WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
2 Petrus 1:5-7
“....kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambah imanmu...” Iman
itu hidup, bukan hanya sekedar hidup, tetapi hidup yang tidak kerdil, sehat,
subur sehingga dapat berbuah. Iman untuk supaya kita kuat terhadap serangan
dosa dan kita akan berkemenangan terus sampai pada akhirnya. Oleh karena itu
kita harus dengan sungguh-sungguh berusaha menumbuhkan iman kita demi pelayanan
kita kepada KRISTUS. Pandang YESUS terus dan taati firmanNYA maka iman kita
akan tumbuh hingga berbuah. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 2
“Jika kelebihan,
bagikan. Jika kekurangan, curhat kepada Tuhan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa,
31 Maret 2015. Pesan dari Adulam. Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang
dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang
yang sakit hati (1 Samuel 22:2). Sebuah suara dari balik telepon terdengar,
“Tolong jangan ganggu saya dalam minggu ini. Saya sibuk sekali, lagi pula ada
persoalan keluarga yang harus segera selesai.” Kemudian pembicaraan berhenti.
Linda hanya bisa menelan ludah getir. Saat itu ia sedang butuh teman untuk
mendengar curahan persoalannya. Namun, sahabat sekaligus pembimbing rohaninya
itu sedang tidak bisa melayaninya. Saat di gua Adulam, Daud berkumpul dengan
orang-orang yang dalam kesukaran, yaitu mereka yang hidup terjepit, menderita,
dalam keadaan susah dan sedih. Ada pula yang dikejar penagih hutang, yaitu
mereka yang tertipu oleh lintah darat sampai tidak mampu melunasi utang. Tak
ketinggalan mereka yang sakit hati. Istilah ini mengandung arti orang yang
napas atau vitalitas hidupnya penuh dengan kemarahan, rasa tidak puas, dan
pahit. Jadi orang-orang yang mendekat pada Daud itu bukan orang sakit hati
biasa, melainkan mereka yang sakit hati begitu parah sampai seolah-olah
napasnya penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Jumlah mereka seluruhnya 400
orang, dengan Daud sebagai pemimpin mereka. Ya, meskipun ia sendiri sedang dalam
kesukaran. Menerima orang yang dalam kesukaran itu tidak mudah, apalagi jika
kita sendiri sedang dirundung masalah. Namun, ini bukan alasan bagi kita untuk
selalu menolak menolong orang lain. Ada saatnya Tuhan bermaksud merentangkan
iman kita agar lebih tangguh. Dilatih menanggung beban lebih berat karena
hendak dipercaya menanggung sesuatu yang besar. Bersediakah kita? MENOLONG
ORANG LAIN YANG BERMASALAH DAPAT MEMPERKUAT IMAN DAN BISA JADI IKUT MENGATASI
MASALAH YANG KITA HADAPI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment