Tuesday, 22 September 2015

22 September 2015

BILLIONAIRE




Yohanes 15:7, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Dengan CARA bagaimana saudara “berusaha TETAP tinggal didalam Yesus”?? Agar kita TETAP tinggal dalam Kristus, mari menabur firmanNya/bersaksi karena Allah sudah ‘menabur’ terlebih dahulu dengan memberikan anakNya Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari maut. Amin.

Respon 1
“Satu level di atas mempercayai Tuhan adalah bisa dipercaya oleh Tuhan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Pergumulan dan pertolongan Tuhan adalah bagian dari kisah kehidupan manusia. Keluaran 18:8, ‘Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka.’ (GNCC)

Respon 3
Roma 10:15 – Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa KABAR BAIK! Yukkk sebarkan firman TUHAN yang merupakan kabar baik ini. STOP! Berita-berita yang jelek! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Adalah merupakan fakta Alkitab bahwa Allah kita ialah Tuhan yang suka memberkati umat-Nya. Dialah Bapa yang baik, Gembala yang baik, Dia baik adanya dalam segala keberadaan-Nya. Segala pemberian yang baik & anugerah yang sempurna berasal dari pada-Nya (Yak. 1:17). Dia juga sumber segala berkat (Ul. 28:2; Ef. 1:3), pada-Nya ada kuasa untuk menjadikan kaya (Ul. 8:17-18; 1 Taw. 29:11-12; 1 Sam. 2:7; Ams. 10:22). Sesungguhnya umat Tuhan dikehendaki-Nya menjadi suatu umat yang diberkati! (Ul. 28:3-14). Pertanyaannya, bagaimana jika kita menyembah Allah Israel itu demi memperoleh berkat-berkatNya semata? Beribadah kepada-Nya supaya dilancarkan segala sesuatunya & meraih hidup sukses di dunia ini? Dan akankah kita memperoleh curahan berkat-Nya apabila itu yang menjadi motif utama kita memuja-Nya? Jika kita menyembah Tuhan semata-mata untuk apa yang Dia bisa lakukan bagi kita, maka motif kita sebenarnya serupa dengan kebanyakan orang yang memuja sesuatu yang supranatural demi beroleh berkah (dimana biasanya mereka pun memperoleh yang mereka inginkan). Di manakah bedanya dengan orang-orang yang mencari kekayaan mudah melalui memuja figur ilahi, dewa-dewa atau roh-roh gaib tertentu? Dan jika diajarkan sedemikian agar kita semangat & tekun beribadah ke gereja, bukankah itu menyamakan ajaran Kristus dengan kepercayaan-kepercayaan dari dunia ini? Tidakkah ini menuntun pada kesesatan? Perbedaan Tuhan kita dengan ilah manapun di semesta ini ialah bahwa Allah kita mengasihi kita & telah membuktikan kasih-Nya itu melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus kita. Pada sisi lain, kita pun dipanggil untuk mengasihi Dia, memperhatikan pikiran & isi hati-Nya, lalu mengikut Dia karena cinta & merindukan persekutuan dengan Dia. Sebagaimana tak seorang pun dari kita rela jika orang baik pada kita hanya untuk memanfaatkan kita demi kepentingannya sendiri, demikian pula Tuhan, yang bukan cuma memberkati namun juga mendidik kita dengan kasih. Jadi, akankah penyembahan kita didapati tulus di hadapan-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment