Monday, 2 March 2015

2 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?




Ibrani 11:8, “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” Karena IMAN ABRAHAM TAAT, iman & ketaatan tidak dapat dipisahkan, sama halnya dengan ketidakpercayaan & ketidaktaatan juga tidak dapat dipisahkan! IMAN kepada Allah Bapa yang disurga yang telah menjadikan alam semesta ini oleh Firman Allah, menyebabkan kita mengerti bahwa ber-IMAN = TAAT akan perintah-perintahNya. 1 ons KETAATAN lebih berguna daripada 1 ons DOA J. Sudahkah kita TAAT akan perintah-perintahNya?? Amin.

Respon 1
“Jangan bertanya buah apa dan seberapa banyak yang akan Anda petik besok, namun tanyakan biji apa dan seberapa banyak benih yang Anda taburkan kemarin.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Senin, 2 Maret 2015. Jangan Kalah Cerdik. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang (Lukas 16:8). Seorang hamba Tuhan bercerita bagaimana Tuhan memberinya ide untuk menjalin hubungan baik dengan sesama. Setiap kali berbelanja ke pasar, ia sengaja memberi uang lebih kepada tukang parkir yang bertugas di sana. Setelah beberapa kali menerima kebaikan, respons sang tukang parkir di luar dugaan. Ia memberikan perlakuan spesial pada sepeda motor hamba Tuhan setiap kali ia ke pasar. Ternyata, pemberian sederhana yang dilakukannya berdampak cukup signifikan! Berbicara mengenai menjalin hubungan baik dengan sesama, Yesus mengajarkan bahwa kita dapat menggunakan mamon. Kamus Alkitab mengartikannya sebagai harta benda dan kekayaan. Sayangnya, lebih banyak orang dunia yang mempraktikkan prinsip ini daripada anak-anak Tuhan. Yesus mengatakan, anak-anak dunia lebih cerdik daripada anak-anak terang. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk bersahabat dengan mamon, tetapi menggunakan mamon untuk menjalin persahabatan. Mamon bersifat netral, tergantung pada siapa yang mengendalikannya. Mamon yang dipergunakan oleh orang yang bijak dengan cara yang tepat, akan menghasilkan manfaat maksimal. Memang, cara yang dipakai orang dunia dalam mempergunakan mamon terkadang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Justru di sinilah kesempatan bagi anak Tuhan untuk melakukan tindakan yang berbeda: mengikat persahabatan menggunakan mamon, tetapi dengan cara yang benar. Kita bisa meminta hikmat dari Tuhan untuk dapat menerapkan prinsip ini. Selamat menjalin persahabatan! MAMON DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI HAMBA YANG BAIK JIKA BERADA DI TANGAN ORANG YANG TEPAT. Morning all... Welcome Monday. Semangat!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Renungan pagi ini topiknya tentang iman Abraham. Abraham bukan orang yang sempurna, dia juga sama kayak kaum pria kebanyakan. Tapi yang membedakan adalah ketaatannya pada Tuhan. Disuruh keluar ke negeri yang belum jelas baginya ya nuruuut... Diberi janji keturunan yang besar tapi sampai tua nggak punya anak ya teteep percaya sama Tuhan, sudah punya anak, cuma satu disuruh dikorbankan ya nuruuut... Meski mungkin bingung sama Tuhan. Di kehidupan kita pun kayaknya kita juga pernah mengalami seperti yang Abraham alami. Kita diberi janji hari depan yang penuh pengharapan tapi kadang kehidupan rasanya penuh kesusahan, dijanjikan nggak pernah ditinggalkan tapi rasanya kadang kita doa Tuhan diam saja. Kita bingung sama Tuhan, tapi Abraham mengajari kita untuk tetap mempercayai Tuhan dalam segala hal. Dia Tuhan yang selalu ingin memberi segala yang terbaik untuk kita semua. Tuhan ingin melihat ketaatan kita, Dia ingin dipercayai bahwa kuasaNya tiada terbatas. Jangan pernah mengecilkan kuasa Tuhan dengan rasa kuatir kita. Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Dia Tuhan yang DAHSYAT, Dia Tuhan yang LUAR BIASA. Taat dan percayalah DIA MAMPU dan PASTI menepati semua janjiNYA. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 4
Tinggal di dalam Kristus melalui pengakuan (3) 1 Yoh 4:15 “Barangsiapa MENGAKU ‘bahwa Yesus adalah Anak Allah’, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah”. Salah satu langkah praktis untuk tinggal di dalam Allah /Kristus adalah kita melakukan PENGAKUAN bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah. Hal inilah yang kita lakukan pada waktu pertama kali bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia adalah Anak Allah yang sudah datang ke dunia, mati tersalib dan menebus dosa dosa kita. Dengan demikian hidup kita sudah terhitung tidak lagi di bawah penghukuman karena kasih karunia Allah kita dibenarkan dan kehidupan kita ditaruh di dalam Kristus. Yang kedua, pengakuan tersebut kita perlu lakukan tiap hari dalam praktek sehari hari, bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Anak Allah yang berdaulat atas kehidupan kita (Penguasa Tunggal dalam kehidupan kita). Dengan pengakuan tersebut kita meletakkan semua ambisi, opini, mimpi, kehendak, rencana kita kepada Kristus. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, itu kita yakini bahwa Allah yang berdaulat dan sudah menetapkan yang terbaik buat kita. Tidak ada hal yang kebetulan dan tidak ada rencana Allah yang salah/terlambat atau terlalu cepat dalam hidup kita. Semua sudah ditakar, diukur dan ditimbang dengan neraca Allah. Hidup kita sehari-hari berdasarkan iman kepada management Allah, kepemimpinan Allah dan direction/arahan Allah. Maukah kita tinggal di dalam Kristus dengan pengakuan bahwa Kristus adalah Anak Allah? Amin. (Taswin Taruna – PT. SMU)





 

No comments:

Post a Comment