BILLIONAIRE
Mengapa Tuhan ingin
saya memberi? 1) Dengan memberi: sembuh dari materialistis (1 Tim
6:17-19). 2) Dengan memberi = memperkuat iman kita (Amsal 3:5,9 &
10). 3) Dengan memberi = menjadi makmur (Amsal 11:25). Kita memang HIDUP
dari apa yang kita PEROLEH (hasil kerja) & akan tetapi kita “MENDAPATkan
HIDUP” atau sukacita atau kebahagiaan dari apa yang kita BERI. Amin.
Respon 1
Dalam mazmurnya
yang fenomenal, yang digubahnya tidak lama setelah nabi Natan menyampaikan
pesan profetiknya pada Daud setelah kejatuhannya dengan Batsyeba, ada sesuatu
yang penting mengenai bagaimana seharusnya kita menyikapi firman Tuhan yang
datang pada kita. Tidak kurang hampir (mungkin lebih) 20 kali banyaknya, Daud
menggunakan kata ganti “aku” menyangkut dosa, noda, pelanggaran kesalahan &
kejahatan yang dilakukannya di hadapan Tuhan. Tidak satu kata pun ia menyebut
peran orang lain, juga tiada kalimat yang menunjukkan ia melemparkan tanggung
jawab atas kesalahan itu. Daud mendengar perkataan Tuhannya & mengoreksi
diri. Ia tidak membela diri tetapi menyelidiki hati & hidupnya. Ia tidak
melihat keluar dari dirinya; ia melihat ke relung-relung hatinya yang terdalam
lalu menemukan & mengakui setiap dosa & kegagalannya. Daud merenungkan
teguran-teguran Allahnya lalu BERURUSAN DENGAN DIRINYA SENDIRI DI HADIRAT
TUHAN. Sikap Daud menanggapi pesan-pesan ilahi patut menjadi teladan bagi kita.
Bahkan dalam penempelakan yang terang-terangaan, sebagai seorang raja yang
sangat berkuasa waktu itu, Daud memilih mengakui & mengambil tanggung jawab
atas perbuatan salah itu. Ia mungkin mampu membungkam sang nabi, melemparkan
kesalahan pada Batsyeba yang begitu menggoda, atau ia setidaknya lebih dari
sanggup berbantah-bantah atau menyangkal sambil bersilat lidah membela diri
atau meminta dimaklumi sebagai sesuatu yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Faktanya, Daud tidak memilih satupun dari itu semua. Ia memilih dengan jujur
& tulus mengakui dosa-dosanya. Bertobat. Tidak banyak yang menerima firman
lalu mengoreksi diri, mohon pengampunan & berubah. Yang lebih sering adalah
menggunakan firman untuk menunjuk-nunjuk kesalahan orang atau mengutip
ayat-ayat Alkitab untuk menutup-nutupi dosanya. Inilah Kristen agamawi yang
tampak benar di hadapan orang tapi hatinya busuk di hadapan Tuhan. Tahu firman
tapi hidup tanpa pertobatan & kehancuran hati ialah Farisi-Farisi rohani
(Mat. 3:7-8). Jadi, akankah Anda menyambut firman seperti Daud? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
“Ketika orang ingin
kompetisi tanpa introspeksi diri dia bisa jadi orang yang tinggi hati.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
28 September 2015. KEBESARAN HATI. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil (Yohanes 3:30). Charles Dickens pernah memberikan pernyataan tentang
siapakah sebenarnya orang yang disebut terbesar itu. Ia berkata, “Ada orang
besar yang menjadi besar dengan cara mengecilkan dan merendahkan orang lain.
Tetapi, seorang besar sejati adalah seorang yang mampu membuat setiap orang
merasa dirinya besar.” Hampir setiap orang ingin menjadi nomor satu dan
terkemuka. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang nomor
dua. Namun, Yohanes Pembaptis memahami benar arti sebuah kebesaran sejati. Di
saat begitu banyak orang mulai ribut dan membanding-bandingkannya dengan Yesus,
Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kebesaran hatinya. Pernyataannya bahwa
Yesus harus makin besar, tetapi ia harus makin kecil menunjukkan betapa ia
tidak berusaha membesarkan dirinya sendiri. Ia tahu panggilan Tuhan baginya
sebagai pembuka jalan bagi Mesias yang akan datang (ay. 28). Tujuan hidupnya
adalah mengarahkan hati orang-orang kepada Yesus, Sang Mesias, dan bukan kepada
dirinya sendiri. Bagaimana dengan kita? Bagaimana reaksi kita ketika di hadapan
kita berdiri orang-orang yang siap menggantikan posisi kita? Apa reaksi kita
ketika banyak orang mulai membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang
lain? Apakah kita mulai terganggu? Seorang besar sejati tentu tidak akan
terganggu dengan semua itu. Sebaliknya, ia akan menunjukkan kebesaran hatinya
untuk membuat orang lain merasa dirinya besar. Ia akan memberi dukungan dan
turut senang dengan keberhasilan orang lain –SYS. ORANG YANG MEMILIKI KEBESARAN
HATI AKAN TERBEBAS DARI GODAAN UNTUK BERSAING. Selamat pagi. Welcome Monday.
Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment