Saturday, 28 March 2015

28 Maret 2015




WHAT DO YOU THINK OF...?



Amsal 14:15, “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.” Amsal 19:25, “Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf.” Orang tak berpengalaman tidak sama dengan orang bebal. Perbedaannya terletak pada sikap hati / attitude. Orang tak berpengalaman melakukan kesalahan karena tidak tahu / tidak pengalaman, tetapi orang bebal melakukan kesalahan karena tidak mau tahu. Adakah kita orang yang belum pengalaman (punya sikap hati: siap menerima masukan/teguran, nasihat) atau kita orang yang tak mau menerima teguran / nasihat / masukan (orang bebal)?? Jbu all J.


Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 28 Maret 2015. Tidak Ada yang Baru. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia (1Korintus 10:13). Malam itu terjadi perusakan dan penganiayaan tidak jauh dari tempat tinggal kami. Korbannya sekelompok orang yang sedang beribadah. Beberapa anggota keluarga yang tinggal di luar kota menyarankan agar kami mengungsi untuk sementara waktu. Komentar anak saya yang berusia enam tahun benar-benar meneguhkan hati. “Kejadiannya seperti yang di Alkitab ya. Mereka juga dilarang untuk beribadah kepada Tuhan! Mereka dihukum, tapi Tuhan menolong sehingga tidak takut.” Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar tetap waspada dan teguh berdiri supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka. Alih-alih tetap teguh berdiri, mereka justru mendukakan hati Tuhan dengan berbagai tindakan mereka (ay. 7-10). Oleh karena itu, ada dua hal yang Paulus ingatkan kepada jemaat di Korintus: tidak sombong dan menganggap enteng permasalahan yang ada (ay. 12) serta tidak kecil hati karena permasalahan dan pencobaan yang mereka alami bukanlah hal yang baru. Tuhan akan memampukan mereka menanggungnya (ay. 13). Permasalahan dan pencobaan apakah yang saat ini sedang menghimpit hidup kita? Ingat, tidak ada yang baru! Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita mengalami hal yang sama. Mintalah agar Tuhan memampukan kita untuk tetap berhati-hati seraya terus mengandalkan pertolongan-Nya. Sebagaimana Tuhan telah menguatkan mereka, kiranya Tuhan juga yang akan menguatkan kita melewati berbagai permasalahan dan pencobaan yang “biasa” ini. PERSOALAN YANG KITA ALAMI BERGUNA UNTUK MENGUJI IMAN KITA DAN MEMPERLIHATKAN PEMELIHARAAN TUHAN. Selamat pagi semua. Happy Weekend. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Pagi ini Firman Tuhan menjelaskan apa beda orang tidak berpengalaman dan orang bebal. Ams 14:15, orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan (ceroboh). Ams 13:20, siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. Orang tak berpengalaman dan orang bebal sama-sama berbuat salah, tapi yang membedakan adalah sikap hatinya. Orang yang tidak berpengalaman bisa diajar dan bisa berubah. Tapi kalau sudah disebut bebal... itu sudah berkali-kali salah dan sudah berkali-kali diajari / diperingatkan tapi ya tetap saja tidak MAU berubah. Malah kalau diperingatkan biasanya marah-marah. Pagi ini jujurlah pada diri sendiri, orang seperti apa kita ini? Supaya kita bisa bertobat dan tidak disebut bebal. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
“Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh pemimpin yang meninggalkan warisan budi pekerti dan budaya yang tinggi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Kitab-kitab hikmat dalam Alkitab, jika dipelajari, bukan saja menjadikan kita lebih bijak memandang kehidupan tapi juga mengetahui bagaimana hidup terbaik yang seharusnya dijalani manusia. Kitab Ayub menuliskan banyak rahasia-rahasia kehidupan yang telah dibuktikan ribuan tahun lamanya. Salah satunya ialah mengenai bagaimana sebenarnya hidup orang-orang yang menolak memiliki hubungan dengan Tuhan, yang hidupnya diarahkan hanya pada perkara-perkara jasmaniah & pengejaran-pengejaran duniawi belaka. Bacalah Ayub 20 & temukan bahwa mereka yang jauh dari persekutuan dengan Tuhan, hidupnya: 1-Meski merasakan kegembiraan & kesenangan hidup, semuanya hanya sebentar saja (ay. 5,11-13). Dunia yang semarak & gemerlap memang menawarkan kenikmatan & kebahagiaan. Sayangnya, bukanlah yang sejati, sebab sebentar saja semuanya memudar & menjadi haus kembali. Walau tampak penuh keceriaan, tak lama kemudian diakhiri dalam erangan & jerit panjang di kematian kekal. 2-Kendati memiliki banyak harta benda, banyak kali mereka tidak dapat menikmatinya (ay. 14:19). Memperoleh kekayaan dan menikmati kekayaan adalah 2 perkara yang berbeda. Menjadi kaya tidak berarti seseorang mampu mendapatkan kebahagiaan dari kekayaan karena kuasa untuk menikmati kekayaan ada pada Tuhan & dikaruniakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya! (Pkh. 5:18-19). 3-Di balik segala kemewahan gaya hidupnya, batin mereka tidak pernah tenang (ay. 20-25). Bagaimana mungkin kemewahan membawa kegelisahan? Faktanya sering demikian. Di luar Tuhan & kasih-Nya, kemewahan menjadi sesuatu yang dikuatirkan segera lenyap. Kecemasan semakin besar saat memikirkan bagaimana cara mempertahankan gaya hidup seperti itu lebih lama. Ayub 20:23-28 menyatakan bahwa Allah menentang orang-orang yang memalingkan diri dari Dia. Celaka & kegelapan kekal ditetapkan menjadi milik pusaka (takdir) mereka. Hanya pada hidup yang berpaut pada Tuhan, menjadi penyembah yang taat & mengabdi pada-Nya ada kebahagiaan sejati. Walau tidak segempita dunia, sukacita Anda tidak akan pernah sirna. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment