Friday, 6 March 2015

6 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?




Ibrani 11:1, “IMAN adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” IMAN yang SEJATI haruslah merupakan KEYAKI-NAN kita sendiri. Orang lain mungkin dapat mengajarkan kepada kita prinsip-prinsip dasar IMAN, tetapi masing-masing kita harus BERIMAN dengan TEGUH & secara pribadi kepada Kristus. Amin J. Biarlah Roh Kudus yang akan menolong kita untuk TETAP BERJALAN bersamaNya sehingga kita BERAKAR & BERTUMBUH dalam IMAN J.

Respon 1
“Kerinduan kita untuk bertemu Tuhan tiap hari masih kalah jauh dibandiingkan kerinduan Tuhan terhadap kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 6 Maret 2015. Cinta Sejati. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam (Matius 1:19). Taylor Morris menginjak pemantik alat peledak sehingga kehilangan kedua kaki dan lengannya. Danielle Kelly, tunangannya, tetap setia kepada Morris dan mau menjadi istrinya. Dengan sabar ia merawat Morris. Di tengah dunia yang makin dipenuhi cinta semu, dan meninggalkan orang dengan penderitaan demikian, Kelly memilih tindakan ekstrem, yaitu terus mencintai Morris. Cinta ekstrem Kelly tecermin dalam foto-foto yang diunggah di internet dan menarik perhatian 2,6 juta orang. Bisa dikatakan inilah cinta sejati. Cinta sejati Yusuf tidak sekadar menarik perhatian orang, tetapi juga memberi dampak pada umat manusia. Yusuf begitu mencintai Tuhan dan Maria. Cinta Yusuf pada Maria terbukti saat Maria hamil dan Yusuf tidak mau menuntutnya menurut hukum Yahudi yang berlaku. Ia menutupinya dan mau menceraikan Maria diam-diam. Cinta Yusuf pada Tuhan terbukti dengan caranya menyikapi kehamilan Maria, ketaatannya saat Tuhan memerintahkan memperistri Maria, dan kerelaannya membayar harga, antara lain menghadapi tuduhan amoral dari masyarakat dan tidak bersetubuh dengan Maria. Cinta yang besar pada Tuhan akan memampukan kita taat menjalani rencana dan kehendak-Nya dengan tulus dan sepenuh hati. Sebagaimana Yusuf, yang akhirnya menjadi sarana, bersama dengan Maria, bagi kelahiran Yesus. Cinta kepada Tuhan akan memampukan kita untuk mencintai orang lain—pasangan, orangtua, anak-anak, tetangga, dan sebagainya. Sudahkah kita bertekad untuk mencintai dengan cinta sejati dari Tuhan? CINTA YANG MENGUBAH DUNIA ADALAH CINTA YANG MELAMPAUI STANDAR DUNIA. Wow its Friday again... Morning all. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Ada catatan menyedihkan mengenai kondisi kerajaan Yehuda yang dipimpin Rehabeam, anak Salomo: “...Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel” (1 Raja-Raja 14:24). Yang paling mendukakan hati Tuhan ialah mereka mendirikan tugu-tugu, tiang-tiang, tempat-tempat bagi pemujaan berhala & mengadakan pelacuran sebagai bentuk ibadah (sesuatu yang sama sekali tidak ada dalam pikiran Tuhan). Toleransi yang begitu besar dari Salomo akan penyembahan berhala melalui istri-istrinya bisa jadi menyebabkan maraknya penyembahan berhala. Ini didukung kenyataan bahwa ibunda raja ialah perempuan Amon, yang kemungkinan besar tidak pernah menyembah Allah Israel. Meski begitu, ada pernyataan singkat dari penulis kitab Tawarikh mengenai penyebab Rehabeam & seluruh kerajaannya berlaku sama dengan bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan. Dalam 2 Tawarikh 12:14 disebutkan bahwa “Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN”. Tampaknya ini tidak jauh berbeda dengan penyebab mengapa anak-anak Tuhan memiliki gaya hidup yang sama dengan dunia. Perbedaan kita dengan dunia tidak dimulai dengan apa yang kelihatan. Sebab agama-agama lain pun mengajarkan tampilan-tampilan khusus penuh batasan-batasan bagi pengikut agama mereka. Perbedaan gaya hidup kita dimulai dari gaya hidup batin yang tertuju pada Tuhan -yang lalu memancarkan kemuliaan illahi. Jadi, seseorang bisa menampilkan diri sebagai orang yang berotoritas rohani & diurapi Tuhan tetapi jika hatinya tidak mencari Tuhan, seperti Rehabeam, ia akan mulai menyimpang pada hal-hal jahat yang melawan Tuhan. Hubungan & pengenalan kita yang makin dalam hari demi hari akan Tuhan semestinya membuat kita semakin jauh dari prinsip-prinsip & gaya hidup duniawi. Kuncinya ada pada apakah hati kita ditujukan pada Tuhan & perkara-perkara sorgawi. Di luar itu, cepat atau lambat, disadari atau tidak, pengaruh-pengaruh dunia akan mengubah kita semakin serupa dengannya. Anda ingin kudus & hidup mempengaruhi dunia? Carilah Tuhan setiap waktu. Seumur hidup Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Syalom. Amin... Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Galatia 5:24). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 5
CINTA yang DIKHIANATI. Bertobatlah & berpalinglah dari berhala-berhalamu & palingkanlah mukamu dari segala perbuatan yang keji (Yeh 14:6). Pasangan yang menjalin hubungan cinta yang sangat mengharapkan adalah cinta yang tulus disertai kesetiaan. Apabila pasangannya berkhianat / ber selingkuh, maka perbuatan ini akan sungguh menyakitkan hati. Pengkhianatan seperti inilah yang dialami oleh Tuhan. Umat Kristen yang menjadi kekasih hati yang begitu dikasihi-Nya & yang kepada mereka Dia sudah mengikrarkan janji setianya (Ibr 13:5), ternyata banyak umatNya berkhianat kepadaNya. Seperti bangsa Israel telah membagi cinta mereka, antara Tuhan & ilah lain. Dari luar mereka tampak begitu mesra dengan Tuhan, pasangan sah mereka, tetapi di dalam hati mereka ada menyembah ilah lain. Betapa cemburu & sakit hati Tuhan (Yak 4:4), Dia sudah siap untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka (Yoh 3:36). Namun, Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah dalam kasih & kesetiaan-Nya. Dia tetap mengharapkan umat-Nya yang mendua hati bertobat sungguh-sungguh & berpaling kembali kepada-Nya (Yeh 14:6). Jika mereka bertobat, Tuhan masih mau menerima & mengakui mereka sebagai umat-Nya & diri-Nya sebagai Tuhan & Bapa mereka (2 Kor 6:17-18). Apakah kita mengasihi-Nya dengan sepenuh hati? Atau diam-diam kita sedang berselingkuh dengan ilah lain? Memang ilah masa kini tidak selalu berupa patung berhala, jimat, atau takhayul. Teknologi modern, materialisme, & hedonisme bisa menjadi salah satu dewa ber hala modern yang bersaing dengan Allah untuk disembah dalam hati (Luk 21:34-35). Bila sudah terikat oleh perzinaan rohani dalam dunia ini, lebih baik lepaskan & kembalilah secepatnya kepada-Nya sebelum terlambat, sebab penyembah berhala modern tidak boleh masuk surga (Wah 21:8), pakailah pekara duniawi yang netral sebagai fasilitas hidup & tidak terikat olehnya (1 Kor 7:31). Tinggalkan semua ilah palsu yang tidak dapat memberikan kesejahteraan sejati & tidak bisa menyelamatkan (Ams 11:4), tetapi justru bisa membawa kita pada kehancuran & kebinasaan kekal (Maz 73:27). Jangan MENDUA HATI, karena TUHAN ADALAH ALLAH yang CEMBURU (Nah 1:2). Amin. JBU. IMMANUEL. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Maz 9:10 – TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak dan pada waktu kesusahan! Luar biasa TUHAN kita. DIA bisa menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment