WHAT DO YOU THINK OF...?
Baca: 2 Sam
12:1-25. Daud mengakui dosanya kepada Natan (ayat13), tak lama sesudah itu
Daud bertobat / mengakui dosanya, berserah dihadapan Allah & menerima
hukumannya (Mazmur 51). Dari pengalaman Daud setelah diampuni & dipulihkan
ada sebuah pelajaran yang penting yaitu: konsekuensi yang harus diterima akibat
berbuat dosa. Saat krisis keluarga terjadi, apa yang harus dilakukan? Adakah
kita mau mengakui / bertobat & berserah?? Ada pengampunan & pemulihan
tetapi ada harga yang harus dibayar saat kita tidak seturut dengan perintahNya.
Respon 1
Yoh 16:24 – Sampai
sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-KU. Mintalah maka kamu akan
menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Ayo DOA... Mintalah dalam nama YESUS,
pasti DIJAWAB sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
2 Sam 12:1-25
bercerita tentang Daud yang setelah berdosa tidur dengan istri Uria, ditegur
oleh Nabi Natan. Ketika ditegur Daud tidak berkata “iya aku salah, tapi kan...”
Daud berkata “aku sudah berdosa kepada Tuhan” (2 Sam 12:12). Ya pengakuan itu
hanya mengaku nggak usah ada alasan dan berusaha mencari kambing hitam dari
kesalahannya. Salah ya salah, nggak ada ‘tapi’-nya. Dan setelah mengakui
kesalahan yang harus berani menerima konsekwensi dari kesalahannya itu (2 Sam
12:16). Jadi, kalau kita berbuat salah, ya akuilah tanpa “tapi...” atau
“karena...”. Salah ya salah saja. Minta maaf dan berani menanggung akibatnya.
Kemudian bertobat dan tidak melakukan kesalahan itu lagi. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
16 Maret 2015. Yang Dibuang John Sung. Siapa saja yang berkata-kata dari
dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa saja yang
mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran
padanya (Yohanes 7:18). Pada usia 12 tahun, John Sung sudah dikenal sebagai
pendeta cilik yang pandai berkhotbah. Namun, ia sulit mengendalikan amarah
karena kesombongannya. Ketika berkuliah di Amerika, kepandaiannya yang menonjol
membuatnya meraih penghargaan demi penghargaan. Ia bertekad untuk melayani sebagai
pendeta sekembali dari Amerika. Dalam perjalanan naik kapal kembali ke
Tiongkok, ia menyadari, berbagai penghargaan itu dapat menggodanya untuk
memegahkan diri. Ia lalu membuang medali dan penghargaannya ke laut, hanya
menyisakan ijazah doktor untuk menyenangkan ayahnya. Berlawanan dengan John
Sung, orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus gemar dihargai dan dipuji (lihat Yoh.
5:44). Yesus mengecam sikap ini. Mereka dipenuhi rasa iri karena Yesus jauh
lebih populer dan berkuasa. Hati mereka pun menjadi buta akan kebenaran,
teralang untuk mengenal Yesus sebagai sang Mesias. Sering mereka mencari-cari
alasan untuk membenarkan diri (ay. 20). Bahkan mereka berusaha mengalangi orang
lain ditolong dan disembuhkan Yesus (ay. 23). Tidak tanggung-tanggung pula, mereka
ingin melenyapkan dan membunuh Yesus (ay. 19). Kita sepatutnya belajar pada
John Sung. Kebanggaan terhadap diri tidak boleh membuat kita lebih dihormati
ketimbang Tuhan. Bila ada kesempatan berbicara, hendaknya kata-kata kita
diarahkan untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan. Seharusnya orang lebih
mengenal nama Tuhan dibanding kehebatan kita. Dengan demikian, kita pun tidak
akan mudah tersinggung, mendengki, atau membenci orang lain. MENGHORMATI TUHAN
BERARTI RELA DIRI SENDIRI TIDAK DIHORMATI, ASALKAN NAMA TUHAN DIHORMATI DAN
DIPUJI. Morning all... Welcome Monday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Kekuatan itu tidak
datang ketika menang, tetapi ketika melalui masa sulit dan engkau memutuskan
untuk tidak menyerah itulah kekuatan. Yosua 1:9, “Bukankah telah Kuperintahkan
kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab
TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (GNCC)
Respon 5
“Saat kita
bersukacita atas kesuksesan orang lain, Tuhan akan memberkati kita dengan
kesuksesan kita sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 6
Syalom. Amin.
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah
tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada
barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12). Terima kasih ibu Siu, selalu
memotivasi saya untuk terus bertumbuh dalam Tuhan. (Bp. Oktovianus – Nabire)

No comments:
Post a Comment