WHAT DO YOU THINK OF...?
Ibrani 11:1, “IMAN
adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat.” IMAN yang SEJATI haruslah merupakan KEYAKI-NAN
kita sendiri. Orang lain mungkin dapat mengajarkan kepada kita prinsip-prinsip
dasar IMAN, tetapi masing-masing kita harus BERIMAN dengan TEGUH & secara
pribadi kepada Kristus. Amin J. Biarlah
Roh Kudus yang akan menolong kita untuk TETAP BERJALAN bersamaNya sehingga kita
BERAKAR & BERTUMBUH dalam IMAN J.
Respon 1
“Kerinduan kita
untuk bertemu Tuhan tiap hari masih kalah jauh dibandiingkan kerinduan Tuhan
terhadap kita.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat,
6 Maret 2015. Cinta Sejati. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan
tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya
dengan diam-diam (Matius 1:19). Taylor Morris menginjak pemantik alat peledak
sehingga kehilangan kedua kaki dan lengannya. Danielle Kelly, tunangannya,
tetap setia kepada Morris dan mau menjadi istrinya. Dengan sabar ia merawat
Morris. Di tengah dunia yang makin dipenuhi cinta semu, dan meninggalkan orang
dengan penderitaan demikian, Kelly memilih tindakan ekstrem, yaitu terus
mencintai Morris. Cinta ekstrem Kelly tecermin dalam foto-foto yang diunggah di
internet dan menarik perhatian 2,6 juta orang. Bisa dikatakan inilah cinta
sejati. Cinta sejati Yusuf tidak sekadar menarik perhatian orang, tetapi juga memberi
dampak pada umat manusia. Yusuf begitu mencintai Tuhan dan Maria. Cinta Yusuf
pada Maria terbukti saat Maria hamil dan Yusuf tidak mau menuntutnya menurut
hukum Yahudi yang berlaku. Ia menutupinya dan mau menceraikan Maria diam-diam.
Cinta Yusuf pada Tuhan terbukti dengan caranya menyikapi kehamilan Maria,
ketaatannya saat Tuhan memerintahkan memperistri Maria, dan kerelaannya
membayar harga, antara lain menghadapi tuduhan amoral dari masyarakat dan tidak
bersetubuh dengan Maria. Cinta yang besar pada Tuhan akan memampukan kita taat
menjalani rencana dan kehendak-Nya dengan tulus dan sepenuh hati. Sebagaimana
Yusuf, yang akhirnya menjadi sarana, bersama dengan Maria, bagi kelahiran
Yesus. Cinta kepada Tuhan akan memampukan kita untuk mencintai orang lain—pasangan,
orangtua, anak-anak, tetangga, dan sebagainya. Sudahkah kita bertekad untuk
mencintai dengan cinta sejati dari Tuhan? CINTA YANG MENGUBAH DUNIA ADALAH
CINTA YANG MELAMPAUI STANDAR DUNIA. Wow its Friday again... Morning all. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Ada catatan
menyedihkan mengenai kondisi kerajaan Yehuda yang dipimpin Rehabeam, anak
Salomo: “...Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa
yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel” (1 Raja-Raja 14:24). Yang paling
mendukakan hati Tuhan ialah mereka mendirikan tugu-tugu, tiang-tiang,
tempat-tempat bagi pemujaan berhala & mengadakan pelacuran sebagai bentuk
ibadah (sesuatu yang sama sekali tidak ada dalam pikiran Tuhan). Toleransi yang
begitu besar dari Salomo akan penyembahan berhala melalui istri-istrinya bisa
jadi menyebabkan maraknya penyembahan berhala. Ini didukung kenyataan bahwa
ibunda raja ialah perempuan Amon, yang kemungkinan besar tidak pernah menyembah
Allah Israel. Meski begitu, ada pernyataan singkat dari penulis kitab Tawarikh
mengenai penyebab Rehabeam & seluruh kerajaannya berlaku sama dengan
bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan. Dalam 2 Tawarikh 12:14 disebutkan
bahwa “Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN”. Tampaknya
ini tidak jauh berbeda dengan penyebab mengapa anak-anak Tuhan memiliki gaya
hidup yang sama dengan dunia. Perbedaan kita dengan dunia tidak dimulai dengan
apa yang kelihatan. Sebab agama-agama lain pun mengajarkan tampilan-tampilan
khusus penuh batasan-batasan bagi pengikut agama mereka. Perbedaan gaya hidup
kita dimulai dari gaya hidup batin yang tertuju pada Tuhan -yang lalu
memancarkan kemuliaan illahi. Jadi, seseorang bisa menampilkan diri sebagai
orang yang berotoritas rohani & diurapi Tuhan tetapi jika hatinya tidak
mencari Tuhan, seperti Rehabeam, ia akan mulai menyimpang pada hal-hal jahat
yang melawan Tuhan. Hubungan & pengenalan kita yang makin dalam hari demi
hari akan Tuhan semestinya membuat kita semakin jauh dari prinsip-prinsip &
gaya hidup duniawi. Kuncinya ada pada apakah hati kita ditujukan pada Tuhan
& perkara-perkara sorgawi. Di luar itu, cepat atau lambat, disadari atau
tidak, pengaruh-pengaruh dunia akan mengubah kita semakin serupa dengannya.
Anda ingin kudus & hidup mempengaruhi dunia? Carilah Tuhan setiap waktu.
Seumur hidup Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Syalom. Amin...
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan
segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:24). Terima kasih ibu Siu,
selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 5
CINTA yang
DIKHIANATI. Bertobatlah & berpalinglah dari berhala-berhalamu &
palingkanlah mukamu dari segala perbuatan yang keji (Yeh 14:6). Pasangan yang
menjalin hubungan cinta yang sangat mengharapkan adalah cinta yang tulus
disertai kesetiaan. Apabila pasangannya berkhianat / ber selingkuh, maka
perbuatan ini akan sungguh menyakitkan hati. Pengkhianatan seperti inilah yang
dialami oleh Tuhan. Umat Kristen yang menjadi kekasih hati yang begitu
dikasihi-Nya & yang kepada mereka Dia sudah mengikrarkan janji setianya
(Ibr 13:5), ternyata banyak umatNya berkhianat kepadaNya. Seperti bangsa Israel
telah membagi cinta mereka, antara Tuhan & ilah lain. Dari luar mereka
tampak begitu mesra dengan Tuhan, pasangan sah mereka, tetapi di dalam hati
mereka ada menyembah ilah lain. Betapa cemburu & sakit hati Tuhan (Yak
4:4), Dia sudah siap untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka (Yoh 3:36). Namun,
Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah dalam kasih & kesetiaan-Nya. Dia
tetap mengharapkan umat-Nya yang mendua hati bertobat sungguh-sungguh &
berpaling kembali kepada-Nya (Yeh 14:6). Jika mereka bertobat, Tuhan masih mau
menerima & mengakui mereka sebagai umat-Nya & diri-Nya sebagai Tuhan
& Bapa mereka (2 Kor 6:17-18). Apakah kita mengasihi-Nya dengan sepenuh
hati? Atau diam-diam kita sedang berselingkuh dengan ilah lain? Memang ilah
masa kini tidak selalu berupa patung berhala, jimat, atau takhayul. Teknologi
modern, materialisme, & hedonisme bisa menjadi salah satu dewa ber hala
modern yang bersaing dengan Allah untuk disembah dalam hati (Luk 21:34-35).
Bila sudah terikat oleh perzinaan rohani dalam dunia ini, lebih baik lepaskan
& kembalilah secepatnya kepada-Nya sebelum terlambat, sebab penyembah
berhala modern tidak boleh masuk surga (Wah 21:8), pakailah pekara duniawi yang
netral sebagai fasilitas hidup & tidak terikat olehnya (1 Kor 7:31).
Tinggalkan semua ilah palsu yang tidak dapat memberikan kesejahteraan sejati
& tidak bisa menyelamatkan (Ams 11:4), tetapi justru bisa membawa kita pada
kehancuran & kebinasaan kekal (Maz 73:27). Jangan MENDUA HATI, karena TUHAN
ADALAH ALLAH yang CEMBURU (Nah 1:2). Amin. JBU. IMMANUEL. (Ibu Inggita – PKS CL
4)
Respon 6
Maz 9:10 – TUHAN
adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak dan pada waktu kesusahan!
Luar biasa TUHAN kita. DIA bisa menolong dan memberkati kita! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:
Post a Comment