Wednesday, 18 March 2015

18 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?



Amsal 29:17, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” Sedari kecil anak-anak perlu dididik & didisiplin oleh orang tua sebab 1 teladan dari orang tua akan lebih berdampak dari 1000 kata-kata J. Memberikan teladan dalam hal berdoa, membaca firman, melayani keluarga / sesama & melayani pekerjaan Tuhan di gereja lokal adalah hal-hal yang perlu kita lakukan agar anak-anak bisa melihat teladan IMAN dari kita sebagai orang tua J. Sudahkah kita mewariskan teladan IMAN bagi anak-anak kita?? Mulailah dari sekarang (belum terlambat) J. Amin.

Respon 1
“Hati-hati menjaga hati sebab kalau sudah sakit susah diobati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu,18 Maret 2015. Menolak Lupa. Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya (Mazmur 106:13). Sungguh tidak mengenakkan ketika jasa atau perbuatan baik kita dilupakan oleh seseorang. Dahulu ketika keadaan masih sulit, kita diharapkan menjadi penolong, tetapi ketika keadaan menjadi baik, nasihat kita diabaikan. Ketika mengalami hal seperti itu, saya sempat berpikir, “Tahu begitu dahulu saya tidak mau menolongnya kalau akhirnya dilupakan juga.” Allah juga pernah dilupakan oleh umat pilihan-Nya. Pemazmur dengan gamblang mencatat betapa mudahnya Israel melupakan Allah mereka. Kondisi yang miris karena Allah sudah menunjukkan kemurahan hati dan kuasa-Nya kepada bangsa Israel. Padahal, jika bukan karena campur tangan Allah, mustahil bangsa Israel dapat mengalami kondisi yang baik setelah menderita akibat perbudakan di Mesir. Perbuatan-perbuatan Allah yang begitu dahsyat—dicatat oleh Musa dalam Keluaran 14:1-15:21—seolah lenyap tak berbekas dalam ingatan bangsa Israel. Padahal, secara logika, menyaksikan kuasa Allah yang begitu ajaib dan dahsyat seperti itu tentunya merupakan suatu pengalaman tak terlupakan. Entah apa yang ada dalam benak umat pilihan Allah tersebut! Ketika Allah dilupakan, apalagi dengan sengaja, sebenarnya kehidupan umat Allah ada dalam bahaya besar. Bukankah semua yang terjadi dalam hidup kita adalah karena kemurahan dan kebaikan-Nya? Masakan kita tega melupakan Allah, yang sudah begitu baik dalam hidup kita? Mari kita memperbaharui komitmen di hadapannya. Orang lain boleh melupakan Allah, tetapi jangan sampai kita melupakan Dia. MELUPAKAN ALLAH ADALAH AWAL DARI KEMUNDURAN DALAM KEHIDUPAN UMAT TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Kita tidak bisa mengubah cuaca, yang terbaik adalah belajar bagaimana berlayar di segala kondisi. Yohanes 16:33 – Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (GNCC)

Respon 4
Maz 5:4 – TUHAN, pada waktu pagi ENGKAU mendengar seruanku dan aku mengatur persembahan bagi-MU dan aku menunggu-nunggu! Pagi ini TUHAN pasti menjawab doamu. Puji DIA, sembah DIA dan agungkan DIA. Haleluya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Ams 29:17 – Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. Iman kita kepada TUHAN YESUS harus kita tularkan kepada orang-orang di sekitar kita terutama kepada keluarga kita, tidak saja kita tularkan tetapi harus kita turunkan kepada keturunan kita. Untuk itu kita tidak boleh meremehkan dalam hal mendidik anak kita untuk memiliki iman yang murni kepada TUHAN YESUS, bimbing dan didiklah anak kita untuk taat kepada firman TUHAN, dan anak juga melihat orang tua sebagai figur yang dapat dicontoh. Jika anak kita mencintai TUHAN, mencintai firmanNYA, selalu rindu dekat dengan TUHAN maka ia secara otomatis akan menghormati dan taat kepada orang tua dan hidupnya pasti mendatangkan ketentraman dan sukacita, tidak saja kepada orang tua tetapi juga kepada orang-orang disekitarnya bahkan ia akan memberi dampak yang positif kepada masyarakat secara luas. “Doa orang tua akan menerangi jalan hidup anaknya.” Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Tidak sedikit orang-orang percaya yang membiarkan diri dicengkeram hidupnya oleh kuasa kegelapan hingga bertahun-tahun lamanya hanya karena iblis berhasil menanamkan dalam pikiran mereka bahwa mereka tidak lagi memiliki pengharapan untuk diampuni oleh Tuhan. Mereka diyakinkan oleh pikiran-pikiran yang tidak berdasar kebenaran firman bahwa dosa mereka terlalu besar untuk diampuni & terlampau jahat untuk dimaafkan Tuhan. Ini membuat jiwa-jiwa tetap terperangkap dalam keputusasaan sehingga jalan mereka makin dilapangkan menuju kebinasaan. 1 Yohanes 1:9 mengatakan bahwa jika kita MENGAKU dosa kita di hadapan-Nya, Dia yang setia & adil, akan mengampuni kita & menyucikan kita dari noda-noda dosa. Jadi, yang utama dalam hal pengampunan di hadapan Tuhan bukan masalah dosanya tetapi apakah kita mengakui bahwa kita telah berbuat kesalahan pada Dia. Mengakui dosa mengandung arti ‘setuju’, ‘sepakat’, ‘satu pandangan’ dengan Tuhan bahwa perbuatan kita itu melanggar kekudusan-Nya sehingga kita mohon kasih karunia-Nya untuk berubah. Mereka yang tahu kejahatannya pada Tuhan tapi tidak mengakui kesalahannya pada Tuhan bahkan menjauh dari Tuhan (dengan alasan merasa tidak layak), justru tidak akan beroleh pengampunan yang dijanjikan oleh Tuhan saat kita berpaling pada-Nya. Itu sebabnya dikatakan bahwa Tuhan itu setia & adil. Setia: artinya Dia memegang janji & komitmen-Nya, tidak akan ingkar atau mengubah perjanjian-Nya. Setiap yang menyadari dosa-dosaNya akan diampuni-Nya. Adil: maksudnya Dia tidak secara sepihak menilai sepintas saja kejatuhan kita dalam dosa & menganggap kita pantas menerima hukuman melainkan -jika kita mengakui dosa & membencinya- Dia memahami kekurangan & kelemahan kita sekaligus melihat hati kita yang rindu hidup berkenan di hadapan-Nya. Inilah sebenarnya kasih karunia Tuhan yang besar atas kita! Hari ini, masih ada harapan terhubung dengan Tuhan. Masih tersedia kasih karunia & pengampunan bagi dosa-dosa Anda. Akankah Anda menghampiri tahta kasih karunia-Nya itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment