WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu,
28 Maret 2015. Tidak Ada yang Baru. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia (1Korintus
10:13). Malam itu terjadi perusakan dan penganiayaan tidak jauh dari tempat
tinggal kami. Korbannya sekelompok orang yang sedang beribadah. Beberapa
anggota keluarga yang tinggal di luar kota menyarankan agar kami mengungsi
untuk sementara waktu. Komentar anak saya yang berusia enam tahun benar-benar
meneguhkan hati. “Kejadiannya seperti yang di Alkitab ya. Mereka juga dilarang
untuk beribadah kepada Tuhan! Mereka dihukum, tapi Tuhan menolong sehingga
tidak takut.” Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar tetap waspada dan
teguh berdiri supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama seperti yang
dilakukan nenek moyang mereka. Alih-alih tetap teguh berdiri, mereka justru
mendukakan hati Tuhan dengan berbagai tindakan mereka (ay. 7-10). Oleh karena
itu, ada dua hal yang Paulus ingatkan kepada jemaat di Korintus: tidak sombong
dan menganggap enteng permasalahan yang ada (ay. 12) serta tidak kecil hati
karena permasalahan dan pencobaan yang mereka alami bukanlah hal yang baru.
Tuhan akan memampukan mereka menanggungnya (ay. 13). Permasalahan dan pencobaan
apakah yang saat ini sedang menghimpit hidup kita? Ingat, tidak ada yang baru!
Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita mengalami hal yang sama. Mintalah agar
Tuhan memampukan kita untuk tetap berhati-hati seraya terus mengandalkan
pertolongan-Nya. Sebagaimana Tuhan telah menguatkan mereka, kiranya Tuhan juga
yang akan menguatkan kita melewati berbagai permasalahan dan pencobaan yang
“biasa” ini. PERSOALAN YANG KITA ALAMI BERGUNA UNTUK MENGUJI IMAN KITA DAN
MEMPERLIHATKAN PEMELIHARAAN TUHAN. Selamat pagi semua. Happy Weekend. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Pagi ini Firman
Tuhan menjelaskan apa beda orang tidak berpengalaman dan orang bebal. Ams
14:15, orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan (ceroboh).
Ams 13:20, siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa
berteman dengan orang bebal menjadi malang. Orang tak berpengalaman dan orang
bebal sama-sama berbuat salah, tapi yang membedakan adalah sikap hatinya. Orang
yang tidak berpengalaman bisa diajar dan bisa berubah. Tapi kalau sudah disebut
bebal... itu sudah berkali-kali salah dan sudah berkali-kali diajari /
diperingatkan tapi ya tetap saja tidak MAU berubah. Malah kalau diperingatkan
biasanya marah-marah. Pagi ini jujurlah pada diri sendiri, orang seperti apa
kita ini? Supaya kita bisa bertobat dan tidak disebut bebal. (Ibu Rita – PKS CL
8)
Respon 3
“Kemajuan sebuah
negara ditentukan oleh pemimpin yang meninggalkan warisan budi pekerti dan
budaya yang tinggi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Kitab-kitab hikmat
dalam Alkitab, jika dipelajari, bukan saja menjadikan kita lebih bijak
memandang kehidupan tapi juga mengetahui bagaimana hidup terbaik yang
seharusnya dijalani manusia. Kitab Ayub menuliskan banyak rahasia-rahasia
kehidupan yang telah dibuktikan ribuan tahun lamanya. Salah satunya ialah
mengenai bagaimana sebenarnya hidup orang-orang yang menolak memiliki hubungan
dengan Tuhan, yang hidupnya diarahkan hanya pada perkara-perkara jasmaniah
& pengejaran-pengejaran duniawi belaka. Bacalah Ayub 20 & temukan bahwa
mereka yang jauh dari persekutuan dengan Tuhan, hidupnya: 1-Meski merasakan
kegembiraan & kesenangan hidup, semuanya hanya sebentar saja (ay. 5,11-13).
Dunia yang semarak & gemerlap memang menawarkan kenikmatan &
kebahagiaan. Sayangnya, bukanlah yang sejati, sebab sebentar saja semuanya
memudar & menjadi haus kembali. Walau tampak penuh keceriaan, tak lama
kemudian diakhiri dalam erangan & jerit panjang di kematian kekal.
2-Kendati memiliki banyak harta benda, banyak kali mereka tidak dapat
menikmatinya (ay. 14:19). Memperoleh kekayaan dan menikmati kekayaan adalah 2
perkara yang berbeda. Menjadi kaya tidak berarti seseorang mampu mendapatkan
kebahagiaan dari kekayaan karena kuasa untuk menikmati kekayaan ada pada Tuhan
& dikaruniakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya! (Pkh. 5:18-19). 3-Di
balik segala kemewahan gaya hidupnya, batin mereka tidak pernah tenang (ay.
20-25). Bagaimana mungkin kemewahan membawa kegelisahan? Faktanya sering
demikian. Di luar Tuhan & kasih-Nya, kemewahan menjadi sesuatu yang
dikuatirkan segera lenyap. Kecemasan semakin besar saat memikirkan bagaimana
cara mempertahankan gaya hidup seperti itu lebih lama. Ayub 20:23-28 menyatakan
bahwa Allah menentang orang-orang yang memalingkan diri dari Dia. Celaka &
kegelapan kekal ditetapkan menjadi milik pusaka (takdir) mereka. Hanya pada hidup
yang berpaut pada Tuhan, menjadi penyembah yang taat & mengabdi pada-Nya
ada kebahagiaan sejati. Walau tidak segempita dunia, sukacita Anda tidak akan
pernah sirna. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment