BILLIONAIRE
“Mempergunakan
Waktu dengan Bijaksana”. Efesus 5:15-17, “15Karena itu,
perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang
bebal, tetapi seperti orang arif, 16dan pergunakanlah waktu yang
ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu
bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Perhatikan
dengan seksama (ayat 15), artinya melihat dengan tepat, akurat,
rajin/sungguh-sungguh! Tepat seperti apa? Tepat seperti kehendak Tuhan (ayat
17). Kita tidak ingin sekedar hidup mengalir begitu saja, tetapi kita ingin
mencapai sesuatu yang berprestasi dalam sekolah, sukses dalam karier, membangun
rumah tangga yang bahagia. Ini semua dapat terjadi bila kita dapat “Memanfaatkan
Waktu dengan Bijaksana”. Dan hal yang paling bijaksana adalah memanfaatkan
waktu untuk hidup bagi Tuhan & melayaniNya. Amin. Sudahkah kita menggunakan
waktu dengan ➀ Bijaksana?
(berbicara tentang Produktivitas). ➁
Dengan bertanggung jawab? (berbicara tentang Efektifitas).
➂ Sudahkah
kita menggunakan sesuai kehendak Tuhan (Spritualitas)??
Respon 1
Maz 86:5 – Sebab
ENGKAU, ya TUHAN, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua
orang yang berseru kepada-MU! YESUS, ENGKAU baik... Sungguh baik... Sangat
BAIK... Teramat BAIK... Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Respon 2
PINDAH ALAMAT.
Bacaan: 2 Korintus 5:1-10. NATS: Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi
dan diam bersama-sama dengan Kristus-itu memang jauh lebih baik (Filipi 1:23).
Setiap 26 tahun atau lebih, kami pindah ke rumah baru. Sebenarnya, saya dan Sue
pindah ke rumah pertama kami pada saat putri pertama kami masih bayi. Kami
tidak pernah menyangka bahwa kami akan menempati rumah itu selama 26 tahun.
Kami merasa sangat sedih ketika harus meninggalkan rumah itu untuk pindah ke
rumah yang lain. Pada hari kepindahan kami, setelah semua barang dikeluarkan
dari rumah, kami berjalan mengelilingi rumah itu untuk terakhir kalinya, untuk
menghidupkan kembali kenangan yang kami miliki. Saat yang tersulit bagi kami
adalah ketika kami masuk ke kamar Melissa. Ia meninggalkan kami dua tahun yang
lalu karena kecelakaan mobil yang merenggut nyawanya. Sekarang, kami harus
mengatakan selamat tinggal pada kamar yang penuh hiasan bunga matahari
kesukaannya. Ketika saya merenungkan saat yang emosional ketika kami pindah
rumah, saya diingatkan kembali tentang kepindahan luar biasa yang dialami
Melissa saat ia menghadap ke hadirat Allah. Kepindahan kami ke rumah yang baru
tersebut tidak sebanding dengan kemuliaan yang kini dirasakan putri kami di
surga. Kami merasakan penghiburan sangat besar ketika menyadari bahwa orang
terkasih kami yang telah meninggal, yang percaya kepada Yesus, kini tinggal di
kerajaan Allah yang megah! (2 Korintus 5:1). Apakah Anda sudah siap pindah
“rumah” untuk yang terakhir kalinya? Di mana pun tempat tinggal Anda di dunia ini,
pastikanlah bahwa rumah terakhir yang akan Anda tempati nantinya adalah surga.
RUMAH SURGAWI KITA ADALAH RUMAH KITA YANG SEBENARNYA. (Bp. Budi – PT. MPU)
Respon 3
“Saat dua jadi
satu, jangan lagi ada pikiran milikku dan milikmu.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Kasih karunia Tuhan
bagi kita adalah serupa tanah yang subur, pupuk yang baik, sinar matahari yang
cukup, udara & iklim yang tepat supaya benih firman-Nya bertumbuh,
berkembang & berbuah dalam kita, penuh dengan berbagai kebaikan yang
memuliakan nama Tuhan. Hidup rohani kita mengalami pertumbuhan adalah tujuan
dari kasih karunia itu. Bukan hanya memindahkan kita ke sorga, menyembuhkan
kita, memulihkan kita di segala aspek hidup tetapi lebih dari itu, kasih
karunia dimaksudkan membuat kita makin dekat, intim & makin mengenal
pribadi & kehendak Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita. Itu sebabnya
dikatakan dalam 2 Petrus 3:18, “…bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam
pengenalan akan Tuhan & Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Selalu ada
hubungan antara bertumbuh dalam kasih karunia dengan tingkat-tingkat pengenalan
kita akan Tuhan. Jika kita mengaku menerima & hidup dalam kasih karunia
sudah seharusnya kita bertumbuh dalam kasih karunia. Tuhan tidak menghendaki
kemandegan atau kekerdilan rohani. Kasih karunia-Nya diberikan serupa setiap
usaha & pengorbanan orang tua yang baik demi melihat anak-anaknya bertumbuh
secara normal bahkan meraih prestasi yang menjadi kebanggaan orang tuanya. Dan
salah satu tanda bahwa kita bertumbuh diukur dari ada tidaknya pertumbuhan
pengenalan kita akan Kristus secara pribadi. Perlu diketahui, 'pengenalan' yang
dimaksud bukan tentang memiliki data-data & pengetahuan yang banyak akan
seseorang. Yang dimaksud di sini ialah tingkat kedalaman hubungan selayaknya
dua orang yang bergaul erat & akrab, yang dalam berjalannya waktu sanggup
merasakan isi hati & memahami pikiran masing-masing -bukan koleksi data
ayat-ayat, ajaran theologia, sejarah atau catatan tentang siapa Yesus itu.
Tidak mudah mengenal Tuhan secara pribadi. Itu sebabnya kita memerlukan kasih
karunia-Nya: yaitu supaya Dia BERKENAN MENYATAKAN DIRI-NYA sehingga kita
beroleh pengalaman demi pengalaman yang serupa dengan para saleh-saleh-Nya yang
berjalan bersama Dia di sepanjang zaman. Akan bertumbuhkah Anda? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment