Thursday, 12 March 2015

12 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?


Baca: Matius 5:13-16. Bagaimana gaya hidup kita sebagai murid-murid Kristus? Gaya hidup murid Kristus itu sederhana J. Harus bisa seperti garam, yang punya rasa menjadikan makanan menjadi lezat & nikmat, tanpa garam makanan akan hambar J. Sudahkah kita “punya RASA seperti GARAM” / BISA dirasakan kehadirannya oleh orang-orang disekitar kita?? Menjadi berkat & berdampak bagi marketplace-nya? Ayat 14: “Kamu adalah terang dunia kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Artinya kitalah terang dunia / rumah Tuhan / gereja yang memancarkan terang, bahkan menjadi jawaban bagi dunia yang gelap. Amin. Semangat bergaya hidup “Garam & Terang”. Semangat bagai “Bintang-Bintang-Nya / Selebritis-Nya” Tuhan. It's time to shine J. Amin.

Respon 1
Aku bangun pagi ini dan aku diberkati. Saudara bangun pagi ini dan saudara juga diberkati. Have a blessed day! Ratapan 3:22-23, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (GNCC)

Respon 2
“Salah satu tugas yang paling berat namun sekaligus paling bermartabat adalah mengajar.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis,12 Maret 2015. Tidak Adil!!! Ia memang mengetahui bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki (Matius 27:18). Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 17-20. Kapan kita berteriak, “Ini tidak adil!”? Ketika kita dirugikan, bukan? Sebaliknya, kapan kita diam saja? Saat kita diuntungkan, bukan? Jadi, tampaknya ada ketidakadilan yang berguna ya? Saat dirugikan kita juga cenderung menyalahkan orang lain, situasi, lingkungan, bahkan Allah sebagai sumber ketidakadilan itu. Kenapa kita tidak mawas diri: bisa jadi kita sendiri biang keladinya? Selain itu, kecenderungan kita membandingkan diri dengan mereka “yang di atas” (yang lebih kaya atau yang lebih pandai, misalnya) bisa mencuatkan perasaan bahwa hidup ini tidak adil. Padahal, kalau kita membandingkan diri dengan mereka “yang di bawah”, bisa jadi kitalah yang bakal mereka anggap tidak adil! Ya, kita cenderung bersungut-sungut sampai lalai mensyukuri berkat yang sudah kita miliki. Lalu, bagaimana dengan tuduhan bahwa Allah tidak adil? Jelas salah alamat. Dia selalu adil (Ul. 32:4, Dan. 9:14). Sebenarnya, justru Dialah yang sering kita perlakukan secara tidak adil. Ingat Yudas Iskariot yang mengkhianati dan menjual Yesus (Mat. 26:14-16)? Juga fitnah Mahkamah Agama karena mereka dengki pada-Nya (ay. 18; juga Mat. 26:59)? Barangkali hanya dalam hal menghukum Putra Tunggal-Nya saja Allah bisa dikatakan “tidak adil”. Kenapa? Karena kitalah yang seharusnya tergantung di kayu salib! Dengan berbuat “tidak adil” pada Anak-Nya, ia telah menunjukkan keadilan-Nya: bahwa hukuman atas dosa telah dijatuhkan. Jadi, dalam “ketidakadilan-Nya” Allah tetap adil, bukan?—HIS. KEADILAN ALLAH DINYATAKAN DALAM “KETIDAK-ADILAN-NYA”. TERHADAP PUTRA TUNGGAL-NYA DEMI KESELAMATAN KITA. Pagi... Semangat!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Ayat ini adalah ayat emas kami... Saya mempunyai seorang sahabat pena di Surabaya. Saya sudah bersahabat sejak tahun 1978. Dia yang berdoa untuk saya. Ketika saya belum kenal TUHAN. Sekarang dia adalah kakak rohani saya, yang banyak membimbing saya. Kami saling mendukung, saling berbagi, saling menolong, saling mendoakan, saling curhat waktu ada masalah... Dia sahabat sejati yang menguatkan saya. Thank you Siu sudah menjadi sahabat dan sister dalam hidupku. Gbu. Karena hari ini pembahasan Amsal 17, aku teringat dengan ayat 17:17 yang pernah kau bagikan. Ini kesaksianku hari ini di group senada Home Ladies of Light... (Ibu Caroline – Bandung)

Tanggapan Saya
Shalom Cie, pagi. Thank you so much ya, kau adalah kakak rohaniku juga J yang sudah berdoa bagi aku dan keluargaku. Kalau aku bisa seperti hari ini, itu karena ada doa-doamu yang mensupport aku selama ini. So much to be thankful Cie... Sudah menjadi pendoa syafaat yang luar biasa, motivator dalam hidupku, mengajariku arti ketaatan & hidup dalam perkenanan Tuhan J.

Respon 5
Jika direnungkan, hampir segala sesuatu di dunia ini -ketika melewati rentang waktu- selalu mengalami penurunan dalam kualitasnya dari waktu ke waktu. Jangankan ada peningkatan, untuk tinggal tetap seperti sedia kala saja sukar untuk terjadi. Hubungan keluarga yang makin renggang; kasih dalam rumah tangga yang kian tawar hari demi hari; persahabatan yang telah kehilangan rasa -dimana kenangan-kenangan indah sekalipun tak sanggup memulihkannya. Kesetiaan pun menjadi suatu kualitas yang sangat langka di peradaban manusia (Ams. 19:22;20:6). Tidak demikian dengan Tuhan kita & kasih-Nya. Di tengah-tengah kesedihan yang demikian besar, Yeremia meratap tapi merenung & mengingat kasih Tuhan: “Tak pernah berkurang kasih Tuhan, tak pernah berakhir kemurahan-Nya. Selalu baru setiap pagi, berlimpah kesetiaan-Nya” (Rat. 3:22-23; Alkitab dalam banyak versi). Ya, ada yang tidak pernah berkurang tetapi senantiasa penuh & berlimpah. Itulah kasih Tuhan & kesetiaan-Nya bagi kita. Kalau bukan karena kasih-Nya hari ini kita semua telah berakhir & dibinasakan-Nya sebab dosa-dosa pelanggaran kita yang begitu banyak itu. Setiap tarikan & hembusan nafas adalah bukti kemurahan-Nya bagi kita. Setiap sel-sel tubuh kita yang berfungsi dengan baik & mampu memperbarui dirinya sendiri ialah karena Dia masih memberikan kasih karunia baru setiap harinya pada kita. Dia senantiasa menopang & setia mengasihi kita (2 Tim. 2:13). Ketika semua mengecewakan kita, bahkan terhadap diri kita sekalipun -kita dapat bersandar pada kasih yang tak pernah berakhir itu. Bagai aliran sungai yang jernih yang tak pernah mengalirkan air yang sama tapi selalu membawa air yang baru dari sumbernya, demikian kasih Tuhan akan dialirkan dalam hidup kita. Saat Anda datang pada Yesus Kristus, sumber kehidupan itu, Anda akan selalu diperbarui dengan kekuatan & kesegaran yang baru. Anda dijadikan kuat sebab dikasihi untuk terus mengasihi. Tak pernah kering. Takkan pernah lelah. Disegarkan-Nya jiwa Anda di sepanjang usia (2 Korintus 4:16). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment