Wednesday, 23 September 2015

23 September 2015

BILLIONAIRE




Kis 25:35, “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Amin. Memberi adalah salah satu ‘bentuk persembahan’, persembahan adalah salah satu pengakuan bahwa Tuhan-lah sumber kehidupan kita. Dengan MEMBERI itu artinya kita memghormati Tuhan. MEMBERI melatih kita agar tidak melekat kepada harta duniawi tetapi hanya Tuhan yang ‘melekat’ dihati kita. Amin. MEMBERI lebih BERBAHAGIA daripada MENERIMA. Mari mulai menabur dengan MEMBERI yang terbaik untuk hormat kemuliaanNya J.

Respon 1
Ketidakpercayaan sama dengan kepercayaan yang tidak konsisten. Misalnya: saat dalam masalah, kita bilang percaya sih Tuhan tolong kita tapi... Atau saat sakit, kita bilang percaya sih Tuhan itu menyembuhkan tapi... Itu sama aja dengan kepercayaan yang tidak konsisten.. Kita harus mulai melatih diri untuk konsisten percaya. Mau Tuhan jawab doa kita atau nggak jawab doa kita, percaya saja... Kita harus seimbangkan pada saat Tuhan jawab doa kita dan saat Tuhan tidak menjawab doa kita. INGAT saat Tuhan tidak menjawab doa kita, itu tidak mengganggu realita bahwa dia Allah yang menjawab doa kita. Percaya kita pada Tuhan jangan diombang-ambingkan karena Tuhan tidak jawab doa kita. Daniel 3:1-15, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, mereka tetap konsisten percaya kalau Allah mereka akan menolong, sekalipun tidak menolong, mereka tetap tidak akan menyembah patung Nebukadnezar tersebut. Wahyu 2:4-5, Tuhan akan cela hidup kita ketika kita meninggalkan kasih mula-mula... Apa sih kasih mula-mula itu? Kisah 19:8-10, Kasih mula-mula itu pada waktu kita berhenti jadi MURID maka kasih mula-mula kita sudah hilang. Muridkan orang lain dengan cara sharing quality of life. JADILAH TELADAN! Bapa, pagi ini kami kembali merendahkan diri kami: Liching-Siusiang. Sadarkan kami kalau firmanMu adalah makanan jiwa bagi kami dan tidak dapat hidup tanpanya. Jadikan kami pelaku firmanMu sehingga kami mengetahui arah kami, memiliki hikmatMu, hidup dalam kebenaranMu dan taat. Terima kasih untuk sukacitaMu dan pertumbuhan iman kami yang semakin stronger in You Lord. Kami alaskan semua kerinduan kami ini kepada-Mu pagi ini Tuhan. And we believe that kami akan terus menjadi anakMu yang semakin lulus berhasil melakukan firmanMu. Amin. Morning sister... Today is a beautiful day that God has made, cheers up and rejoice in Him. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Jika dihadapkan dua macam hidangan, dimana yang satu berasal dari bahan-bahan makanan berharga mahal, bergizi tinggi dengan bahan-bahan yang sukar didapat namun dimasak oleh seseorang yang baru belajar kuliner sedangkan yang satu lagi merupakan makanan dengan bahan-bahan umum & biasa ditemukan di pasar tetapi dimasak oleh seorang chef terkenal di dunia, manakah yang akan Anda pilih untuk makan? Saya yakin sebagian besar dari kita akan memilih olahan chef terkenal tadi. Mengapa? Sebab yang penting bukanlah bahan-bahannya tapi siapa yang meraciknya. Dari tangan-tangan mereka yang ahli di bidangnya, terkadang dari bahan dasar atau perkakas yang tidak kita sangka muncul karya atau cara-cara yang spektakuler. Demikian pula karya Tuhan dalam hidup manusia. Di tangan Tuhan, orang-orang sederhana seperti Petrus, Yohanes, Yakobus atau orang-orang biasa seperti Matius, Natanael, Filipus & Andreas dan yang lainnya dapat diproses-Nya menjadi sesuatu yang mencengangkan banyak orang. Bahkan Paulus yang brillian mungkin hanya akan dikenang sebagai seorang Farisi keras, yang dalam kebrutalannya membunuh pengikut-pengikut sekte baru di zamannya. Tapi di tangan Tuhan, ia jadi rasul yang masih menggemparkan dunia ribuan tahun lamanya hingga kini. Dan oleh sentuhan tangan dingin kasih karunia Tuhan melalui Daud maka “ … setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, (1 Sam. 22:2)” diubahkan-Nya menjadi prajurit-prajurit gagah perkasa yang menumbangkan raksasa-raksasa. Dia masih melakukannya hingga kini: memilih apa yang bodoh, lemah, tak terpandang, yang hina & tak berarti untuk mempermalukan apa yang hebat menurut dunia (1 Kor. 1:27-28). Dunia mungkin memiliki orang-orang terbaiknya, tapi di tangan Tuhan yang ahli & ajaib hasil akhirnya akan berbeda. Sebab buluh yang terkulai masih akan ditegakkannya & sumbu yang memudar apinya masih akan dirawat & dijaganya agar kembali bersinar! (Yes. 42:3). Saat menyerahkan hidup ke tangan Tuhan, Anda menjadi mahakarya. Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Maz 27:1 – TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Nggak ada! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment