Sunday, 22 March 2015

22 Maret 2015




WHAT DO YOU THINK OF...?



Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Ayat 24: “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Bekerja secara profesional adalah hasil dari pertumbuhan iman. Bahkan pada tingkat tertentu bekerja = ibadah J. Sudahkah kita sebagai anak-anak Tuhan bekerja secara profesional? Apakah pekerjaan kita adalah ibadah kita??


Respon 1
Yeh 12:25 – Apa yang TUHAN firmankan pasti terjadi dan firman itu tidak akan ditunda-tunda lagi! Janji-janji firman-NYA pasti terjadi dalam hidup kita sekarang. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Di saat kita berhenti mempercayai Tuhan, di saat itulah hidup kita berada di lembah kekelaman.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 22 Maret 2015. Yang Terendah Dulu. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di tempat yang lebih terhormat (Lukas 14:10). Di situs Asia One pada 13 Juni 2014, PM Singapura Lee Hsien Loong tertangkap kamera sedang mengantre untuk membeli makanan cepat saji murah di Blk 85 Redhill Lane. Foto itu diunggah di Facebook dan orang pun memperbincangkan kerendahan hatinya. “Ia seperti paman biasa berusia 50-60 tahun yang antre setengah jam untuk sayap ayam goreng kesukaannya,” tulis pengunggahnya, Lianhe Wanbao. Alih-alih menuntut keistimewaan, Lee rela berdiri lama dan menunggu giliran membeli--sekalipun ia punya ratusan pengawal yang bisa disuruh membelikan makanan itu. Ketika orang Farisi merasa lebih baik dan lebih tinggi kedudukannya daripada orang lain, Yesus mengutarakan perumpamaan tentang pesta pernikahan. Perasaan atau pikiran bahwa kita lebih baik itu sebaiknya ditanggalkan, juga harapan agar orang lain tunduk dan menghormati kita. Sebab, penghormatan itu diberikan oleh orang lain. Jika kita layak mendapatkannya, orang akan memberikannya. Merendahkan hati kita dulu adalah sikap terbaik yang Yesus ajarkan (ay. 8-10). Kiranya Roh Allah menolong kita bersikap rendah hati di segala tempat dan peristiwa. Ambillah tempat terendah dulu agar kita tak dipermalukan. Kadang memang ini tak mudah. Bisa jadi kita berpikir, ‘Seharusnya saya diistimewakan’, ‘Seharusnya saya didahulukan’, ‘Seharusnya saya yang dipanggil maju ke depan’. Bila tak mendapatkannya, kita hanya akan kecewa atau cemburu pada orang lain yang memperolehnya. Mari kembali pada nasihat Yesus. Dia meminta kita rendah hati seperti Dia. ORANG BISA TERUS RENDAH HATI KETIKA IA MENYADARI BAHWA PENCAPAIANNYA ADALAH BERKAT TUHAN, BUKAN USAHA SENDIRI. Selamat pagi. Saatnya beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Selamat pagi, ketaatan adalah kunci berkat, keberhasilan dan keselamatan dalam hidup kita. Firman Tuhan mengatakan dalam Imamat 26:3-4, “Jikalau kamu hidup menurut ketetapanku dan tetap berpegang pada perintahku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.” Mana yang lebih buruk: tidak pernah mendengarkan firman Tuhan atau mendengarkan firman tetapi tidak melakukannya? Renungkan sejenak sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. Yakobus 1:22 tegas berkata: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”. Ya. Mendengar firman namun tanpa hati & kesungguhan untuk mempraktekkannya bisa berkibat fatal: kita membohongi diri sendiri. Jika ini berlanjut, kita akan menjadi orang-orang yang tertipu & berakhir dalam tipuan-tipuan yang kita buat sendiri dimana kuasa kegelapan yang akan meneguhkan kebohongan-kebohongan itu! Dalam suatu kehidupan yang suka menikmati firman Tuhan tetapi tidak segenap hati rindu menjadi pelaku firman, ada kesesatan yang besar. Itu sebabnya orang-orang Farisi & ahli-ahli taurat yang mempelajari hukum-hukum Allah justru tidak mengenali pribadi Allah yang dinyatakan dalam Kristus. Kristus yang tanpa salah dicari-cari sedemikian rupa kesalahannya sedangkan pemberontak & teroris seperti Barabas mereka minta untuk dibebaskan (lihat Luk. 23:13:25). Mereka telah tertipu sebab mereka tidak mengamalkan firman kebenaran tetapi mendengar & mengetahuinya saja untuk kemudian disesuaikan dengan standar-standar mereka sendiri yang duniawi & jahat. Tipuan apakah yang masuk di pikiran kita saat kita hanya bersedia menjadi pendengar firman saja? Tipuan pertama, ialah bahwa kita memandang diri kita sudah cukup rohani, sebab tahu banyak hal & karenanya berpikir sudah hidup dalam standar-standar ilahi. Padahal hidup sehari-hari kita bisa jadi masih sama fasiknya dengan yang tidak mengenal Tuhan. Ingatlah selalu, berkat Tuhan hanya akan dicurahkan bagi mereka yang melakukan firman dengan segala ketaatan karena kasih pada Tuhan (Yak. 1:25) -karena itulah kunci segala berkat (Ula. 28:1-2)! Selagi firman ditaburkan hari ini, persembahkan suatu hati yang tulus & tekad yang suci untuk menjadi pelaku-pelaku firman kebenaran yang murni. Berbahagialah & tidak akan kecewa yang menjalani hidupnya seturut firman Tuhan! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)








No comments:

Post a Comment