter tidak terlihat, tetapi yang menopang kesuksesan saudara. Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (GNCC)

Respon 7
Satu perintah firman yang hingga kini tetap merupakan sesuatu yang berat dikerjakan oleh anak-anak Tuhan ialah perintah yang tercantum dalam Imamat 18:3 yaitu perintah untuk tidak hidup menurut adat kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan namun hidup dalam suatu cara dan gaya hidup yang berbeda seturut kehendak Tuhan. Pesan ini tetap bergema di Perjanjian Baru sebagaimana ditulis dalam Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Intinya, Tuhan menetapkan & mengharapkan suatu cara hidup yang berbeda atas mereka yang menyebut dirinya pengikut-pengikut Kristus. Pada titik ini sebagian orang menolak Tuhan. Mereka tidak dapat menerima & tidak mau memahami mengapa hidup mereka harus diatur dengan suatu ketetapan-ketetapan tertentu sehingga berbeda dengan dunia: itu akan mengurangi pergaulan mereka & membatasi hidup mereka. Memang harus diakui, orang yang menerapkan agama memiliki banyak batasan tapi berbeda jika batasan itu ditetapkan atas kerelaan & lahir dari hati yang penuh kasih. Contohnya, seorang pria yang mengasihi keluarganya sudah seharusnya membatasi diri terhadap urusan-urusan atau hubungan-hubungan yang tidak membawa kebaikan bagi dirinya sebagai kepala keluarga. Ini tidak berat jika ia cinta pada keluarganya. Jika ada kasih di hati kita kepada Tuhan, sudah tentu perintah Tuhan tersebut kita perhatikan. Kita akan peduli & mencari sudut pandang Tuhan atas segala hal terkait bagaimana seharusnya kita menjalani hari-hari hidup kita. Itu akan ditandai dengan diperagakannya suatu gaya hidup sedemikian yang ketika bersentuhan dengan mereka yang belum mengenal Kristus, mereka akan terkesan & heran. Dan ini yang Tuhan rindukan: mencari tahu kehendak & prinsip kebenaran-Nya mulai dari bagaimana berpikir, lalu berkomunikasi & bertindak; bagaimana memperlakukan orang, membawa diri, bahkan cara berbusana. Harus ada perbedaan! Anda ialah wakil-wakil Kerajaan Sorga di bumi ini. Yang dipanggil memuliakan nama Tuhan. Dan membawa orang-orang mendekat pada Dia. Sudahkah hidup Anda sedemikian? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)




No comments:

Post a Comment