BILLIONAIRE
Mazmur 126:5-6, “5Orang-orang
yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 6Orang
yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan
sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Amin. Kesedihan yang mendalam
(mencucurkan air mata) dalam menabur sambil bergumul dalam DOA, akan
mendatangkan berkat-berkat dari Tuhan yang ajaib. Sebagai orang percaya kita
diyakinkan bahwa apa yang kita taburkan dengan rajin sekarang ini akan
diberkati dengan berlimpah-limpah oleh Tuhan dimasa depan. Mari kita ‘menabur’ dengan
kesetiaan, kebenaran, doa sekalipun harus mengalami ‘kepedihan’ karena
mengetahui bahwa akan ada tuaian besar yang Tuhan curahkan. Amin.
Respon 1
Maz 84:11 – Sebab
lebih baik 1 hari di pelataran-MU dari pada 1.000 hari di tempat lain! Yuk
ibadah, rasakan hadirat TUHAN, Firman yang hidup. Sip. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 2
Ada jarak sekitar
hampir 200 tahun antara raja pertama kerajaan Israel yang terdiri sepuluh suku,
Yerobeam I dengan raja Yerobeam II. Tidak kebetulan keduanya yang memiliki nama
sama. Seolah itu membuka & menutup era kasih karunia Tuhan. Yerobeam II
adalah raja Israel terakhir yang memerintah dengan relatif damai & tenang,
sebab 6 raja sesudahnya (yang berkuasa relatif singkat) membawa Israel dalam
krisis yang kian parah hingga hancurnya kerajaan itu menjadi tawanan bangsa
Asyur. Yerobeam II juga adalah keturunan ke-4 atau terakhir dari Yehu yang
sempat mengembalikan Israel ke jalur yang benar dengan menumpas Izebel, seluruh
keturunan serta sistem pemerintahannya yang keji itu. Antara pemerintahan Yehu
hingga Yerobeam II ada rentang waktu kira-kira 100 tahun. Sesungguhnya cukup
lama Tuhan bersabar. Sebab sejak zaman Yerobeam I, Tuhan memiliki keberatan
hingga Yerobeam I memerintah. Catatan kitab Raja-Raja yang pertama (1 Raja-Raja)
menunjukkan bahwa dalam 4 generasi Yehu, Tuhan terus menyoroti dosa Yerobeam I
yang tidak pernah diubah oleh 4 generasi Yehu, yang seharusnya menjadi
reformator-reformator Israel. Dosa apakah? Dosa mengadakan ibadah penyembahan
patung lembu emas yang disebut sebagai Allah Israel yang membebaskan mereka
dari Mesir, serupa dengan yang dilakukan oleh Harun di padang gurun. Terhadap
penyembahan itulah Tuhan menjadi murka sebab selama hampir 200 tahun
penyembahan demikian terus berlangsung padahal semua itu jauh dari yang
ditetapkan-Nya melalui Musa. Dan karena itu, Tuhan mengirim nabi Hosea &
nabi Yunus (Hosea 1:1; 2 Raja-Raja 14:25) demi menyadarkan mereka. Ada
kesesatan yang besar dalam ibadah Israel sedemikian lamanya. Itu karena mereka
tidak mau benar-benar mengenal Allah. Baik imam atau rakyatnya menolak
pengenalan akan Allah (Hos. 4:4-6). Ibadah kita harus semata-mata tertuju pada
Tuhan & dilakukan dengan cara-Nya -yang lahir dari pengenalan yang benar
& sungguh akan Dia (Hos. 6:1-6). Bukankah semuanya itu untuk menyenangkan
hatinya & bukan untuk membuat-Nya murka? Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)
Respon 3
“Tiga kata yang
Tuhan rindu kita ucapkan: ‘Selamat pagi, Bapa.’” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Minggu,
20 September 2015. SEPERTI EMAS. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia
menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Emas termasuk logam
mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda
dengan kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan dalam kobaran
api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C. Ayub menggambarkan
pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga
menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah seolah diam saja.
Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya.
Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas, Bildad, dan Zofar,
sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup dan
mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepada-Nya.
Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Dia tahu bagaimana
aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh
api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan firman-Nya aku
simpan dalam hatiku” (ay. 8-12). Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk
mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian
hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajar
kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan
begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan ‘membakar’ hidup kita, Dia tidak
bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang
teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapan-Nya —SYS. TUHAN
MENGUJI BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN HIDUP KITA. SEBALIKNYA, DIA SEDANG MEMURNIKAN
KITA SEPERTI EMAS. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment