Wednesday, 16 September 2015

16 September 2015

BILLIONAIRE




Matius 6:24, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Ternyata uang ditemukan sebagai nomer 1 kompetitornya Tuhan dihati kita. Mengapa? Seringkali uang menjadi yang utama & pertama di dalam hidup kita (number one). Tuhan Yesus tidak mati di kayu salib supaya IA bisa ada diurutan ke 10, 5 atau 2 dalam hidup kita. Yesus mengupayakan segala macam cara untuk menjadi nomer 1 di hati kita, masihkah kita ragu & menomerduakan DIA? Uang tidaklah jahat jika penggunanya bijaksana, sebab uang juga mempunyai ‘keterbatasan’ (ia hanyalah alat/benda) yang tidak dapat bergerak sendiri jika tidak digerakkan J. Jadi tidaklah tepat bila kita menjadikan uang sebagai yang Utama/“Tuan” atas hidup kita J. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Amin. Utamakan DIA maka DIA akan memberkati, memelihara hidup kita selama-lamanya. Amin J.

Respon 1
Amsal 24:6, ‘Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.’ Gagal dalam merencanakan adalah merencanakan untuk gagal.

Respon 2
“Ada orang yang boros terhadap diri tapi atos terhadap orang lain atau dermawan bagi orang lain namun perhitungan bagi keluarga sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 16 September 2015. Anugerah Keselamatan. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah... (Efesus 2:8). Suatu ketika diadakan operasi katarak gratis oleh beberapa gereja yang bekerja sama dengan beberapa lembaga dari daerah setempat. Selain operasi, para pasien juga mendapatkan ongkos transportasi. Uniknya, banyak pasien yang tidak percaya bahwa operasi katarak ini benar-benar gratis. Mereka bertanya apakah ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, termasuk apakah mereka harus membayar sejumlah uang sekadar sebagai uang lelah bagi para relawan yang terlibat dalam acara tersebut. Tanggapan yang hampir sama dapat ditemukan berkaitan dengan anugerah keselamatan, yang dianugerahkan melalui pengurbanan Kristus di kayu salib. Kita hanya perlu memercayainya. Percaya atau beriman berarti sepakat bahwa kita tidak dapat mengatasi dosa dengan kekuatan sendiri, melainkan cukup dengan menerima penebusan Yesus yang sempurna. Hanya itu. Kita tidak perlu berusaha “membayar” penebusan-Nya itu dengan perbuatan baik atau membayar sejumlah uang. Penebusan-Nya sudah cukup untuk menyelamatkan kita: melepaskan kita dari kuasa dosa dan memberi kita kehidupan baru bersama dengan Dia. Karena keselamatan merupakan pemberian, kita tidak dapat menyombongkannya, namun kita dapat merayakannya. Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak termasuk kelompok yang berusaha menambahkan anugerah keselamatan dengan perbuatan tertentu. Kita hanya perlu menerima anugerah Allah dengan rasa syukur, lalu menanggapinya dengan menjalani hidup baru yang dikaruniakan-Nya. Ini pun oleh anugerah-Nya –IDO. YESUS SUDAH MELUNASI HARGA UNTUK KESELAMATAN MANUSIA; TIDAK ADA SISA UTANG SEDIKIT PUN YANG MASIH HARUS KITA BAYAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Tuhan membenci kemalasan. Dalam berbagai bentuk & tingkatannya. Sesungguhnya, ada para pemalas yang sama sekali enggan melakukan apapun dengan tangannya; tak sedikitpun ia bersedia turun tangan untuk bekerja. Ada pula pemalas-pemalas dalam pekerjaannya. Korupsi dalam segala bidang adalah buah-buah dari kelakuannya itu -yang menginginkan hasil berlimpah tapi tak mau berbuat banyak. Ada pula pemalas-pemalas yang tak terkenali -yang tampak begitu semangat & rajin namun tidak menghasilkan kemajuan apapun. Pada sisi lain, ada pemalas-pemalas berkedok agama yang memanfaatkan status atau posisi-posisi religius tertentu untuk menarik keuntungan dari orang-orang yang beribadah, padahal secara umum tidak banyak sumbangan mereka bagi pertumbuhan rohani yang sejati. Sebaliknya, Tuhan berkenan pada orang-orang yang benar-benar rajin. Bahkan dalam kasih karunia-Nya yang besar, mereka yang tidak mengenal Tuhan masih diijinkan mendapatkan hasil dari kerja kerasnya di dunia meski pada akhirnya, dipandang dari sudut kekekalan, semuanya sia-sia sebagaimana dikatakan Pengkhotbah. Tuhan menghendaki manusia menjadi produkif dalam hidupnya. Ini tidak selalu diartikan memiliki nafkah atau profesi tertentu secara sekuler. Sebab masih banyak yang berpikir bahwa ladang pelayanan rohani bukan termasuk bekerja. Ini keliru. Dalam bidang rohani sekalipun, Tuhan menanti suatu karya nyata -bahkan tanpa iming-iming materi! Sejatinya, sudah seharusnya mereka yang mengaku sebagai hamba-hamba Tuhan merupakan manusia-manusia paling sibuk di dunia sebab “tuaian banyak tapi pekerja sedikit”. Yesus sendiri menjalani kedua jalur hidup manusia: bekerja sekuler & sepenuh waktu di bidang pelayanan rohani. Dalam keduanya, Dia produktif, khususnya sebagai hamba Tuhan. Hidup-Nya sempurna karena mengikut kehendak Bapa secara sempurna (Yoh. 5:19). Entah bekerja di marketplace atau ladang pelayanan, semua berdasar kehendak & waktu Bapa sehingga hidup Yesus berbuah lebat bahkan menjadi pokok keselamatan bagi dunia. Maukah Anda belajar dari teladan-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment