Friday, 4 September 2015

4 September 2015

BILLIONAIRE




Mengontrol KEINGINAN Kita. Yakobus 1:14-15: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Pencobaan dari ayat 14 ini pada hakikatnya bersumber dari KEINGINAN / kecenderungan di dalam hati kita sendiri. Bila KEINGINAN ini tidak dilawan dengan kekuatan dari Roh Kudus maka itu akan menuntun kita kepada dosa (ayat 15). Demikian juga dengan mengatur keuangan, jika itu hanya menuruti “KEINGINAN kita” bukan KEBUTUHAN & kita tidak mengontrol keinginan tersebut maka itu akan membawa kita kepada dosa. Miliki prioritas untuk “KEBUTUHAN” kita, bukan hanya “KEINGINAN” kita semata-mata. Amin.

Respon 1
“Hati-hati, sahabat terbaik pun bisa mempermainkan kita. Hanya Yesus yang bisa membuat kita bermain.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Yakobus 1:14-15 – “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Ayat ini kali ini ditujukan untuk topik keuangan. Keinginan itu punya level-level kalau menurut saya. Waktu penghasilan 1 juta kita belanja di level 1 juta, tapi sudah punya KEINGINAN belanja di level 1 juta lebih, jika kita punya penghasilan 2 juta. Kita akan belanja di level 2 juta dan punya KEINGINAN belanja di level 2 juta lebih, nah lebih-lebihnya ini kalau tidak kita kontrol maka keuangan kita jadi kacau. Boleh punya keinginan, yang tadinya kontrak rumah ingin beli rumah, yang tadinya naik motor pengan beli mobil, yang tadinya pakai BlackBerry ingin pakai iphone ya itu sah-sah saja. Asal kita bisa mengatur keuangan kita, maksud saya menabunglah kalau punya keinginan, bukan begitu ingin langsung mengejar dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan kita tersebut. Itu akan mendatangkan kekacauan yang membuat kita berdosa. Sekali lagi penguasaan diri dalam mengatur keinginan itu perlu. Dahulukan kebutuhan bukan keinginan. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 3
1 Kor 15:58 – Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia! YESUS tidak mau berhutang. Ada upah besar di dunia dan di sorga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Jumat, 4 September 2015. Bacaan: Hakim-hakim 16:4-22. Setahun: Yehezkiel 14-16. Nats: Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia (Hakim-hakim 16:20). KEGAGALAN SEORANG PAHLAWAN. Ted Haggard, seorang pendeta senior di gereja New Life di Colorado, terkenal di kalangan kaum injili Amerika Serikat. Ia terjatuh gara-raga sebuah skandal seksual pada 2007. Padahal, selain pendeta gereja, ia juga ketua National Association of Evangelicals (NAE). Pada awal mula kabar itu beredar, teman baiknya, James Dobson, seorang psikolog Kristen terkenal, pun tidak percaya. Namun, kenyataan berbicara lain. Ia benar-benar telah melalukan dosa seksual. Bagaimana mungkin sosok sehebat Haggard dapat jatuh dalam dosa ini? Seorang pahlawan di kitab Hakim-Hakim juga mengalami kejatuhan yang sama. Ia bernama Simson. Jika kita membaca dari awal, Simson nazir Allah sejak ia berada dalam kandungan. Tuhan pun sudah memakainya beberapa kali, namun kenyataan berbicara lain. Simson gagal taat kepada Tuhan. Apakah ia tiba-tiba gagal? Tidak. Ia mencintai dan menikahi seorang gadis asing di Timna, ia memakan madu hutan dari bangkai singa, hal yang dianggap najis bagi umat Allah, dan ia menikah dengan Delila, juga perempuan asing. Tidak jarang pula kita menangkap kesan bahwa Simson sangat membanggakan kekuatannya. Kejatuhannya tidaklah tiba-tiba. Orang percaya memang diberkati dan dilindungi Tuhan, namun jika melihat Haggard dan Simson, seharusnya muncul kesadaran bahwa kita orang yang lemah. Jika tidak senantiasa melatih diri (1 Kor. 9:27), kita dapat jatuh. Ya, kegagalan biasanya diawali dari ketidaktaatan yang menumpuk dan berkurangnya kepekaan rohani kita --Periadi Ritonga. KEPEKAAN ROHANI DAN KETAATAN AKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH KUNCI PENTING AGAR TERHINDAR DARI KEJATUHAN DALAM DOSA. (Ibu Caroline – Bandung)


No comments:

Post a Comment