BILLIONAIRE
Seri Billionare
2015: Mengatur / Mengelola / Perencanaan Keuangan. Filipi 4:19, “Allahku
akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan- Nya dalam
Kristus Yesus.” Tuhan mau kita selalu mensykuri atas apa yang kita miliki
& Tuhan menjamin hidup kita. Setialah dalam mengatur/merencanakan/mengelola
keuangan kita, sebab uang adalah Tuan yang jahat, tetapi Hamba yang baik.
Maksud dari ungkapan tersebut adalah: Jika kita dapat mengatur/merencanakan
dalam keuangan kita maka uang akan menjadi perkara kecil/hamba yang melayani
kita. Tetapi bila kita diatur oleh uang, maka uang akan menjadi Tuan yang akan
memperbudak kita! Kemampuan mengelola/merencakan keuangan kita, akan menentukan
apakh kita menjadi hamba uang? Atau uang menjadi Tuan atas kita? Amin. Mari
minta kepada Tuhan/berDOA agar kita dapat menguasai diri, diberi kemampuan
& hikmat agar dapat mengelola/merencanakan berkat-berkat yang sudah Tuhan
percayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya! Amin.
Respon 1
Lukas 14:28, ‘Sebab
siapakah diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk
dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan
pekerjaan itu?’ Perencanaan dalam mengatur keuangan sangat penting. Memang
Tuhan bilang akan mencukupkan semua keperluan kita menurut kekayaan dan
kemuliaanNya (Filipi 4:19) tapi kita juga harus bisa mengelola keuangan. Kalau
mau membeli sesuatu ya kita harus tahu apakah anggaran kita cukup atau tidak.
Tuhan mengajarkan pada kita “cukupkan dengan apa yang ada padamu” jadi kita
harus bisa mengatur keuangan kita sehingga kita tidak terikat pada hutang.
Dahulukan apa yang perlu bukan yang kita inginkan. (Ibu Rita – PKS CL 4)
Respon 2
Rat 3:25 – TUHAN
adalah BAIK bagi orang yang berharap kepada-NYA, bagi jiwa yang mencari DIA!
Datang dan berharaplah pada-NYA. DIA sangat BAIK. Terima kasih YESUSku! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
“Saat kita kecewa
orang lain tidak mempedulikan kita, kita lupa kepada Tuhan yang tidak sedetik
pun melalaikan kita.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Kebahagiaan
ditemukan ketika berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Mazmur
139:14, ‘Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib;
ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.’ (GNCC)
Respon 5
Ayat bacaan: Daniel
3:8-30. Nats: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja,
bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas
yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). AKU BERSERAH. Ketika menyanyikan lagu, ‘Berserah
kepada Yesus, tubuh roh dan jiwaku,’ saya teringat akan pergumulan ayah saya
dengan suatu penyakit terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan
untuk berumur panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik
terjadinya mukjizat berlangsung ketika ayah berdoa, ‘Jadilah kehendak-Mu, aku
berserah kepada-Mu.’ Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat
pada organ-organ tubuh yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika. Ketika
menghadapi ancaman hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh,
Mesakh, dan Abednego berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun
Tuhan tidak menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang
didirikan oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap
berserah mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa
Tuhan dan berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa,
“Jadilah kehendak-Mu” (Matius 6:10). Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan
bahwa iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita
inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya.
Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan
sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada
masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! --Ni
Made Taganing Kurniati. Selamat berkarya. Tuhan memberkati. (Bp. Budi – PT.
MPU)
Respon 6
Sudah banyak yang
tahu & menyadari -khususnya di belahan dunia timur- bahwa alam roh &
makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya adalah suatu kenyataan. Bangsa-bangsa
timur yang religius sangat meyakini adanya dunia yang tak nampak ini. Namun
bagaimanakah sebenarnya realitas sejati dari dunia itu? Benarkah kita telah
cukup memahaminya? Faktanya, pendapat-pendapat berikut masih disebut &
diulang-ulang di tengah-tengah kita: “Setan atau hantu jangan diganggu. Biarlah
kita hidup di dunia kita sendiri & jangan saling mencampuri. Jika kita tidak
mengganggu mereka maka kita pun tidak akan diganggu.” Dan dari situ, berkembang
praktek-praktek yang umum dilakukan seperti memberi salam, meminta ijin untuk
lewat, tidak menginjak makam, atau tidak berani mengucapkan hal-hal yang tidak
sopan di tempat-tempat yang dianggap angker/keramat (yang anehnya, rasa takut
atau menjaga perilaku serupa jarang ditunjukkan terhadap Tuhan di tempat-tempat
ibadah). Jika mengamati Alkitab, kita akan menemukan banyak perbedaan
pandangan. Tersurat dalam kitab suci kita bahwa iblis ialah makhluk roh yang
jahat, yang tiada henti berkeliling seperti singa yang mengaum-aum, mencari
siapa yang dapat ditelannya (1 Pet. 5:8). Artinya, keberadaan iblis ialah demi
menghancurkan manusia khususnya orang-orang percaya supaya dapat dibinasakan jiwanya.
Apapun yang dilakukan iblis, Yesus menyebutnya sebagai tindakan mencuri,
membunuh & membinasakan apa yang disediakan Tuhan bagi manusia termasuk
terhadap jiwa manusia itu sendiri (Yoh. 10:10a). Di luar keinginan kita
sekalipun, kuasa kegelapan aktif mengganggu, meracuni pikiran, mempengaruhi
& membujuk kepada dosa, menjauhkan kita dari Allah & sedapat mungkin
menekan, mengintimidasi & menakut-nakuti kita agar kita gentar &
meninggi-ninggikan kuasa jahat lebih daripada Tuhan. Mengetahui bahwa musuh kita
tidaklah nampak semestinya membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan. Tanpa
Dia, mustahil berjalan sendiri, selamat dari jerat iblis & sampai di sorga.
Jadi, masih yakinkah Anda berjalan tanpa Roh Kudus nan baik & berkuasa itu?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment