Saturday, 12 September 2015

12 September 2015

BILLIONAIRE




“Mempergunakan Waktu dengan Bijaksana”. Efesus 5:15-17, 15Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Perhatikan dengan seksama (ayat 15), artinya melihat dengan tepat, akurat, rajin/sungguh-sungguh! Tepat seperti apa? Tepat seperti kehendak Tuhan (ayat 17). Kita tidak ingin sekedar hidup mengalir begitu saja, tetapi kita ingin mencapai sesuatu yang berprestasi dalam sekolah, sukses dalam karier, membangun rumah tangga yang bahagia. Ini semua dapat terjadi bila kita dapat “Memanfaatkan Waktu dengan Bijaksana”. Dan hal yang paling bijaksana adalah memanfaatkan waktu untuk hidup bagi Tuhan & melayaniNya. Amin. Sudahkah kita menggunakan waktu dengan Bijaksana? (berbicara tentang Produktivitas). Dengan bertanggung jawab? (berbicara tentang Efektifitas). Sudahkah kita menggunakan sesuai kehendak Tuhan (Spritualitas)??

Respon 1
Maz 86:5 – Sebab ENGKAU, ya TUHAN, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-MU! YESUS, ENGKAU baik... Sungguh baik... Sangat BAIK... Teramat BAIK... Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
PINDAH ALAMAT. Bacaan: 2 Korintus 5:1-10. NATS: Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus-itu memang jauh lebih baik (Filipi 1:23). Setiap 26 tahun atau lebih, kami pindah ke rumah baru. Sebenarnya, saya dan Sue pindah ke rumah pertama kami pada saat putri pertama kami masih bayi. Kami tidak pernah menyangka bahwa kami akan menempati rumah itu selama 26 tahun. Kami merasa sangat sedih ketika harus meninggalkan rumah itu untuk pindah ke rumah yang lain. Pada hari kepindahan kami, setelah semua barang dikeluarkan dari rumah, kami berjalan mengelilingi rumah itu untuk terakhir kalinya, untuk menghidupkan kembali kenangan yang kami miliki. Saat yang tersulit bagi kami adalah ketika kami masuk ke kamar Melissa. Ia meninggalkan kami dua tahun yang lalu karena kecelakaan mobil yang merenggut nyawanya. Sekarang, kami harus mengatakan selamat tinggal pada kamar yang penuh hiasan bunga matahari kesukaannya. Ketika saya merenungkan saat yang emosional ketika kami pindah rumah, saya diingatkan kembali tentang kepindahan luar biasa yang dialami Melissa saat ia menghadap ke hadirat Allah. Kepindahan kami ke rumah yang baru tersebut tidak sebanding dengan kemuliaan yang kini dirasakan putri kami di surga. Kami merasakan penghiburan sangat besar ketika menyadari bahwa orang terkasih kami yang telah meninggal, yang percaya kepada Yesus, kini tinggal di kerajaan Allah yang megah! (2 Korintus 5:1). Apakah Anda sudah siap pindah “rumah” untuk yang terakhir kalinya? Di mana pun tempat tinggal Anda di dunia ini, pastikanlah bahwa rumah terakhir yang akan Anda tempati nantinya adalah surga. RUMAH SURGAWI KITA ADALAH RUMAH KITA YANG SEBENARNYA. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 3
“Saat dua jadi satu, jangan lagi ada pikiran milikku dan milikmu.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Kasih karunia Tuhan bagi kita adalah serupa tanah yang subur, pupuk yang baik, sinar matahari yang cukup, udara & iklim yang tepat supaya benih firman-Nya bertumbuh, berkembang & berbuah dalam kita, penuh dengan berbagai kebaikan yang memuliakan nama Tuhan. Hidup rohani kita mengalami pertumbuhan adalah tujuan dari kasih karunia itu. Bukan hanya memindahkan kita ke sorga, menyembuhkan kita, memulihkan kita di segala aspek hidup tetapi lebih dari itu, kasih karunia dimaksudkan membuat kita makin dekat, intim & makin mengenal pribadi & kehendak Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita. Itu sebabnya dikatakan dalam 2 Petrus 3:18, “…bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan & Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Selalu ada hubungan antara bertumbuh dalam kasih karunia dengan tingkat-tingkat pengenalan kita akan Tuhan. Jika kita mengaku menerima & hidup dalam kasih karunia sudah seharusnya kita bertumbuh dalam kasih karunia. Tuhan tidak menghendaki kemandegan atau kekerdilan rohani. Kasih karunia-Nya diberikan serupa setiap usaha & pengorbanan orang tua yang baik demi melihat anak-anaknya bertumbuh secara normal bahkan meraih prestasi yang menjadi kebanggaan orang tuanya. Dan salah satu tanda bahwa kita bertumbuh diukur dari ada tidaknya pertumbuhan pengenalan kita akan Kristus secara pribadi. Perlu diketahui, 'pengenalan' yang dimaksud bukan tentang memiliki data-data & pengetahuan yang banyak akan seseorang. Yang dimaksud di sini ialah tingkat kedalaman hubungan selayaknya dua orang yang bergaul erat & akrab, yang dalam berjalannya waktu sanggup merasakan isi hati & memahami pikiran masing-masing -bukan koleksi data ayat-ayat, ajaran theologia, sejarah atau catatan tentang siapa Yesus itu. Tidak mudah mengenal Tuhan secara pribadi. Itu sebabnya kita memerlukan kasih karunia-Nya: yaitu supaya Dia BERKENAN MENYATAKAN DIRI-NYA sehingga kita beroleh pengalaman demi pengalaman yang serupa dengan para saleh-saleh-Nya yang berjalan bersama Dia di sepanjang zaman. Akan bertumbuhkah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment