Wednesday, 11 March 2015

11 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?



1 Korintus 6:19-20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa TUBUHMU adalah BAIT ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dr Allah-- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR: Karena itu MULIAKAN Allah dengan tubuhmu!” Jika tubuh kita adalah BAIT / RUMAH ROH KUDUS, apakah yang harus kita lakukan?? MULIAKAN Tuhan dengan TUBUHMU (20b). Mengapa?? Sebab kita sudah DIBELI / DITEBUS dengan kematianNya dikayu salib & HARGANYA SUDAH LUNAS DIBAYAR (20a). Amin. Jadi kika kita adalah BAIT ALLAH / ROH KUDUS, apa yang harus kita lakukan untuk membangun rumah Tuhan?? Ijinkan DIA Sang Inisiator itu untuk memulai pembangunan dari diri kita masing-masing yaitu sudahkah kita penuh dengan firman & iman-Nya setiap hari?? Karena tanpa dibangun kita tidak mungkin memiliki kesanggupan untuk membangun / berdampak di marketplace kita. Amin J. Selamat dibangun / diisi dengan kebenaran firmanNya untuk membangun rumahNya. Tuhan Memberkati J.

Respon 1
Belas Kasihan... Inti dari seluruh penggerak kebenaran Tuhan dalam hidup kita adalah Belas Kasihan. Tiap kali Belas Kasihan meluap di hati Yesus, tiap kali juga mujizat-Nya dinyatakan. Tanpa Belas Kasihan, tak kan juga kita mau dan rela menginjil. Tanpa Belas Kasihan, kita bahkan tak punya tenaga untuk menolong sesama. Tanpa Belas Kasihan kita akan hidup seperti mayat yang beku, tiada rasa.... Ingatlah alasan Bapa memulai karya keselamatan-Nya adalah karena begitu besar kasih-Nya pada dunia. Mintalah Belas Kasihan-Nya meluap. Karena itulah penggerak kuasa kebenaran. Halleluya. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
1 Sam 7:12 – EBEN-HAEZAR: “Sampai di sini TUHAN menolong kita!” Woowww... Bersyukurlah dan bersyukurlah. Pertolongan-NYA yang ajaib terjadi sekarang. Terima kasih YESUS-ku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
“Jika tidak nyumbang tidak perlu bersuara sumbang.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 11 Maret 2015. Siapa Gembalaku? TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (Mazmur 23:1). Robert Mitchell menulis tentang dampak televisi, yang “menggembalakan” banyak orang kristiani. Mengikuti Mazmur 23, ia menulis: “1.) TV adalah gembalaku, takkan bertumbuh kerohanianku. Ia membuatku terus duduk tanpa melakukan apa-apa bagi-Nya. 2.) TV menyita seluruh waktu luangku hingga aku tak bisa memenuhi tanggung jawabku sebagai orang kristiani. Ia menawarkan banyak program menarik yang harus kutonton; segala pengetahuan tentang dunia ini. 3.) Ia membuatku tak punya waktu untuk menyelidiki Alkitab. Ia menuntun aku menjauhi ibadah dan membaringkan aku hingga tak bisa berbuat apa-apa bagi Kerajaan Allah. 4.) Sekalipun aku hidup hingga seratus tahun, aku akan terus menontonnya. Ia teman terdekatku; suara dan gambarnya, itulah yang menghibur aku. 5.) Ia menyediakan hiburan bagiku dan menghalangiku untuk melakukan hal-hal penting bersama keluargaku. Ia mengisi kepalaku dengan ide-ide yang berlawanan dengan kehendak Allah. 6.) Oleh banyaknya waktu terbuang menonton TV, aku kehilangan banyak hal, seumur hidupku.” Siapa yang lebih banyak menggembalakan kita? Adakah sesuatu selain Tuhan yang begitu menyita waktu hingga kita tak sempat bersekutu dengan Tuhan dan mendengar suara-Nya? Adakah sesuatu yang begitu menyita perhatian hingga kita tak lagi dapat melakukan sesuatu bagi keluarga dan Kerajaan Allah? Ayo kembali kepada penggembalaan Tuhan, Pemelihara jiwa kita. Gembala yang lain hanya akan menyesatkan. Dan, nyanyikan lagi mazmur Daud yang sesungguhnya... Tuhanlah Gembalaku. BANYAK GEMBALA PALSU MENCOBA MENARIK PERHATIANKU, NAMUN HANYA TUHAN YANG SANGGUP MEMBUAT HIDUPKU PENUH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Syalom. Amin... “Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya” (Mazmur 11:7). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN YESUS selalu menyertai Ibu Siu untuk memberi kebaikan. Amin. (Bp. Oktovianus – Nabire)

Respon 6
1 Korintus 6:19, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa TUBUHMU adalah BAIT ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah,-- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” Ayat 20: “Sebab kamu telah dibeli dan HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR: Karena itu MULIAKAN Allah dengan tubuhmu! Jika tubuh kita adalah BAIT / RUMAH ROH KUDUS, apakah yang harus kita lakukan?? MULIAKAN Tuhan dengan TUBUHMU (20b). Mengapa?? Sebab kita sudah DIBELI / DITEBUS / “dengan kematianNya” dikayu salib & HARGANYA “SUDAH LUNAS DIBAYAR” (20a). Amin. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Kalau Roh Kudus ada di dalam diri kita, maka harusnya gaya kita, tabiat kita itu semua seperti apa yang ada di dalam kita. Hidup kita sudah dibayar lunas. Jadi harusnya kita sudah tidak punya hak atas hidup kita, melainkan yang membeli yang berkuasa. Sudahkah kita menyerah pada Tuhan dan membiarkan Dia menguasai hidup kita dan Roh Kudus yang mengendalikannya? (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 7
Bukan dengan perasaan tetapi PERCAYA. Perasaan datang dan pergi dan seringkali menipu kita. Roma 1:17 – Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (GNCC)

Respon 8
Pernahkah terpikir dalam benak Anda bagaimana jadinya apabila dunia yang kita diami sekarang ini berputar tanpa ada apapun yang diproses di dalamnya? Sungguh sukar membayangkannya. Sebab apapun yang hari ini ada di sekitar kita dihasilkan melalui proses. Apapun itu namanya. Proses berpikir, proses merencanakan, proses percobaan, proses pembuatan, proses pengolahan hingga pemeliharaan. Makanan kita diproses sebelum dihidangkan. Pakaian kita melalui banyak tahap sampai layak & indah kita gunakan. Bangunan-bangunan berdiri melalui proses yang lama & panjang. Melalui proses pula, sampah yang tak berguna menjadi bermanfaat lagi. Sebutkan apa saja: setiap benda yang berdaya guna pasti melalui proses. Benda-benda yang dianggap paling bernilai tinggi pun melalui tahap pembentukan yang sukar. Dalam Alkitab, Tuhan mengumpamakan diri-Nya seperti tukang periuk atau penjunan yang membentuk umat-Nya (Yer. 18:6). Bagai induk rajawali, Dia mengajar anak-anakNya terbang (Ula. 32:11-12). Ibarat pemanah yang mahir, Dia membuat orang-orang pilihannya menjadi anak panah yang runcing (Yes. 49:1-2). Oh, betapa Dia sangat rindu menjadikan kita instrumen-instrumen untuk menyatakan kemuliaan-Nya! Hanya saja, kita berbeda dengan makhluk apapun yang lain. Benda-benda mati & makhluk hidup selain manusia tak kuasa untuk menolak proses dari tangan manusia.Tanpa perlawanan, mereka pun diolah menjadi manfaat bagi manusia. Bagaimana dengan manusia? Kehendak bebas yang diberikan padanya membuat manusia menolak bahkan lari dari proses. Banyak yang rela menjalani proses apapun demi keuntungan diri tapi berapa banyak yang mau diproses dalam proses & sekolah terbaik Yang Mahakuasa? Hari ini, jika Anda sedang dalam proses illahi (dengan menanggung sesuatu yang berat & sakit meski Anda tidak bersalah), jangan putus asa atau kecewa. Tapi tersenyum & bersukacitalah. Anda sedang disiapkan menjadi alat yang berguna di tangan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment