WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
SAAT TEDUH.
Kamis,26 Maret 2015. Menemukan Air. Kata perempuan itu kepada-Nya, ‘Tuan,
berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke
sini untuk menimba air’ (Yohanes 4:15). Selain udara, air adalah kebutuhan
vital manusia. Tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup 3-5 hari.
Sayangnya, banyak orang memakai air tak layak konsumsi karena berbagai faktor,
yang membahayakan hidup mereka pada masa depan. Pada 1992 PBB menetapkan 22
Maret sebagai Hari Air Sedunia sebagai usaha menarik perhatian publik akan
pentingnya air bersih dan penyadaran akan pengelolaan sumber air bersih yang
berkelanjutan. Namun, sadarkah Anda, ada yang lebih vital dari kebutuhan akan
air bersih? Perempuan Samaria datang menimba air ke sumur di tengah hari yang
terik ketika semua orang lebih suka berlindung di rumah mereka. Ternyata, ia
memilih waktu itu untuk menghindari bertemu dengan orang lain. Ia memiliki cap
buruk di tengah masyarakat karena status perkawinannya yang penuh kegagalan.
Namun, Yesus juga sengaja menempuh jalan di Samaria untuk menemui perempuan itu
(ay. 4). Di tepi sumur Yakub, mereka berbincang tentang air hidup yang akan
terus memancar di dalam diri setiap orang yang menerima anugerah Allah.
Perempuan Samaria itu akhirnya menyadari bahwa ia jauh lebih memerlukan air
hidup itu dibandingkan air sumur. Sukacita karena telah bertemu dengan sumber
air hidup, yaitu Kristus, membuatnya meninggalkan tempayannya. Ia pergi ke kota
dan bersaksi kepada mereka yang selama ini justru dihindarinya (ay. 28).
Kristus telah mengubah hidupnya. Kita memang sangat memerlukan air untuk
bertahan hidup, tetapi tanpa menemukan Sang Pemberi Air Hidup, hidup kita akan
sia-sia. AIR SUMUR YAKUB HANYA DAPAT MEMUASKAN DAHAGA SEMENTARA, TETAPI AIR
HIDUP DARI KRISTUS MEMUASKAN DAHAGA ROHANI KITA SELAMANYA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
“Tiga tanda
kedewasaan rohani: terbuka terhadap koreksi, tidak manja saat mendapat afeksi,
dan tetap rendah hati saat memperoleh promosi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Keberanian bukanlah
tidak adanya rasa takut, tetapi kemenangan atas rasa takut. (GNCC)
Respon 4
Terima kasih
renungannya Bu. Terus ditingkatkan pesan-pesannya sesuai yang Tuhan taruh di
hati ibu. Berkat bagi Bu Susanti sekeluarga. Amin. (Bp. Peter – Worship Center
Surabaya)
Respon 5
Maz 62:8 – Pada
ALLAH ada keselamatanku dan kemuliaan-ku; gunung batu kekuatanku, tempat
perlindunganku ialah ALLAH! YESUS tempat perlindunganku. Kuat, aman, dahsyat!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 6
Daud termasuk di
antara orang-orang yang mengalami banyak pertolongan dari Tuhan. Kesaksiannya
terkadang membuat kita iri secara rohani: “Ketika aku dalam kesesakan, aku
berseru kepada TUHAN, Allahku, meminta pertolongan; Dia mendengar suaraku,
teriakku masuk ke dalam telinga-Nya” ~2
Sam. 22:7. Seringkali berbeda dengan Daud, kita bahkan tidak yakin apakah
doa-doa kita didengar oleh Tuhan & apakah seruan kita sampai di telinga
Tuhan. Dalam pergumulan menghadapi suatu tekanan dalam hidup kita berdoa &
mengakhirinya dalam tanya: benarkah Tuhan peduli & mendengar doaku? Daud
pun berkali-kali diserang keraguan akan kemampuan Tuhan sebagai penolongnya.
Bedanya, Daud selalu mampu bangkit & menguatkan kepercayaannya pada Tuhan
(1 Sam. 30:6). Akibatnya, pertolongan Tuhan selalu mengalir dalam hidupnya.
Bagaimana supaya keyakinan kita teguh & kita menerima pertolongan dari Sang
Mahakuasa? 1-Kita harus datang meminta pertolongan pada-Nya. Kadangkala, lari
mohon pertolongan Tuhan adalah hal terakhir yang kita lakukan menghadapi
masalah-masalah kita! 2-Kita harus menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan.
Jauh lebih mudah meminta tolong pada yang memiliki hubungan dengan kita
daripada kepada yang tidak kita kenal. Sangat mungkin, Tuhan tidak menjadi
tempat mengadu sebab Dia pribadi asing dalam hidup Anda! 3- Kita harus mengenal
siapa Tuhan kita & apa yang dapat dilakukan-Nya bagi kita. Daud memiliki
keyakinan yang kokoh akan datangnya pertolongan Tuhan sebab ia tahu dari
perenungan akan firman, pengamatan akan fakta-fakta hidup, & pengalaman
sehari-harinya bahwa Tuhan yang ia kenal selalu konsisten dengan perkataan
& janji-janjiNya. Kunci dari iman yang teguh, yang melihat pertolongan demi
pertolongan Tuhan dinyatakan ialah suatu hubungan yang hidup, makin mendalam
hari demi hari dengan Tuhan sendiri. Pada titik itu, Tuhan bukan sesuatu yang
abstrak & tidak jelas. Dia mungkin lebih jelas dari kenyataan di depan
mata. Anda akan tahu Dia mendengar dari tahta-Nya & suara Anda sampai di telinga-Nya!
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment