Wednesday, 25 March 2015

25 Maret 2015




WHAT DO YOU THINK OF...?



Amos 7:14, “Jawab Amos kepada Amazia: ‘Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.” Sebagai pengusaha, Amos berani memberitakan Firman Tuhan bagi orang-orang disekitarnya J. Siapapun kita saat ini miliki KEBERANIAN untuk memberitakan firman Tuhan, DIA akan memakai kita yang MAU  bukan saja yang MAMPU. Amin. Melalui tempat pekerjaan, keluarga, rumah tangga & dimanapun kita berada jadilah berkat & terang bagi mereka orang-orang disekitar kita. Amin.


Respon 1
Tuhan memanggil kita bukan hanya mendengar firman-Nya tetapi juga melakukannya. Yakobus 1:23, “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.” (GNCC)

Respon 2
“Saat kita datang kepada Tuhan di pagi hari, kita bisa mendapatkan 3 hal: teguran, penghiburan, peneguhan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 25 Maret 2015. Adam Itu Istri Hawa. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: ‘Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN’ (Kejadian 4:1). Salah satu standar hidup yang kami, saya dan istri, junjung tinggi semasa mempersiapkan pernikahan adalah tidak berhubungan seksual sebelum resmi menjadi suami-istri. Saat itu kami berkomitmen untuk tidak menginap, baik di rumah saya maupun di rumahnya. Bukanlah perkara mudah, tetapi Tuhan memampukan kami melewati godaan untuk berhubungan seksual sebelum kami diberkati dalam upacara pernikahan. Menarik sekali apabila kita mencermati nats hari ini. Manusia itu, yakni Adam, melakukan persetubuhan dengan Hawa, istrinya. Alkitab tidak menulis Hawa sebagai kekasih Adam, kenalan Adam, pacar Adam, atau perempuan yang dalam waktu dekat akan dinikahi oleh Adam. Seorang perempuan dapat disebut sebagai istri seorang laki-laki setelah keduanya menikah. Dari sinilah kita meyakini bahwa Allah menghendaki bahwa persetubuhan atau hubungan intim hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah menikah. Berbeda sekali dengan pandangan dunia yang menganggap bahwa persetubuhan, bahkan kelahiran anak di luar pernikahan yang sah, adalah sesuatu yang wajar. Mirisnya, terkadang umat Tuhan juga mulai terpengaruh dan menganggap persetubuhan di luar pernikahan bukanlah suatu pelanggaran terhadap firman-Nya. Standar Allah tidak pernah berubah. Sejak semula, Alkitab juga mencatat bahwa Allah terlebih dahulu memberkati manusia sebelum berfirman agar manusia beranak-cucu dan memenuhi bumi. Apakah kita, sebagai umat Allah dan bagian dari keluarga Kristen, masih setuju dengan kebenaran ini? MEREKA YANG MENGHARGAI KEBENARAN FIRMAN TUHAN AKAN DIHARGAI OLEH TUHAN. Selamat pagi. Tetap Semangat!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Ibr 11:1 – IMAN itu apa yang kita harapkan (inginkan) memang belum kelihatan tapi kita PERCAYA (pasti) TUHAN akan BUKTIKAN (berikan)! Ayo percaya, mujizat terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Telah banyak yang mengetahui mengapa Tuhan memberikan dua telinga & satu mulut pada kita: supaya kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Sayangnya, penerapan akan hal ini tidak mudah. Tujuan Tuhan menjadikan manusia sebagai makhluk-makhluk yang suka mendengarkan diputarbalikkan oleh si jahat sehingga dalam keegoisannya hingga kini orang lebih suka berkata-kata & didengarkan daripada mendengarkan pihak lain. Yang lebih parah ialah bahwa jika kita sukar mendengarkan & memperhatikan apa yang disampaikan oleh orang-orang di sekitar kita yang dapat terlihat oleh kita, betapa sukar & mustahilnya kita mendengar apa yang disampaikan Tuhan yang tidak terlihat itu! Yesus menyampaikan pada murid-muridNya sesaat sebelum Dia disalibkan, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepada-mu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya” (Yoh. 16:12). Dan hari ini, kata-kata Yesus itu masih berlaku bagi kita. Ada banyak yang ingin disampaikan-Nya pada kita. Ada yang dapat kita tangkap, ada pula yang masih belum dapat kita pahami. Namun satu hal, Tuhan memiliki banyak topik pembicaraan yang hendak disampaikan & disingkapkan-Nya pada kita. Bisa jadi itu mengenai kebenaran-kebenaran rohani secara umum yaitu prinsip-prinsip firman yang belum kita ketahui. Mungkin juga itu hal-hal khusus berkenaan dengan hidup pribadi kita atau keluarga kita, dimana Tuhan ingin membukakan rencana-Nya yang terbaik & indah bagi kita. Masalahnya, apakah kita cukup menyediakan waktu & hati untuk mendengarkan Tuhan. Roh Kudus telah diutus untuk menjadi juru bicara illahi (Yoh. 16:13-14), yang menyampaikan pesan-pesan pribadi dari hati Tuhan pada kita. Adakah kita cukup memberikan respon pada suara lembut Roh Kebenaran itu? Hari ini, jika kita tidak mendengarkan sedikitpun pimpinan yang jelas dari Tuhan, kita perlu memeriksa apakah sejauh ini kita telah taat mendengarkan arahan & tarikan Roh-Nya untuk taat melakukan kebenaran firman dalam hidup sehari-hari. Jika Anda ingin mendengar banyak dari Tuhan, berikanlah perhatian yang banyak pada-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment