BILLIONAIRE
Amsal 6:6-8, “Hai
pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan
rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”
Semut berbicara tentang persiapan: PREPARATION. Persiapan sudah menjadi
bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hidup kita yang sekarang, mempersiapkan
kita untuk kehidupan ya/kehidupan kekal. Mudah bagi kita sangat disibukkan
dengan hal-hal yang kelihatan dan melupakan hal-hal yang tidak terlihat, namun
yang sangat penting! Kita hidup hanya 70-80 tahun, destiny kita adalah
surga. Penulis kitab Amsal mengajak kita belajar dari semut tentang persiapan/preparation
untuk kita belajar menabung/menyimpan/menginvestasikan uang yang kita miliki J. Bahkan Firman
Tuhan mengajarkan dalam Matius 25:27, “Karena itu sudahlah seharusnya uangku
itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku
menerimanya serta dengan bunganya.” (ilustrasi: tentang investasi). Beri
kami HIKMAT agar kami dapat mengelola keuangan kami sedemikian rupa melalui
cara: menabung bahkan berinvestasi J. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Senin,
7 September 2015. Menghormati Kasih KaruniaNYA. Oleh karena engkau sudah
menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN... Akupun telah
mendengarnya, demikianlah firman TUHAN (2 Raja-Raja 22:19). Dosa dan kejahatan
rakyat Yehuda mendatangkan penghukuman atas mereka. Tuhan berfirman bahwa
penghukuman atas bangsa Yehuda akan dilaksanakan melalui tangan bangsa lain.
Beberapa waktu kemudian, Raja Yosia wafat dalam pertempuran melawan bangsa
Mesir, yang berada di bawah kepemimpinan Firaun Nekho (ps. 23:29).
Pemberontakan Babel terhadap Asyur membuat kondisi politik makin mencekam.
Ancaman penyerbuan Babel mulai menghantui Kerajaan Yehuda. Kondisi ini semakin
memburuk dan berujung pada kehancuran Yehuda. Di tengah kesesakan yang dialami
bangsa Yehuda, Allah masih menyatakan belas kasihan dan anugerah-Nya. Reformasi
terhadap iman dan ibadah bangsa Yehuda yang dilakukan oleh Raja Yosia membuat
ia mendapatkan belas kasihan dan anugerah Tuhan. Raja Yosia menyesal dan
merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ia berkabung dengan mengoyakkan pakaian dan
menangis dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan (ay. 19). Kesungguhan dan
pertobatan Raja Yosia membuat Tuhan berjanji bahwa Raja Yosia tidak akan
melihat kehancuran Yehuda dengan matanya sendiri (ay. 20). Tuhan sangat
membenci dosa, tetapi ia mengasihi orang berdosa. Belas kasihan dan kasih
karunia-Nya pun tak pernah berhenti mengalir, agar kita yang berdosa berbalik
dari jalan yang jahat dan kembali kepada-Nya. Ketika penghukuman sudah di
ambang pintu, Dia masih menunjukkan kasih dan sayang-Nya kepada orang-orang
yang bersungguh-sungguh hati untuk menghormati kasih karunia-Nya —SYS. KASIH
KARUNIA DAN BELAS KASIHAN-NYA TAK PERNAH BERHENTI MENGALIR BAGI ORANG-ORANG
YANG DIKASIHI-NYA. Selamat pagi. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 2
“Kenangan terhadap
orang-orang tersayang yang sudah meninggalkan kita meninggalkan rasa hangat di
saat kita kesepian.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
KEJUJURAN,
KETEKUNAN, KERJA KERAS, GAYA HIDUP yang BENAR. Efesus 4:28, “Tetapi baiklah ia
BEKERJA KERAS & MELAKUKAN PEKERJAAN yang BAIK dengan TANGANNYA SENDIRI,
supaya ia dapat MEMBAGIKAN SESUATU kepada orang yang berkekurangan.” Seorang
CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya. Ia memanggil
seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya &
berkata: “Sirami dengan teratur, rawat & kembalilah setahun dari sekarang dengan
membawa tanaman yang tumbuh dari BENIH ini. Yang TERBAIK pemiliknya akan
menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini!” Seorang karyawan namanya Eko,
pulang ke rumah tiap hari disiraminya BENIH itu dengan air & pupuk. Setelah
setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO untuk memperlihatkan hasil benih
tersebut. Eko berkata pada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang
kosong, karena Eko melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yang terjadi pada benih
miliknya, Eko MERASA GAGAL. Namun istrinya mendorong Eko tetap bawa yang
sebenarnya. Eko menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL yang BENAR. Memasuki
ruangan meeting, Eko membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya
kasihan. Ketika CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman
itu hingga akhirnya berhenti di depan Eko yang tertunduk malu. CEO memintanya
ke depan & menceritakan TRAGEDI yang sebenarnya. Ketika Eko selesai
bercerita, CEO berkata: “Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Eko, CEO yang
baru.” Lanjut CEO: “Aku memberikan kepada kalian sebutir BENIH yang TELAH
KUREBUS hingga mati & tidak mungkin untuk bertumbuh. Melihat bahwa benih
itu tidak tumbuh, kalian menukarnya & berbohong kepadaku. Lain halnya
dengan Eko, dia berkata yang sebenarnya terjadi.” Tabur KEJUJURAN, menuai
KEPERCAYAAN!! Maleakhi 2:6, “Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya &
kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. dalam damai sejahtera & kejujuran
ia mengikuti Aku & banyak orang dibuatnya berbalik daripada kesalahan.”
Tabur KETEKUNAN, menuai KEMENANGAN!! Yak 1:3-4. Tabur KERJA KERAS, menuai
KESUKSESAN!! Luk 5:5-6. Selamat pagi. Jbu all. (Bp. Budi – PT. MPU)
Respon 4
Kejadian 39:23,
“Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf,
karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.”
Jangan takut ketika berada dalam keadaan sesulit apapun selama ada Tuhan yang
menyertai kita. (GNCC)
Respon 5
Yes 41:13 – Sebab
AKU ini, TUHAN, ALLAHmu, memegang tangan kananmu dan berkata: Janganlah takut,
AKUlah yang menolongmu! YESUS sumber PERTOLONGANku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.

No comments:
Post a Comment