BILLIONAIRE
Respon 1
“Hal-hal kecil dan
sederhana yang kita lakukan secara rutin justru membuat perbedaan besar dan
bermakna.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat,
25 September 2015. JANGAN BEDAKAN AKU. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua
anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan
ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia (Kejadian 37:3). Pada 20
Desember 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan Konvensi Hak Anak dan
memberlakukannya sebagai hukum internasional pada 2 September 1990. Konvensi
ini dipandang perlu karena bagaimanapun anak masih rentan terhadap perlakuan
yang salah, masih bergantung pada orang dewasa, dan sedang mengalami masa
tumbuh kembang. Salah satu hak anak yang diatur di dalamnya adalah hak untuk
tidak diperlakukan secara diskriminatif. Yakub begitu mengasihi Yusuf, anak
yang lahir pada usia tuanya. Besarnya cinta Yakub terhadap Yusuf membuatnya
memperlakukan Yusuf secara istimewa. Contohnya, ia menghadiahi Yusuf jubah yang
sangat indah. Perlakuan istimewa ini tidak diberikan Yakub kepada anak-anaknya
yang lain. Akibatnya timbul kebencian dan kemarahan mereka terhadap Yusuf (ay.
4). Tentunya ini menimbulkan relasi yang tidak baik di antara kakak-beradik
itu, ditambah lagi Yakub terkesan membiarkan situasi ini terjadi (ay. 11).
Nantinya mereka berniat membunuh Yusuf dan kemudian menjualnya sebagai budak.
Orangtua kadang-kadang terjebak untuk memperlakukan anak secara pilih kasih.
Ada anak yang disayangi lebih dari saudaranya yang lain. Lewat pelajaran kisah
Yusuf, kita belajar untuk memperlakukan anak secara adil. Setiap anak istimewa
dan, karenanya, layak diperlakukan secara istimewa pula. Orangtua perlu belajar
memberikan cinta kasih secara adil dan wajar sehingga tidak menimbulkan iri
hati dan kebencian yang dapat merusak hubungan antarsaudara —AAS. DISKRIMINASI
MEMECAH-BELAH KELUARGA, KASIH MEMPERSATUKAN DAN MENGERATKAN HUBUNGAN. Selamat
pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Banyak orang tidak
siap & berpikiran negatif saat mendengar istilah “menyangkal diri”. Ada
yang menjauhinya. Ada pula yang menjadikannya alasan tidak menjadi orang
Kristen. Sebagian lainnya beranggapan itu sesuatu yang hanya akan dilakukannya
pada masa tua. Apapun pandangan orang di muka bumi mengenai “menyangkal diri”,
firman Tuhan tidak berubah. Menyangkal diri ialah salah satu syarat utama
mengikut Yesus. Titik. Yang tidak melakukannya, tidak layak bagi-Nya &
tidak akan diperhitungkan sebagai pengikut-Nya (Mat. 16:24; Mrk. 8:34; Luk.
9:23). Dan pertanyaan ini mungkin melintas di hati kita: mengapa harus seperti
itu? Inilah beberapa alasannya: 1- Sebab jalan-jalan Tuhan bertentangan dengan
jalan dunia ini (Yak. 4:4). Yang ikut arus dunia ini menuju ke arah yang
berbeda dengan kemana Tuhan hendak membawa kita. Jika kita tidak melawan segala
keinginan dosa & keduniawian yang bergejolak dalam kita, pastilah kita
tertarik & terseret gelombang dunia yang menuju kebinasaan ini (1 Yoh.
2:17). Jelas, menyangkal diri merupakan perintah yang berujung kebaikan &
keselamatan jiwa kita. 2- Menyangkal diri adalah suatu sikap yang membuktikan
kesungguhan & kesetiaan kita mengikut Kristus (1 Yoh. 2:6; 1 Pet.1:13-19).
Bandingkanlah dengan orang-orang yang memuja penguasa-penguasa kegelapan, yang
rela menjalani ritual-ritual paling menyakitkan, bertingkah bak orang hilang
ingatan, hingga mengorbankan anak-anak & keturunan-keturunan mereka sebagai
tumbal hanya demi kenyamanan hidup sesaat, yang kelak berakhir dalam kematian
abadi di neraka. Oh, betapa ringan & gembira mengikut Kristus meski harus
melawan dosa seketika lamanya. 3- Hidup menyangkal diri membuktikan bahwa kita
hidup dalam kekuatan & kuasa kasih karunia-Nya yang mengubah hidup (2 Kor.
5:15; Fil. 3:7-8). Tak seorangpun sanggup melawan dirinya sendiri yang dikuasai
dosa kecuali ia telah beroleh kekuatan yang besar untuk melakukannya. Itulah
kuasa kasih-Nya (the power of His love) yang memampukan kita mengubah cara
hidup yang lama. Bukankah demikian? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment