Tuesday, 31 March 2015

31 Maret 2015




WHAT DO YOU THINK OF...?



Bacaan: Roma 14:1-12. Roma 14:1, “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakap-kan pendapatnya” Amin J. Setiap persekutuan gereja terdiri atas orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda, kesatuan kita sebagai umat Tuhan adalah kesatuan yang beragam. Jemaat di Roma adalah contoh yang baik dari keragaman. Paulus menghimbau umat percaya untuk saling menerima sebagai saudara seperti Allah telah menerima mereka dalam persekutuan denganNya. Apakah kita sebagai gerejaNya dikenal sebagai gereja yang menerima semua orang dengan tangan terbuka? Gereja untuk orang berdosa?? #AOC #Church4Sinners #Church is not a MUSEUM for good people, it's hospital for the broken. Amin J.


Respon 1
2 Petrus 1:5-7 “....kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambah imanmu...” Iman itu hidup, bukan hanya sekedar hidup, tetapi hidup yang tidak kerdil, sehat, subur sehingga dapat berbuah. Iman untuk supaya kita kuat terhadap serangan dosa dan kita akan berkemenangan terus sampai pada akhirnya. Oleh karena itu kita harus dengan sungguh-sungguh berusaha menumbuhkan iman kita demi pelayanan kita kepada KRISTUS. Pandang YESUS terus dan taati firmanNYA maka iman kita akan tumbuh hingga berbuah. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
“Jika kelebihan, bagikan. Jika kekurangan, curhat kepada Tuhan.” Xavier Quentin Pranata.



Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 31 Maret 2015. Pesan dari Adulam. Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati (1 Samuel 22:2). Sebuah suara dari balik telepon terdengar, “Tolong jangan ganggu saya dalam minggu ini. Saya sibuk sekali, lagi pula ada persoalan keluarga yang harus segera selesai.” Kemudian pembicaraan berhenti. Linda hanya bisa menelan ludah getir. Saat itu ia sedang butuh teman untuk mendengar curahan persoalannya. Namun, sahabat sekaligus pembimbing rohaninya itu sedang tidak bisa melayaninya. Saat di gua Adulam, Daud berkumpul dengan orang-orang yang dalam kesukaran, yaitu mereka yang hidup terjepit, menderita, dalam keadaan susah dan sedih. Ada pula yang dikejar penagih hutang, yaitu mereka yang tertipu oleh lintah darat sampai tidak mampu melunasi utang. Tak ketinggalan mereka yang sakit hati. Istilah ini mengandung arti orang yang napas atau vitalitas hidupnya penuh dengan kemarahan, rasa tidak puas, dan pahit. Jadi orang-orang yang mendekat pada Daud itu bukan orang sakit hati biasa, melainkan mereka yang sakit hati begitu parah sampai seolah-olah napasnya penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Jumlah mereka seluruhnya 400 orang, dengan Daud sebagai pemimpin mereka. Ya, meskipun ia sendiri sedang dalam kesukaran. Menerima orang yang dalam kesukaran itu tidak mudah, apalagi jika kita sendiri sedang dirundung masalah. Namun, ini bukan alasan bagi kita untuk selalu menolak menolong orang lain. Ada saatnya Tuhan bermaksud merentangkan iman kita agar lebih tangguh. Dilatih menanggung beban lebih berat karena hendak dipercaya menanggung sesuatu yang besar. Bersediakah kita? MENOLONG ORANG LAIN YANG BERMASALAH DAPAT MEMPERKUAT IMAN DAN BISA JADI IKUT MENGATASI MASALAH YANG KITA HADAPI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment