WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
“Dengan mengarahkan
mata ke tempat tinggi, kita mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa kita
memang mengarah ke sana.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu,
29 Maret 2015. From Zero To Hero. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu
ke hadapan TUHAN, di Mizpa (Hakim-Hakim 11:11). Namanya Edson Arantes do
Nascimento, atau lebih dikenal sebagai Pele. Pada Piala Dunia Swedia 1958, pada
usia 17 tahun, debutan Brasil itu membuat dunia terperangah. Ia mencetak gol
pertama dalam laga perempat final melawan Swedia, lalu hattrick dalam laga
semifinal melawan Perancis. Penampilannya bak pemain senior yang terampil.
Seorang pahlawan bola telah lahir! Yefta juga pahlawan bagi bangsanya. Kalau
Pele lahir dari keluarga miskin, masa lalu Yefta lebih runyam lagi. Anak Gilead
ini diusir saudara tirinya dan tak berhak mendapat warisan, sebab ibunya
pelacur. Ia menyingkir ke tanah Nob, berkumpul dengan para petualang dan
merampok bersama mereka. Nah, saat orang Israel melawan bani Amon, para tua-tua
mencari Yefta dan memintanya memimpin mereka. Kenapa? Yefta, biarpun penjahat,
adalah “pahlawan yang gagah perkasa” (ay. 1). Para tetua itu tahu, selain
pemberani, Yefta piawai memimpin dan berperang. Yefta ternyata tak gila
kekuasaan. Ia tak begitu saja menerima tawaran menggiurkan itu. Ia malah
mempertanyakan kesungguhan mereka sebab ia tak mau diperlakukan “habis manis
sepah dibuang”. Menariknya, Yefta masih ingat Tuhan, dan membawa pergumulannya
kepada-Nya. Karena penyerahannya ini, Tuhan membuatnya berhasil memerangi bani
Amon. Anda punya masa lalu yang gawat? Bagi Dia, Anda tetap punya potensi yang
hebat. Dia dapat memakainya demi kemuliaan-Nya. Percayakan pada-Nya! YANG
DIPANDANG SEBELAH MATA DAPAT DIUBAH-NYA MENJADI BERHARGA! Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Minggu, 29 Maret
2015. Bacaan: 1 Petrus 2:11-17. Setahun: Hakim-Hakim 18-19. Nats: Milikilah
cara hidup yang baik... supaya... mereka dapat melihatnya dari
perbuatan-perbuatan-mu yang baik dan memuliakan Allah (1 Petrus 2:12). MENARIK
PERHATIAN. Dua kali usai tim sepakbola Jepang bermain dalam Piala Dunia 2014,
para suporternya mendemonstrasikan sesuatu yang menarik: bersih-bersih stadion.
Bahkan ketika timnya kalah. Ketika datang, mereka membawa plastik biru yang
ditiup sampai menggelembung seperti balon untuk mendukung perjuangan Keisuke
Honda dan kawan-kawan. Sebelum pulang, mereka memakai plastik itu untuk
memungut botol plastik, wadah makanan, kertas, dan sebagainya di tribun stadion
selama 30 menit. Ketika beberapa suporter diwawancarai, mereka mengaku sudah
biasa melakukannya. Tradisi ini menarik perhatian begitu banyak media yang
meliput aksi mereka. Dan, banyak orang memuji mereka. Ya, sebuah aksi baik
menarik reaksi baik pula. Rasul Petrus menuliskan bahwa hidup anak Tuhan juga
harus ‘menarik perhatian’. Caranya? Dengan tidak mengikuti cara atau gaya hidup
warga dunia ini. Petrus meminta mereka bermental sebagai pendatang atau
perantau (ay. 11) sebab anak-anak Tuhan hanyalah ‘tamu sementara’ di dunia ini.
Sejatinya, mereka adalah warga Kerajaan Surga. Hidup mereka harus
berbeda--mereka harus memiliki cara hidup yang baik (ay. 12). Hidup dalam
ketaatan pada otoritas dan memberkati lingkungan (ay. 13-14, 17). Bila dunia
sudah tertarik, dunia akan rindu mengenal Tuhan yang berkuasa mengubahkan hidup
mereka. Sebagaimana aksi para suporter Jepang menarik perhatian orang, mari
kita tunjukkan karakter Kristus yang bertumbuh dalam diri kita. Biarkan dunia
melihat dan bertanya tentang-Nya --Agustina Wijayani. KETIKA KRISTUS
MENGUBAHKAN HIDUP KITA, KARAKTER KITA AKAN MENJADI MAGNET YANG MENARIK DUNIA.
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
Dalam ajaran
agama-agama, ibadah identik dengan membawa persembahan atau korban. Di zaman
Perjanjian Lama, hewan atau hasil bumi menjadi sesuatu yang dibawa sebagai
persembahan di hadapan Tuhan. Pada masa Kristus, persembahan mulai diberikan
dalam bentuk uang & masih berlangsung hingga kini. Namun, tidak hanya itu.
Dalam ibadah di gereja masa kini ada korban-korban yang lain seperti
puji-pujian, korban waktu & tenaga untuk melayani dalam berbagai bentuk
wadah pelayanan. Berbagai korban pun dipersembahkan demi pembangunan rumah
ibadah & program-program yang diadakan. Semua korban yang diberikan adalah
baik. Tapi ada yang lebih baik. “Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan
TUHAN dari pada korban” ~Ams. 21:3. Dengan kata lain, melampaui apa yang telah
kita korbankan di hadapan Tuhan, Dia mencari yang lebih utama & yang terbaik
dari kita: kehidupan yang memuliakan nama-Nya; yang selaras dengan apa yang di
hati & pikiran-Nya. Kehidupan yang memperagakan kualitas-kualitas karakter
yang mencerminkan kebenaran & keadilan. Dialah Tuhan yang tidak hanya
melihat kehidupan kita & bertemu kita beberapa jam dalam seminggu. Dia
Tuhan yang mengamat-amati hidup kita & yang melihat jauh ke dalam lubuk
hati kita terdalam. Berusaha menyenangkan Tuhan dalam hari-hari atau jam-jam
tertentu terasa menggelikan jika kita sungguh-sungguh sadar bahwa Dialah Allah
yang mahatahu & mahahadir, yang sangat tahu benar siapa diri kita apa
adanya. Ibadah terbaik & persembahan yang sangat berharga di mata Tuhan
ialah kehidupan yang menyatakan pribadi Tuhan kepada dunia. Itulah bukti nyata
atas komitmen kita yang mengaku sebagai pemuja & murid-Nya. Sebab jika kita
mengklaim sebagai umat dari Allah yang kudus & benar, sedangkan hidup kita
tidak demikian maka dengan mulut saja kita memuji Tuhan tapi hati kita jauh
dari Dia & dengan perbuatan kita, kita telah menyangkal Dia. Biarlah
pikiran kita, perkataan-perkataan kita, tindak tanduk kita, sikap-sikap kita,
gaya hidup kita -ditemukan benar & adil di pemandangan-Nya. Itulah korban
di atas segala korban. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment