BILLIONAIRE
Kis 25:35, “Dalam
segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja
demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat
perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih
berbahagia memberi dari pada menerima.” Amin. Memberi adalah salah satu ‘bentuk
persembahan’, persembahan adalah salah satu pengakuan bahwa Tuhan-lah sumber
kehidupan kita. Dengan MEMBERI itu artinya kita memghormati Tuhan. MEMBERI
melatih kita agar tidak melekat kepada harta duniawi tetapi hanya Tuhan yang ‘melekat’
dihati kita. Amin. MEMBERI lebih BERBAHAGIA daripada MENERIMA. Mari mulai
menabur dengan MEMBERI yang terbaik untuk hormat kemuliaanNya J.
Respon 1
Ketidakpercayaan
sama dengan kepercayaan yang tidak konsisten. Misalnya: saat dalam masalah,
kita bilang percaya sih Tuhan tolong kita tapi... Atau saat sakit, kita bilang
percaya sih Tuhan itu menyembuhkan tapi... Itu sama aja dengan kepercayaan yang
tidak konsisten.. Kita harus mulai melatih diri untuk konsisten percaya. Mau
Tuhan jawab doa kita atau nggak jawab doa kita, percaya saja... Kita harus
seimbangkan pada saat Tuhan jawab doa kita dan saat Tuhan tidak menjawab doa
kita. INGAT saat Tuhan tidak menjawab doa kita, itu tidak mengganggu realita
bahwa dia Allah yang menjawab doa kita. Percaya kita pada Tuhan jangan
diombang-ambingkan karena Tuhan tidak jawab doa kita. Daniel 3:1-15, Sadrakh,
Mesakh, dan Abednego, mereka tetap konsisten percaya kalau Allah mereka akan
menolong, sekalipun tidak menolong, mereka tetap tidak akan menyembah patung
Nebukadnezar tersebut. Wahyu 2:4-5, Tuhan akan cela hidup kita ketika kita
meninggalkan kasih mula-mula... Apa sih kasih mula-mula itu? Kisah 19:8-10,
Kasih mula-mula itu pada waktu kita berhenti jadi MURID maka kasih mula-mula
kita sudah hilang. Muridkan orang lain dengan cara sharing quality of life.
JADILAH TELADAN! Bapa, pagi ini kami kembali merendahkan diri kami:
Liching-Siusiang. Sadarkan kami kalau firmanMu adalah makanan jiwa bagi kami
dan tidak dapat hidup tanpanya. Jadikan kami pelaku firmanMu sehingga kami
mengetahui arah kami, memiliki hikmatMu, hidup dalam kebenaranMu dan taat.
Terima kasih untuk sukacitaMu dan pertumbuhan iman kami yang semakin stronger
in You Lord. Kami alaskan semua kerinduan kami ini kepada-Mu pagi ini Tuhan.
And we believe that kami akan terus menjadi anakMu yang semakin lulus berhasil
melakukan firmanMu. Amin. Morning sister... Today is a beautiful day that God
has made, cheers up and rejoice in Him. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
Jika dihadapkan dua
macam hidangan, dimana yang satu berasal dari bahan-bahan makanan berharga
mahal, bergizi tinggi dengan bahan-bahan yang sukar didapat namun dimasak oleh
seseorang yang baru belajar kuliner sedangkan yang satu lagi merupakan makanan
dengan bahan-bahan umum & biasa ditemukan di pasar tetapi dimasak oleh
seorang chef terkenal di dunia, manakah yang akan Anda pilih untuk makan? Saya
yakin sebagian besar dari kita akan memilih olahan chef terkenal tadi. Mengapa?
Sebab yang penting bukanlah bahan-bahannya tapi siapa yang meraciknya. Dari
tangan-tangan mereka yang ahli di bidangnya, terkadang dari bahan dasar atau
perkakas yang tidak kita sangka muncul karya atau cara-cara yang spektakuler.
Demikian pula karya Tuhan dalam hidup manusia. Di tangan Tuhan, orang-orang
sederhana seperti Petrus, Yohanes, Yakobus atau orang-orang biasa seperti
Matius, Natanael, Filipus & Andreas dan yang lainnya dapat diproses-Nya
menjadi sesuatu yang mencengangkan banyak orang. Bahkan Paulus yang brillian
mungkin hanya akan dikenang sebagai seorang Farisi keras, yang dalam kebrutalannya
membunuh pengikut-pengikut sekte baru di zamannya. Tapi di tangan Tuhan, ia
jadi rasul yang masih menggemparkan dunia ribuan tahun lamanya hingga kini. Dan
oleh sentuhan tangan dingin kasih karunia Tuhan melalui Daud maka “ … setiap
orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang,
setiap orang yang sakit hati, (1 Sam. 22:2)” diubahkan-Nya menjadi
prajurit-prajurit gagah perkasa yang menumbangkan raksasa-raksasa. Dia masih
melakukannya hingga kini: memilih apa yang bodoh, lemah, tak terpandang, yang
hina & tak berarti untuk mempermalukan apa yang hebat menurut dunia (1 Kor.
1:27-28). Dunia mungkin memiliki orang-orang terbaiknya, tapi di tangan Tuhan
yang ahli & ajaib hasil akhirnya akan berbeda. Sebab buluh yang terkulai masih
akan ditegakkannya & sumbu yang memudar apinya masih akan dirawat &
dijaganya agar kembali bersinar! (Yes. 42:3). Saat menyerahkan hidup ke tangan
Tuhan, Anda menjadi mahakarya. Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)
Respon 3
Maz 27:1 – TUHAN
adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN
adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Nggak ada! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment