Friday, 20 March 2015

20 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?




Pekerjaan dalam Iman Kristen
. Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Firman Tuhan pagi ini juga luar biasa (sebab berkaitan dengan cara pandang kita tentang bekerja), sejak 12 tahun yang lalu ayat firman Tuhan ini sudah menjadi rhema bagi saya pribadi, dimana seorang mentor membagikan ayat ini di komsel... Kadang kalau kita sedang punya masalah maka dalam bekerja, baik di rumah, di kantor, pelayanan, dll, tidak sepenuhnya kita bisa bekerja dengan maksimal bahkan tidak jarang kita bekerja dengan “tidak sepenuh hati” :(. Pagi ini biarlah kita semua mendapat pencerahan apapun yang kita perbuat / kita lakukan, kerjakan itu dengan SEGENAP HATI seperti untuk Tuhan bukan untuk  manusia J. Amin.

Respon 1
“Orang yang merasa tidak mampu melakukan banyak hal ternyata justru orang yang bisa melakukan satu hal dengan amat baik.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 20 Maret 2015. Pancarkan Sinarmu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga (Matius 5:16). Sambaran kilat dan suara dentuman memecah keheningan malam. Kamis, 13 Februari 2014, erupsi Gunung Kelud menyembur setinggi 17 kilometer. Menerbangkan kerikil dan abu vulkanik ke sebagian besar wilayah Jawa, termasuk kota kami, Yogyakarta. Abu tebal menyelimuti seluruh kota. Pagi harinya, beberapa orang berdiri di pinggir jalan yang gelap oleh debu. Ketika kebanyakan orang berlindung di rumah, mereka berteriak menawarkan masker gratis kepada para pengguna jalan. Terlihat beberapa orang mengatur lalu lintas dan memberitahukan jalan yang aman dilalui. Suka rela, tanpa atribut, tanpa pamrih. Bukan dengan tujuan diliput media atau dipilih menjadi wakil rakyat. Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah terang dunia.” Di dalam diri anak Tuhan telah melekat identitas sebagai terang dunia. Terang tidak terintimidasi oleh kegelapan; sebaliknya, ia bersinar menghalau kegelapan. Dengan firman Tuhan, kita dapat menuntun orang lain yang berjalan dalam kegelapan dosa. Melalui perbuatan baik, kita dapat menopang mereka yang putus asa. Kita memancarkan terang dengan menjadi teladan dalam perkatan dan perbuatan. Bencana alam dapat menjadi peluang untuk melakukan karya nyata: aksi sosial, menghibur, memberi bantuan bagi penyintas. Anak Tuhan tidak bersembunyi di bawah gantang minoritas meskipun bantuan yang diulurkan kadang-kadang disalahpahami. Biarlah kita bercahaya supaya orang yang mengalami perbuatan baik tersebut dapat merasakan kebaikan Tuhan melalui hidup kita. PERBUATAN BAIK TANPA PAMRIH ADALAH CAHAYA PEMBERI HARAPAN DI TENGAH KEGELAPAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Fil 4:6b – ...Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada ALLAH dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur! Silahkan minta apa saja dalam doamu dan bersyukur, pasti dijawab! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
Ams 12:27 – Orang malas tidak akan menangkap buruannya,tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. TUHAN memberi kebebasan kepada manusia untuk berkreativitas, untuk bekerja dengan sungguh-sungguh / rajin sebagai bentuk tanggup jawab kita kepada TUHAN, keluarga, bos kita atau kalau bisnis maka kita akan memberi yang terbaik untuk kolega atau konsumen kita. Selain itu hendaknya anak-anak TUHAN memiliki pekerjaan yang bersih, artinya pekerjaan yang jujur dihadapan TUHAN, tidak ada hal-hal terselubung yang merugikan orang lain. Pekerjaan yang disertai ucapan syukur dan selalu mengandalkan TUHAN sebagai sumber segalanya akan diberkati, anak-anak TUHAN yang selalu menempel kepada TUHAN seperti ranting yang selalu menempel pada batangnya akan bertumbuh terus dan berbuah-buah lebat, kita tidak perlu khawatir karena bukan jerih payahlah yang membuat kita kaya tetapi TUHANlah yang akan membuat kita kaya, asal kita berkerja dengan sungguh-sungguh, jujur, bersyukur dan mengandalkan TUHAN. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 5
Yohanes 3:16 ialah ayat favorit hampir semua orang Kristen di dunia. Nats paling awal yang pernah kita dengar & baca, ayat yang selalu dikhotbahkan & diajarkan berulangkali, syair pujiannya pun kita tahu & menyanyikannya. Namun ada sisi tersirat dari ayat yang menyuratkan bagaimana Allah sangat mengasihi jiwa-jiwa di dunia ini sehingga mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal sebagai penanggung hukuman manusia. Sesungguhnya ada suatu contoh & fakta kebenaran yang indah jika mengetahui apa yang telah dilakukan Bapa yang sangat cinta pada kita semua. Perhatikan: karena Bapa yang hati-Nya penuh cinta, maka Dia mengaruniakan (memberikan dengan sukarela tanpa paksaan) yaitu pemberian terbaik, Anak-Nya yang tunggal. Dengan kata lain, jika ada kasih yang besar maka ada pemberian & pengorbanan yang terbaik dari diri kita. Bukti kasih ialah pengorbanan karena kasih, pada yang dicintainya, dalam ketulusan yaitu demi yang dikasihinya itu -bukan demi keuntungan atau tujuan-tujuan pribadi yang bermotif cinta diri. Itulah tanda kasih sejati yang ditunjukkan oleh Tuhan kita. Tuhan tidak kekurangan sesuatu atau menjadi lebih baik dengan keberadaan kita. Tetapi Dia memilih tetap mengasihi kita demi diri kita, supaya kita tidak celaka & binasa. Dan untuk itu, Dia mengambil jalan sukar, pengorbanan yang tak terukur besarnya demi memenangkan hati kita. Dia sudah membuktikan kasih-Nya pada kita yang sebenarnya tidak layak dikasihi-Nya ini. Sekarang bagaimana dengan kita -yang berulangkali mengaku mengasihi Dia? Adakah bukti dari cinta kita itu? Sudah berapa banyak pengorbanan terbaik telah kita berikan pada Dia dengan hati yang tulus demi memuliakan nama-Nya? Nyawa Yesus ialah pemberian terbaik Bapa; apa yang terbaik dari diri kita? Sebagian kecil harta, waktu, tenaga, pikiran kita untuk Dia -sudahkah kira-kira itu persembahan terbaik kita? Kasih yang besar ditandai korban terbaik. Korban terbaik dari kasih yang segenap hati bagi Tuhan ialah hati & hidup Anda sepenuhnya menjadi milik-Nya. Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
Amin. Thank you sister. Take care and be a blessing to people around us every day and be strong. Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 7
Kabar kami luar biasa, semua karena anugerah. Doakan kami untuk terus maju dalam studi dan menjangkau suku-suku yang terabaikan yang belum pernah mendengar kabar baik. Terima kasih sudah memberikan kami spirit lewat firman TUHAN J kami sekeluarga siap sampai keujung bumi jika TUHAN menghendaki. Salam sukacita untuk Bapak dan Ibu dari kami M. Efraim. (M. Efraim – Yestoya Malinau – Sdra Yusuf & Erna)





No comments:

Post a Comment