Monday, 16 March 2015

16 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?





Baca: 2 Sam 12:1-25. Daud mengakui dosanya kepada Natan (ayat13), tak lama sesudah itu Daud bertobat / mengakui dosanya, berserah dihadapan Allah & menerima hukumannya (Mazmur 51). Dari pengalaman Daud setelah diampuni & dipulihkan ada sebuah pelajaran yang penting yaitu: konsekuensi yang harus diterima akibat berbuat dosa. Saat krisis keluarga terjadi, apa yang harus dilakukan? Adakah kita mau mengakui / bertobat & berserah?? Ada pengampunan & pemulihan tetapi ada harga yang harus dibayar saat kita tidak seturut dengan perintahNya.

Respon 1
Yoh 16:24 – Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-KU. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Ayo DOA... Mintalah dalam nama YESUS, pasti DIJAWAB sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
2 Sam 12:1-25 bercerita tentang Daud yang setelah berdosa tidur dengan istri Uria, ditegur oleh Nabi Natan. Ketika ditegur Daud tidak berkata “iya aku salah, tapi kan...” Daud berkata “aku sudah berdosa kepada Tuhan” (2 Sam 12:12). Ya pengakuan itu hanya mengaku nggak usah ada alasan dan berusaha mencari kambing hitam dari kesalahannya. Salah ya salah, nggak ada ‘tapi’-nya. Dan setelah mengakui kesalahan yang harus berani menerima konsekwensi dari kesalahannya itu (2 Sam 12:16). Jadi, kalau kita berbuat salah, ya akuilah tanpa “tapi...” atau “karena...”. Salah ya salah saja. Minta maaf dan berani menanggung akibatnya. Kemudian bertobat dan tidak melakukan kesalahan itu lagi. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 16 Maret 2015. Yang Dibuang John Sung. Siapa saja yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa saja yang mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya (Yohanes 7:18). Pada usia 12 tahun, John Sung sudah dikenal sebagai pendeta cilik yang pandai berkhotbah. Namun, ia sulit mengendalikan amarah karena kesombongannya. Ketika berkuliah di Amerika, kepandaiannya yang menonjol membuatnya meraih penghargaan demi penghargaan. Ia bertekad untuk melayani sebagai pendeta sekembali dari Amerika. Dalam perjalanan naik kapal kembali ke Tiongkok, ia menyadari, berbagai penghargaan itu dapat menggodanya untuk memegahkan diri. Ia lalu membuang medali dan penghargaannya ke laut, hanya menyisakan ijazah doktor untuk menyenangkan ayahnya. Berlawanan dengan John Sung, orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus gemar dihargai dan dipuji (lihat Yoh. 5:44). Yesus mengecam sikap ini. Mereka dipenuhi rasa iri karena Yesus jauh lebih populer dan berkuasa. Hati mereka pun menjadi buta akan kebenaran, teralang untuk mengenal Yesus sebagai sang Mesias. Sering mereka mencari-cari alasan untuk membenarkan diri (ay. 20). Bahkan mereka berusaha mengalangi orang lain ditolong dan disembuhkan Yesus (ay. 23). Tidak tanggung-tanggung pula, mereka ingin melenyapkan dan membunuh Yesus (ay. 19). Kita sepatutnya belajar pada John Sung. Kebanggaan terhadap diri tidak boleh membuat kita lebih dihormati ketimbang Tuhan. Bila ada kesempatan berbicara, hendaknya kata-kata kita diarahkan untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan. Seharusnya orang lebih mengenal nama Tuhan dibanding kehebatan kita. Dengan demikian, kita pun tidak akan mudah tersinggung, mendengki, atau membenci orang lain. MENGHORMATI TUHAN BERARTI RELA DIRI SENDIRI TIDAK DIHORMATI, ASALKAN NAMA TUHAN DIHORMATI DAN DIPUJI. Morning all... Welcome Monday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Kekuatan itu tidak datang ketika menang, tetapi ketika melalui masa sulit dan engkau memutuskan untuk tidak menyerah itulah kekuatan. Yosua 1:9, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (GNCC)

Respon 5
“Saat kita bersukacita atas kesuksesan orang lain, Tuhan akan memberkati kita dengan kesuksesan kita sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 6
Syalom. Amin. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12). Terima kasih ibu Siu, selalu memotivasi saya untuk terus bertumbuh dalam Tuhan. (Bp. Oktovianus – Nabire)



No comments:

Post a Comment