WHAT DO YOU THINK OF...?
Ibrani 11:8, “Karena
iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan
diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui
tempat yang ia tujui.” Karena IMAN ABRAHAM TAAT, iman & ketaatan tidak
dapat dipisahkan, sama halnya dengan ketidakpercayaan & ketidaktaatan juga
tidak dapat dipisahkan! IMAN kepada Allah Bapa yang disurga yang telah
menjadikan alam semesta ini oleh Firman Allah, menyebabkan kita mengerti bahwa
ber-IMAN = TAAT akan perintah-perintahNya. 1 ons KETAATAN
lebih berguna daripada 1 ons DOA J.
Sudahkah kita TAAT akan perintah-perintahNya?? Amin.
Respon 1
“Jangan bertanya
buah apa dan seberapa banyak yang akan Anda petik besok, namun tanyakan biji
apa dan seberapa banyak benih yang Anda taburkan kemarin.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Senin,
2 Maret 2015. Jangan Kalah Cerdik. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak
jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini
lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang (Lukas 16:8). Seorang
hamba Tuhan bercerita bagaimana Tuhan memberinya ide untuk menjalin hubungan
baik dengan sesama. Setiap kali berbelanja ke pasar, ia sengaja memberi uang
lebih kepada tukang parkir yang bertugas di sana. Setelah beberapa kali
menerima kebaikan, respons sang tukang parkir di luar dugaan. Ia memberikan
perlakuan spesial pada sepeda motor hamba Tuhan setiap kali ia ke pasar.
Ternyata, pemberian sederhana yang dilakukannya berdampak cukup signifikan!
Berbicara mengenai menjalin hubungan baik dengan sesama, Yesus mengajarkan
bahwa kita dapat menggunakan mamon. Kamus Alkitab mengartikannya sebagai harta
benda dan kekayaan. Sayangnya, lebih banyak orang dunia yang mempraktikkan
prinsip ini daripada anak-anak Tuhan. Yesus mengatakan, anak-anak dunia lebih
cerdik daripada anak-anak terang. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk
bersahabat dengan mamon, tetapi menggunakan mamon untuk menjalin persahabatan.
Mamon bersifat netral, tergantung pada siapa yang mengendalikannya. Mamon yang
dipergunakan oleh orang yang bijak dengan cara yang tepat, akan menghasilkan
manfaat maksimal. Memang, cara yang dipakai orang dunia dalam mempergunakan
mamon terkadang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Justru di sinilah
kesempatan bagi anak Tuhan untuk melakukan tindakan yang berbeda: mengikat
persahabatan menggunakan mamon, tetapi dengan cara yang benar. Kita bisa
meminta hikmat dari Tuhan untuk dapat menerapkan prinsip ini. Selamat menjalin
persahabatan! MAMON DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI HAMBA YANG BAIK JIKA BERADA DI TANGAN
ORANG YANG TEPAT. Morning all... Welcome Monday. Semangat!!! Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Renungan pagi ini
topiknya tentang iman Abraham. Abraham bukan orang yang sempurna, dia juga sama
kayak kaum pria kebanyakan. Tapi yang membedakan adalah ketaatannya pada Tuhan.
Disuruh keluar ke negeri yang belum jelas baginya ya nuruuut... Diberi janji
keturunan yang besar tapi sampai tua nggak punya anak ya teteep percaya sama
Tuhan, sudah punya anak, cuma satu disuruh dikorbankan ya nuruuut... Meski
mungkin bingung sama Tuhan. Di kehidupan kita pun kayaknya kita juga pernah
mengalami seperti yang Abraham alami. Kita diberi janji hari depan yang penuh
pengharapan tapi kadang kehidupan rasanya penuh kesusahan, dijanjikan nggak
pernah ditinggalkan tapi rasanya kadang kita doa Tuhan diam saja. Kita bingung
sama Tuhan, tapi Abraham mengajari kita untuk tetap mempercayai Tuhan dalam
segala hal. Dia Tuhan yang selalu ingin memberi segala yang terbaik untuk kita
semua. Tuhan ingin melihat ketaatan kita, Dia ingin dipercayai bahwa kuasaNya
tiada terbatas. Jangan pernah mengecilkan kuasa Tuhan dengan rasa kuatir kita.
Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Dia Tuhan yang DAHSYAT, Dia Tuhan yang
LUAR BIASA. Taat dan percayalah DIA MAMPU dan PASTI menepati semua janjiNYA.
(Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 4
Tinggal di dalam
Kristus melalui pengakuan (3) 1 Yoh 4:15 “Barangsiapa MENGAKU ‘bahwa Yesus
adalah Anak Allah’, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah”.
Salah satu langkah praktis untuk tinggal di dalam Allah /Kristus adalah kita
melakukan PENGAKUAN bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah. Hal inilah yang
kita lakukan pada waktu pertama kali bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus
Kristus bahwa Ia adalah Anak Allah yang sudah datang ke dunia, mati tersalib
dan menebus dosa dosa kita. Dengan demikian hidup kita sudah terhitung tidak
lagi di bawah penghukuman karena kasih karunia Allah kita dibenarkan dan
kehidupan kita ditaruh di dalam Kristus. Yang kedua, pengakuan tersebut kita
perlu lakukan tiap hari dalam praktek sehari hari, bahwa Tuhan Yesus Kristus
adalah Anak Allah yang berdaulat atas kehidupan kita (Penguasa Tunggal dalam
kehidupan kita). Dengan pengakuan tersebut kita meletakkan semua ambisi, opini,
mimpi, kehendak, rencana kita kepada Kristus. Apapun yang terjadi dalam
kehidupan kita, itu kita yakini bahwa Allah yang berdaulat dan sudah menetapkan
yang terbaik buat kita. Tidak ada hal yang kebetulan dan tidak ada rencana
Allah yang salah/terlambat atau terlalu cepat dalam hidup kita. Semua sudah
ditakar, diukur dan ditimbang dengan neraca Allah. Hidup kita sehari-hari
berdasarkan iman kepada management Allah, kepemimpinan Allah dan
direction/arahan Allah. Maukah kita tinggal di dalam Kristus dengan pengakuan
bahwa Kristus adalah Anak Allah? Amin. (Taswin Taruna – PT. SMU)

No comments:
Post a Comment