Tuesday, 8 September 2015

8 September 2015

BILLIONAIRE




Matius 6:24, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Jangan pernah jadikan uang itu “Tuan” tetapi jadikan uang itu “Hamba”. Tidak seorangpun dapat bekerja untuk 2 majikan/tuan, sebab ia akan lebih mengasihi yang satu dari pada yang lain atau Ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada yang lain, demikian juga dengan kita, kita tidak dapat bekerja untuk Allah & juga untuk harta benda (uang/mammon). Tuhan tidak mau kita menDUA, kita harus tahu bahwa Iblis dapat memakai mammon/uang untuk menguasai manusia, kalau kita tidak menang terhadap cinta akan uang. Amin.

Respon 1
Lukas 10:41, “Tetapi Tuhan menjawabnya: ‘Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, Yesus berkata: ‘PERCAYA SAJA’”. (GNCC)

Respon 2
Kel 15:2 TUHAN itu kekuatan dan mazmurku, IA telah menjadi keselamatanku, IA ALLAHku, kupuji DIA, IA ALLAH BAPAku, kuluhurkan DIA! YESUSku luar biasa, dahsyat, kitapun akan mengalami keajaiban-NYA sekarang. Amin! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
Sejauh yang dapat dipelajari, tidak ada tuhan yang disembah di muka bumi ini yang memberikan janji berkat sedemikian tegas, jelas, terperinci, penuh keyakinan & sangat lengkap seperti Allah yang digambarkan dalam Alkitab. Dalam taurat saja, Dia telah menyuratkannya berkali-kali secara khusus mengenai berkat-berkat yang akan Dia anugerahkan kepada umat-Nya (Ul. 7:12-15; 11:13-14; 28:1-14; Ima. 26:3-13). Itu masih belum ditambah dengan sekitar 3500 lebih janji dari Tuhan yang tercatat dalam Alkitab. Semuanya bukan janji kosong atau bualan semata sebab itu keluar dari mulut Yang Maha kudus, Tuhan semesta alam yang tak dapat berdusta. Itu berarti Tuhan sangat rindu memberkati penyembah-penyembah-Nya. Dia ingin setiap janji-Nya menjadi kenyataan & menjadi milik kita sepenuhnya. Masalahnya, tahukah kita bagaimana seluruh berkat-berkat terbaik dalam hidup itu menjadi bagian kita? Di sinilah rupanya terlalu banyak kesalahpahaman. Umumnya, banyak yang berpikir asal rajin beribadah, datang ke gereja, melayani Tuhan dalam kegiatan-kegiatan kerohanian maka Tuhan akan memberkati kita. Kita perlu membacanya baik-baik berulang kali sebab inilah syarat berkat-berkat itu dicurahkan bagi kita: “..kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, SEHINGGA KAMU MENGASIHI TUHAN, Allahmu, & beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu & dengan segenap jiwamu, (maka Ia akan memberikan berkat-berkat ini)…” Ul. 11:13. Dan syarat ini terus diulang dengan inti pesan yang sama dimanapun di Alkitab. Yaitu bahwa berkat akan diberikan, dicurahkan, dilimpahkan hanya bagi mereka yang mengasihi Tuhan, yang sungguh rindu semata-mata memuliakan Dia dengan segala ketulusan & kebulatan hati. Ini jelas berbeda dengan gaya hidup agamawi yang semata-mata sibuk dengan aktivitas yang tampaknya rohani dari luar namun di dalam hati & hidup sehari-hati masih fokus pada apa yang bukan dari Tuhan. Sudahkah Anda menginginkan Tuhan sebagai berkat terbesar & terbaik Anda sehingga Anda berhak menerima kelimpahan segala berkat kehidupan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)








No comments:

Post a Comment