Sunday, 8 March 2015

8 Maret 2015



WHAT DO YOU THINK OF...?





KASIH BAPA menambahkan KEBERANIAN & IMAN. Efesus 3:12, “Bila kita PERCAYA kepadaNya, kita bebas untuk berbicara apa yang kita katakan, BERANI menghadap disaat kita perlu” (terjemahan bebas “The Message”). Efesus 3:12, “Di dalam Dia kita beroleh KEBERANIAN dan JALAN MASUK kepada Allah dengan penuh KEPERCAYAAN oleh IMAN kita kepada-Nya” (terjemahan LAI). Kata jalan masuk itu artinya kita punya akses / mendekat diberi hak untuk menghadap Seorang Raja, melalui Yesus kita DIBERI HAK untuk menghadap Allah Bapa di surga dengan KEBERANIAN & PERCAYA tanpa rasa takut. Memanggil DIA sebagai BAPA memberikan IMAN & KEBERANIAN bagi kita untuk datang kepadaNya setiap saat dalam keadaan apapun & meminta kebutuhan kita apapun tanpa ragu (Matius 7:7-11, Ibrani 4:14-16). Tanpa dimintapun sebagai BAPA pasti memenuhi KEBUTUHAN anak-anakNya, bahkan lebih dari KEBUTUHAN, IA memberikan KELIMPAHAN & hal-hal yang terbaik bagi kita anak-anakNya (Lukas 11:11-13). Ada amin Saudara-saudaraku?? J.

Respon 1
Yos 1:4 – ...AKU tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkanmu! Janji penyertaan sempurna dari TUHAN. Jangan takut lagi. Mujizat pasti terjadi. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Jika tidak bisa membantu jangan menggerutu.” Xavier Quentin Pranata.



Respon 3
Sebagian orang Kristen berpikir bahwa ada satu hari dalam seminggu yang dikhususkan untuk beribadah kepada Tuhan. Pada hari itu mereka menyediakan waktu untuk datang ke gereja, memuji Tuhan, mendengarkan pemberitaan firman. Di masa modern ini dimana orang-orang semakin sibuk & waktu semakin dibutuhkan sebagai kesempatan mendapatkan uang maka ibadah dipersingkat dengan hanya satu atau dua jam saja dalam seminggu. Bagaimana dengan waktu-waktu selain itu? Apakah benar ibadah kepada Tuhan hanya pada waktu-waktu seperti disebutkan di atas? Inikah penyebab perbedaan penampilan & sikap anak-anak Tuhan di tempat-tempat ibadah dengan yang di kehidupan sehari-hari -sehingga tidak menjadi saksi-saksi Kristus yang bersinar dalam sikap-sikap hidup yang mereka? Dalam pikiran beberapa orang Kristen, ada porsi tertentu dalam hidup mereka untuk ibadah & perkara-perkara rohani. Jika sudah turut serta mengambil bagian itu (yang biasanya sangat minim dibandingkan keseluruhan waktu dalam hidup mereka) mereka merasa sudah cukup & telah melakukan sesuatu yang sepantasnya di hadapan Tuhan. Porsi kecil untuk urusan-urusan rohani bahkan dirasa cukup menjamin Tuhan akan memberkati hidup mereka. Di sinilah Yesus melihat suatu kesalahan dalam memahami jalan-jalan Tuhan. Dia berkata, “Hari Sabat dijadikan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk. 2:27). Lebih sering orang berpandangan bahwa mereka harus melakukan kewajiban-kewajiban agama tertentu, dengan cara-cara tertentu, di hari-hari tertentu supaya Tuhan berkenan. Kebenarannya ialah: Tuhan memanggil kita melampaui sekedar mengadakan ritual-ritual ibadah. Dia memanggil kita supaya selagi menjalani berbagai tata cara ibadah itu kita makin menyelami maksud-maksud, tujuan-tujuan & kerinduan hati Tuhan. Dan lebih dari itu. Setiap hari adalah pencarian akan Dia (Fil 3:7-8,10). Ibadah-ibadah kita minggu demi minggu & tahun demi tahun seharusnya menjadikan kita makin dekat & mengenal Dia -yang ditandai dengan suatu perubahan-perubahan sifat & karakter semakin indah di mata Tuhan & dunia. Itulah kuasa ibadah kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Thank you Siu. Aku senang kirim-kirim picture buatmu. Aku sudah terima tiap hari renunganmu sudah diberkati olehmu... (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Malam Ibu Siu Siang. Terima kasih untuk support ibu. Saya merasa saya bukan siapa-siapa Bu dan tulisan saya sederhana saja. Tuhan dalam kuasa Roh Kudus yang berkenan memakai yang biasa dan sederhana ini hingga bisa sampai ke hati setiap pembacanya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Mohon doanya Bu. Supaya Tuhan mampukan meneruskan hingga tahun kedua nanti. Saya juga membaca Broadcast renungan ibu tiap hari. Saya berdoa dan berharap untuk tetap semangat dan lebih lagi dalam pengenalan akan firman Tuhan. Salam, dan berkat bagi ibu sekeluarga. Amin. (Bp. Peter – Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment