Friday, 25 September 2015

25 September 2015

BILLIONAIRE



Ulangan 14:22, “Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.” “Lalu Abram memberikan kepadaNya sepersepuluh dari semuanya” (Kejadian 14:20b). Inilah untuk pertama kalinya Persepuluhan disebut dalam Alkitab. Apakah kita sudah membawa Persembahan Perpuluhan ke rumah Tuhan?? Ingatlah bahwa segala ‘milik kita’ adalah ‘milik Tuhan’, sehingga apa yang ada pada kita bukan milik kita sendiri, melainkan telah dipercayakan Tuhan kepada kita (kita tidak punya hak milik atas apa yang ada pada kita). Amin :).

Respon 1
“Hal-hal kecil dan sederhana yang kita lakukan secara rutin justru membuat perbedaan besar dan bermakna.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 25 September 2015. JANGAN BEDAKAN AKU. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia (Kejadian 37:3). Pada 20 Desember 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan Konvensi Hak Anak dan memberlakukannya sebagai hukum internasional pada 2 September 1990. Konvensi ini dipandang perlu karena bagaimanapun anak masih rentan terhadap perlakuan yang salah, masih bergantung pada orang dewasa, dan sedang mengalami masa tumbuh kembang. Salah satu hak anak yang diatur di dalamnya adalah hak untuk tidak diperlakukan secara diskriminatif. Yakub begitu mengasihi Yusuf, anak yang lahir pada usia tuanya. Besarnya cinta Yakub terhadap Yusuf membuatnya memperlakukan Yusuf secara istimewa. Contohnya, ia menghadiahi Yusuf jubah yang sangat indah. Perlakuan istimewa ini tidak diberikan Yakub kepada anak-anaknya yang lain. Akibatnya timbul kebencian dan kemarahan mereka terhadap Yusuf (ay. 4). Tentunya ini menimbulkan relasi yang tidak baik di antara kakak-beradik itu, ditambah lagi Yakub terkesan membiarkan situasi ini terjadi (ay. 11). Nantinya mereka berniat membunuh Yusuf dan kemudian menjualnya sebagai budak. Orangtua kadang-kadang terjebak untuk memperlakukan anak secara pilih kasih. Ada anak yang disayangi lebih dari saudaranya yang lain. Lewat pelajaran kisah Yusuf, kita belajar untuk memperlakukan anak secara adil. Setiap anak istimewa dan, karenanya, layak diperlakukan secara istimewa pula. Orangtua perlu belajar memberikan cinta kasih secara adil dan wajar sehingga tidak menimbulkan iri hati dan kebencian yang dapat merusak hubungan antarsaudara —AAS. DISKRIMINASI MEMECAH-BELAH KELUARGA, KASIH MEMPERSATUKAN DAN MENGERATKAN HUBUNGAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Banyak orang tidak siap & berpikiran negatif saat mendengar istilah “menyangkal diri”. Ada yang menjauhinya. Ada pula yang menjadikannya alasan tidak menjadi orang Kristen. Sebagian lainnya beranggapan itu sesuatu yang hanya akan dilakukannya pada masa tua. Apapun pandangan orang di muka bumi mengenai “menyangkal diri”, firman Tuhan tidak berubah. Menyangkal diri ialah salah satu syarat utama mengikut Yesus. Titik. Yang tidak melakukannya, tidak layak bagi-Nya & tidak akan diperhitungkan sebagai pengikut-Nya (Mat. 16:24; Mrk. 8:34; Luk. 9:23). Dan pertanyaan ini mungkin melintas di hati kita: mengapa harus seperti itu? Inilah beberapa alasannya: 1- Sebab jalan-jalan Tuhan bertentangan dengan jalan dunia ini (Yak. 4:4). Yang ikut arus dunia ini menuju ke arah yang berbeda dengan kemana Tuhan hendak membawa kita. Jika kita tidak melawan segala keinginan dosa & keduniawian yang bergejolak dalam kita, pastilah kita tertarik & terseret gelombang dunia yang menuju kebinasaan ini (1 Yoh. 2:17). Jelas, menyangkal diri merupakan perintah yang berujung kebaikan & keselamatan jiwa kita. 2- Menyangkal diri adalah suatu sikap yang membuktikan kesungguhan & kesetiaan kita mengikut Kristus (1 Yoh. 2:6; 1 Pet.1:13-19). Bandingkanlah dengan orang-orang yang memuja penguasa-penguasa kegelapan, yang rela menjalani ritual-ritual paling menyakitkan, bertingkah bak orang hilang ingatan, hingga mengorbankan anak-anak & keturunan-keturunan mereka sebagai tumbal hanya demi kenyamanan hidup sesaat, yang kelak berakhir dalam kematian abadi di neraka. Oh, betapa ringan & gembira mengikut Kristus meski harus melawan dosa seketika lamanya. 3- Hidup menyangkal diri membuktikan bahwa kita hidup dalam kekuatan & kuasa kasih karunia-Nya yang mengubah hidup (2 Kor. 5:15; Fil. 3:7-8). Tak seorangpun sanggup melawan dirinya sendiri yang dikuasai dosa kecuali ia telah beroleh kekuatan yang besar untuk melakukannya. Itulah kuasa kasih-Nya (the power of His love) yang memampukan kita mengubah cara hidup yang lama. Bukankah demikian? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment