WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
Tuhan memanggil
kita bukan hanya mendengar firman-Nya tetapi juga melakukannya. Yakobus 1:23,
“Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia
adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di
depan cermin.” (GNCC)
Respon 2
“Saat kita datang
kepada Tuhan di pagi hari, kita bisa mendapatkan 3 hal: teguran, penghiburan,
peneguhan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu,
25 Maret 2015. Adam Itu Istri Hawa. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan
Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka
kata perempuan itu: ‘Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan
TUHAN’ (Kejadian 4:1). Salah satu standar hidup yang kami, saya dan istri,
junjung tinggi semasa mempersiapkan pernikahan adalah tidak berhubungan seksual
sebelum resmi menjadi suami-istri. Saat itu kami berkomitmen untuk tidak
menginap, baik di rumah saya maupun di rumahnya. Bukanlah perkara mudah, tetapi
Tuhan memampukan kami melewati godaan untuk berhubungan seksual sebelum kami
diberkati dalam upacara pernikahan. Menarik sekali apabila kita mencermati nats
hari ini. Manusia itu, yakni Adam, melakukan persetubuhan dengan Hawa,
istrinya. Alkitab tidak menulis Hawa sebagai kekasih Adam, kenalan Adam, pacar
Adam, atau perempuan yang dalam waktu dekat akan dinikahi oleh Adam. Seorang
perempuan dapat disebut sebagai istri seorang laki-laki setelah keduanya
menikah. Dari sinilah kita meyakini bahwa Allah menghendaki bahwa persetubuhan
atau hubungan intim hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah menikah.
Berbeda sekali dengan pandangan dunia yang menganggap bahwa persetubuhan,
bahkan kelahiran anak di luar pernikahan yang sah, adalah sesuatu yang wajar.
Mirisnya, terkadang umat Tuhan juga mulai terpengaruh dan menganggap
persetubuhan di luar pernikahan bukanlah suatu pelanggaran terhadap firman-Nya.
Standar Allah tidak pernah berubah. Sejak semula, Alkitab juga mencatat bahwa
Allah terlebih dahulu memberkati manusia sebelum berfirman agar manusia
beranak-cucu dan memenuhi bumi. Apakah kita, sebagai umat Allah dan bagian dari
keluarga Kristen, masih setuju dengan kebenaran ini? MEREKA YANG MENGHARGAI KEBENARAN
FIRMAN TUHAN AKAN DIHARGAI OLEH TUHAN. Selamat pagi. Tetap Semangat!!!! Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Ibr 11:1 – IMAN itu
apa yang kita harapkan (inginkan) memang belum kelihatan tapi kita PERCAYA
(pasti) TUHAN akan BUKTIKAN (berikan)! Ayo percaya, mujizat terjadi sekarang!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Telah banyak yang
mengetahui mengapa Tuhan memberikan dua telinga & satu mulut pada kita:
supaya kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Sayangnya, penerapan
akan hal ini tidak mudah. Tujuan Tuhan menjadikan manusia sebagai
makhluk-makhluk yang suka mendengarkan diputarbalikkan oleh si jahat sehingga
dalam keegoisannya hingga kini orang lebih suka berkata-kata & didengarkan
daripada mendengarkan pihak lain. Yang lebih parah ialah bahwa jika kita sukar
mendengarkan & memperhatikan apa yang disampaikan oleh orang-orang di
sekitar kita yang dapat terlihat oleh kita, betapa sukar & mustahilnya kita
mendengar apa yang disampaikan Tuhan yang tidak terlihat itu! Yesus
menyampaikan pada murid-muridNya sesaat sebelum Dia disalibkan, “Masih banyak
hal yang harus Kukatakan kepada-mu, tetapi sekarang kamu belum dapat
menanggungnya” (Yoh. 16:12). Dan hari ini, kata-kata Yesus itu masih berlaku
bagi kita. Ada banyak yang ingin disampaikan-Nya pada kita. Ada yang dapat kita
tangkap, ada pula yang masih belum dapat kita pahami. Namun satu hal, Tuhan
memiliki banyak topik pembicaraan yang hendak disampaikan &
disingkapkan-Nya pada kita. Bisa jadi itu mengenai kebenaran-kebenaran rohani
secara umum yaitu prinsip-prinsip firman yang belum kita ketahui. Mungkin juga
itu hal-hal khusus berkenaan dengan hidup pribadi kita atau keluarga kita,
dimana Tuhan ingin membukakan rencana-Nya yang terbaik & indah bagi kita.
Masalahnya, apakah kita cukup menyediakan waktu & hati untuk mendengarkan
Tuhan. Roh Kudus telah diutus untuk menjadi juru bicara illahi (Yoh. 16:13-14),
yang menyampaikan pesan-pesan pribadi dari hati Tuhan pada kita. Adakah kita
cukup memberikan respon pada suara lembut Roh Kebenaran itu? Hari ini, jika
kita tidak mendengarkan sedikitpun pimpinan yang jelas dari Tuhan, kita perlu
memeriksa apakah sejauh ini kita telah taat mendengarkan arahan & tarikan
Roh-Nya untuk taat melakukan kebenaran firman dalam hidup sehari-hari. Jika
Anda ingin mendengar banyak dari Tuhan, berikanlah perhatian yang banyak
pada-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment