BILLIONAIRE
1 Tim 6:10, “Karena
akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa
orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka.” Demi Uang orang akan menghalalkan segala cara, bahkan di era yang
modern ini, banyak kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dunia yang bisa menjebak
orang percaya dalam masalah uang. Tuhan ingin kita/orang percaya bisa “memiliki
Keuangan yang Merdeka”. Jadikan uang sebagai ALAT/kita yang ‘mengatur uang’
bukan kita yang ‘diatur oleh uang’. Jangan pernah jadikan uang sebagai “TUAN”
tetapi jadikan uang sebagai “HAMBA”. Tuhan, beri kami penguasaan diri,
kemampuan, hikmat agar kami dapat mengelola keuangan/berkat-berkat yang Tuhan
percayakan dengan sebaik-baiknya J. Amin.
Respon 1
“Anehnya,
perasaanlah yang seringkali justru paling sulit untuk dirasakan.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa,
15 September 2015. Maumu Apa? Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,
sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan (Amsal 13:4). Suatu saat seseorang
meminta saran saya tentang cara menulis. Saya menyarankannya banyak membaca
buku, ia menolak karena tidak suka baca. Saya menyarankannya berkenalan dengan
penulis atau ikut komunitas penulis, ia menolak karena pemalu. Saya
menyarankannya mencari petunjuk di internet, ia menolak karena gagap teknologi
dan tak punya modem. Saya jengkel, dan bertanya, “Lalu maumu apa?” Ia menjawab,
“Ya diberi saran agar bisa menulis.” Kenapa dia menolak semua saran saya?
Tampaknya bukan karena saran itu sulit atau ia tak bisa melakukannya, melainkan
karena ia malas. Firman Tuhan memberikan peringatan khusus terhadap kemalasan:
“Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin
diberi kelimpahan” (ay. 4). Menurut saya, kalau ia mau mencoba dengan tekun,
lama-kelamaan ia akan mampu menulis. Tuhan dan manusia tidak bersemangat
terhadap orang malas karena mereka memiliki kemampuan, tetapi tidak mau
berusaha. Keinginannya banyak, tetapi ia tak mau rugi. Maunya semua berjalan
dengan mudah dan lancar. Akibatnya, ia dibunuh oleh keinginannya sendiri karena
tangannya enggan bekerja (Ams. 21:25). Kalau kita gigih berusaha, hasilnya
mungkin banyak, mungkin hanya sedikit. Namun, kalau malas, hasilnya sudah pasti
nol! Marilah kita menjadi orang rajin, mau mencoba dan segera bertindak, tidak
menunggu sesuatu menjadi mudah lebih dahulu. Pakailah segenap sumber daya yang
Tuhan percayakan pada kita untuk mengupayakan yang terbaik!—RTG. PEMALAS TIDAK
PERNAH MENUAI DAN HANYA GIGIT JARI SAAT ORANG RAJIN MENGALAMI KELIMPAHAN OLEH
TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Apabila kita
berpikir bahwa Tuhan memberkati kita sekalipun kita tidak bekerja atau melakukan
apa-apa dalam keseharian kita, maka kita telah salah memahami hukum-hukum
Allah. Bekerja. Berkarya. Menghasilkan sesuatu. Menjadi produktif ialah bagian
dari sifat Tuhan sendiri. Bahkan Dia berkarya hingga hari ini atas setiap
masing-masing kehidupan anak-anakNya. Dan jika ada yang berpikir bahwa bekerja
merupakan akibat dari kutuk atas Adam yang diwariskan ke seluruh umat manusia,
maka ia harus melihat Alkitab dengan lebih teliti. Bukankah Tuhan yang telah
memberikan tugas kepada Adam untuk mengurus taman Eden dsb, jauh sebelum Adam
jatuh dalam dosa? (Kej. 1:28;2:15,19-20). Ini terus berlanjut bahkan dari
keturunan-keturunan yang tidak mengenal Tuhan seperti keturunan-keturunan Kain
yang menjadi bapa kaum peternak, pemusik & pandai besi (Kej. 4:20-22).
Begitu pula menara Babel merupakan salah satu puncak karya manusia untuk
menunjukkan kehebatan potensi mereka tanpa Allah. Kutuk atas manusia bukannya
“harus bekerja” tapi “susah payah dalam bekerja” (Kej. 3:17-19). Jadi bekerja
tetap merupakan bagian dari hidup manusia. Mereka yang membayar harga susah
payah ini masih akan mendapatkan hasil dari pekerjaan mereka, meski kuasa untuk
menjadikan kaya (dalam kekayaan sejati, bukan hanya materi & satu sisi
saja) ada pada Tuhan yang berkuasa memberikan berkat-Nya (Ams. 10:22). Maka,
menjadi malas & tidak menghasilkan kemajuan atau pencapaian apapun dalam
hidup merupakan sesuatu yang menyalahi kodrat manusia; merendahkan derajat
kemanusiaan. Manusia diciptakan untuk berkarya, melepaskan daya kreatif & mencapai
perbaikan-perbaikan dalam kehidupannya. Itu sebabnya, Tuhan sangat menentang
kemalasan & orang-orang yang hidup didalamnya (Ams. 6:6-10;12:24,27 dst).
Ada sisi lain yang perlu diperjelas mengenai hal bekerja & mencari nafkah.
Kita akan membahasnya besok. Berkat pemeliharaan Tuhan diberikan bagi mereka
yang tidak berpangku tangan & bermalas-malasan tapi atas tangan-tangan yang
bekerja & menghasilkan (Ams.10:4; 22:24). Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)
Respon 4
Maz 50:15 –
Berserulah kepada-KU pada waktu kesesakan, AKU akan meluputkanmu dan kamu akan
memuliakan AKU! Hati TUHAN tersentuh mendengar doaku, DIA pasti tolong dan
menjawab-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment