Sunday, 13 September 2015

13 September 2015

BILLIONAIRE




Merancang Pertumbuhan Setiap Hari. Kolose 2:6-7, 6Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Tidak cukup hanya bertumbuh dalam pengetahuan tetapi dibutuhkan berbagai macam interaksi dengan Allah untuk mendapatkan kedewasaan rohani (Teguh dalam Iman & Berakar dalam DIA). Pertumbuhan itu tidak otomatis tetapi harus diRENCANAkan & harus ada KOMITMEN, harus menjadi USAHA setiap orang & membutuhkan WAKTU serta TINDAKAN. Pertumbuhan bukan hanya mencapai ukuran kesempurnaan manusia melainkan juga tingkat kesempurnaan Kristus. Amin.

Respon 1
Maz 119:11 – Dalam hatiku aku menyimpan janji-MU, supaya aku jangan berdosa terhadap ENGKAU! Janji-janji firman-NYA dihati kita menjaga kesucian kita. Supaya kita jangan berdosa. Ayoo dengarkan baik-baik firman-NYA di ibadah hari ini. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
“Ada orang buruk rupa yang menghancurkan cermin yang memantulkan mukanya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 13 September 2015. Menakuti Ketakutan. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Markus 4:40). Amerika dilanda krisis ekonomi mahahebat pada tahun 1930-an. Harga saham anjlok. Banyak bank tutup. Pengangguran di mana-mana. Masyarakat panik. Franklin Delano Roosevelt terpilih sebagai presiden pada saat seperti itu. Dengan pembawaan yang tenang ia memimpin. Secara bertahap ia menetapkan langkah-langkah kebijakan yang positif. Salah satu seruannya kepada rakyat yang terkenal dan ampuh menentramkan bangsanya kala itu ialah, “Satu saja yang harus kita takuti, yaitu ketakutan itu sendiri.” Lewat kisah “Angin ribut diredakan”, Markus mengusung tema ketakutan dengan bagus. Lihatlah kala murid-murid dikuasai oleh ketakutan! Pengalaman sebagai nelayan tak berguna lagi. Bahkan kehadiran Yesus bersama mereka tak berdampak apa-apa. Sebaliknya, mereka panik dan mencari siapa yang dapat dipersalahkan. “Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ay. 38). Ketakutan membuihkan ombak kepanikan, mengalir masuk melakukan intervensi atas akal sehat, dan menenggelamkan kepercayaan kita akan Tuhan (ay. 40). Sejenak merasa takut itu wajar. Tetapi, berlarut-larut dikendalikan ketakutan itu berbahaya. Ketakutan yang dibiarkan berkuasa akan melumpuhkan semua kekuatan kita: ketenangan, akal sehat, dan iman kita. Seruan Yesus menenangkan angin ribut dan gelombang laut sebenarnya juga seruan untuk menenangkan gelora ketakutan di hati para murid. Dan juga kita. Tenanglah! Yesus selalu ada menyertai kita. Tidak cukupkah itu melenyapkan ketakutan kita? —PAD. JIKA TUHAN MENJAGA KITA, MENGAPA TAKUT PADA SEGALA HAL YANG MENGANCAM KITA? Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment