BILLIONAIRE
Ibrani 13:5, “Janganlah
kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan
Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’” Amin. Hidup berpada/hidup
dengan mencukupkan diri dengan apa yang kita “dapat”/dengan apa yang
kita “miliki” J. Tidak mudah di zaman sekarang hanya hidup “berpada” seperti yang
Firman Tuhan katakan. Teknologi yang begitu berkembang/maju dengan pesat. Apa
yang tidak bisa kita dapatkan di zaman yang lalu, saat ini sudah dapat kita
peroleh dengan sangat mudah asal kita memiliki “uang” :(. Hidup adalah pilihan,
jadi milikilah janji-janjiNya dengan percaya bahwa DIA yang akan memberkati
& mencukupi kita. Amin.
Respon 1
“Hati nurani yang
terus menerus diabaikan lama lama akan akan mati.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Harta benda
merupakan salah satu hal yang paling dicari & didambakan untuk dimiliki
orang-orang pada umumnya. Yesus menyampaikan kebenaran pada saat Dia berkata,
“Dimana hartamu berada, di situ hatimu juga berada.” Artinya harta kita adalah
kesayangan kita, sesuatu yang berharga bagi kita. Tidak mengherankan apabila
salah satu pengejaran yang terbesar, tiada habisnya & tanpa lelah dalam
hidup manusia ialah memperoleh & mengumpulkan harta benda. Tidak terbilang
berapa milyar orang telah menghabiskan seluruh tahun-tahun hidupnya demi
memperoleh segenggam harta atau bertumpuk-tumpuk kekayaan di dunia. Jika
manusia sedemikian mendambakan harta, Yesus Kristus memiliki penawaran: mengapa
tidak mengumpulkan saja harta yang lebih baik. Harta di sorga. Mengapa lebih
baik? Karena “pundi-pundi atau tempat harta kita tidak akan usang atau menjadi
lapuk, harta kita tidak akan habis; kekayaan kita itu tidak akan dapat dicuri;
juga tidak akan pernah rusak” (Luk. 12:33). Dan yang luar biasa adalah harta
abadi itu akan selama-lamanya kita miliki & tak akan pernah diambil dari
kita. Bukankah luar biasa? Harta sorgawi jauh lebih bernilai daripada segala
yang berharga yang ada di dunia. Emas, perak & permata hanyalah lantai
& hiasan dinding sorga; mutiara pun sekedar ornamen pintu gerbangnya.
Jelaslah rumah-rumah sorgawi sangat indah sebab Kristus sendiri yang
merancangnya. Tinggal di kota sorgawi sangatlah megah, mewah & tanpa
pencemaran apapun. Lebih dari harta benda, ada harta kebahagiaan, sukacita,
damai sejahtera & kasih memenuhi atmosfir rumah kekal kita. Kebahagiaan
yang tak pernah berhenti, dimana hanya ada senyum & air mata bahagia
tinggal bersama Tuhan & para kudus-Nya, jiwa-jiwa terbaik yang pernah ada
sebab karya tebusan Kristus. Harta dunia terlalu kecil, sedikit & tak
berarti dibanding harta sorgawi. Harta dunia harus dimanfaatkan sebagai salah
satu sarana mengumpulkan harta kekal. Mungkinkah Anda merasa betah di sorga
padahal harta Anda ada di dunia yang sedang lenyap untuk selamanya ini? Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 3
BELAJAR BERJALAN.
Bacaan: Hosea 11:1-4. NATS: Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat
mereka di tangan-Ku (Hosea 11:3). Saya mengenang hari-hari yang telah lama
berlalu, yaitu ketika anak-anak kami sedang belajar berjalan. Mula-mula mereka
menunjukkan bahwa mereka sudah siap untuk belajar berjalan dengan berdiri dan
dengan ragu-ragu menapakkan satu atau dua langkah. Saya dan istri saya lalu
mengulurkan tangan dan menyemangati mereka agar berjalan ke arah kami. Kami
memegang tangan mereka atau tali pada pakaian terusan mereka. Kami memberikan
pujian terhadap setiap upaya dan menyemangati setiap usaha. Kami tidak pernah
berkecil hati, atau menyerah sampai mereka berhasil. Demikian juga yang
diperbuat oleh Bapa surgawi kita: Dia “mengajar [Israel] berjalan” (Hosea
11:3). Dia mengangkat anak-anak-Nya ‘di tangan-Ku’ serta ‘menarik mereka dengan
tali kesetiaan, dengan ikatan kasih’ (ayat 3,4). Bapa surgawi kita berdiri di
hadapan kita dengan tangan yang terbuka, mendorong kita untuk melangkah menuju
kesucian, dan akan segera memegang kita ketika kita terantuk. Dia akan
membangkitkan ketika kita jatuh. Dia tidak pernah berkecil hati maupun menyerah
melihat kemajuan kita. Semakin sulit proses yang kita hadapi, maka semakin
besar perhatian dan kebaikan yang dicurahkan-Nya. George MacDonald pernah mengatakan
demikian, “Allah akan membantu ketika kita tidak dapat berjalan, dan Dia juga
akan membantu pada saat kita sulit untuk berjalan. Akan tetapi, Dia tidak dapat
membantu apabila kita tidak mau berjalan.” Walaupun Anda jatuh, Anda harus
mencoba lagi. Bapa akan memegang tangan Anda. KITA TIDAK DAPAT BERLARI DALAM
PERLOMBAAN KRISTIANI. SEBELUM KITA BELAJAR BERJALAN. (Bp. Budi – PT. MPU)
Respon 4
Pesan renungan yang
saya baca hari ini: 1) Kita harus MENCUKUPKAN DIRI dengan apa yang kita miliki
dan tidak iri terhadap milik orang lain sehingga kita MEMPERHAMBA DIRI kita
kepada uang supaya menjadi kaya seperti orang lain. Khusus pesan diatas saya
pernah mendengar cerita dari teman saya yang mengatakan ada seorang temannya
berpenghasilan pas-pasan, belum bekeluarga dan temannya berhutang banyak kepada
bank dan dicari debt collector dikarenakan semasa hidupnya dia selalu
berfoya-foya: sudah punya mobil second tapi karena melihat tetangganya beli
mobil baru akhirnya dia jual mobilnya dan beli yang baru tanpa memperhitungkan
cicilan ke depan yang harus dibayar, akhirnya mobil disita dan dia dipenjara.
2) Apa gunanya segala kekayaan apabila dia tidak bisa menikmatinya. Contoh:
karena suatu ambisi, meskipun sudah makmur, dia tetap menggadaikan pabriknya
dan tanahnya untuk berhutang kepada bank untuk memperbesar kapasitas pabriknya
kemudian, dia terus bekerja untuk membayar cicilan hutangnya sehingga tidak
mempedulikan kesehatannya. 3) Minta hikmat Tuhan dalam mengelola dan
menggunakan uang kita. Tidak ada salahnya kalau seseorang mencari uang dan
menggunakan uangnya tapi selalu minta tuntunan dan Minta hikmat Tuhan dalam
mengelola dan menggunakan uang kita dengan bijak. AMIN. (Yohanes – CL 3)
Respon 5
Orang yang punya
pengharapan kepada Tuhan dan tidak pernah mau menyerah sulit untuk dikalahkan.
Mikha 7:8, “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh,
aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi
terangku.” (GNCC)

No comments:
Post a Comment