Friday, 11 September 2015

11 September 2015



BILLIONAIRE



Pengkhobah 5:18, “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya-- juga itupun karunia Allah.” Amin. Dimanapun kita berada dalam perjalanan iman kita, kita membutuhkan “Kasih KaruniaNya”. Kita diselamatkan oleh kasih karunia, bertahan, menang atas tantangan hidup juga kasih karuniaNya. Oleh kasih karuniaNya kita juga diberkati melalui keuangan / kekayaan / harta benda yang kita miliki saat ini. Dan kalau kita bisa MENIKMATI “berkat-berkatNya”. Melalui KEUANGAN YANG MERDEKA (setia menerima, setia mengatur & setia memberi) itupun kasih karuniaNya. Amin.

Respon 1
MENJADI TELADAN. Bacaan: 1 Tesalonika 1. NATS: Gembalakanlah kawanan domba Allah... [dengan] menjadi teladan bagi kawanan domba itu (1 Petrus 5:2,3). Seorang induk cheetah membawa rusa muda yang masih hidup kepada anak-anaknya yang berusia lima bulan lalu melepaskannya. Setelah anak-anak cheetah itu melakukan beberapa penyerangan dan gagal, sang induk pun kemudian mengambil alih dan menunjukkan kepada mereka cara menangkap santapan malam. Saya mengamati teknik yang sama, yang dipakai oleh petugas asuransi jiwa. Setelah ia menjelaskan berbagai manfaat sebuah polis, ia menceritakan betapa besar perlindungan yang ia dapatkan untuk keluarganya. Kata-katanya ini menimbulkan makna yang baru karena ia menunjukkan dengan memberi contoh bagaimana ia sendiri mengasuransikan keluarganya dengan benar. Jika kita ingin mengajar orang lain seni mengenal Allah dan melayani-Nya, kita TIDAK DAPAT MENGABAIKAN PENTINGNYA KUASA TELADAN. Demikianlah Kristus dan para rasul-Nya mengomunikasikan pesan yang sama. Ketaatan mereka kepada Allah terlihat melalui “ISTILAH-ISTILAH” SEHARI-HARI YANG MUDAH DIMENGERTI. Kepemimpinan yang dilakukan dengan MEMBERI TELADAN akan bersifat MENULAR. Ketika Paulus menyebut orang-orang Tesalonika, yang telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan, ia berkata bahwa mereka juga telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya (1 Tesalonika 1:6,7). Kepemimpinan lebih dari sesuatu yang secara otomatis berjalan seiring status resmi seperti Ayah, Ibu, Pendeta, atau Guru. Orang-orang yang INGIN MEMIMPIN serta MENOLONG sesama HARUS menjadi TELADAN TERLEBIH DAHULU. ANDA TAK DAPAT MENGAJARKAN APA YANG TIDAK ANDA KETAHUI DAN JALANI, SEHINGGA ANDA PUN TAK DAPAT MENUNTUN KE TEMPAT YANG ANDA TUJU. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 2
“Keselamatan berarti berpindah fokus dari yang fana ke yang abadi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 11 September 2015. Gejolak Kedagingan. Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! (Mazmur 39:9). Kita kadang dibuat frustasi oleh diri sendiri. Keinginan untuk berubah seolah terbentur tembok. Keinginan tinggal keinginan. Karakter negatif yang ingin kita ubah seolah melekat erat tak mau dilepaskan. Karakter itu menyeret kita ke perbuatan dosa yang berulang. Dosa tersebut seakan menjerat kita masuk ke perangkapnya. Kita sadar hidup tidak kudus, namun tak berdaya. Bahkan doa pun sepertinya tidak berdampak pada kerohanian kita. Pemazmur juga mengalaminya. Ia sadar akan hidupnya yang fana. Di satu sisi, ia hidup di tengah-tengah orang fasik. Ia sadar ia tidak sama dengan mereka dan tidak boleh menjadi sama dengan mereka. Akan tetapi, ia sadar kedagingannya bergejolak. Maka, ia memilih berdiam diri, tidak mau membalas ajakan orang fasik untuk ikut-ikutan berdosa. Juga terhadap ejekan dari orang fasik yang menertawakan upayanya untuk hidup kudus. Di pihak lain, ia berhadapan dengan Allah yang mahakudus, yang tidak dapat membiarkan umat-Nya hidup dalam dosa. Ia sadar kalau Allah bertindak menguduskan umat-Nya berarti akan ada hajaran, disiplin yang keras! Sungguh ia merasa tidak sanggup untuk menghadapi-Nya. Kita memang tidak akan sanggup mengendalikan kedagingan kita. Oleh karena itu, berserulah kepada Yesus Kristus, Tuhan kita. Dialah yang sanggup membebaskan kita dari tubuh maut ini. Berdoalah senantiasa agar Roh Kudus menolong kita dengan memberi kekuatan ekstra untuk mengatasi kelemahan daging yang cenderung menyeret kita ke dalam perbuatan dosa —ENO. GODAAN KEDAGINGAN DAPAT DIKALAHKAN DENGAN MENYADARI KEHADIRAN KRISTUS DI DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Bagi kebanyakan orang, setiap masalah, kesulitan & pencobaan tentunya sangat ingin dihindari. Sebisa mungkin hal itu jangan sampai terjadi, namun bagi kita yang percaya & hidup dengan berkeimanan kepada-Nya, seharusnya memiliki pandangan & konsep yang berbeda pada saat menghadapi masalah & kesulitan hidup.. Bukan berarti kita selalu mengharapkan datangnya masalah & kesulitan, tapi lebih bagaimana kita menghadapi & menyikapinya. Mengapa kita harus menghadapi pencobaan demi pencobaan? Apakah satu pencobaan saja tidak cukup? Jika kita berhasil menghadapi satu pencobaan itu, apakah kita tak bisa dianggap layak & telah lulus? Ternyata tidak semudah itu, karena iman kita terdiri dari berbagai aspek kehidupan. Sebuah contoh kehidupan, seseorang dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, kemampuan ekonominya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dengan kondisi yang demikian, orang tersebut telah dilatih bagaimana menyikapi hidupnya hanya dengan makanan yang bisa ia dapatkan. Tapi suatu hari tiba-tiba ia terkena penyakit yang parah & menyebabkan harus operasi yang membutuhkan biaya yang besar, maka orang tersebut akan merasa putus asa. Pada posisi ini, ia lebih sanggup menerima keadaan tak punya makanan daripada menghadapi penyakit yang dideritanya. Pencobaan demi pencobaan & bagaimana sikap kita serta apa yang menjadi keyakinan kita, kesemuanya itu adalah kehendakNya. Biarlah setiap pencobaan yang kita alami, membuat & menjadikan iman kita semakin bertumbuh. Kualitas iman kita menunjukkan kualitas hidup kita, sehingga kita tahu bagaimana harus bersikap tatkala pencobaan itu datang. Sugeng injing. Have a nice & success day. Jbu. (Bp. Sutikno – PT. MDU)

Respon 5
Maz 46:2 – ALLAH itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti! Perlindungan, kekuatan yang baru. Pertolongan-NYA yang ajaib sekarang kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 6

Di antara 3 raja pertama Israel, dalam pandangan dunia, jelas Salomo yang dipandang paling sukses dibanding Saul atau Daud. Di zamannya, perekonomian Israel mencapai puncak tertinggi sepanjang keberadaannya. Arsitektur megah dimana-mana. Bangsa-bangsa sekitarnya takluk & tunduk. Israel menjadi adidaya di bawah kepemimpinan brillian & jenius dari Salomo. Sayangnya, tidak demikian di pemandangan Tuhan. Di mata Tuhan, Salomo tidak sesukses Daud. Itu sebabnya semua raja setelah Salomo tidak pernah dibandingkan Tuhan dengan Salomo melainkan dengan Daud, karena Daudlah puncak kesuksesan seorang raja yang berkenan pada Tuhan. Lalu mengapa Salomo yang penuh dengan hikmat (bahkan 2 kali Tuhan menjumpainya dalam mimpi) bisa menyimpang dari jalan Tuhan? Jawabannya ada dalam 1 Raja-Raja 11:1-8. Jika hati Saul berubah karena tahta & harta, Salomo menyimpang dari Tuhan karena wanita. Karena Salomo menaruh & mengikatkan hatinya pada putri-putri dari bangsa asing yang menyembah berhala sehingga ia terpikat, lalu menjauh dari Tuhan. Hatinya tidak lagi sepenuh hati berpaut pada Tuhan (11:4). Di masa tuanya, Salomo mengambil belokan yang keliru dengan hidup untuk menyenangkan istri-istrinya yang sangat banyak itu -yang lalu membawanya menjauh dari Tuhan, tidak lagi sepenuhnya mengikut Tuhan (11:8). Karena hatinya berubah, Salomo dinilai tidak seberhasil Daud dalam mengikut Yehovah, Allah Israel. Dalam ukuran-ukuran tertentu, yang membedakan Daud dengan yang lain ialah bahwa ia seumur hidupnya sepenuh hati mengasihi Tuhan. Daud sudah tentu tidak sepi dari godaan. Harta, tahta, & para wanita juga sempat membuatnya jatuh bangun dalam dosa. Namun di atas segalanya, Daud menautkan hatinya HANYA pada Tuhan. Sejak masih belia hingga putih rambutnya, Tuhan ialah satu-satunya sahabat yang dikasihi dengan segenap keberadaannya. Untuk berhasil mengikut Tuhan hingga akhir, kita harus sepenuh hati pada-Nya. Dialah yang harus kita pilih melampaui apapun & siapapun juga. Maukah Anda sukses dalam pandangan-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment