WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
Yeh 12:25 – Apa
yang TUHAN firmankan pasti terjadi dan firman itu tidak akan ditunda-tunda
lagi! Janji-janji firman-NYA pasti terjadi dalam hidup kita sekarang. Selamat
ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Di saat kita
berhenti mempercayai Tuhan, di saat itulah hidup kita berada di lembah
kekelaman.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
22 Maret 2015. Yang Terendah Dulu. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah
duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata
kepadamu: Sahabat, silakan duduk di tempat yang lebih terhormat (Lukas 14:10).
Di situs Asia One pada 13 Juni 2014, PM Singapura Lee Hsien Loong tertangkap
kamera sedang mengantre untuk membeli makanan cepat saji murah di Blk 85
Redhill Lane. Foto itu diunggah di Facebook dan orang pun memperbincangkan
kerendahan hatinya. “Ia seperti paman biasa berusia 50-60 tahun yang antre
setengah jam untuk sayap ayam goreng kesukaannya,” tulis pengunggahnya, Lianhe
Wanbao. Alih-alih menuntut keistimewaan, Lee rela berdiri lama dan menunggu
giliran membeli--sekalipun ia punya ratusan pengawal yang bisa disuruh
membelikan makanan itu. Ketika orang Farisi merasa lebih baik dan lebih tinggi
kedudukannya daripada orang lain, Yesus mengutarakan perumpamaan tentang pesta
pernikahan. Perasaan atau pikiran bahwa kita lebih baik itu sebaiknya
ditanggalkan, juga harapan agar orang lain tunduk dan menghormati kita. Sebab,
penghormatan itu diberikan oleh orang lain. Jika kita layak mendapatkannya,
orang akan memberikannya. Merendahkan hati kita dulu adalah sikap terbaik yang
Yesus ajarkan (ay. 8-10). Kiranya Roh Allah menolong kita bersikap rendah hati
di segala tempat dan peristiwa. Ambillah tempat terendah dulu agar kita tak
dipermalukan. Kadang memang ini tak mudah. Bisa jadi kita berpikir, ‘Seharusnya
saya diistimewakan’, ‘Seharusnya saya didahulukan’, ‘Seharusnya saya yang
dipanggil maju ke depan’. Bila tak mendapatkannya, kita hanya akan kecewa atau
cemburu pada orang lain yang memperolehnya. Mari kembali pada nasihat Yesus.
Dia meminta kita rendah hati seperti Dia. ORANG BISA TERUS RENDAH HATI KETIKA
IA MENYADARI BAHWA PENCAPAIANNYA ADALAH BERKAT TUHAN, BUKAN USAHA SENDIRI.
Selamat pagi. Saatnya beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Selamat pagi,
ketaatan adalah kunci berkat, keberhasilan dan keselamatan dalam hidup kita.
Firman Tuhan mengatakan dalam Imamat 26:3-4, “Jikalau kamu hidup menurut
ketetapanku dan tetap berpegang pada perintahku serta melakukannya, maka Aku
akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan
pohon pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.” Mana yang lebih buruk: tidak
pernah mendengarkan firman Tuhan atau mendengarkan firman tetapi tidak
melakukannya? Renungkan sejenak sebelum melanjutkan membaca tulisan ini.
Yakobus 1:22 tegas berkata: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan
bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri
sendiri”. Ya. Mendengar firman namun tanpa hati & kesungguhan untuk
mempraktekkannya bisa berkibat fatal: kita membohongi diri sendiri. Jika ini
berlanjut, kita akan menjadi orang-orang yang tertipu & berakhir dalam
tipuan-tipuan yang kita buat sendiri dimana kuasa kegelapan yang akan
meneguhkan kebohongan-kebohongan itu! Dalam suatu kehidupan yang suka menikmati
firman Tuhan tetapi tidak segenap hati rindu menjadi pelaku firman, ada
kesesatan yang besar. Itu sebabnya orang-orang Farisi & ahli-ahli taurat
yang mempelajari hukum-hukum Allah justru tidak mengenali pribadi Allah yang
dinyatakan dalam Kristus. Kristus yang tanpa salah dicari-cari sedemikian rupa
kesalahannya sedangkan pemberontak & teroris seperti Barabas mereka minta
untuk dibebaskan (lihat Luk. 23:13:25). Mereka telah tertipu sebab mereka tidak
mengamalkan firman kebenaran tetapi mendengar & mengetahuinya saja untuk
kemudian disesuaikan dengan standar-standar mereka sendiri yang duniawi &
jahat. Tipuan apakah yang masuk di pikiran kita saat kita hanya bersedia
menjadi pendengar firman saja? Tipuan pertama, ialah bahwa kita memandang diri
kita sudah cukup rohani, sebab tahu banyak hal & karenanya berpikir sudah
hidup dalam standar-standar ilahi. Padahal hidup sehari-hari kita bisa jadi
masih sama fasiknya dengan yang tidak mengenal Tuhan. Ingatlah selalu, berkat
Tuhan hanya akan dicurahkan bagi mereka yang melakukan firman dengan segala
ketaatan karena kasih pada Tuhan (Yak. 1:25) -karena itulah kunci segala berkat
(Ula. 28:1-2)! Selagi firman ditaburkan hari ini, persembahkan suatu hati yang
tulus & tekad yang suci untuk menjadi pelaku-pelaku firman kebenaran yang
murni. Berbahagialah & tidak akan kecewa yang menjalani hidupnya seturut
firman Tuhan! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment