Saturday, 19 September 2015

19 September 2015

BILLIONAIRE




Prinsip Tabur Tuai (2 Kor 9:6-8). 2 Kor 9:6, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Semua yang kita miliki berasal dari Allah, apapun yang kita berikan dengan kerelaan hati, Allah sanggup mengembalikannya kepada kita. Bahkan dalam jumlah yang lebih besar, Rasul Paulus mendorong orang percaya supaya memberi dengan murah hati & dengan sukacita (ayat 7). Ketika kita memberi, kita akan mendapati bagaimana kita diberkati sebagai alasannya (Ayat 8). Apa yang terlintas dalam pikiran kita bila kita diberi kesempatan “membantu/memberi” seseorang yang sedang berada dalam “kesulitan/kekurangan”?? Apakah itu merupakan ‘kesempatan untuk menabur’ atau untuk ‘kehilangan’? Amin.

Respon 1
1 Pet 2:24 – Oleh bilur-bilur-NYA kamu telah SEMBUH! Gejala/sakit (jasmani maupun rohani) apapun sekarang SEMBUH dalam nama TUHAN YESUS. Percayalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 September 2015. Kasih Tidak Berkesudahan (1 Korintus 13:8). Di Surabaya, seorang suami diduga membunuh istrinya. Setelah tertangkap polisi, ia mengaku membunuh istri karena cemburu. Menurutnya, istrinya berhubungan dengan pria lain. Ia dan istrinya sudah sering bertengkar. Dalam pertengkaran terakhir, si istri berusaha menghindar dari suaminya sambil menggandeng anak mereka. Si suami terus mengejar sampai, di sebuah gang sempit, istrinya terjatuh. Laki-laki itu memukul kepala istrinya dengan empat pot bunga yang terbuat dari semen sehingga istrinya tewas. Kecemburuan memang salah satu penyebab keributan dalam rumah tangga. Orang sering keliru menganggap cemburu sebagai tanda cinta seseorang kepada pasangannya. Pada kenyataannya, yang terjadi malah sebaliknya, cemburu membuat orang jadi tidak sabar, marah, menyimpan kesalahan orang, dan berujung dengan perbuatan yang menyakiti dan membahayakan orang lain. Dalam 1 Korintus 13, Paulus menjelaskan tentang sifat kasih, yang jelas-jelas bertentangan dengan kecemburuan. Sebaliknya, kasih justru sabar, bermurah hati, tidak egois mengutamakan kepentingan diri sendiri. Orang yang mengasihi juga tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (ay. 4-5). Sebagai keluarga orang percaya, kita diundang untuk merawat dan memelihara keutuhan rumah tangga di dalam kasih. Jangan terbakar oleh cemburu terhadap pasangan, melainkan bersedialah saling mengakui kesalahan, saling percaya, dan sabar menanggung segala sesuatu (ay. 7). Biarlah kasih melingkupi dan menopang kehidupan rumah tangga kita —IN. KASIH MEMADAMKAN API KECEMBURUAN DAN MEMBANGUN SENDI-SENDI KEHIDUPAN RUMAH TANGGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Hari itu jelas hari yang tak akan terlupakan bagi Maria, gadis dari desa terpencil, Nazaret. Penghulu malaikat, Gabriel, datang menjumpainya secara pribadi & memberitahukan padanya bahwa ia mendapat kasih karunia Tuhan (Luk.1:28-30). Dan berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang bahwa beroleh kasih karunia Tuhan itu sama dengan mendapat kemudahan hidup, Maria mendapat kasih karunia untuk… mengandung secara ajaib oleh Roh Kudus (yang pada sisi lain, ia akan hamil tanpa suami & berisiko dirajam atau minimal dikucilkan masyarakat). Nyatanya sejak hari itu, hidup Maria tidak pernah sama lagi -istilah yang lebih halus dari pada “semakin sulit”. Semua karena ia mendapat kasih karunia Tuhan (mengetahui ini, masihkah Anda menginginkannya lebih lagi?). Sesungguhnya hari itu pula, Maria mengetahui rencana Tuhan yang sempurna bagi dirinya, tujuan keberadaannya di muka bumi. Ia akan melahirkan bayi & membesarkan seorang manusia yang merupakan inkarnasi illahi, seorang Juruselamat yang bernama Yesus & akan bergelar Kristus, Sang Mesias itu sendiri. Mengetahui tujuan hidup merupakan suatu kasih karunia yang besar sebab hanya sedikit dari bermilyar-milyar orang, yang pernah & masih ada di dunia ini, mengetahui gambaran masa depan terbaik yang ada di pikiran sang penciptanya. Sebab seperti kita tahu, kita terbiasa mengikuti jalan hidup & angan-angan kita sendiri. Kita ingin sukses, berprestasi, menjadi kaya atau dikenal banyak orang, atau memiliki profesi terpandang atau membangun bisnis yang menguntungkan. Setiap orang memiliki cita-cita & impiannya sendiri. Masalahnya, apakah itu telah sesuai dengan hati Tuhan, perancang & pemilik hidup kita? Jika bersedia jujur pada diri, bukankah di antara anak-anak Tuhan sampai para pemimbing rohani sekalipun masih kabur dalam memahami tujuan hidup? Masih ada kasih karunia itu bagi Anda sebab Tuhan rindu membukakan rahasia-Nya bagi Anda. Rindukah Anda memperoleh kasih karunia untuk mengubah dunia & membuat sejarah bersama Tuhan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment