Tuesday, 15 September 2015

15 September 2015

BILLIONAIRE




1 Tim 6:10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Demi Uang orang akan menghalalkan segala cara, bahkan di era yang modern ini, banyak kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dunia yang bisa menjebak orang percaya dalam masalah uang. Tuhan ingin kita/orang percaya bisa “memiliki Keuangan yang Merdeka”. Jadikan uang sebagai ALAT/kita yang ‘mengatur uang’ bukan kita yang ‘diatur oleh uang’. Jangan pernah jadikan uang sebagai “TUAN” tetapi jadikan uang sebagai “HAMBA”. Tuhan, beri kami penguasaan diri, kemampuan, hikmat agar kami dapat mengelola keuangan/berkat-berkat yang Tuhan percayakan dengan sebaik-baiknya J. Amin.

Respon 1
“Anehnya, perasaanlah yang seringkali justru paling sulit untuk dirasakan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 15 September 2015. Maumu Apa? Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan (Amsal 13:4). Suatu saat seseorang meminta saran saya tentang cara menulis. Saya menyarankannya banyak membaca buku, ia menolak karena tidak suka baca. Saya menyarankannya berkenalan dengan penulis atau ikut komunitas penulis, ia menolak karena pemalu. Saya menyarankannya mencari petunjuk di internet, ia menolak karena gagap teknologi dan tak punya modem. Saya jengkel, dan bertanya, “Lalu maumu apa?” Ia menjawab, “Ya diberi saran agar bisa menulis.” Kenapa dia menolak semua saran saya? Tampaknya bukan karena saran itu sulit atau ia tak bisa melakukannya, melainkan karena ia malas. Firman Tuhan memberikan peringatan khusus terhadap kemalasan: “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan” (ay. 4). Menurut saya, kalau ia mau mencoba dengan tekun, lama-kelamaan ia akan mampu menulis. Tuhan dan manusia tidak bersemangat terhadap orang malas karena mereka memiliki kemampuan, tetapi tidak mau berusaha. Keinginannya banyak, tetapi ia tak mau rugi. Maunya semua berjalan dengan mudah dan lancar. Akibatnya, ia dibunuh oleh keinginannya sendiri karena tangannya enggan bekerja (Ams. 21:25). Kalau kita gigih berusaha, hasilnya mungkin banyak, mungkin hanya sedikit. Namun, kalau malas, hasilnya sudah pasti nol! Marilah kita menjadi orang rajin, mau mencoba dan segera bertindak, tidak menunggu sesuatu menjadi mudah lebih dahulu. Pakailah segenap sumber daya yang Tuhan percayakan pada kita untuk mengupayakan yang terbaik!—RTG. PEMALAS TIDAK PERNAH MENUAI DAN HANYA GIGIT JARI SAAT ORANG RAJIN MENGALAMI KELIMPAHAN OLEH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Apabila kita berpikir bahwa Tuhan memberkati kita sekalipun kita tidak bekerja atau melakukan apa-apa dalam keseharian kita, maka kita telah salah memahami hukum-hukum Allah. Bekerja. Berkarya. Menghasilkan sesuatu. Menjadi produktif ialah bagian dari sifat Tuhan sendiri. Bahkan Dia berkarya hingga hari ini atas setiap masing-masing kehidupan anak-anakNya. Dan jika ada yang berpikir bahwa bekerja merupakan akibat dari kutuk atas Adam yang diwariskan ke seluruh umat manusia, maka ia harus melihat Alkitab dengan lebih teliti. Bukankah Tuhan yang telah memberikan tugas kepada Adam untuk mengurus taman Eden dsb, jauh sebelum Adam jatuh dalam dosa? (Kej. 1:28;2:15,19-20). Ini terus berlanjut bahkan dari keturunan-keturunan yang tidak mengenal Tuhan seperti keturunan-keturunan Kain yang menjadi bapa kaum peternak, pemusik & pandai besi (Kej. 4:20-22). Begitu pula menara Babel merupakan salah satu puncak karya manusia untuk menunjukkan kehebatan potensi mereka tanpa Allah. Kutuk atas manusia bukannya “harus bekerja” tapi “susah payah dalam bekerja” (Kej. 3:17-19). Jadi bekerja tetap merupakan bagian dari hidup manusia. Mereka yang membayar harga susah payah ini masih akan mendapatkan hasil dari pekerjaan mereka, meski kuasa untuk menjadikan kaya (dalam kekayaan sejati, bukan hanya materi & satu sisi saja) ada pada Tuhan yang berkuasa memberikan berkat-Nya (Ams. 10:22). Maka, menjadi malas & tidak menghasilkan kemajuan atau pencapaian apapun dalam hidup merupakan sesuatu yang menyalahi kodrat manusia; merendahkan derajat kemanusiaan. Manusia diciptakan untuk berkarya, melepaskan daya kreatif & mencapai perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Itu sebabnya, Tuhan sangat menentang kemalasan & orang-orang yang hidup didalamnya (Ams. 6:6-10;12:24,27 dst). Ada sisi lain yang perlu diperjelas mengenai hal bekerja & mencari nafkah. Kita akan membahasnya besok. Berkat pemeliharaan Tuhan diberikan bagi mereka yang tidak berpangku tangan & bermalas-malasan tapi atas tangan-tangan yang bekerja & menghasilkan (Ams.10:4; 22:24). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Maz 50:15 – Berserulah kepada-KU pada waktu kesesakan, AKU akan meluputkanmu dan kamu akan memuliakan AKU! Hati TUHAN tersentuh mendengar doaku, DIA pasti tolong dan menjawab-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment