WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
Jangan pernah
ijinkan rasa takut dan kuatir ikut memutuskan untuk masa depanmu. Yesus
berkata: “Jangan takut dan Aku besertamu senantiasa.” (GNCC)
Respon 2
Amsal 22:6 –
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun
ia tidak akan menyimpan daripada jalan itu. Aku punya 2 anak remaja. Mendidik
anak remaja nggak sama dengan mendidik waktu mereka kecil. Sekarang kalau
dimarahi mereka bisa membantah. Tapi aku punya pengalaman yang bisa aku jadikan
guru dan aku terus belajar untuk menjadi ortu yang bisa memberi contoh buat
mereka bukan cuma bisa ngomel dan marah. Dulu ketika mereka berbuat salah aku
bakalan marah-marah, ternyata dengan marah-marah itu membuat mereka lihat aku
seperti monster, mereka jadi pembohong karena takut dimarahi. Aku belajar dari
kejadian-kejadian yang lalu. Anak akan menjadi pembohong ketika dia merasa
nggak nyaman. Jadi sekarang aku benar-benar harus belajar bisa menahan emosi
supaya anak-anakku bisa merasa nyaman dengan aku dan tidak menjadi pembohong
lagi. Dan sekarang juga belajar untuk bisa ngobrol dengan mereka, mendengarkan
cerita-cerita mereka. Dari situ aku juga bisa ngomong tentang firman Tuhan
disela-selanya. Aku harus belajar supaya anak-anakku bisa nyaman berada di
rumah, karena kalau mereka merasa nyaman di luar rumah bisa bahaya, karena
sebagai orang tua aku nggak bisa memantau mereka 100% dan 24 jam. Jadi ya cuma
bisa berdoa supaya Tuhan yang menuntun hidup mereka. Gaya hidup orang tua itu
yang dilihat anak dan dicontoh. Jadi didiklah mereka dengan sikap hidup kita
yang percaya dan taat pada Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
2 Taw 15:7 – Tetapi
kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada UPAH bagi
usahamu! Ayoo SEMANGAT. Kerja yang baik, pasti diberkati-NYA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Didiklah orang muda
menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan
menyimpang daripada jalan itu. Kembali kita diingatkan untuk membimbing,
mengarahkan orang-orang muda untuk mengenal jalan yang benar, kudus dan
berkenan dihadapan TUHAN. Tidak ada jalan lain selain melalui pengenalan akan
firman TUHAN. Terutama orang tua harus mengarahkan anak pengenalan akan pribadi
YESUS yang sempurna, bukan menunjukkan sebagai orang tua yang sempurna dan
terus mendoakan mereka untuk meminta TUHAN campur tangan di dalam mendidik
anak-anak kita. Memberi kesempatan kepada anak untuk memiliki komunitas yang
baik terutama komunitas orang-orang percaya akan TUHAN YESUS. Amin, Ybu. (Ibu
Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
SAAT TEDUH.
Kamis,19 Maret 2015. Mengelola Sakit Hati. Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh
oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati (Ayub 5:2). Adolf
Hitler terlahir sebagai orang yang berpotensi menjadi pemimpin besar. Namun, ia
dibesarkan oleh ayah yang menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anaknya.
Ayahnya suka memerintah dan menuntut anaknya patuh. Hitler kerap bertengkar
dengan sang ayah, yang tidak menyetujui keinginannya menekuni seni murni.
Perlakuan sang ayah ini membuatnya sakit hati dan dendam, yang berpengaruh pada
pilihan hidupnya kelak. Sebuah pilihan hidup yang pahit dan membuahkan
kehancuran banyak orang. Di Alkitab, juga ada tokoh yang sakit hati, dengan
respons yang berbeda-beda. Pertama, Haman dalam bacaan hari ini. Ia benci
kepada Mordekhai karena tidak mau bangkit dan menghormatinya. Kemudian
kebencian itu berkembang menjadi rencana pembunuhan massal terhadap bangsa
Yahudi. Yang kedua, Hana, direndahkan oleh Penina karena mandul (1 Sam. 1:6-7).
Ia sakit hati, namun tidak berpikir untuk menghancurkan Penina. Dengan hati
yang pilu, ia memohon kepada Allah supaya diberi anak. Oleh kemurahan-Nya,
Allah mengabulkan doa itu. Anaknya, Samuel, kemudian menjadi salah satu tokoh
penting dalam sejarah Israel. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu
bersosialisasi dengan orang lain, entah itu keluarga, teman, atau tetangga.
Dalam pergaulan itu, kita tidak dapat menghindar dari kemungkinan timbulnya
gesekan yang bisa menyebabkan sakit hati. Kabar baiknya, kita bisa memilih cara
meresponsnya. Daripada membalas perilaku orang lain yang telah menyakiti kita,
mari kita berdoa dan mengoreksi diri. SAKIT HATI BISA DATANG KAPAN SAJA, TETAPI
YANG TERPENTING IALAH BAGAIMANA RESPONS KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 6
Terima kasih atas
firman Tuhan-nya tiap hari, saya baca terus lho. Rajin ya Ce nggak pernah
absen. (Housaku – Rumah Makan Jepang, Citraland)
Respon 7
Sangat banyak pesan
dari ayat-ayat kitab suci kita yang mendorong, menghimbau, mengajak bahkan
memerintahkan kita untuk mencari Tuhan selama kita hidup. Amos 5:4,6; Maz.
27:8; 34:11; 119:2; 1 Taw. 22:19; 2 Taw. 14:4; Mat. 6:33 hanyalah sebagian
kecil dari ribuan ayat yang menyampaikan pesan tersurat atau tersirat untuk
mencari Tuhan lebih dari apapun di dunia ini. Sayangnya, bagi manusia, Tuhanlah
yang paling sering diabaikan dalam pencarian-pencarian hidup mereka. Pada
dasarnya, dapat dikatakan bahwa manusia memang sedikit yang mencari Tuhan
sehingga Tuhan mencari-carinya di antara anak-anak manusia apakah ada yang
sungguh-sungguh mencari, mempedulikan & memikirkan akan Dia (Maz. 14:2).
Faktanya sangat menyedihkan hati. Manusia mengejar apa pun dalam hidupnya
selain Tuhan. Ada yang tidak peduli sama sekali sehingga menganggap Tuhan tidak
ada. Ada yang mencari Tuhan secara sambil lalu, khususnya jika saat-saat didesak
oleh masalah & kebutuhan. Ada pula yang merasa sudah mencari Tuhan bahkan
menyerahkan diri sebagai pelayan Tuhan -padahal mereka mengenal pengetahuan
agama saja & tidak ada perubahan karakter yang menunjukkan mereka bergaul
dengan Tuhan. Ada juga yang berapi-api mencari & melayani Tuhan tapi hanya
beberapa saat lamanya & kini tidak lagi. Berapa banyakkah yang tekun
mencari Tuhan seumur hidupnya? Hal yang berbeda Tuhan lihat dalam diri Paulus.
Sebelum dia menjadi hamba Kristus, dia telah membuktikan diri sebagai seorang
murid & pengikut Kristus yang mengabdi secara total. Dia mencari Tuhan
lebih daripada apapun di dunia ini. Inilah kesaksian & kerinduannya:
“Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus,
Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah
melepaskan semuanya itu & menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh
Kristus”; “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia...” ~ Fil. 3:8,10a. Paulus telah
berkomitmen menjalani hidup yang dicari & dikehendaki Tuhan yaitu seumur
hidup mencari Allahnya. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment