WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
“Hati-hati menjaga
hati sebab kalau sudah sakit susah diobati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu,18
Maret 2015. Menolak Lupa. Tetapi segera mereka melupakan
perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya (Mazmur 106:13).
Sungguh tidak mengenakkan ketika jasa atau perbuatan baik kita dilupakan oleh
seseorang. Dahulu ketika keadaan masih sulit, kita diharapkan menjadi penolong,
tetapi ketika keadaan menjadi baik, nasihat kita diabaikan. Ketika mengalami
hal seperti itu, saya sempat berpikir, “Tahu begitu dahulu saya tidak mau
menolongnya kalau akhirnya dilupakan juga.” Allah juga pernah dilupakan oleh
umat pilihan-Nya. Pemazmur dengan gamblang mencatat betapa mudahnya Israel
melupakan Allah mereka. Kondisi yang miris karena Allah sudah menunjukkan
kemurahan hati dan kuasa-Nya kepada bangsa Israel. Padahal, jika bukan karena
campur tangan Allah, mustahil bangsa Israel dapat mengalami kondisi yang baik
setelah menderita akibat perbudakan di Mesir. Perbuatan-perbuatan Allah yang
begitu dahsyat—dicatat oleh Musa dalam Keluaran 14:1-15:21—seolah lenyap tak berbekas
dalam ingatan bangsa Israel. Padahal, secara logika, menyaksikan kuasa Allah
yang begitu ajaib dan dahsyat seperti itu tentunya merupakan suatu pengalaman
tak terlupakan. Entah apa yang ada dalam benak umat pilihan Allah tersebut!
Ketika Allah dilupakan, apalagi dengan sengaja, sebenarnya kehidupan umat Allah
ada dalam bahaya besar. Bukankah semua yang terjadi dalam hidup kita adalah
karena kemurahan dan kebaikan-Nya? Masakan kita tega melupakan Allah, yang
sudah begitu baik dalam hidup kita? Mari kita memperbaharui komitmen di
hadapannya. Orang lain boleh melupakan Allah, tetapi jangan sampai kita
melupakan Dia. MELUPAKAN ALLAH ADALAH AWAL DARI KEMUNDURAN DALAM KEHIDUPAN UMAT
TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Kita tidak bisa
mengubah cuaca, yang terbaik adalah belajar bagaimana berlayar di segala
kondisi. Yohanes 16:33 – Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh
damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi
kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (GNCC)
Respon 4
Maz 5:4 – TUHAN,
pada waktu pagi ENGKAU mendengar seruanku dan aku mengatur persembahan bagi-MU
dan aku menunggu-nunggu! Pagi ini TUHAN pasti menjawab doamu. Puji DIA, sembah
DIA dan agungkan DIA. Haleluya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Ams 29:17 –
Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan
mendatangkan sukacita kepadamu. Iman kita kepada TUHAN YESUS harus kita
tularkan kepada orang-orang di sekitar kita terutama kepada keluarga kita,
tidak saja kita tularkan tetapi harus kita turunkan kepada keturunan kita.
Untuk itu kita tidak boleh meremehkan dalam hal mendidik anak kita untuk
memiliki iman yang murni kepada TUHAN YESUS, bimbing dan didiklah anak kita
untuk taat kepada firman TUHAN, dan anak juga melihat orang tua sebagai figur
yang dapat dicontoh. Jika anak kita mencintai TUHAN, mencintai firmanNYA,
selalu rindu dekat dengan TUHAN maka ia secara otomatis akan menghormati dan
taat kepada orang tua dan hidupnya pasti mendatangkan ketentraman dan sukacita,
tidak saja kepada orang tua tetapi juga kepada orang-orang disekitarnya bahkan
ia akan memberi dampak yang positif kepada masyarakat secara luas. “Doa orang
tua akan menerangi jalan hidup anaknya.” Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 6
Tidak sedikit
orang-orang percaya yang membiarkan diri dicengkeram hidupnya oleh kuasa
kegelapan hingga bertahun-tahun lamanya hanya karena iblis berhasil menanamkan
dalam pikiran mereka bahwa mereka tidak lagi memiliki pengharapan untuk
diampuni oleh Tuhan. Mereka diyakinkan oleh pikiran-pikiran yang tidak berdasar
kebenaran firman bahwa dosa mereka terlalu besar untuk diampuni & terlampau
jahat untuk dimaafkan Tuhan. Ini membuat jiwa-jiwa tetap terperangkap dalam
keputusasaan sehingga jalan mereka makin dilapangkan menuju kebinasaan. 1
Yohanes 1:9 mengatakan bahwa jika kita MENGAKU dosa kita di hadapan-Nya, Dia
yang setia & adil, akan mengampuni kita & menyucikan kita dari
noda-noda dosa. Jadi, yang utama dalam hal pengampunan di hadapan Tuhan bukan
masalah dosanya tetapi apakah kita mengakui bahwa kita telah berbuat kesalahan
pada Dia. Mengakui dosa mengandung arti ‘setuju’, ‘sepakat’, ‘satu pandangan’
dengan Tuhan bahwa perbuatan kita itu melanggar kekudusan-Nya sehingga kita
mohon kasih karunia-Nya untuk berubah. Mereka yang tahu kejahatannya pada Tuhan
tapi tidak mengakui kesalahannya pada Tuhan bahkan menjauh dari Tuhan (dengan
alasan merasa tidak layak), justru tidak akan beroleh pengampunan yang
dijanjikan oleh Tuhan saat kita berpaling pada-Nya. Itu sebabnya dikatakan
bahwa Tuhan itu setia & adil. Setia: artinya Dia memegang janji &
komitmen-Nya, tidak akan ingkar atau mengubah perjanjian-Nya. Setiap yang
menyadari dosa-dosaNya akan diampuni-Nya. Adil: maksudnya Dia tidak secara sepihak
menilai sepintas saja kejatuhan kita dalam dosa & menganggap kita pantas
menerima hukuman melainkan -jika kita mengakui dosa & membencinya- Dia
memahami kekurangan & kelemahan kita sekaligus melihat hati kita yang rindu
hidup berkenan di hadapan-Nya. Inilah sebenarnya kasih karunia Tuhan yang besar
atas kita! Hari ini, masih ada harapan terhubung dengan Tuhan. Masih tersedia
kasih karunia & pengampunan bagi dosa-dosa Anda. Akankah Anda menghampiri
tahta kasih karunia-Nya itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment