Thursday, 24 September 2015

24 September 2015

BILLIONAIRE




Yesaya 32:20, “Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana!” Benih akan ‘berguna, bertumbuh dengan subur’ jika ditabur di tanah/‘di tempat yang baik’/di tempat yang TEPAT (di mana terdapat air). Menabur/memberi adalah salah satu kunci hidup berkelimpahan, umur panjang & memperlebar Kerajaan Surga. Amin. Sudahkah kita menabur benih di tempat yang tepat? Lakukan apa yang menjadi ‘bagian kita’/menabur maka Tuhan yang akan melakukan bagianNya/memberkati kita. Amin :).

Respon 1
Banyak yang setuju untuk mengatakan bahwa cinta ialah suatu misteri. Tidak ada yang pernah benar-benar tahu mengapa seseorang bisa mencintai orang lain. Cinta terkadang datang & pergi tanpa kita benar-benar sadari. Ada yang sesaat berlangsung; ada pula yang bertahan berpuluh tahun sampai sehidup semati dengan pasangannya. Terkadang kita berpikir melihat suatu pasangan yang serasi di hadapan kita, namun nyatanya tidak demikian. Atau sebaliknya, logika kita berkata pasangan itu tidak cocok & sepadan -faktanya keduanya begitu saling menyayangi. Memahami hubungan kasih di antara dua orang (laki-laki & perempuan) sepelik mengerti hati manusia itu sendiri & serumit menyelami pikiran orang yang selalu tersembunyi di hadapan siapapun selain Tuhan. Itulah mengapa Agur yang penuh hikmat menyebutkannya sebagai salah satu dari 4 hal yang terlalu sukar dipahaminya: jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis (Ams. 30:19d). Hanya dua orang itu yang benar-benar memahami mengapa mereka melangkah bersama dalam cinta. Serupa dengan itulah gambaran antara Kristus & mempelainya yaitu kita, gereja-Nya. Kita tidak pernah benar-benar tahu mengapa Bapa sangat mengasihi kita sehingga mengutus Yesus untuk mati bagi kita & mengirim Roh Kudus yang dengan penuh kesabaran menuntun & mengajari kita. Sebuah pujian menggambarkan-nya dengan baik: “Ku tak tahu mengapa Yesus mengasihiku. Ku tak tahu mengapa Dia pedulikanku. Ku tak tahu mengapa Dia korbankan hidup-Nya. Oh, tapiku bersuka, bersyukur Dia telah perbuat itu bagiku” (terjemahan bebas dari lagu “I don't know why Jesus loves me”). Bisa jadi kita memang tidak pernah tahu alasan kasih Tuhan bagi kita, namun satu hal harus kita pastikan. Kita harus menyadari kasih itu & menanggapinya dengan semestinya. Yaitu dengan melakukan perintah-Nya: mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi & kekuatan kita. Oh biarlah keberadaan kita, yang terlihat ataupun tidak, seluruhnya menyatakan bahwa kita mencintai Tuhan. Lebih dari segala-galanya. Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Maz 121:2 – Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi! YESUS sumber PERTOLONGANku! Mulai besok 25/9-5/10 “kiriman AYAT-LIBUR” sebab saya sekeluarga pelayanan dan antar Eva anak saya kuliah di Sydney-Aussie! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Banyak orang membeli gengsi ketimbang fungsi, mengejar prestise daripada prestasi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
MENEMUKAN ARUS. Bacaan: Yohanes 7:32-44. NATS: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:38). Apakah yang dapat merusak pelayanan baik sebuah gereja? Cukup seseorang yang haus kekuasaan. Salah seorang pendeta yang pernah menjadi teman saya semasa kuliah, mengirimkan surat kepada saya dan menceritakan tentang gangguan yang terjadi di gerejanya. Orang-orang di gerejanya telah beriman kepada Kristus, dan jumlah jemaatnya berkembang menjadi empat kali lipat. Anggota-anggota gereja aktif melayani di gereja dan masyarakat. Namun kemudian, seseorang yang duduk di posisi kepemimpinan mulai merasa iri dengan pengaruh sang pendeta. Karena ia merasa patut memperoleh kekuasaan lebih, maka mulailah ia menjelek-jelekkan sang pendeta. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan kualitasnya. Ia tidak peduli tindakannya berpengaruh negatif terhadap karya Allah; ia hanya menginginkan kekuasaan dan pengakuan. Ia memicu kekacauan yang menyebabkan teman saya akhirnya mengundurkan diri. Apabila kita melayani Kristus, kita tidak punya hak untuk mencari kekuasaan. Kita tidak berhak memperoleh gengsi. Kita tidak memiliki alasan untuk mencari peningkatan harga diri dan pengakuan. Betapa lebih baik jika kita melayani dengan diam-diam di belakang, sambil mengingat Yesus, teladan kita yang “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Matius 20:28). Apakah Anda seorang pendeta? Pengajar? Diaken? Misionaris? Anggota gereja? Jika Anda mencari kekuasaan, Anda barangkali akan mendapatkannya. Akan tetapi, kekuasaan yang Anda dapatkan itu akan menjadi kekuasaan yang merusak pelayanan baik dari gereja Anda. KITA KEHILANGAN PERKENANAN ALLAH APABILA MENCARI PUJIAN MANUSIA. (Bp. Budi – PT. MPU)

No comments:

Post a Comment