Wednesday, 30 September 2015

30 September 2015

BILLIONAIRE




Maleakhi 3:8, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?’ Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” Selain membawa Persembahan Persepuluhan, kita juga membawa Persembahan Khusus (persembahan atas dasar sukarela) & Persembahan/Investasi Iman (Pengorbanan atas dasar Iman/Komitmen). Bila selama sebulan ini kita sudah belajar bersama dalam Seri Billionares (Menabur-Menuai), percayalah 2 Kor 9:6, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Amin.

Respon
Ada orang-orang yang mungkin hampir sepanjang usianya dilalui dalam kemuraman. Dan di tengah-tengah dunia yang dilanda krisis demi krisis dari waktu ke waktu, jumlah orang-orang yang tertekan, suram, murung & tenggelam dalam persoalan-persoalan hidup akan terus bertambah. Namun, hidup selayaknya dijalani dengan sukacita. Itulah yang membuat hidup ini indah & berarti. Dan sebagaimana sukacita hilang karena hidup dilihat & dirasakan sebagai sesuatu yang menyedihkan, menakutkan, membosankan, tanpa harapan & penuh dengan alasan untuk menjadi kuatir maka sukacita tumbuh di hati karena kebalikannya: mengetahui masih ada, bahkan banyak kebaikan dalam hidup. Caranya? Dengan HIDUP DALAM SIKAP HATI YANG BERSYUKUR SETIAP HARI (1 Tes. 3:9; Maz. 44:9; Ef. 5:4,20; Kol. 3:16,17; 1 Tes. 5:18). -Hidup penuh syukur berarti secara aktif mencari & menemukan hal-hal baik atau potensi-potensi kebaikan yang bisa terjadi di hidup kita dengan pertolongan Roh Kudus-Nya. Bersyukur “memaksa” kita menyadari betapa banyak hal-hal baik di samping yang buruk yang kita pikir terus menerus terjadi pada kita. -Mengatakan “Terima kasih, Tuhan” jauh lebih baik daripada bertanya “Mengapa, Tuhan?” sebab dengan mengucap syukur pada-Nya dalam kondisi-kondisi terburuk sekalipun kita disadarkan bahwa kita tidak pernah sendirian. Lebih dari itu, kita berkesempatan melalui segalanya bersama Yesus, sahabat terbaik kita. -Dengan mengucap syukur setiap waktu, kita meletakkan seluruh iman & pengharapan pada Tuhan; suatu deklarasi bahwa seburuk apapun yang telah & mungkin bisa terjadi kita memilih tetap yakin bahwa Tuhan akan mengubahkan semuanya itu bagi kebaikan yang menguntungkan kita dimana semua indah pada waktu-Nya. Dari mendisiplin diri mengucap syukur maka sukacita akan bersemi, tumbuh hingga berbuah-buah -sampai dunia melihatnya & bertanya-tanya bagaimana sukacita semacam itu masih tetap ada hari ini. Maukah Anda memilih bersyukur pada Tuhan apapun yang terjadi supaya sepanjang hidup Anda dipenuhi sukacita sejati? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment