BILLIONAIRE
Mengontrol
KEINGINAN Kita. Yakobus 1:14-15: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh
keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila
keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah
matang, ia melahirkan maut.” Pencobaan dari ayat 14 ini pada
hakikatnya bersumber dari KEINGINAN / kecenderungan di dalam hati kita sendiri.
Bila KEINGINAN ini tidak dilawan dengan kekuatan dari Roh Kudus maka itu akan
menuntun kita kepada dosa (ayat 15). Demikian juga dengan mengatur keuangan,
jika itu hanya menuruti “KEINGINAN kita” bukan KEBUTUHAN & kita tidak
mengontrol keinginan tersebut maka itu akan membawa kita kepada dosa. Miliki
prioritas untuk “KEBUTUHAN” kita, bukan hanya “KEINGINAN” kita semata-mata.
Amin.
Respon 1
“Hati-hati, sahabat
terbaik pun bisa mempermainkan kita. Hanya Yesus yang bisa membuat kita
bermain.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Yakobus 1:14-15 –
“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret
dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan
dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Ayat ini kali ini
ditujukan untuk topik keuangan. Keinginan itu punya level-level kalau menurut
saya. Waktu penghasilan 1 juta kita belanja di level 1 juta, tapi sudah punya
KEINGINAN belanja di level 1 juta lebih, jika kita punya penghasilan 2 juta.
Kita akan belanja di level 2 juta dan punya KEINGINAN belanja di level 2 juta
lebih, nah lebih-lebihnya ini kalau tidak kita kontrol maka keuangan kita jadi
kacau. Boleh punya keinginan, yang tadinya kontrak rumah ingin beli rumah, yang
tadinya naik motor pengan beli mobil, yang tadinya pakai BlackBerry ingin pakai
iphone ya itu sah-sah saja. Asal kita bisa mengatur keuangan kita, maksud saya
menabunglah kalau punya keinginan, bukan begitu ingin langsung mengejar dan
menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan kita tersebut. Itu akan
mendatangkan kekacauan yang membuat kita berdosa. Sekali lagi penguasaan diri
dalam mengatur keinginan itu perlu. Dahulukan kebutuhan bukan keinginan. (Ibu
Rita – PKS CL 8)
Respon 3
1 Kor 15:58 – Sebab
kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia!
YESUS tidak mau berhutang. Ada upah besar di dunia dan di sorga! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 4
Jumat, 4 September
2015. Bacaan: Hakim-hakim 16:4-22. Setahun: Yehezkiel 14-16. Nats: Tetapi
tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-hakim 16:20).
KEGAGALAN SEORANG PAHLAWAN. Ted Haggard, seorang pendeta senior di gereja New
Life di Colorado, terkenal di kalangan kaum injili Amerika Serikat. Ia terjatuh
gara-raga sebuah skandal seksual pada 2007. Padahal, selain pendeta gereja, ia
juga ketua National Association of Evangelicals (NAE). Pada awal mula kabar itu
beredar, teman baiknya, James Dobson, seorang psikolog Kristen terkenal, pun
tidak percaya. Namun, kenyataan berbicara lain. Ia benar-benar telah melalukan
dosa seksual. Bagaimana mungkin sosok sehebat Haggard dapat jatuh dalam dosa
ini? Seorang pahlawan di kitab Hakim-Hakim juga mengalami kejatuhan yang sama.
Ia bernama Simson. Jika kita membaca dari awal, Simson nazir Allah sejak ia
berada dalam kandungan. Tuhan pun sudah memakainya beberapa kali, namun
kenyataan berbicara lain. Simson gagal taat kepada Tuhan. Apakah ia tiba-tiba
gagal? Tidak. Ia mencintai dan menikahi seorang gadis asing di Timna, ia
memakan madu hutan dari bangkai singa, hal yang dianggap najis bagi umat Allah,
dan ia menikah dengan Delila, juga perempuan asing. Tidak jarang pula kita
menangkap kesan bahwa Simson sangat membanggakan kekuatannya. Kejatuhannya
tidaklah tiba-tiba. Orang percaya memang diberkati dan dilindungi Tuhan, namun
jika melihat Haggard dan Simson, seharusnya muncul kesadaran bahwa kita orang
yang lemah. Jika tidak senantiasa melatih diri (1 Kor. 9:27), kita dapat jatuh.
Ya, kegagalan biasanya diawali dari ketidaktaatan yang menumpuk dan
berkurangnya kepekaan rohani kita --Periadi Ritonga. KEPEKAAN ROHANI DAN
KETAATAN AKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH KUNCI PENTING AGAR TERHINDAR DARI KEJATUHAN
DALAM DOSA. (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:
Post a Comment