Monday, 7 September 2015

7 September 2015



BILLIONAIRE



Amsal 6:6-8, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.” Semut berbicara tentang persiapan: PREPARATION. Persiapan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hidup kita yang sekarang, mempersiapkan kita untuk kehidupan ya/kehidupan kekal. Mudah bagi kita sangat disibukkan dengan hal-hal yang kelihatan dan melupakan hal-hal yang tidak terlihat, namun yang sangat penting! Kita hidup hanya 70-80 tahun, destiny kita adalah surga. Penulis kitab Amsal mengajak kita belajar dari semut tentang persiapan/preparation untuk kita belajar menabung/menyimpan/menginvestasikan uang yang kita miliki J. Bahkan Firman Tuhan mengajarkan dalam Matius 25:27, “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.” (ilustrasi: tentang investasi). Beri kami HIKMAT agar kami dapat mengelola keuangan kami sedemikian rupa melalui cara: menabung bahkan berinvestasi J. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Senin, 7 September 2015. Menghormati Kasih KaruniaNYA. Oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN... Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN (2 Raja-Raja 22:19). Dosa dan kejahatan rakyat Yehuda mendatangkan penghukuman atas mereka. Tuhan berfirman bahwa penghukuman atas bangsa Yehuda akan dilaksanakan melalui tangan bangsa lain. Beberapa waktu kemudian, Raja Yosia wafat dalam pertempuran melawan bangsa Mesir, yang berada di bawah kepemimpinan Firaun Nekho (ps. 23:29). Pemberontakan Babel terhadap Asyur membuat kondisi politik makin mencekam. Ancaman penyerbuan Babel mulai menghantui Kerajaan Yehuda. Kondisi ini semakin memburuk dan berujung pada kehancuran Yehuda. Di tengah kesesakan yang dialami bangsa Yehuda, Allah masih menyatakan belas kasihan dan anugerah-Nya. Reformasi terhadap iman dan ibadah bangsa Yehuda yang dilakukan oleh Raja Yosia membuat ia mendapatkan belas kasihan dan anugerah Tuhan. Raja Yosia menyesal dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ia berkabung dengan mengoyakkan pakaian dan menangis dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan (ay. 19). Kesungguhan dan pertobatan Raja Yosia membuat Tuhan berjanji bahwa Raja Yosia tidak akan melihat kehancuran Yehuda dengan matanya sendiri (ay. 20). Tuhan sangat membenci dosa, tetapi ia mengasihi orang berdosa. Belas kasihan dan kasih karunia-Nya pun tak pernah berhenti mengalir, agar kita yang berdosa berbalik dari jalan yang jahat dan kembali kepada-Nya. Ketika penghukuman sudah di ambang pintu, Dia masih menunjukkan kasih dan sayang-Nya kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh hati untuk menghormati kasih karunia-Nya —SYS. KASIH KARUNIA DAN BELAS KASIHAN-NYA TAK PERNAH BERHENTI MENGALIR BAGI ORANG-ORANG YANG DIKASIHI-NYA. Selamat pagi. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Kenangan terhadap orang-orang tersayang yang sudah meninggalkan kita meninggalkan rasa hangat di saat kita kesepian.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 3
KEJUJURAN, KETEKUNAN, KERJA KERAS, GAYA HIDUP yang BENAR. Efesus 4:28, “Tetapi baiklah ia BEKERJA KERAS & MELAKUKAN PEKERJAAN yang BAIK dengan TANGANNYA SENDIRI, supaya ia dapat MEMBAGIKAN SESUATU kepada orang yang berkekurangan.” Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya & berkata: “Sirami dengan teratur, rawat & kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari BENIH ini. Yang TERBAIK pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini!” Seorang karyawan namanya Eko, pulang ke rumah tiap hari disiraminya BENIH itu dengan air & pupuk. Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO untuk memperlihatkan hasil benih tersebut. Eko berkata pada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang kosong, karena Eko melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yang terjadi pada benih miliknya, Eko MERASA GAGAL. Namun istrinya mendorong Eko tetap bawa yang sebenarnya. Eko menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL yang BENAR. Memasuki ruangan meeting, Eko membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan. Ketika CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu hingga akhirnya berhenti di depan Eko yang tertunduk malu. CEO memintanya ke depan & menceritakan TRAGEDI yang sebenarnya. Ketika Eko selesai bercerita, CEO berkata: “Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Eko, CEO yang baru.” Lanjut CEO: “Aku memberikan kepada kalian sebutir BENIH yang TELAH KUREBUS hingga mati & tidak mungkin untuk bertumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya & berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Eko, dia berkata yang sebenarnya terjadi.” Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN!! Maleakhi 2:6, “Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya & kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. dalam damai sejahtera & kejujuran ia mengikuti Aku & banyak orang dibuatnya berbalik daripada kesalahan.” Tabur KETEKUNAN, menuai KEMENANGAN!! Yak 1:3-4. Tabur KERJA KERAS, menuai KESUKSESAN!! Luk 5:5-6. Selamat pagi. Jbu all. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 4
Kejadian 39:23, “Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.” Jangan takut ketika berada dalam keadaan sesulit apapun selama ada Tuhan yang menyertai kita. (GNCC)

Respon 5

Yes 41:13 – Sebab AKU ini, TUHAN, ALLAHmu, memegang tangan kananmu dan berkata: Janganlah takut, AKUlah yang menolongmu! YESUS sumber PERTOLONGANku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment