Wednesday, 9 September 2015

9 September 2015

BILLIONAIRE




Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’” Amin. Hidup berpada/hidup dengan mencukupkan diri dengan apa yang kita “dapat”/dengan apa yang kita “miliki” J. Tidak mudah di zaman sekarang hanya hidup “berpada” seperti yang Firman Tuhan katakan. Teknologi yang begitu berkembang/maju dengan pesat. Apa yang tidak bisa kita dapatkan di zaman yang lalu, saat ini sudah dapat kita peroleh dengan sangat mudah asal kita memiliki “uang” :(. Hidup adalah pilihan, jadi milikilah janji-janjiNya dengan percaya bahwa DIA yang akan memberkati & mencukupi kita. Amin.

Respon 1
“Hati nurani yang terus menerus diabaikan lama lama akan akan mati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Harta benda merupakan salah satu hal yang paling dicari & didambakan untuk dimiliki orang-orang pada umumnya. Yesus menyampaikan kebenaran pada saat Dia berkata, “Dimana hartamu berada, di situ hatimu juga berada.” Artinya harta kita adalah kesayangan kita, sesuatu yang berharga bagi kita. Tidak mengherankan apabila salah satu pengejaran yang terbesar, tiada habisnya & tanpa lelah dalam hidup manusia ialah memperoleh & mengumpulkan harta benda. Tidak terbilang berapa milyar orang telah menghabiskan seluruh tahun-tahun hidupnya demi memperoleh segenggam harta atau bertumpuk-tumpuk kekayaan di dunia. Jika manusia sedemikian mendambakan harta, Yesus Kristus memiliki penawaran: mengapa tidak mengumpulkan saja harta yang lebih baik. Harta di sorga. Mengapa lebih baik? Karena “pundi-pundi atau tempat harta kita tidak akan usang atau menjadi lapuk, harta kita tidak akan habis; kekayaan kita itu tidak akan dapat dicuri; juga tidak akan pernah rusak” (Luk. 12:33). Dan yang luar biasa adalah harta abadi itu akan selama-lamanya kita miliki & tak akan pernah diambil dari kita. Bukankah luar biasa? Harta sorgawi jauh lebih bernilai daripada segala yang berharga yang ada di dunia. Emas, perak & permata hanyalah lantai & hiasan dinding sorga; mutiara pun sekedar ornamen pintu gerbangnya. Jelaslah rumah-rumah sorgawi sangat indah sebab Kristus sendiri yang merancangnya. Tinggal di kota sorgawi sangatlah megah, mewah & tanpa pencemaran apapun. Lebih dari harta benda, ada harta kebahagiaan, sukacita, damai sejahtera & kasih memenuhi atmosfir rumah kekal kita. Kebahagiaan yang tak pernah berhenti, dimana hanya ada senyum & air mata bahagia tinggal bersama Tuhan & para kudus-Nya, jiwa-jiwa terbaik yang pernah ada sebab karya tebusan Kristus. Harta dunia terlalu kecil, sedikit & tak berarti dibanding harta sorgawi. Harta dunia harus dimanfaatkan sebagai salah satu sarana mengumpulkan harta kekal. Mungkinkah Anda merasa betah di sorga padahal harta Anda ada di dunia yang sedang lenyap untuk selamanya ini? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
BELAJAR BERJALAN. Bacaan: Hosea 11:1-4. NATS: Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku (Hosea 11:3). Saya mengenang hari-hari yang telah lama berlalu, yaitu ketika anak-anak kami sedang belajar berjalan. Mula-mula mereka menunjukkan bahwa mereka sudah siap untuk belajar berjalan dengan berdiri dan dengan ragu-ragu menapakkan satu atau dua langkah. Saya dan istri saya lalu mengulurkan tangan dan menyemangati mereka agar berjalan ke arah kami. Kami memegang tangan mereka atau tali pada pakaian terusan mereka. Kami memberikan pujian terhadap setiap upaya dan menyemangati setiap usaha. Kami tidak pernah berkecil hati, atau menyerah sampai mereka berhasil. Demikian juga yang diperbuat oleh Bapa surgawi kita: Dia “mengajar [Israel] berjalan” (Hosea 11:3). Dia mengangkat anak-anak-Nya ‘di tangan-Ku’ serta ‘menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih’ (ayat 3,4). Bapa surgawi kita berdiri di hadapan kita dengan tangan yang terbuka, mendorong kita untuk melangkah menuju kesucian, dan akan segera memegang kita ketika kita terantuk. Dia akan membangkitkan ketika kita jatuh. Dia tidak pernah berkecil hati maupun menyerah melihat kemajuan kita. Semakin sulit proses yang kita hadapi, maka semakin besar perhatian dan kebaikan yang dicurahkan-Nya. George MacDonald pernah mengatakan demikian, “Allah akan membantu ketika kita tidak dapat berjalan, dan Dia juga akan membantu pada saat kita sulit untuk berjalan. Akan tetapi, Dia tidak dapat membantu apabila kita tidak mau berjalan.” Walaupun Anda jatuh, Anda harus mencoba lagi. Bapa akan memegang tangan Anda. KITA TIDAK DAPAT BERLARI DALAM PERLOMBAAN KRISTIANI. SEBELUM KITA BELAJAR BERJALAN. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 4
Pesan renungan yang saya baca hari ini: 1) Kita harus MENCUKUPKAN DIRI dengan apa yang kita miliki dan tidak iri terhadap milik orang lain sehingga kita MEMPERHAMBA DIRI kita kepada uang supaya menjadi kaya seperti orang lain. Khusus pesan diatas saya pernah mendengar cerita dari teman saya yang mengatakan ada seorang temannya berpenghasilan pas-pasan, belum bekeluarga dan temannya berhutang banyak kepada bank dan dicari debt collector dikarenakan semasa hidupnya dia selalu berfoya-foya: sudah punya mobil second tapi karena melihat tetangganya beli mobil baru akhirnya dia jual mobilnya dan beli yang baru tanpa memperhitungkan cicilan ke depan yang harus dibayar, akhirnya mobil disita dan dia dipenjara. 2) Apa gunanya segala kekayaan apabila dia tidak bisa menikmatinya. Contoh: karena suatu ambisi, meskipun sudah makmur, dia tetap menggadaikan pabriknya dan tanahnya untuk berhutang kepada bank untuk memperbesar kapasitas pabriknya kemudian, dia terus bekerja untuk membayar cicilan hutangnya sehingga tidak mempedulikan kesehatannya. 3) Minta hikmat Tuhan dalam mengelola dan menggunakan uang kita. Tidak ada salahnya kalau seseorang mencari uang dan menggunakan uangnya tapi selalu minta tuntunan dan Minta hikmat Tuhan dalam mengelola dan menggunakan uang kita dengan bijak. AMIN. (Yohanes – CL 3)

Respon 5
Orang yang punya pengharapan kepada Tuhan dan tidak pernah mau menyerah sulit untuk dikalahkan. Mikha 7:8, “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.” (GNCC)

No comments:

Post a Comment