WHAT DO YOU THINK OF...?
Respon 1
SAAT TEDUH. Selasa,
24 Maret 2015. Lukisan Di Telapak Tangan. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di
telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku (Yesaya 49:16).
Seorang seniman asal Spanyol, David Cata, punya cara yang aneh untuk melahirkan
sebuah karya seni. Tidak dengan melukis, tetapi ia rela menjahit telapak
tangannya demi menciptakan karya seni yang menakjubkan. Dengan menggunakan
jarum dan benang, David menyulam potret orang-orang terdekatnya di telapak
tangannya. “Wajah mereka telah terpatri dalam hidup saya. Mereka adalah
keluarga, teman, pasangan, dan guru,” kata David, seperti dilansir Design Boom.
Pada masa-masa pembuangan, Bangsa Israel mengalami masa-masa yang memilukan. Mereka
merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan mereka (ay. 14). Akibat
pemberontakan mereka, Tuhan memang telah membawa mereka ke pembuangan, tujuh
puluh tahun lamanya. Tetapi benarkah Tuhan melupakan dan meninggalkan mereka?
Apakah Tuhan tidak pilu mendengar rintihan kesakitan mereka? Inilah jawab-Nya:
“Lihat, Aku telah melukis engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di
ruang mata-Ku.” Seberapapun kerasnya penderitaan Israel, Allah tidak menegakan
mereka terus mengalami kesusahan itu; Dia mengingat mereka. Saat menghadapi
situasi sulit dan ketika doa-doa kita sepertinya tidak menghasilkan jawaban,
kita kerap kali merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan kita. Namun
lihatlah bagaimana Tuhan memandang hidup kita. Kita berharga di mata-Nya! Dia
tidak akan menegakan kita bergelut dengan penderitaan, asalkan sikap hati kita
berbalik kembali kepada-Nya. KARYA SENI TERINDAH YANG TELAH TUHAN HASILKAN
ADALAH: LUKISAN HIDUP KITA DI TELAPAK TANGAN-NYA! Puji Tuhan... Selamat pagi
semua. Semangat hari yang baru!!!! Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Ada seorang
laki-laki di tanah Us bernama Ayub, orang itu saleh dan jujur; ia takut akan
Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak
perempuan, ia memiliki tujuh ribu ekor kambing, tiga ribu ekor unta, lima ratus
pasang lembu, lima ratus keledai betina, dan budak-budak dalam jumlah sangat
besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang disebelah timur.
Wow!! Senang ya rasanya kalau kita menjadi Ayub dengan harta yang
berlimpah-limpah seperti itu, tetapi seandainya kita menjadi Ayub apakah dengan
harta sebanyak itu kita tetap saleh, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan?
Apakah kita tetap rendah hati, menyadari bahwa semua itu berasal dari TUHAN dan
ukuran iman kita tidak diukur dari banyaknya harta kita, artinya dalam sikon
hidup apapun kita tetap memegang teguh iman kita kepada TUHAN YESUS? Ybu. (Ibu
Inggita – PKS CL 4)
Respon 3
Yess... Ayub orang
yang sangat kaya dijaman itu tapi dikatakan dia adalah orang yang saleh, jujur,
takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Berarti kekayaannya itu murni
datangnya dari Tuhan bukan karena dia pintar berbisnis (menggunakan trik-trik
bisnis) tapi itu semua karena berkat Tuhan. Karena berkat Tuhanlah yang
menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Amsal 10:22). Jadi
libatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan kita. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 4
Maz 62:6 – Hanya
pada ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah HARAPANku! Woow ada
kepastian ketenangan, damai sejahtera, harapan bersama YESUS! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Selasa, 24 Maret
2015. Bacaan: 1 Korintus 10:1-13. Setahun: Hakim-Hakim 6-7. Nats:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak
melebihi kekuatan manusia (1 Korintus 10:13). TIDAK ADA YANG BARU. Malam itu
terjadi perusakan dan penganiayaan tidak jauh dari tempat tinggal kami.
Korbannya sekelompok orang yang sedang beribadah. Beberapa anggota keluarga
yang tinggal di luar kota menyarankan agar kami mengungsi untuk sementara
waktu. Komentar anak saya yang berusia enam tahun benar-benar meneguhkan hati.
“Kejadiannya seperti yang di Alkitab ya. Mereka juga dilarang untuk beribadah
kepada Tuhan! Mereka dihukum, tapi Tuhan menolong sehingga tidak takut.” Paulus
mengingatkan jemaat di Korintus agar tetap waspada dan teguh berdiri supaya
tidak jatuh pada kesalahan yang sama seperti yang dilakukan nenek moyang
mereka. Alih-alih tetap teguh berdiri, mereka justru mendukakan hati Tuhan dengan
berbagai tindakan mereka (ay. 7-10). Oleh karena itu, ada dua hal yang Paulus
ingatkan kepada jemaat di Korintus: tidak sombong dan menganggap enteng
permasalahan yang ada (ay. 12) serta tidak kecil hati karena permasalahan dan
pencobaan yang mereka alami bukanlah hal yang baru. Tuhan akan memampukan
mereka menanggungnya (ay. 13). Permasalahan dan pencobaan apakah yang saat ini
sedang menghimpit hidup kita? Ingat, tidak ada yang baru! Sejak zaman dahulu,
nenek moyang kita mengalami hal yang sama. Mintalah agar Tuhan memampukan kita
untuk tetap berhati-hati seraya terus mengandalkan pertolongan-Nya. Sebagaimana
Tuhan telah menguatkan mereka, kiranya Tuhan juga yang akan menguatkan kita
melewati berbagai permasalahan dan pencobaan yang “biasa” ini --Silvia Wiguno.
PERSOALAN YANG KITA ALAMI BERGUNA UNTUK MENGUJI IMAN KITA DAN MEMPERLIHATKAN
PEMELIHARAAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
Sebagian orang
berpikir hidup rohani itu rumit, banyak batasan & kekangan akan kebebasan:
harus ini itu, tidak boleh ini itu. Ini bisa berakibat membawa kebingungan demi
kebingungan mengenai bagaimana sebenarnya menjalani hidup di hadapan Tuhan.
Dalam Ulangan 10:12, dengan hikmat-Nya yang luar biasa, Tuhan memberitahukan
kepada Musa apa yang diinginkan-Nya atas umat-Nya. Sesuatu yang sangat
sederhana: “Maka sekarang, ...apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN,
Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang
ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu.” Perhatikan. Tuhan tidak meminta banyak hal.
Ia tidak meminta ibadah-ibadah berbiaya mahal atau menuntut pengetahuan
teologia yang tinggi maupun sumbangan bermiliar-miliar rupiah bagi pelayanan.
Semuanya tidak dipandang-Nya, jika yang paling utama yang diinginkan-Nya tidak
ada di hati kita. Rasa kagum, hormat & gentar akan Dia; hati & hidup
yang taat pada petunjuk perintah-Nya; dipenuhi rasa cinta & mengabdikan
diri dengan setia pada Tuhan -merupakan dasar kita terhubung dengan Pencipta
yang kita kenal melalui Kristus Yesus. Jika itu semua bersemayam di hati kita
maka cukuplah itu di hadapan Tuhan. Semua yang lain yang tidak berdasar apa
yang Tuhan cari di atas, yang tidak dipandu & dikawal semangat sedemikian, yang
tidak diakhiri dengan hati sedemikian di hadapan Tuhan niscaya tidak
menyenangkan hati-Nya. Mereka yang belajar berbagai hukum-hukum Tuhan tapi
tiada takut akan Tuhan di hati, menyiasati & memutarbalikkan
pengertian-pengertian firman demi kepentingan mereka pribadi. Anak-anak Tuhan
pun mencari-cari cara mendapatkan penuaian keuangan mereka melalui cara-cara
sealkitabiah mungkin -sebab uanglah yang mereka dambakan, bukan cinta pada
Tuhan yang dikobarkan. Hidup kita ialah bagi Tuhan. Untuk menyukakan hati-Nya,
mengabdi bagi kepentingan-kepentingan Kerajaan-Nya. Begitulah seharusnya hidup
umat-Nya. Yang kepada mereka dijanjikan akan beroleh segala berkat. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 7
Syalom. Amin...
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran” (2 Timotius 3:16). Terima kasih ibu Siu, motivasinya selalu luar
biasa. Selamat santap siang dan lanjut aktivitas TUHAN YESUS memberkati. (Bp.
Oktovianus – Nabire)

No comments:
Post a Comment