BILLIONAIRE
Pengkhobah 5:18, “Setiap
orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk
menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih
payahnya-- juga itupun karunia Allah.” Amin. Dimanapun kita berada dalam
perjalanan iman kita, kita membutuhkan “Kasih KaruniaNya”. Kita diselamatkan
oleh kasih karunia, bertahan, menang atas tantangan hidup juga kasih
karuniaNya. Oleh kasih karuniaNya kita juga diberkati melalui keuangan /
kekayaan / harta benda yang kita miliki saat ini. Dan kalau kita bisa MENIKMATI
“berkat-berkatNya”. Melalui KEUANGAN YANG MERDEKA (setia menerima, setia
mengatur & setia memberi) itupun kasih karuniaNya. Amin.
Respon 1
MENJADI TELADAN.
Bacaan: 1 Tesalonika 1. NATS: Gembalakanlah kawanan domba Allah... [dengan]
menjadi teladan bagi kawanan domba itu (1 Petrus 5:2,3). Seorang induk cheetah
membawa rusa muda yang masih hidup kepada anak-anaknya yang berusia lima bulan
lalu melepaskannya. Setelah anak-anak cheetah itu melakukan beberapa
penyerangan dan gagal, sang induk pun kemudian mengambil alih dan menunjukkan
kepada mereka cara menangkap santapan malam. Saya mengamati teknik yang sama,
yang dipakai oleh petugas asuransi jiwa. Setelah ia menjelaskan berbagai
manfaat sebuah polis, ia menceritakan betapa besar perlindungan yang ia
dapatkan untuk keluarganya. Kata-katanya ini menimbulkan makna yang baru karena
ia menunjukkan dengan memberi contoh bagaimana ia sendiri mengasuransikan
keluarganya dengan benar. Jika kita ingin mengajar orang lain seni mengenal Allah
dan melayani-Nya, kita TIDAK DAPAT MENGABAIKAN PENTINGNYA KUASA TELADAN.
Demikianlah Kristus dan para rasul-Nya mengomunikasikan pesan yang sama.
Ketaatan mereka kepada Allah terlihat melalui “ISTILAH-ISTILAH” SEHARI-HARI
YANG MUDAH DIMENGERTI. Kepemimpinan yang dilakukan dengan MEMBERI TELADAN akan
bersifat MENULAR. Ketika Paulus menyebut orang-orang Tesalonika, yang telah
menjadi penurut kami dan penurut Tuhan, ia berkata bahwa mereka juga telah
menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya
(1 Tesalonika 1:6,7). Kepemimpinan lebih dari sesuatu yang secara otomatis
berjalan seiring status resmi seperti Ayah, Ibu, Pendeta, atau Guru.
Orang-orang yang INGIN MEMIMPIN serta MENOLONG sesama HARUS menjadi TELADAN
TERLEBIH DAHULU. ANDA TAK DAPAT MENGAJARKAN APA YANG TIDAK ANDA KETAHUI DAN
JALANI, SEHINGGA ANDA PUN TAK DAPAT MENUNTUN KE TEMPAT YANG ANDA TUJU. (Bp.
Budi – PT. MPU)
Respon 2
“Keselamatan
berarti berpindah fokus dari yang fana ke yang abadi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat,
11 September 2015. Gejolak Kedagingan. Lepaskanlah aku dari segala
pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! (Mazmur 39:9). Kita
kadang dibuat frustasi oleh diri sendiri. Keinginan untuk berubah seolah
terbentur tembok. Keinginan tinggal keinginan. Karakter negatif yang ingin kita
ubah seolah melekat erat tak mau dilepaskan. Karakter itu menyeret kita ke
perbuatan dosa yang berulang. Dosa tersebut seakan menjerat kita masuk ke
perangkapnya. Kita sadar hidup tidak kudus, namun tak berdaya. Bahkan doa pun
sepertinya tidak berdampak pada kerohanian kita. Pemazmur juga mengalaminya. Ia
sadar akan hidupnya yang fana. Di satu sisi, ia hidup di tengah-tengah orang
fasik. Ia sadar ia tidak sama dengan mereka dan tidak boleh menjadi sama dengan
mereka. Akan tetapi, ia sadar kedagingannya bergejolak. Maka, ia memilih
berdiam diri, tidak mau membalas ajakan orang fasik untuk ikut-ikutan berdosa.
Juga terhadap ejekan dari orang fasik yang menertawakan upayanya untuk hidup
kudus. Di pihak lain, ia berhadapan dengan Allah yang mahakudus, yang tidak
dapat membiarkan umat-Nya hidup dalam dosa. Ia sadar kalau Allah bertindak
menguduskan umat-Nya berarti akan ada hajaran, disiplin yang keras! Sungguh ia
merasa tidak sanggup untuk menghadapi-Nya. Kita memang tidak akan sanggup
mengendalikan kedagingan kita. Oleh karena itu, berserulah kepada Yesus
Kristus, Tuhan kita. Dialah yang sanggup membebaskan kita dari tubuh maut ini.
Berdoalah senantiasa agar Roh Kudus menolong kita dengan memberi kekuatan
ekstra untuk mengatasi kelemahan daging yang cenderung menyeret kita ke dalam
perbuatan dosa —ENO. GODAAN KEDAGINGAN DAPAT DIKALAHKAN DENGAN MENYADARI
KEHADIRAN KRISTUS DI DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 4
Bagi kebanyakan
orang, setiap masalah, kesulitan & pencobaan tentunya sangat ingin
dihindari. Sebisa mungkin hal itu jangan sampai terjadi, namun bagi kita yang
percaya & hidup dengan berkeimanan kepada-Nya, seharusnya memiliki
pandangan & konsep yang berbeda pada saat menghadapi masalah &
kesulitan hidup.. Bukan berarti kita selalu mengharapkan datangnya masalah
& kesulitan, tapi lebih bagaimana kita menghadapi & menyikapinya.
Mengapa kita harus menghadapi pencobaan demi pencobaan? Apakah satu pencobaan
saja tidak cukup? Jika kita berhasil menghadapi satu pencobaan itu, apakah kita
tak bisa dianggap layak & telah lulus? Ternyata tidak semudah itu, karena
iman kita terdiri dari berbagai aspek kehidupan. Sebuah contoh kehidupan,
seseorang dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, kemampuan ekonominya hanya
cukup untuk makan sehari-hari. Dengan kondisi yang demikian, orang tersebut
telah dilatih bagaimana menyikapi hidupnya hanya dengan makanan yang bisa ia
dapatkan. Tapi suatu hari tiba-tiba ia terkena penyakit yang parah &
menyebabkan harus operasi yang membutuhkan biaya yang besar, maka orang
tersebut akan merasa putus asa. Pada posisi ini, ia lebih sanggup menerima
keadaan tak punya makanan daripada menghadapi penyakit yang dideritanya.
Pencobaan demi pencobaan & bagaimana sikap kita serta apa yang menjadi
keyakinan kita, kesemuanya itu adalah kehendakNya. Biarlah setiap pencobaan
yang kita alami, membuat & menjadikan iman kita semakin bertumbuh. Kualitas
iman kita menunjukkan kualitas hidup kita, sehingga kita tahu bagaimana harus
bersikap tatkala pencobaan itu datang. Sugeng injing. Have a nice & success
day. Jbu. (Bp. Sutikno – PT. MDU)
Respon 5
Maz 46:2 – ALLAH
itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam
kesesakan sangat terbukti! Perlindungan, kekuatan yang baru. Pertolongan-NYA
yang ajaib sekarang kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 6
Di antara 3 raja
pertama Israel, dalam pandangan dunia, jelas Salomo yang dipandang paling
sukses dibanding Saul atau Daud. Di zamannya, perekonomian Israel mencapai
puncak tertinggi sepanjang keberadaannya. Arsitektur megah dimana-mana.
Bangsa-bangsa sekitarnya takluk & tunduk. Israel menjadi adidaya di bawah
kepemimpinan brillian & jenius dari Salomo. Sayangnya, tidak demikian di
pemandangan Tuhan. Di mata Tuhan, Salomo tidak sesukses Daud. Itu sebabnya
semua raja setelah Salomo tidak pernah dibandingkan Tuhan dengan Salomo
melainkan dengan Daud, karena Daudlah puncak kesuksesan seorang raja yang
berkenan pada Tuhan. Lalu mengapa Salomo yang penuh dengan hikmat (bahkan 2
kali Tuhan menjumpainya dalam mimpi) bisa menyimpang dari jalan Tuhan?
Jawabannya ada dalam 1 Raja-Raja 11:1-8. Jika hati Saul berubah karena tahta
& harta, Salomo menyimpang dari Tuhan karena wanita. Karena Salomo menaruh
& mengikatkan hatinya pada putri-putri dari bangsa asing yang menyembah
berhala sehingga ia terpikat, lalu menjauh dari Tuhan. Hatinya tidak lagi
sepenuh hati berpaut pada Tuhan (11:4). Di masa tuanya, Salomo mengambil
belokan yang keliru dengan hidup untuk menyenangkan istri-istrinya yang sangat
banyak itu -yang lalu membawanya menjauh dari Tuhan, tidak lagi sepenuhnya
mengikut Tuhan (11:8). Karena hatinya berubah, Salomo dinilai tidak seberhasil
Daud dalam mengikut Yehovah, Allah Israel. Dalam ukuran-ukuran tertentu, yang
membedakan Daud dengan yang lain ialah bahwa ia seumur hidupnya sepenuh hati
mengasihi Tuhan. Daud sudah tentu tidak sepi dari godaan. Harta, tahta, &
para wanita juga sempat membuatnya jatuh bangun dalam dosa. Namun di atas
segalanya, Daud menautkan hatinya HANYA pada Tuhan. Sejak masih belia hingga
putih rambutnya, Tuhan ialah satu-satunya sahabat yang dikasihi dengan segenap
keberadaannya. Untuk berhasil mengikut Tuhan hingga akhir, kita harus sepenuh
hati pada-Nya. Dialah yang harus kita pilih melampaui apapun & siapapun
juga. Maukah Anda sukses dalam pandangan-Nya? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment