BILLIONAIRE
Matius 6:24, “Tak
seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan
membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang
seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada
Allah dan kepada Mamon.” Ternyata uang ditemukan sebagai nomer 1
kompetitornya Tuhan dihati kita. Mengapa? Seringkali uang menjadi yang utama
& pertama di dalam hidup kita (number one). Tuhan Yesus tidak mati
di kayu salib supaya IA bisa ada diurutan ke 10, 5 atau 2 dalam hidup kita.
Yesus mengupayakan segala macam cara untuk menjadi nomer 1 di hati kita,
masihkah kita ragu & menomerduakan DIA? Uang tidaklah jahat jika
penggunanya bijaksana, sebab uang juga mempunyai ‘keterbatasan’ (ia hanyalah
alat/benda) yang tidak dapat bergerak sendiri jika tidak digerakkan J. Jadi tidaklah
tepat bila kita menjadikan uang sebagai yang Utama/“Tuan” atas hidup kita J. “Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Amin. Utamakan DIA maka DIA akan
memberkati, memelihara hidup kita selama-lamanya. Amin J.
Respon 1
Amsal 24:6, ‘Karena
hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada
penasihat yang banyak.’ Gagal dalam merencanakan adalah merencanakan untuk
gagal.
Respon 2
“Ada orang yang
boros terhadap diri tapi atos terhadap orang lain atau dermawan bagi orang lain
namun perhitungan bagi keluarga sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu,
16 September 2015. Anugerah Keselamatan. Sebab karena anugerah kamu diselamatkan
oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah... (Efesus 2:8).
Suatu ketika diadakan operasi katarak gratis oleh beberapa gereja yang bekerja
sama dengan beberapa lembaga dari daerah setempat. Selain operasi, para pasien
juga mendapatkan ongkos transportasi. Uniknya, banyak pasien yang tidak percaya
bahwa operasi katarak ini benar-benar gratis. Mereka bertanya apakah ada
syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, termasuk apakah mereka harus membayar
sejumlah uang sekadar sebagai uang lelah bagi para relawan yang terlibat dalam
acara tersebut. Tanggapan yang hampir sama dapat ditemukan berkaitan dengan
anugerah keselamatan, yang dianugerahkan melalui pengurbanan Kristus di kayu
salib. Kita hanya perlu memercayainya. Percaya atau beriman berarti sepakat
bahwa kita tidak dapat mengatasi dosa dengan kekuatan sendiri, melainkan cukup
dengan menerima penebusan Yesus yang sempurna. Hanya itu. Kita tidak perlu
berusaha “membayar” penebusan-Nya itu dengan perbuatan baik atau membayar
sejumlah uang. Penebusan-Nya sudah cukup untuk menyelamatkan kita: melepaskan
kita dari kuasa dosa dan memberi kita kehidupan baru bersama dengan Dia. Karena
keselamatan merupakan pemberian, kita tidak dapat menyombongkannya, namun kita
dapat merayakannya. Bagaimana dengan kita? Semoga kita tidak termasuk kelompok
yang berusaha menambahkan anugerah keselamatan dengan perbuatan tertentu. Kita
hanya perlu menerima anugerah Allah dengan rasa syukur, lalu menanggapinya
dengan menjalani hidup baru yang dikaruniakan-Nya. Ini pun oleh anugerah-Nya
–IDO. YESUS SUDAH MELUNASI HARGA UNTUK KESELAMATAN MANUSIA; TIDAK ADA SISA
UTANG SEDIKIT PUN YANG MASIH HARUS KITA BAYAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Tuhan membenci
kemalasan. Dalam berbagai bentuk & tingkatannya. Sesungguhnya, ada para
pemalas yang sama sekali enggan melakukan apapun dengan tangannya; tak
sedikitpun ia bersedia turun tangan untuk bekerja. Ada pula pemalas-pemalas
dalam pekerjaannya. Korupsi dalam segala bidang adalah buah-buah dari kelakuannya
itu -yang menginginkan hasil berlimpah tapi tak mau berbuat banyak. Ada pula
pemalas-pemalas yang tak terkenali -yang tampak begitu semangat & rajin
namun tidak menghasilkan kemajuan apapun. Pada sisi lain, ada pemalas-pemalas
berkedok agama yang memanfaatkan status atau posisi-posisi religius tertentu
untuk menarik keuntungan dari orang-orang yang beribadah, padahal secara umum
tidak banyak sumbangan mereka bagi pertumbuhan rohani yang sejati. Sebaliknya,
Tuhan berkenan pada orang-orang yang benar-benar rajin. Bahkan dalam kasih
karunia-Nya yang besar, mereka yang tidak mengenal Tuhan masih diijinkan
mendapatkan hasil dari kerja kerasnya di dunia meski pada akhirnya, dipandang
dari sudut kekekalan, semuanya sia-sia sebagaimana dikatakan Pengkhotbah. Tuhan
menghendaki manusia menjadi produkif dalam hidupnya. Ini tidak selalu diartikan
memiliki nafkah atau profesi tertentu secara sekuler. Sebab masih banyak yang
berpikir bahwa ladang pelayanan rohani bukan termasuk bekerja. Ini keliru.
Dalam bidang rohani sekalipun, Tuhan menanti suatu karya nyata -bahkan tanpa
iming-iming materi! Sejatinya, sudah seharusnya mereka yang mengaku sebagai
hamba-hamba Tuhan merupakan manusia-manusia paling sibuk di dunia sebab “tuaian
banyak tapi pekerja sedikit”. Yesus sendiri menjalani kedua jalur hidup
manusia: bekerja sekuler & sepenuh waktu di bidang pelayanan rohani. Dalam
keduanya, Dia produktif, khususnya sebagai hamba Tuhan. Hidup-Nya sempurna
karena mengikut kehendak Bapa secara sempurna (Yoh. 5:19). Entah bekerja di
marketplace atau ladang pelayanan, semua berdasar kehendak & waktu Bapa
sehingga hidup Yesus berbuah lebat bahkan menjadi pokok keselamatan bagi dunia.
Maukah Anda belajar dari teladan-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment