Tuesday, 1 September 2015

1 September 2015

BILLIONAIRE




Seri Billionare 2015: Mengatur / Mengelola / Perencanaan Keuangan. Filipi 4:19, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan- Nya dalam Kristus Yesus.” Tuhan mau kita selalu mensykuri atas apa yang kita miliki & Tuhan menjamin hidup kita. Setialah dalam mengatur/merencanakan/mengelola keuangan kita, sebab uang adalah Tuan yang jahat, tetapi Hamba yang baik. Maksud dari ungkapan tersebut adalah: Jika kita dapat mengatur/merencanakan dalam keuangan kita maka uang akan menjadi perkara kecil/hamba yang melayani kita. Tetapi bila kita diatur oleh uang, maka uang akan menjadi Tuan yang akan memperbudak kita! Kemampuan mengelola/merencakan keuangan kita, akan menentukan apakh kita menjadi hamba uang? Atau uang menjadi Tuan atas kita? Amin. Mari minta kepada Tuhan/berDOA agar kita dapat menguasai diri, diberi kemampuan & hikmat agar dapat mengelola/merencanakan berkat-berkat yang sudah Tuhan percayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya! Amin.

Respon 1
Lukas 14:28, ‘Sebab siapakah diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?’ Perencanaan dalam mengatur keuangan sangat penting. Memang Tuhan bilang akan mencukupkan semua keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya (Filipi 4:19) tapi kita juga harus bisa mengelola keuangan. Kalau mau membeli sesuatu ya kita harus tahu apakah anggaran kita cukup atau tidak. Tuhan mengajarkan pada kita “cukupkan dengan apa yang ada padamu” jadi kita harus bisa mengatur keuangan kita sehingga kita tidak terikat pada hutang. Dahulukan apa yang perlu bukan yang kita inginkan. (Ibu Rita – PKS CL 4)

Respon 2
Rat 3:25 – TUHAN adalah BAIK bagi orang yang berharap kepada-NYA, bagi jiwa yang mencari DIA! Datang dan berharaplah pada-NYA. DIA sangat BAIK. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Saat kita kecewa orang lain tidak mempedulikan kita, kita lupa kepada Tuhan yang tidak sedetik pun melalaikan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Kebahagiaan ditemukan ketika berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Mazmur 139:14, ‘Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.’ (GNCC)

Respon 5
Ayat bacaan: Daniel 3:8-30. Nats: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). AKU BERSERAH. Ketika menyanyikan lagu, ‘Berserah kepada Yesus, tubuh roh dan jiwaku,’ saya teringat akan pergumulan ayah saya dengan suatu penyakit terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk berumur panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik terjadinya mukjizat berlangsung ketika ayah berdoa, ‘Jadilah kehendak-Mu, aku berserah kepada-Mu.’ Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat pada organ-organ tubuh yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika. Ketika menghadapi ancaman hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun Tuhan tidak menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang didirikan oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap berserah mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa Tuhan dan berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu” (Matius 6:10). Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan bahwa iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya. Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! --Ni Made Taganing Kurniati. Selamat berkarya. Tuhan memberkati. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 6
Sudah banyak yang tahu & menyadari -khususnya di belahan dunia timur- bahwa alam roh & makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya adalah suatu kenyataan. Bangsa-bangsa timur yang religius sangat meyakini adanya dunia yang tak nampak ini. Namun bagaimanakah sebenarnya realitas sejati dari dunia itu? Benarkah kita telah cukup memahaminya? Faktanya, pendapat-pendapat berikut masih disebut & diulang-ulang di tengah-tengah kita: “Setan atau hantu jangan diganggu. Biarlah kita hidup di dunia kita sendiri & jangan saling mencampuri. Jika kita tidak mengganggu mereka maka kita pun tidak akan diganggu.” Dan dari situ, berkembang praktek-praktek yang umum dilakukan seperti memberi salam, meminta ijin untuk lewat, tidak menginjak makam, atau tidak berani mengucapkan hal-hal yang tidak sopan di tempat-tempat yang dianggap angker/keramat (yang anehnya, rasa takut atau menjaga perilaku serupa jarang ditunjukkan terhadap Tuhan di tempat-tempat ibadah). Jika mengamati Alkitab, kita akan menemukan banyak perbedaan pandangan. Tersurat dalam kitab suci kita bahwa iblis ialah makhluk roh yang jahat, yang tiada henti berkeliling seperti singa yang mengaum-aum, mencari siapa yang dapat ditelannya (1 Pet. 5:8). Artinya, keberadaan iblis ialah demi menghancurkan manusia khususnya orang-orang percaya supaya dapat dibinasakan jiwanya. Apapun yang dilakukan iblis, Yesus menyebutnya sebagai tindakan mencuri, membunuh & membinasakan apa yang disediakan Tuhan bagi manusia termasuk terhadap jiwa manusia itu sendiri (Yoh. 10:10a). Di luar keinginan kita sekalipun, kuasa kegelapan aktif mengganggu, meracuni pikiran, mempengaruhi & membujuk kepada dosa, menjauhkan kita dari Allah & sedapat mungkin menekan, mengintimidasi & menakut-nakuti kita agar kita gentar & meninggi-ninggikan kuasa jahat lebih daripada Tuhan. Mengetahui bahwa musuh kita tidaklah nampak semestinya membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan. Tanpa Dia, mustahil berjalan sendiri, selamat dari jerat iblis & sampai di sorga. Jadi, masih yakinkah Anda berjalan tanpa Roh Kudus nan baik & berkuasa itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment