Thursday, 10 September 2015

10 September 2015

BILLIONAIRE




Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Allah merupakan sumber dari SEGALA SESUATU yang BAIK bahwa dalam manusia yang berdosa tidak ada kebaikan ataupun kesanggupan. Demikian juga dengan apa yang kita miliki ‘semuanya’ adalah DARI DIA! Sudahkah kita memberikan apa yang kita wajib berikan KEPADA DIA melalui Berkat Keuangan/Persepuluhan KEPADA DIA? Sudahkah kita mengembalikannya dengan setia?? Lakukan bagian kita/persepuluhan niscaya tingkap-tingkap langit dibukakan bagi kita. Amin J. Malaekhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” J

Respon 1
Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama lamanya.” Aku ingat Firman yang dibawakan Pak Wahyu Hanafi beberapa waktu yang lalu yang sangat menjadi rhema dalam hidupku. Kita ini seperti mesin ATM-nya Tuhan. Tuhan invest di hidup kita untuk dipergunakan sesuai dengan kehendakNya. Jadi sebenarnya kita ini kalau bisa menikmati berkat Tuhan itu adalah karuniaNya, tapi kalau Tuhan mau pakai berkatNya itu untuk “kepentinganNya”, ya kita nggak punya hak untuk menahannya. Kita cuma pengelola keuangan bukan pemilik karena segalanya dari Dia, oleh Dia, untuk Dia. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 2
GAGAL BERBUAT BENAR. Bacaan: Yakobus 4:13-17. NATS: Jadi, jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yakobus 4:17). Dalam buku yang berjudul Eight Men Out, Eliot Asinof menuliskan berbagai peristiwa yang terjadi di skandal “Black Sox” yang terkenal pada tahun 1919. Delapan anggota klub bisbol Chicago White Sox dituduh telah menerima suap dari para penjudi sebagai kompensasi agar mengalah dalam pertandingan di tingkat dunia. Walaupun tidak pernah terbukti bersalah di pengadilan, mereka berdelapan dilarang bermain bisbol seumur hidup. Namun salah seorang di antara mereka, Buck Weaver, menyatakan bahwa ia telah bermain agar klubnya menang meskipun ia mengetahui adanya persekongkolan. Meskipun penampilan Weaver di lapangan memang mendukung pernyataannya itu, akan tetapi komisi bisbol Kenesaw Mountain Landis membuat aturan bahwa siapa saja yang mengetahui skandal itu, namun tidak mencegahnya, tetap akan dilarang bermain. Weaver tidak dihukum karena berbuat salah, tetapi karena gagal berbuat benar. Dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat gereja abad pertama, Yakobus menulis, “Jadi, jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yakobus 4:17). Di dunia yang dipenuhi oleh kejahatan dan kegelapan, para pengikut Kristus memiliki kesempatan untuk memancarkan cahayanya. Kerap kali hal itu berarti kita harus melawan dorongan untuk tetap berdiam diri. Ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk berbuat baik atau tidak berbuat apa-apa, kita harus selalu memilih untuk melakukan sesuatu yang benar. SATU-SATUNYA YANG DAPAT MEMBUAT KEJAHATAN MENANG ADALAH ORANG-ORANG BAIK YANG TAK BERBUAT APA PUN -Edmund Burke. (Bp. Budi – PT. MPU)
Respon 3
Pesan renungan yang saya baca hari ini: 1.) Semua yang kita miliki berasal dari Tuhan dan tetap menjadi milik Tuhan. 2.) Kita harus memberikan 10 % dari penghasilan untuk Tuhan. 3.) Kesenangan yang kita nikmati harus berupa selebrasi kebaikan Tuhan di dalam hidup kita. Kata-kata dibawah ini yang sungguh memberkati saya: Dikatakan penulis memiliki beberapa teman yang selalu memahami bahwa kekayaan mereka adalah milik Tuhan sehingga mereka tidak berfoya-foya. Walaupun mereka kaya akan tetapi mereka mengendarai mobil yang biasa-biasa saja, mereka perpuluhan, mangadakan bakti sosial dll. Penulis juga mengendarai mobil yang biasa-biasa saja dan tidak minder melihat orang lain bisa memiliki mobil yang lebih mewah. Tuhan adalah sumber Sang Pemberi berkat, IA bisa memberi, IA bisa mengambil. Ingatlah, semua kekayaan yang kita miliki berasal dari Tuhan dan tetap menjadi milik Tuhan. AMIN. (Yohanes – CL 3)

Respon 4
“Kebenaran yang ditolak tetap lebih baik ketimbang kesalahan yang diterima masyarakat luas.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
SAAT TEDUH. Kamis, 10 September 2015. Kolonialisme Baru. Sebab itu, hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya (Roma 6:12). Pada masa lalu, kolonialisme terkait dengan penguasaan atas negara lain melalui kekuatan militer. Sekarang, kolonialisme muncul dalam bentuk baru yang lebih terselubung. Dengan dukungan kekuatan global, negara yang kuat menguasai dan mengatur negara lain, misalnya melalui perekonomian atau sistem politiknya. Jadi, negara yang sudah merdeka dari kolonialisme lama masih dapat terjajah oleh kekuatan asing dalam bentuk yang berbeda. Untuk itu, diperlukan sistem dunia yang lebih adil. Dosa mirip dengan kolonialisme. Di dalam Kristus, “manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa” (ay. 6). Kita dimerdekakan dari kuasa dosa dan diberi kehidupan baru: diperlengkapi untuk tidak lagi hidup sebagai hamba dosa, melainkan mampu mendayagunakan anggota tubuh sebagai “senjata-senjata kebenaran” (ay. 13). Namun, Paulus juga mengingatkan, dosa tidak bakal tinggal diam. Ia akan berusaha untuk berkuasa lagi atas tubuh kita, dan menggoda kita untuk menuruti keinginannya (ay. 12). Dosa ingin terus menjajah kita. Untuk menghadapi kuasa dosa, kita perlu mengalami pembaruan pikiran. Kita berpegang teguh pada kebenaran bahwa di dalam Kristus Yesus kita sudah mati bagi dosa, dan sekarang dipanggil untuk hidup bagi Allah (ay. 11). Semakin kuat kesadaran kita akan kemerdekaan yang dianugerahkan kepada kita, semakin kuat pula kemampuan kita untuk menolak godaan dosa —ARS. KRISTUS YANG MEMERDEKAKAN KITA DARI KUASA DOSA, DIA PULA YANG MEMAMPUKAN KITA HIDUP BERKEMENANGAN ATASNYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 6
Ada suatu ironi di antara anak-anak manusia. Jika kita bertanya kepada setiap orang yang kita temui dimanapun di belahan dunia ini, apakah mereka ingin berhasil mencapai cita-cita mereka atau tidak, sudah pasti jawabannya adalah “ya”. Faktanya, berapa banyak orang yang dapat dikatakan berhasil mewujudkannya. Sama sekali tidak banyak. Dan, tanyakanlah kepada setiap bangsa di muka bumi ini, inginkan mereka menjadi negara-negara yang maju & makmur, jawabannya pun telah jelas. Kenyataannya, masih banyak negara-negara yang terus tinggal dalam ketertinggalan, hampir-hampir tidak banyak kemajuan. Beberapa bangsa justru ketinggalan dari negara-negara lain yang lebih muda! Alkitab berkata, “Hati si pemalas penuh keinginan tapi sia-sia...” (Amsal 13:4). Itu berarti setiap orang dapat menginginkan sesuatu, juga bahwa dia rindu mencapai ini & itu, punya harapan akan meraih tingkatan yang tinggi, bermimpi akan masa depan yang lebih baik. Perbedaannya ada pada karakter mereka. Mereka yang memiliki kerinduan tapi tiada kemajuan diperolehnya disebut sebagai “orang malas” -orang-orang yang mau melakukan apapun selain berkorban membayar harga pencapaian yang diharapkannya itu. Para pemalas akan berceloteh, menyampaikan mimpi-mimpi & cita-cita besar mereka, mengekspresikan dengan sangat baik betapa rindunya mereka akan kemajuan dalam hidup -tapi hanya itu & sampai di situ saja. Hidup mereka akhirnya tidak jauh berbeda. Hanya di situ-situ saja. Bagaimana dengan kemalasan rohani? Tidak jauh berbeda. Ada banyak kerinduan akan pertumbuhan rohani & pengenalan akan Tuhan, bahkan hidup dalam rencana Tuhan. Tapi semua itu mustahil dicapai hanya dengan membicarakannya, memasang status rohani di media sosial atau beberapa kali seminggu ikut acara-acara ibadah. Diperlukan kerinduan PLUS TEKAD -suatu hasrat & gairah kudus yang menyala-nyala untuk bertumbuh, mengalami kemajuan & berubah makin serupa Kristus. Tanggalkan kemalasan. Sang penghalang itu. Ijinkan api kudus itu berkobar di hati Anda. Bukankah Anda tidak ingin semuanya sia-sia? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment