WHAT DO YOU THINK OF...?
1 Korintus 6:19-20, “Atau
tidak tahukah kamu, bahwa TUBUHMU adalah BAIT ROH KUDUS yang diam di dalam
kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dr Allah-- dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR: Karena itu
MULIAKAN Allah dengan tubuhmu!” Jika tubuh kita adalah BAIT / RUMAH ROH
KUDUS, apakah yang harus kita lakukan?? MULIAKAN Tuhan dengan TUBUHMU
(20b). Mengapa?? Sebab kita sudah DIBELI / DITEBUS dengan
kematianNya dikayu salib & HARGANYA SUDAH LUNAS DIBAYAR (20a). Amin.
Jadi kika kita adalah BAIT ALLAH / ROH KUDUS, apa yang harus kita lakukan untuk
membangun rumah Tuhan?? Ijinkan DIA Sang Inisiator itu untuk memulai pembangunan
dari diri kita masing-masing yaitu sudahkah kita penuh dengan firman
& iman-Nya setiap hari?? Karena tanpa dibangun kita tidak mungkin
memiliki kesanggupan untuk membangun / berdampak di marketplace
kita. Amin J. Selamat dibangun / diisi
dengan kebenaran firmanNya untuk membangun rumahNya. Tuhan
Memberkati J.
Respon 1
Belas Kasihan...
Inti dari seluruh penggerak kebenaran Tuhan dalam hidup kita adalah Belas
Kasihan. Tiap kali Belas Kasihan meluap di hati Yesus, tiap kali juga
mujizat-Nya dinyatakan. Tanpa Belas Kasihan, tak kan juga kita mau dan rela
menginjil. Tanpa Belas Kasihan, kita bahkan tak punya tenaga untuk menolong
sesama. Tanpa Belas Kasihan kita akan hidup seperti mayat yang beku, tiada
rasa.... Ingatlah alasan Bapa memulai karya keselamatan-Nya adalah karena
begitu besar kasih-Nya pada dunia. Mintalah Belas Kasihan-Nya meluap. Karena
itulah penggerak kuasa kebenaran. Halleluya. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
1 Sam 7:12 –
EBEN-HAEZAR: “Sampai di sini TUHAN menolong kita!” Woowww... Bersyukurlah dan
bersyukurlah. Pertolongan-NYA yang ajaib terjadi sekarang. Terima kasih
YESUS-ku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
“Jika tidak
nyumbang tidak perlu bersuara sumbang.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu,
11 Maret 2015. Siapa Gembalaku? TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku
(Mazmur 23:1). Robert Mitchell menulis tentang dampak televisi, yang “menggembalakan”
banyak orang kristiani. Mengikuti Mazmur 23, ia menulis: “1.) TV adalah
gembalaku, takkan bertumbuh kerohanianku. Ia membuatku terus duduk tanpa
melakukan apa-apa bagi-Nya. 2.) TV menyita seluruh waktu luangku hingga aku tak
bisa memenuhi tanggung jawabku sebagai orang kristiani. Ia menawarkan banyak
program menarik yang harus kutonton; segala pengetahuan tentang dunia ini. 3.)
Ia membuatku tak punya waktu untuk menyelidiki Alkitab. Ia menuntun aku
menjauhi ibadah dan membaringkan aku hingga tak bisa berbuat apa-apa bagi
Kerajaan Allah. 4.) Sekalipun aku hidup hingga seratus tahun, aku akan terus
menontonnya. Ia teman terdekatku; suara dan gambarnya, itulah yang menghibur
aku. 5.) Ia menyediakan hiburan bagiku dan menghalangiku untuk melakukan
hal-hal penting bersama keluargaku. Ia mengisi kepalaku dengan ide-ide yang
berlawanan dengan kehendak Allah. 6.) Oleh banyaknya waktu terbuang menonton
TV, aku kehilangan banyak hal, seumur hidupku.” Siapa yang lebih banyak
menggembalakan kita? Adakah sesuatu selain Tuhan yang begitu menyita waktu
hingga kita tak sempat bersekutu dengan Tuhan dan mendengar suara-Nya? Adakah
sesuatu yang begitu menyita perhatian hingga kita tak lagi dapat melakukan
sesuatu bagi keluarga dan Kerajaan Allah? Ayo kembali kepada penggembalaan
Tuhan, Pemelihara jiwa kita. Gembala yang lain hanya akan menyesatkan. Dan,
nyanyikan lagi mazmur Daud yang sesungguhnya... Tuhanlah Gembalaku. BANYAK
GEMBALA PALSU MENCOBA MENARIK PERHATIANKU, NAMUN HANYA TUHAN YANG SANGGUP
MEMBUAT HIDUPKU PENUH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Syalom. Amin...
“Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan
memandang wajah-Nya” (Mazmur 11:7). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas
TUHAN YESUS selalu menyertai Ibu Siu untuk memberi kebaikan. Amin. (Bp.
Oktovianus – Nabire)
Respon 6
1 Korintus 6:19,
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa TUBUHMU adalah BAIT ROH KUDUS yang diam di
dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah,-- dan bahwa kamu bukan milik
kamu sendiri?” Ayat 20: “Sebab kamu telah dibeli dan HARGANYA TELAH LUNAS
DIBAYAR: Karena itu MULIAKAN Allah dengan tubuhmu! Jika tubuh kita adalah BAIT
/ RUMAH ROH KUDUS, apakah yang harus kita lakukan?? MULIAKAN Tuhan dengan
TUBUHMU (20b). Mengapa?? Sebab kita sudah DIBELI / DITEBUS / “dengan
kematianNya” dikayu salib & HARGANYA “SUDAH LUNAS DIBAYAR” (20a). Amin.
Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Kalau Roh Kudus ada di dalam diri kita, maka
harusnya gaya kita, tabiat kita itu semua seperti apa yang ada di dalam kita.
Hidup kita sudah dibayar lunas. Jadi harusnya kita sudah tidak punya hak atas
hidup kita, melainkan yang membeli yang berkuasa. Sudahkah kita menyerah pada
Tuhan dan membiarkan Dia menguasai hidup kita dan Roh Kudus yang
mengendalikannya? (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 7
Bukan dengan
perasaan tetapi PERCAYA. Perasaan datang dan pergi dan seringkali menipu kita.
Roma 1:17 – Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman
dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh
iman.” (GNCC)
Respon 8
Pernahkah terpikir
dalam benak Anda bagaimana jadinya apabila dunia yang kita diami sekarang ini
berputar tanpa ada apapun yang diproses di dalamnya? Sungguh sukar
membayangkannya. Sebab apapun yang hari ini ada di sekitar kita dihasilkan
melalui proses. Apapun itu namanya. Proses berpikir, proses merencanakan,
proses percobaan, proses pembuatan, proses pengolahan hingga pemeliharaan.
Makanan kita diproses sebelum dihidangkan. Pakaian kita melalui banyak tahap sampai
layak & indah kita gunakan. Bangunan-bangunan berdiri melalui proses yang
lama & panjang. Melalui proses pula, sampah yang tak berguna menjadi
bermanfaat lagi. Sebutkan apa saja: setiap benda yang berdaya guna pasti
melalui proses. Benda-benda yang dianggap paling bernilai tinggi pun melalui
tahap pembentukan yang sukar. Dalam Alkitab, Tuhan mengumpamakan diri-Nya
seperti tukang periuk atau penjunan yang membentuk umat-Nya (Yer. 18:6). Bagai
induk rajawali, Dia mengajar anak-anakNya terbang (Ula. 32:11-12). Ibarat
pemanah yang mahir, Dia membuat orang-orang pilihannya menjadi anak panah yang
runcing (Yes. 49:1-2). Oh, betapa Dia sangat rindu menjadikan kita
instrumen-instrumen untuk menyatakan kemuliaan-Nya! Hanya saja, kita berbeda
dengan makhluk apapun yang lain. Benda-benda mati & makhluk hidup selain
manusia tak kuasa untuk menolak proses dari tangan manusia.Tanpa perlawanan,
mereka pun diolah menjadi manfaat bagi manusia. Bagaimana dengan manusia?
Kehendak bebas yang diberikan padanya membuat manusia menolak bahkan lari dari
proses. Banyak yang rela menjalani proses apapun demi keuntungan diri tapi
berapa banyak yang mau diproses dalam proses & sekolah terbaik Yang
Mahakuasa? Hari ini, jika Anda sedang dalam proses illahi (dengan menanggung
sesuatu yang berat & sakit meski Anda tidak bersalah), jangan putus asa
atau kecewa. Tapi tersenyum & bersukacitalah. Anda sedang disiapkan menjadi
alat yang berguna di tangan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment