WHAT DO YOU THINK OF...?
KASIH BAPA
menambahkan KEBERANIAN & IMAN. Efesus 3:12, “Bila kita PERCAYA
kepadaNya, kita bebas untuk berbicara apa yang kita katakan, BERANI menghadap
disaat kita perlu” (terjemahan bebas “The Message”). Efesus
3:12, “Di dalam Dia kita beroleh KEBERANIAN dan JALAN MASUK kepada Allah
dengan penuh KEPERCAYAAN oleh IMAN kita kepada-Nya” (terjemahan LAI). Kata jalan
masuk itu artinya kita punya akses / mendekat diberi hak
untuk menghadap Seorang Raja, melalui Yesus kita DIBERI HAK untuk menghadap
Allah Bapa di surga dengan KEBERANIAN & PERCAYA tanpa rasa takut.
Memanggil DIA sebagai BAPA memberikan IMAN & KEBERANIAN bagi kita untuk
datang kepadaNya setiap saat dalam keadaan apapun & meminta kebutuhan kita
apapun tanpa ragu (Matius 7:7-11, Ibrani 4:14-16). Tanpa dimintapun sebagai
BAPA pasti memenuhi KEBUTUHAN anak-anakNya, bahkan lebih dari KEBUTUHAN, IA
memberikan KELIMPAHAN & hal-hal yang terbaik bagi kita anak-anakNya (Lukas
11:11-13). Ada amin Saudara-saudaraku?? J.
Respon 1
Yos 1:4 – ...AKU
tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkanmu! Janji penyertaan sempurna
dari TUHAN. Jangan takut lagi. Mujizat pasti terjadi. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Jika tidak bisa
membantu jangan menggerutu.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Sebagian orang
Kristen berpikir bahwa ada satu hari dalam seminggu yang dikhususkan untuk
beribadah kepada Tuhan. Pada hari itu mereka menyediakan waktu untuk datang ke
gereja, memuji Tuhan, mendengarkan pemberitaan firman. Di masa modern ini
dimana orang-orang semakin sibuk & waktu semakin dibutuhkan sebagai
kesempatan mendapatkan uang maka ibadah dipersingkat dengan hanya satu atau dua
jam saja dalam seminggu. Bagaimana dengan waktu-waktu selain itu? Apakah benar
ibadah kepada Tuhan hanya pada waktu-waktu seperti disebutkan di atas? Inikah
penyebab perbedaan penampilan & sikap anak-anak Tuhan di tempat-tempat
ibadah dengan yang di kehidupan sehari-hari -sehingga tidak menjadi saksi-saksi
Kristus yang bersinar dalam sikap-sikap hidup yang mereka? Dalam pikiran
beberapa orang Kristen, ada porsi tertentu dalam hidup mereka untuk ibadah
& perkara-perkara rohani. Jika sudah turut serta mengambil bagian itu (yang
biasanya sangat minim dibandingkan keseluruhan waktu dalam hidup mereka) mereka
merasa sudah cukup & telah melakukan sesuatu yang sepantasnya di hadapan
Tuhan. Porsi kecil untuk urusan-urusan rohani bahkan dirasa cukup menjamin
Tuhan akan memberkati hidup mereka. Di sinilah Yesus melihat suatu kesalahan
dalam memahami jalan-jalan Tuhan. Dia berkata, “Hari Sabat dijadikan untuk
manusia, bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk. 2:27). Lebih sering orang berpandangan
bahwa mereka harus melakukan kewajiban-kewajiban agama tertentu, dengan
cara-cara tertentu, di hari-hari tertentu supaya Tuhan berkenan. Kebenarannya
ialah: Tuhan memanggil kita melampaui sekedar mengadakan ritual-ritual ibadah.
Dia memanggil kita supaya selagi menjalani berbagai tata cara ibadah itu kita
makin menyelami maksud-maksud, tujuan-tujuan & kerinduan hati Tuhan. Dan
lebih dari itu. Setiap hari adalah pencarian akan Dia (Fil 3:7-8,10).
Ibadah-ibadah kita minggu demi minggu & tahun demi tahun seharusnya
menjadikan kita makin dekat & mengenal Dia -yang ditandai dengan suatu
perubahan-perubahan sifat & karakter semakin indah di mata Tuhan &
dunia. Itulah kuasa ibadah kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
Thank you Siu. Aku
senang kirim-kirim picture buatmu. Aku sudah terima tiap hari renunganmu sudah
diberkati olehmu... (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Malam Ibu Siu
Siang. Terima kasih untuk support ibu. Saya merasa saya bukan siapa-siapa Bu
dan tulisan saya sederhana saja. Tuhan dalam kuasa Roh Kudus yang berkenan
memakai yang biasa dan sederhana ini hingga bisa sampai ke hati setiap
pembacanya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Mohon doanya Bu. Supaya Tuhan
mampukan meneruskan hingga tahun kedua nanti. Saya juga membaca Broadcast
renungan ibu tiap hari. Saya berdoa dan berharap untuk tetap semangat dan lebih
lagi dalam pengenalan akan firman Tuhan. Salam, dan berkat bagi ibu sekeluarga.
Amin. (Bp. Peter – Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment