BILLIONAIRE
Baca: 1 Tes
3:7-12. Ayat 12: “Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati
dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya
dan dengan demikian makan makanannya sendiri.” Sebagai anak-anak Tuhan kita
tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja, tetapi harus bekerja keras &
smart. Mencari nafkah bagi keluarga & mempunyai cukup untuk menolong orang
lain yang memerlukannya J. Kerajinan dalam bekerja adalah tanggung jawab kita, Tuhan memberi semangat
kepada kita untuk bekerja karena bekerja adalah untuk memuliakan Tuhan &
bekerja adalah pelayanan/ibadah. Sudahkah kita bekerja dengan rajin, smart
& bertanggung jawab?? Percayalah Tuhan yang empunya langit & bumi
sanggup memberikan hikmat, jalan keluar pintu yang terbuka untuk dapat bekerja,
kita harus bekerja, tidak boleh malas. Amin.
Respon 1
Maz 71:8 – Mulutku
penuh dengan puji-pujian kepada-MU, dengan penghormatan kepada-MU sepanjang
hari! Kalau selama ini kita cuma minta-minta saja sama TUHAN. Ayo kita juga
puji dan agungkan DIA. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 2
JANGAN TUKARKAN
KEBAHAGIAANMU dengan HAL SEPELE. Untuk memperingati Ulang Tahun Pernikahan
mereka, sepasang suami istri makan malam di sebuah restoran. Semua berjalan
lancar, makanan enak, suasana romantis, mereka bicara hal-hal yang menyenangkan
dan bernostalgia. Ketika hendak membayar tagihan, sang istri terkejut melihat
ada kesalahan sebesar 10ribu rupiah. Ia menanyakan hal tersebut dan mendapat
jawaban yang tidak memuaskan dari si pelayan. Sang suami memilih untuk mengajak
istrinya pulang saja, tidak usah diperdebatkan. Namun..., di dalam mobil, sang
istri tetap mengomel, termasuk kepada suaminya yang menurutnya tidak membela
dirinya. Malam yang sedianya indah itu mendadak jadi tegang. Saat itulah,
suaminya berkata, “Sayang..., sadarkah bahwa kamu sudah menukar sukacita &
keindahan malam ini hanya dengan 10ribu rupiah?” Berapa banyak kita sering
bersikap demikian? Sukacita dan kebahagiaan hanya kita “tukar” dengan ucapan
seseorang. 10 tahun persahabatan dihapus hanya oleh 10 menit perselisihan. 10
tahun kerjasama yang baik hancur oleh masalah uang sekian juta. Hubungan
persaudaraan hilang hanya karena hal sepele. Banyak hal besar dan penting tanpa
sadar kita tukar begitu saja dengan hal-hal yang nilainya sebenarnya sama
sekali tak sebanding. Akhirnya sering kita hanya bisa menyesal sesudahnya.
Berapa banyak konflik pertengkaran yang seharusnya dapat dihindari? Berapa
banyak kemarahan yang tidak seharusnya kita umbar begitu saja? Berapa banyak
ucapan dan tindakan kita yang malah akhirnya menyakitkan kita sendiri,
mendatangkan penyesalan dan kesedihan dalam hati sendiri? Mari belajar
mengendalikan diri kita, belajar sabar, memahami, memaklumi dan memaafkan.
Jangan tukar hidup yang berlimpah berkat dengan kesialan yang kita ciptakan
sendiri. Jangan tukar sukacita dan kebahagiaan hidup dengan kesedihan tak
bernilai. Tukarlah dengan yang lebih bernilai, yaitu kedamaian dan keharmonisan
hidup. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. SEMANGAT... .Jbu all. (Bp. Budi –
PT. MPU)
Respon 3
Hari ini
renungannya pas banget Cie, hehe... Thanks ya. (Imelda Mandeli – PT. Solindo)
Respon 4
Shalom Siu. Ya
TUHAN supaya kemalasan bukanlah makanan kami. Thank You LORD. Thank you Siu.
Amin. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
SAAT TEDUH. Rabu, 2
September 2015. DEMI SATU ORANG. Orang itu pun pergi dan mulai memberitakan di
daerah Dekapolis segala sesuatu yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan
mereka semua menjadi heran (Markus 5:20). Gereja kami telah beberapa tahun
melayani sebuah kelompok masyarakat non-Kristen, namun jumlah orang yang
menjadi percaya belum dapat dibanggakan. Melihat itu beberapa jemaat, yang
justru tidak terlibat dalam pelayanan ini, menggerutu. Mereka menyayangkan dana
dan tenaga yang dialokasikan gereja untuk pelayanan itu. Amatilah kisah
perjalanan Yesus dan murid-murid-Nya ke Gerasa. Setelah menempuh perjalanan
berbahaya dengan menghadapi angin ribut (Mrk. 4:35-41), mereka hanya
mendapatkan seorang yang dirasuk setan dan dikucilkan warga. Padahal, untuk
itu, 2.000-an ekor babi harus mati sia-sia (ay. 13). Sepadankah pengorbanan dan
perjuangan mereka dengan hasil yang diperoleh? Hitungan matematika manusia akan
mengatakan, “Tidak!”. Namun, Yesus menunjukkan bahwa satu jiwa amatlah
berharga. Walaupun mereka kemudian diusir dari Gerasa (ay. 17), di sana telah
ada seorang saksi yang akan memberitakan kuasa-Nya. Ia menjadi bukti bahwa
Kristus mampu melepaskannya dari ikatan roh jahat. Ia yang selama ini ditakuti
semua orang telah memiliki kabar baik untuk dibagikan. Kristus telah mengubah
hidupnya. Apakah Anda berkecil hati karena tidak dapat membanggakan buah
pelayanan secara kuantitas? Atau, apakah penilaian Anda membuat orang lain yang
melayani dengan setia menjadi tawar hati? Ingatlah, Tuhan tidak menuntut
terlalu banyak dari kita. Dia hanya ingin kita setia dalam tugas yang
dipercayakan-Nya bagi kita sekalipun itu hanya berdampak pada satu orang —HT.
TIDAK ADA HARGA YANG TERLALU MAHAL UNTUK DIBAYAR DEMI MEMBAWA SESEORANG BERTEMU
DENGAN KRISTUS. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 6
“Saat kita
ragu-ragu akan jawaban doa, sebenarnya kita sedang meragukan Tuhan.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 7
Amsal 6:10, ‘tidur
sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk
tinggal berbaring, maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu,
dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.’ Jika seseorang tidak mau
bekerja, janganlah ia makan. Ayat Tuhan ini keras sekali, mengajarkan kalau
kita harus bekerja. Sejak jaman Adam, Tuhan sudah menyuruh Adam untuk mengelola
apa yang sudah diciptakan Tuhan di hari-hari sebelumnya. Lewat pekerjaan
kitalah Tuhan memberkati kita dan kita bisa menjadi berkat buat orang lain.
Bersyukur buat pekerjaan yang kita punyai saat ini, apapun itu. Dan tetap
semangat dalam mengerjakannya. Bekerja seperti untuk Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL
8)
Respon 8
Mungkin salah satu
hal yang paling tidak terpikirkan dibenak manusia adalah penyesalan. Keangkuhan
manusia telah membuatnya tidak mau mengakui kegagalannya & menyesali
kesalahan-kesalahannya. Juga hilangnya kesempatan atau keuntungan-keuntungan
yang dapat diraihnya. Namun di hati kecil setiap orang sesungguhnya selalu
terbersit keinginan akan kesempatan yang kedua. Dalam kehidupan, menurut iman
Kristen, tidak ada kesempatan kedua. Mereka diberikan kesempatan hidup sekali
saja selama beberapa puluh tahun (bahkan bisa lebih singkat) untuk setelah itu
masuk dalam kekekalan. Di sinilah penyesalan akan sangat terasa & setiap
jiwa, bisa jadi, menangis demi kesempatan kedua. Bisa menginjakkan kaki di
sorga sungguh suatu keajaiban & kasih karunia -namun Tuhan merindukan lebih
dari itu. Sebagai contoh, hanya sedikit orang Kristen (khususnya di Indonesia)
yang memandang masa hidupnya sebagai pengikut Kristus itu sebagai suatu
pertandingan atau perlombaan. Padahal seperti itulah di pemandangan Tuhan (Ibr.
12:1; 1 Kor.9:24-25; 1 Tim. 6:12; 2 Tim. 2:5). Dan sama seperti setiap orang
tua tidak akan puas & menerima anak-anaknya hanya sekedar lulus melainkan
berharap mereka menjadi juara kelas, demikianlah Bapa di sorga merindukan kita
meraih yang terbaik yang disediakan-Nya selama di bumi, lebih-lebih di sorga.
Jika mau jujur, kita dengan mudah menemukan sikap yang tidak terlalu antusias
& biasa-biasa saja akan perkara-perkara rohani di antara anak-anak Tuhan.
Terhadap perebutan mahkota abadi -yang jauh melampaui mahkota daun salam Romawi
maupun mahkota-mahkota bertahtakan permata yang akan sirna- masih banyak yang
bersikap “menang syukur, tidak menang pun tidak akan apa-apa”. Jauh berbeda
dengan pengejaran materi, keuntungan-keuntungan atau hal-hal tak kekal lainnya.
Jika kita mengerti & menyadari kerinduan Tuhan ini, kita tidak akan
bersikap biasa-biasa & ala kadarnya dalam hidup rohani kita. Kita tidak
lagi cepat puas & berhenti pada satu tingkat kerohanian &
berlambat-lambat di sana. Raih mahkota abadi itu. Penyesalan tidak akan jadi
bagian Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment