BILLIONAIRE
Prinsip Tabur
Tuai (2 Kor 9:6-8). 2 Kor 9:6, “Camkanlah ini: Orang yang menabur
sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai
banyak juga.” Semua yang kita miliki berasal dari Allah, apapun yang kita
berikan dengan kerelaan hati, Allah sanggup mengembalikannya kepada
kita. Bahkan dalam jumlah yang lebih besar, Rasul Paulus mendorong orang
percaya supaya memberi dengan murah hati & dengan sukacita (ayat 7). Ketika
kita memberi, kita akan mendapati bagaimana kita diberkati sebagai alasannya
(Ayat 8). Apa yang terlintas dalam pikiran kita bila kita diberi kesempatan
“membantu/memberi” seseorang yang sedang berada dalam “kesulitan/kekurangan”??
Apakah itu merupakan ‘kesempatan untuk menabur’ atau untuk ‘kehilangan’? Amin.
Respon 1
1 Pet 2:24 – Oleh
bilur-bilur-NYA kamu telah SEMBUH! Gejala/sakit (jasmani maupun rohani) apapun
sekarang SEMBUH dalam nama TUHAN YESUS. Percayalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu,
19 September 2015. Kasih Tidak Berkesudahan (1 Korintus 13:8). Di Surabaya,
seorang suami diduga membunuh istrinya. Setelah tertangkap polisi, ia mengaku
membunuh istri karena cemburu. Menurutnya, istrinya berhubungan dengan pria
lain. Ia dan istrinya sudah sering bertengkar. Dalam pertengkaran terakhir, si
istri berusaha menghindar dari suaminya sambil menggandeng anak mereka. Si
suami terus mengejar sampai, di sebuah gang sempit, istrinya terjatuh.
Laki-laki itu memukul kepala istrinya dengan empat pot bunga yang terbuat dari
semen sehingga istrinya tewas. Kecemburuan memang salah satu penyebab keributan
dalam rumah tangga. Orang sering keliru menganggap cemburu sebagai tanda cinta
seseorang kepada pasangannya. Pada kenyataannya, yang terjadi malah sebaliknya,
cemburu membuat orang jadi tidak sabar, marah, menyimpan kesalahan orang, dan
berujung dengan perbuatan yang menyakiti dan membahayakan orang lain. Dalam 1
Korintus 13, Paulus menjelaskan tentang sifat kasih, yang jelas-jelas
bertentangan dengan kecemburuan. Sebaliknya, kasih justru sabar, bermurah hati,
tidak egois mengutamakan kepentingan diri sendiri. Orang yang mengasihi juga
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (ay. 4-5). Sebagai
keluarga orang percaya, kita diundang untuk merawat dan memelihara keutuhan
rumah tangga di dalam kasih. Jangan terbakar oleh cemburu terhadap pasangan,
melainkan bersedialah saling mengakui kesalahan, saling percaya, dan sabar
menanggung segala sesuatu (ay. 7). Biarlah kasih melingkupi dan menopang kehidupan
rumah tangga kita —IN. KASIH MEMADAMKAN API KECEMBURUAN DAN MEMBANGUN
SENDI-SENDI KEHIDUPAN RUMAH TANGGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 3
Hari itu jelas hari yang
tak akan terlupakan bagi Maria, gadis dari desa terpencil, Nazaret. Penghulu
malaikat, Gabriel, datang menjumpainya secara pribadi & memberitahukan
padanya bahwa ia mendapat kasih karunia Tuhan (Luk.1:28-30). Dan berbeda dengan
pemikiran kebanyakan orang bahwa beroleh kasih karunia Tuhan itu sama dengan
mendapat kemudahan hidup, Maria mendapat kasih karunia untuk… mengandung secara
ajaib oleh Roh Kudus (yang pada sisi lain, ia akan hamil tanpa suami &
berisiko dirajam atau minimal dikucilkan masyarakat). Nyatanya sejak hari itu,
hidup Maria tidak pernah sama lagi -istilah yang lebih halus dari pada “semakin
sulit”. Semua karena ia mendapat kasih karunia Tuhan (mengetahui ini, masihkah
Anda menginginkannya lebih lagi?). Sesungguhnya hari itu pula, Maria mengetahui
rencana Tuhan yang sempurna bagi dirinya, tujuan keberadaannya di muka bumi. Ia
akan melahirkan bayi & membesarkan seorang manusia yang merupakan inkarnasi
illahi, seorang Juruselamat yang bernama Yesus & akan bergelar Kristus,
Sang Mesias itu sendiri. Mengetahui tujuan hidup merupakan suatu kasih karunia
yang besar sebab hanya sedikit dari bermilyar-milyar orang, yang pernah &
masih ada di dunia ini, mengetahui gambaran masa depan terbaik yang ada di
pikiran sang penciptanya. Sebab seperti kita tahu, kita terbiasa mengikuti
jalan hidup & angan-angan kita sendiri. Kita ingin sukses, berprestasi,
menjadi kaya atau dikenal banyak orang, atau memiliki profesi terpandang atau
membangun bisnis yang menguntungkan. Setiap orang memiliki cita-cita &
impiannya sendiri. Masalahnya, apakah itu telah sesuai dengan hati Tuhan,
perancang & pemilik hidup kita? Jika bersedia jujur pada diri, bukankah di
antara anak-anak Tuhan sampai para pemimbing rohani sekalipun masih kabur dalam
memahami tujuan hidup? Masih ada kasih karunia itu bagi Anda sebab Tuhan rindu
membukakan rahasia-Nya bagi Anda. Rindukah Anda memperoleh kasih karunia untuk
mengubah dunia & membuat sejarah bersama Tuhan? Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment