BILLIONAIRE
Merancang
Pertumbuhan Setiap Hari. Kolose 2:6-7, “6Kamu telah menerima
Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah
kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah
teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah
dengan syukur.” Tidak cukup hanya bertumbuh dalam pengetahuan tetapi
dibutuhkan berbagai macam interaksi dengan Allah untuk mendapatkan kedewasaan
rohani (Teguh dalam Iman & Berakar dalam DIA). Pertumbuhan itu tidak
otomatis tetapi harus diRENCANAkan & harus ada KOMITMEN,
harus menjadi USAHA setiap orang & membutuhkan WAKTU serta TINDAKAN.
Pertumbuhan bukan hanya mencapai ukuran kesempurnaan manusia melainkan juga
tingkat kesempurnaan Kristus. Amin.
Respon 1
Maz 119:11 – Dalam
hatiku aku menyimpan janji-MU, supaya aku jangan berdosa terhadap ENGKAU!
Janji-janji firman-NYA dihati kita menjaga kesucian kita. Supaya kita jangan
berdosa. Ayoo dengarkan baik-baik firman-NYA di ibadah hari ini. Selamat ibadah
dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
“Ada orang buruk
rupa yang menghancurkan cermin yang memantulkan mukanya.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
13 September 2015. Menakuti Ketakutan. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa
kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Markus 4:40). Amerika dilanda
krisis ekonomi mahahebat pada tahun 1930-an. Harga saham anjlok. Banyak bank
tutup. Pengangguran di mana-mana. Masyarakat panik. Franklin Delano Roosevelt
terpilih sebagai presiden pada saat seperti itu. Dengan pembawaan yang tenang
ia memimpin. Secara bertahap ia menetapkan langkah-langkah kebijakan yang
positif. Salah satu seruannya kepada rakyat yang terkenal dan ampuh
menentramkan bangsanya kala itu ialah, “Satu saja yang harus kita takuti, yaitu
ketakutan itu sendiri.” Lewat kisah “Angin ribut diredakan”, Markus mengusung
tema ketakutan dengan bagus. Lihatlah kala murid-murid dikuasai oleh ketakutan!
Pengalaman sebagai nelayan tak berguna lagi. Bahkan kehadiran Yesus bersama
mereka tak berdampak apa-apa. Sebaliknya, mereka panik dan mencari siapa yang
dapat dipersalahkan. “Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ay. 38).
Ketakutan membuihkan ombak kepanikan, mengalir masuk melakukan intervensi atas
akal sehat, dan menenggelamkan kepercayaan kita akan Tuhan (ay. 40). Sejenak
merasa takut itu wajar. Tetapi, berlarut-larut dikendalikan ketakutan itu
berbahaya. Ketakutan yang dibiarkan berkuasa akan melumpuhkan semua kekuatan
kita: ketenangan, akal sehat, dan iman kita. Seruan Yesus menenangkan angin
ribut dan gelombang laut sebenarnya juga seruan untuk menenangkan gelora
ketakutan di hati para murid. Dan juga kita. Tenanglah! Yesus selalu ada menyertai
kita. Tidak cukupkah itu melenyapkan ketakutan kita? —PAD. JIKA TUHAN MENJAGA
KITA, MENGAPA TAKUT PADA SEGALA HAL YANG MENGANCAM KITA? Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment