BILLIONAIRE
Yesaya 32:20, “Berbahagialah
kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat
membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana!” Benih akan ‘berguna,
bertumbuh dengan subur’ jika ditabur di tanah/‘di tempat yang baik’/di tempat
yang TEPAT (di mana terdapat air). Menabur/memberi adalah salah satu kunci
hidup berkelimpahan, umur panjang & memperlebar Kerajaan Surga. Amin.
Sudahkah kita menabur benih di tempat yang tepat? Lakukan apa yang menjadi ‘bagian
kita’/menabur maka Tuhan yang akan melakukan bagianNya/memberkati kita. Amin
:).
Respon 1
Banyak yang setuju
untuk mengatakan bahwa cinta ialah suatu misteri. Tidak ada yang pernah
benar-benar tahu mengapa seseorang bisa mencintai orang lain. Cinta terkadang
datang & pergi tanpa kita benar-benar sadari. Ada yang sesaat berlangsung;
ada pula yang bertahan berpuluh tahun sampai sehidup semati dengan pasangannya.
Terkadang kita berpikir melihat suatu pasangan yang serasi di hadapan kita,
namun nyatanya tidak demikian. Atau sebaliknya, logika kita berkata pasangan
itu tidak cocok & sepadan -faktanya keduanya begitu saling menyayangi.
Memahami hubungan kasih di antara dua orang (laki-laki & perempuan) sepelik
mengerti hati manusia itu sendiri & serumit menyelami pikiran orang yang
selalu tersembunyi di hadapan siapapun selain Tuhan. Itulah mengapa Agur yang
penuh hikmat menyebutkannya sebagai salah satu dari 4 hal yang terlalu sukar
dipahaminya: jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis (Ams. 30:19d). Hanya
dua orang itu yang benar-benar memahami mengapa mereka melangkah bersama dalam
cinta. Serupa dengan itulah gambaran antara Kristus & mempelainya yaitu
kita, gereja-Nya. Kita tidak pernah benar-benar tahu mengapa Bapa sangat
mengasihi kita sehingga mengutus Yesus untuk mati bagi kita & mengirim Roh
Kudus yang dengan penuh kesabaran menuntun & mengajari kita. Sebuah pujian
menggambarkan-nya dengan baik: “Ku tak tahu mengapa Yesus mengasihiku. Ku tak
tahu mengapa Dia pedulikanku. Ku tak tahu mengapa Dia korbankan hidup-Nya. Oh,
tapiku bersuka, bersyukur Dia telah perbuat itu bagiku” (terjemahan bebas dari
lagu “I don't know why Jesus loves me”). Bisa jadi kita memang tidak pernah
tahu alasan kasih Tuhan bagi kita, namun satu hal harus kita pastikan. Kita
harus menyadari kasih itu & menanggapinya dengan semestinya. Yaitu dengan
melakukan perintah-Nya: mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi
& kekuatan kita. Oh biarlah keberadaan kita, yang terlihat ataupun tidak,
seluruhnya menyatakan bahwa kita mencintai Tuhan. Lebih dari segala-galanya.
Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Maz 121:2 –
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi! YESUS sumber
PERTOLONGANku! Mulai besok 25/9-5/10 “kiriman AYAT-LIBUR” sebab saya sekeluarga
pelayanan dan antar Eva anak saya kuliah di Sydney-Aussie! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 3
“Banyak orang
membeli gengsi ketimbang fungsi, mengejar prestise daripada prestasi.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 4
MENEMUKAN ARUS.
Bacaan: Yohanes 7:32-44. NATS: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang
dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air
hidup (Yohanes 7:38). Apakah yang dapat merusak pelayanan baik sebuah gereja?
Cukup seseorang yang haus kekuasaan. Salah seorang pendeta yang pernah menjadi
teman saya semasa kuliah, mengirimkan surat kepada saya dan menceritakan
tentang gangguan yang terjadi di gerejanya. Orang-orang di gerejanya telah
beriman kepada Kristus, dan jumlah jemaatnya berkembang menjadi empat kali
lipat. Anggota-anggota gereja aktif melayani di gereja dan masyarakat. Namun
kemudian, seseorang yang duduk di posisi kepemimpinan mulai merasa iri dengan
pengaruh sang pendeta. Karena ia merasa patut memperoleh kekuasaan lebih, maka
mulailah ia menjelek-jelekkan sang pendeta. Ia berharap hal ini dapat
meningkatkan kualitasnya. Ia tidak peduli tindakannya berpengaruh negatif
terhadap karya Allah; ia hanya menginginkan kekuasaan dan pengakuan. Ia memicu
kekacauan yang menyebabkan teman saya akhirnya mengundurkan diri. Apabila kita
melayani Kristus, kita tidak punya hak untuk mencari kekuasaan. Kita tidak
berhak memperoleh gengsi. Kita tidak memiliki alasan untuk mencari peningkatan
harga diri dan pengakuan. Betapa lebih baik jika kita melayani dengan diam-diam
di belakang, sambil mengingat Yesus, teladan kita yang “datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani” (Matius 20:28). Apakah Anda seorang
pendeta? Pengajar? Diaken? Misionaris? Anggota gereja? Jika Anda mencari
kekuasaan, Anda barangkali akan mendapatkannya. Akan tetapi, kekuasaan yang
Anda dapatkan itu akan menjadi kekuasaan yang merusak pelayanan baik dari
gereja Anda. KITA KEHILANGAN PERKENANAN ALLAH APABILA MENCARI PUJIAN MANUSIA.
(Bp. Budi – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment