Thursday, 26 March 2015

26 Maret 2015




WHAT DO YOU THINK OF...?



1 Raja-raja 3:11-12, “...sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau...” Meminta hikmat & pengertian itu jauh lebih penting dari ‘segala sesuatu’ & Tuhan berkenan bila orang percaya dengan sungguh-sungguh mencari & memohon ‘hikmat’ (rohani) J. Yakobus 1:5, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,-- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” Sudah pernahkah kita meminta hikmat Tuhan? J Amin.


Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis,26 Maret 2015. Menemukan Air. Kata perempuan itu kepada-Nya, ‘Tuan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air’ (Yohanes 4:15). Selain udara, air adalah kebutuhan vital manusia. Tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup 3-5 hari. Sayangnya, banyak orang memakai air tak layak konsumsi karena berbagai faktor, yang membahayakan hidup mereka pada masa depan. Pada 1992 PBB menetapkan 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan penyadaran akan pengelolaan sumber air bersih yang berkelanjutan. Namun, sadarkah Anda, ada yang lebih vital dari kebutuhan akan air bersih? Perempuan Samaria datang menimba air ke sumur di tengah hari yang terik ketika semua orang lebih suka berlindung di rumah mereka. Ternyata, ia memilih waktu itu untuk menghindari bertemu dengan orang lain. Ia memiliki cap buruk di tengah masyarakat karena status perkawinannya yang penuh kegagalan. Namun, Yesus juga sengaja menempuh jalan di Samaria untuk menemui perempuan itu (ay. 4). Di tepi sumur Yakub, mereka berbincang tentang air hidup yang akan terus memancar di dalam diri setiap orang yang menerima anugerah Allah. Perempuan Samaria itu akhirnya menyadari bahwa ia jauh lebih memerlukan air hidup itu dibandingkan air sumur. Sukacita karena telah bertemu dengan sumber air hidup, yaitu Kristus, membuatnya meninggalkan tempayannya. Ia pergi ke kota dan bersaksi kepada mereka yang selama ini justru dihindarinya (ay. 28). Kristus telah mengubah hidupnya. Kita memang sangat memerlukan air untuk bertahan hidup, tetapi tanpa menemukan Sang Pemberi Air Hidup, hidup kita akan sia-sia. AIR SUMUR YAKUB HANYA DAPAT MEMUASKAN DAHAGA SEMENTARA, TETAPI AIR HIDUP DARI KRISTUS MEMUASKAN DAHAGA ROHANI KITA SELAMANYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Tiga tanda kedewasaan rohani: terbuka terhadap koreksi, tidak manja saat mendapat afeksi, dan tetap rendah hati saat memperoleh promosi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Keberanian bukanlah tidak adanya rasa takut, tetapi kemenangan atas rasa takut. (GNCC)

Respon 4
Terima kasih renungannya Bu. Terus ditingkatkan pesan-pesannya sesuai yang Tuhan taruh di hati ibu. Berkat bagi Bu Susanti sekeluarga. Amin. (Bp. Peter – Worship Center Surabaya)

Respon 5
Maz 62:8 – Pada ALLAH ada keselamatanku dan kemuliaan-ku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah ALLAH! YESUS tempat perlindunganku. Kuat, aman, dahsyat! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 6
Daud termasuk di antara orang-orang yang mengalami banyak pertolongan dari Tuhan. Kesaksiannya terkadang membuat kita iri secara rohani: “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, Allahku, meminta pertolongan; Dia mendengar suaraku, teriakku masuk ke dalam telinga-Nya”  ~2 Sam. 22:7. Seringkali berbeda dengan Daud, kita bahkan tidak yakin apakah doa-doa kita didengar oleh Tuhan & apakah seruan kita sampai di telinga Tuhan. Dalam pergumulan menghadapi suatu tekanan dalam hidup kita berdoa & mengakhirinya dalam tanya: benarkah Tuhan peduli & mendengar doaku? Daud pun berkali-kali diserang keraguan akan kemampuan Tuhan sebagai penolongnya. Bedanya, Daud selalu mampu bangkit & menguatkan kepercayaannya pada Tuhan (1 Sam. 30:6). Akibatnya, pertolongan Tuhan selalu mengalir dalam hidupnya. Bagaimana supaya keyakinan kita teguh & kita menerima pertolongan dari Sang Mahakuasa? 1-Kita harus datang meminta pertolongan pada-Nya. Kadangkala, lari mohon pertolongan Tuhan adalah hal terakhir yang kita lakukan menghadapi masalah-masalah kita! 2-Kita harus menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan. Jauh lebih mudah meminta tolong pada yang memiliki hubungan dengan kita daripada kepada yang tidak kita kenal. Sangat mungkin, Tuhan tidak menjadi tempat mengadu sebab Dia pribadi asing dalam hidup Anda! 3- Kita harus mengenal siapa Tuhan kita & apa yang dapat dilakukan-Nya bagi kita. Daud memiliki keyakinan yang kokoh akan datangnya pertolongan Tuhan sebab ia tahu dari perenungan akan firman, pengamatan akan fakta-fakta hidup, & pengalaman sehari-harinya bahwa Tuhan yang ia kenal selalu konsisten dengan perkataan & janji-janjiNya. Kunci dari iman yang teguh, yang melihat pertolongan demi pertolongan Tuhan dinyatakan ialah suatu hubungan yang hidup, makin mendalam hari demi hari dengan Tuhan sendiri. Pada titik itu, Tuhan bukan sesuatu yang abstrak & tidak jelas. Dia mungkin lebih jelas dari kenyataan di depan mata. Anda akan tahu Dia mendengar dari tahta-Nya & suara Anda sampai di telinga-Nya! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment