Tuesday, 17 March 2015

17 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?



Baca: Kejadian 45:1-24. Apapun yang terjadi dalam kehidupan Yusuf (kita), pemeliharaan Allah itu YA dan AMIN (ayat 5). Apa hubungan (IMAN) kita dengan pemeliharaan Allah?? Supaya kita dapat mengalami pemeliharaan Allah ada tanggung jawab (bagian) yang harus kita lakukan yaitu:  1) Taat (Kej 39:2-3,21,23 & Amsal 3:5-7). 2) Hidup sesuai kehendakNya (Kis 18:9-10). 3) Mengasihi DIA & tunduk dalamNya dengan IMAN dalam Kristus maka akan mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). 4) Berseru dalam DOA senantiasa (Filipi 4:6-7). Percayalah DIA akan terus terlibat didalam kehidupan kita. Miliki keberanian (IMAN) untuk bertindak, untuk  mengampuni, maka pemulihan itu PASTI terjadi. Amin J.

Respon 1
Kej 45:1-24. Iman memerlukan keberanian untuk direfleksi-kan dalam wujud mengampuni, maka kita akan mengalami pemulihan seutuhnya. Sering kita menyesali perjalanan hidup kita dan mencoba menganalisa penyebabnya dengan menuding-nuding orang-orang yang dekat dalam hidup kita, padahal perjalanan hidup kita sudah diatur TUHAN yang mutlak sebagai pemilik hidup kita, kita tidak bisa melupakan orang-orang yang menurut kita penyebab kesengsaraan hidup kita, tidak dapat mengampuni apalagi mengasihi. Mari kita mencontoh Yusuf yang punya iman dan pengharapan kepada TUHAN, dia tetap taat dan benar-benar percaya bahwa TUHAN yang menentukan sepenuhnya hidupnya, maka TUHAN pasti mempunyai rencana yang baik untuk dia dan keluarganya dan dia benar-benar menyerahkan masa depan yang dia tidak tahu ke dalam tangan TUHAN, dia mengerti bahwa TUHAN yang memakai saudara-saudaranya untuk mengirim dia ke Mesir untuk menolong dia dan seisi rumahnya agar tidak kelaparan dalam kurun waktu 7 tahun. Bagaimana dengan kita, apakah kita bisa bersyukur dan berserah kepada TUHAN dengan apa yang telah kita alami selama ini ataukah kita terus hidup dalam kepahitan dan tidak bisa melihat rencana TUHAN yang indah untuk hidup kita????? Mari kita bersyukur dan terus meletakkan harapan kita ke dalam tangan TUHAN. “Nantikan TUHAN berkarya, indah pada waktuNYA.” Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
“Seringkali orang yang kaucintai bisa kaubenci jika menyakiti hatimu.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Maz 103:3 – DIA yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Dosa kita dibereskan dan diampuni TUHAN. DIA menyembuhkan kita. Pasti, pasti dan pasti! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa, 17 Maret 2015. Prestasi Terbesar. Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau (Yohanes 21:17). Martina Hingis, menjadi juara tenis di usia muda. Pada masanya, ia menjuarai berbagai turnamen dan menjadi petenis peringkat satu dunia. Namun, pada sebuah pertandingan ia mengalami cedera serius yang memaksanya berhenti dari tenis untuk waktu yang lama. Peringkatnya terus melorot. Ia sempat terpuruk dan berencana pensiun. Namun, orang-orang tetap mendukungnya hingga usahanya membuahkan hasil. “Inilah prestasi terbaikku. Bukan saat aku menjadi nomor satu, tetapi saat aku bisa mengalahkan keterpurukanku,” katanya. Dugaan bahwa Petrus mengalami depresi hebat setelah ia mengkhianati Yesus, Gurunya, sangatlah masuk akal. Ia merasa gagal dan bahkan memutuskan untuk meninggalkan status sebagai murid dan kembali ke pekerjaan lamanya, sebagai nelayan. Kita tidak tahu apa saja yang menggelayut di pikirannya sepanjang masa-masa itu. Namun, perjumpaannya dengan Yesus telah membangkitkan semangatnya kembali untuk melayani Tuhan. Tantangan dan penugasan baru yang ia terima dari Tuhan Yesus membuatnya bersemangat. Prestasi terbesarnya adalah dengan menghargai kesempatan kedua yang Tuhan berikan, bangkit dari keterpurukan dan melayani Dia dengan cara yang hebat. Keterpurukan bukanlah akhir perjalanan hidup kita. Melaluinya, justru kuasa Tuhan lebih leluasa bekerja. Tuhan memberikan kesempatan kedua dan kesempatan-kesempatan lain untuk kita bangkit. Mengandalkan dorongan semangat dari-Nya, itulah pencapaian terbaik kita, bukan terus terpuruk dan mengasihani diri. PRESTASI TERBESAR DALAM HIDUP ADALAH: DAPAT BANGKIT DARI KETERPURUKAN AKIBAT KEGAGALAN --Yan Zheng. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Change your thoughts and you'll change your world (Ketika cara berpikirmu berubah maka dunia mu akan berubah). Roma 12:2 – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (GNCC)

Respon 6
Firman Tuhan disebut memiliki kuasa untuk menyelamatkan jiwa kita (Yak. 1:21c). Maksud sebenarnya ialah bahwa respon kita terhadap perkataan firman sangat menentukan & berpengaruh hingga pada keselamatan jiwa kita. Keselamatan diterima melalui iman namun iman timbul dari penerimaan firman (Rom. 10:17). Seperti yang pada umumnya terjadi, orang-orang percaya sebagian masih sukar menjadi pendengar firman yang baik. Yang merasa cukup senang menikmati pengajaran & khotbah pun tidak jarang cukup puas dengan kondisinya sebagai penikmat firman. Sayangnya, Alkitab mencatat bahwa orang-orang fasik seperti Herodes & Feliks sangat menikmati firman pengajaran yang disampaikan hamba-hamba Tuhan terbaik seperti Yohanes Pembaptis atau Paulus! (lihat Mrk. 6:20; Kis. 24:24). Masalahnya, itu sama sekali belum cukup. Kita harus menerima kebenaran firman itu masuk hingga tertanam bagai satu benih yang akan bertumbuh & berbuah-buah bagi kemuliaan Tuhan. Bagaimana kita tahu kita telah menerima firman dengan baik dalam hati kita sehingga kuasa firman itu bekerja dalam kita? 1-Didasari hati yang bertobat & rindu hidup dalam kebenaran-kebenaran Tuhan. “Buanglah segala sesuatu yang kotor & kejahatan yang begitu banyak itu” (Yak. 1:21a). Benih tak mungkin ditabur di tanah yang bersemak duri atau berbatu-batu. Harus ada suatu tanah hati yang lapang untuk Tuhan bekerja melalui firman-Nya. Itulah suatu komitmen untuk hidup bagi Tuhan. 2-Terimalah firman dengan hati yang terbuka tanpa perlawanan. “Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu” (Yak. 1:21b). Ketika kebenaran sejati menghampiri kita, hati yang rela untuk diajar & tidak berbantah-bantah ialah kunci hidup kita mulai diubah oleh kebenaran itu. Jangan pernah keraskan hati jika kita ingin kuasa firman-Nya memulihkan hidup kita. Menerima firman berarti percaya & setuju akan perkataan Tuhan dengan segenap keberadaan kita. Ini ditandai dengan hati yang hancur & roh yang gentar akan Dia. Ini tahap penting dalam pemulihan hidup Anda. Pastikan Anda menjalaninya. Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment