WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
Kej 45:1-24. Iman
memerlukan keberanian untuk direfleksi-kan dalam wujud mengampuni, maka kita
akan mengalami pemulihan seutuhnya. Sering kita menyesali perjalanan hidup kita
dan mencoba menganalisa penyebabnya dengan menuding-nuding orang-orang yang
dekat dalam hidup kita, padahal perjalanan hidup kita sudah diatur TUHAN yang
mutlak sebagai pemilik hidup kita, kita tidak bisa melupakan orang-orang yang
menurut kita penyebab kesengsaraan hidup kita, tidak dapat mengampuni apalagi
mengasihi. Mari kita mencontoh Yusuf yang punya iman dan pengharapan kepada
TUHAN, dia tetap taat dan benar-benar percaya bahwa TUHAN yang menentukan
sepenuhnya hidupnya, maka TUHAN pasti mempunyai rencana yang baik untuk dia dan
keluarganya dan dia benar-benar menyerahkan masa depan yang dia tidak tahu ke
dalam tangan TUHAN, dia mengerti bahwa TUHAN yang memakai saudara-saudaranya
untuk mengirim dia ke Mesir untuk menolong dia dan seisi rumahnya agar tidak
kelaparan dalam kurun waktu 7 tahun. Bagaimana dengan kita, apakah kita bisa
bersyukur dan berserah kepada TUHAN dengan apa yang telah kita alami selama ini
ataukah kita terus hidup dalam kepahitan dan tidak bisa melihat rencana TUHAN
yang indah untuk hidup kita????? Mari kita bersyukur dan terus meletakkan
harapan kita ke dalam tangan TUHAN. “Nantikan TUHAN berkarya, indah pada
waktuNYA.” Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 2
“Seringkali orang
yang kaucintai bisa kaubenci jika menyakiti hatimu.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Maz 103:3 – DIA
yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Dosa
kita dibereskan dan diampuni TUHAN. DIA menyembuhkan kita. Pasti, pasti dan
pasti! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa,
17 Maret 2015. Prestasi Terbesar. Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau
tahu bahwa aku mengasihi Engkau (Yohanes 21:17). Martina Hingis, menjadi juara
tenis di usia muda. Pada masanya, ia menjuarai berbagai turnamen dan menjadi petenis
peringkat satu dunia. Namun, pada sebuah pertandingan ia mengalami cedera
serius yang memaksanya berhenti dari tenis untuk waktu yang lama. Peringkatnya
terus melorot. Ia sempat terpuruk dan berencana pensiun. Namun, orang-orang
tetap mendukungnya hingga usahanya membuahkan hasil. “Inilah prestasi
terbaikku. Bukan saat aku menjadi nomor satu, tetapi saat aku bisa mengalahkan
keterpurukanku,” katanya. Dugaan bahwa Petrus mengalami depresi hebat setelah
ia mengkhianati Yesus, Gurunya, sangatlah masuk akal. Ia merasa gagal dan
bahkan memutuskan untuk meninggalkan status sebagai murid dan kembali ke
pekerjaan lamanya, sebagai nelayan. Kita tidak tahu apa saja yang menggelayut
di pikirannya sepanjang masa-masa itu. Namun, perjumpaannya dengan Yesus telah
membangkitkan semangatnya kembali untuk melayani Tuhan. Tantangan dan penugasan
baru yang ia terima dari Tuhan Yesus membuatnya bersemangat. Prestasi
terbesarnya adalah dengan menghargai kesempatan kedua yang Tuhan berikan,
bangkit dari keterpurukan dan melayani Dia dengan cara yang hebat. Keterpurukan
bukanlah akhir perjalanan hidup kita. Melaluinya, justru kuasa Tuhan lebih
leluasa bekerja. Tuhan memberikan kesempatan kedua dan kesempatan-kesempatan
lain untuk kita bangkit. Mengandalkan dorongan semangat dari-Nya, itulah
pencapaian terbaik kita, bukan terus terpuruk dan mengasihani diri. PRESTASI
TERBESAR DALAM HIDUP ADALAH: DAPAT BANGKIT DARI KETERPURUKAN AKIBAT KEGAGALAN
--Yan Zheng. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Change your thoughts
and you'll change your world (Ketika cara berpikirmu berubah maka dunia mu akan
berubah). Roma 12:2 – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
(GNCC)
Respon 6
Firman Tuhan
disebut memiliki kuasa untuk menyelamatkan jiwa kita (Yak. 1:21c). Maksud
sebenarnya ialah bahwa respon kita terhadap perkataan firman sangat menentukan
& berpengaruh hingga pada keselamatan jiwa kita. Keselamatan diterima
melalui iman namun iman timbul dari penerimaan firman (Rom. 10:17). Seperti
yang pada umumnya terjadi, orang-orang percaya sebagian masih sukar menjadi
pendengar firman yang baik. Yang merasa cukup senang menikmati pengajaran &
khotbah pun tidak jarang cukup puas dengan kondisinya sebagai penikmat firman.
Sayangnya, Alkitab mencatat bahwa orang-orang fasik seperti Herodes &
Feliks sangat menikmati firman pengajaran yang disampaikan hamba-hamba Tuhan terbaik
seperti Yohanes Pembaptis atau Paulus! (lihat Mrk. 6:20; Kis. 24:24).
Masalahnya, itu sama sekali belum cukup. Kita harus menerima kebenaran firman
itu masuk hingga tertanam bagai satu benih yang akan bertumbuh &
berbuah-buah bagi kemuliaan Tuhan. Bagaimana kita tahu kita telah menerima
firman dengan baik dalam hati kita sehingga kuasa firman itu bekerja dalam
kita? 1-Didasari hati yang bertobat & rindu hidup dalam kebenaran-kebenaran
Tuhan. “Buanglah segala sesuatu yang kotor & kejahatan yang begitu banyak
itu” (Yak. 1:21a). Benih tak mungkin ditabur di tanah yang bersemak duri atau
berbatu-batu. Harus ada suatu tanah hati yang lapang untuk Tuhan bekerja
melalui firman-Nya. Itulah suatu komitmen untuk hidup bagi Tuhan. 2-Terimalah
firman dengan hati yang terbuka tanpa perlawanan. “Terimalah dengan lemah
lembut firman yang tertanam dalam hatimu” (Yak. 1:21b). Ketika kebenaran sejati
menghampiri kita, hati yang rela untuk diajar & tidak berbantah-bantah
ialah kunci hidup kita mulai diubah oleh kebenaran itu. Jangan pernah keraskan
hati jika kita ingin kuasa firman-Nya memulihkan hidup kita. Menerima firman
berarti percaya & setuju akan perkataan Tuhan dengan segenap keberadaan
kita. Ini ditandai dengan hati yang hancur & roh yang gentar akan Dia. Ini
tahap penting dalam pemulihan hidup Anda. Pastikan Anda menjalaninya. Salam
revival! GBU.

No comments:
Post a Comment