BILLIONAIRE
Maleakhi 3:8, “Bolehkah
manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara
bagaimanakah kami menipu Engkau?’ Mengenai persembahan persepuluhan dan
persembahan khusus!” Selain membawa Persembahan Persepuluhan, kita
juga membawa Persembahan Khusus (persembahan atas dasar sukarela) &
Persembahan/Investasi Iman (Pengorbanan atas dasar Iman/Komitmen). Bila selama
sebulan ini kita sudah belajar bersama dalam Seri Billionares
(Menabur-Menuai), percayalah 2 Kor 9:6, “Camkanlah ini: Orang yang menabur
sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai
banyak juga.” Amin.
Respon
Ada orang-orang
yang mungkin hampir sepanjang usianya dilalui dalam kemuraman. Dan di
tengah-tengah dunia yang dilanda krisis demi krisis dari waktu ke waktu, jumlah
orang-orang yang tertekan, suram, murung & tenggelam dalam
persoalan-persoalan hidup akan terus bertambah. Namun, hidup selayaknya
dijalani dengan sukacita. Itulah yang membuat hidup ini indah & berarti.
Dan sebagaimana sukacita hilang karena hidup dilihat & dirasakan sebagai
sesuatu yang menyedihkan, menakutkan, membosankan, tanpa harapan & penuh
dengan alasan untuk menjadi kuatir maka sukacita tumbuh di hati karena
kebalikannya: mengetahui masih ada, bahkan banyak kebaikan dalam hidup.
Caranya? Dengan HIDUP DALAM SIKAP HATI YANG BERSYUKUR SETIAP HARI (1 Tes. 3:9;
Maz. 44:9; Ef. 5:4,20; Kol. 3:16,17; 1 Tes. 5:18). -Hidup penuh syukur berarti
secara aktif mencari & menemukan hal-hal baik atau potensi-potensi kebaikan
yang bisa terjadi di hidup kita dengan pertolongan Roh Kudus-Nya. Bersyukur
“memaksa” kita menyadari betapa banyak hal-hal baik di samping yang buruk yang
kita pikir terus menerus terjadi pada kita. -Mengatakan “Terima kasih, Tuhan”
jauh lebih baik daripada bertanya “Mengapa, Tuhan?” sebab dengan mengucap
syukur pada-Nya dalam kondisi-kondisi terburuk sekalipun kita disadarkan bahwa
kita tidak pernah sendirian. Lebih dari itu, kita berkesempatan melalui
segalanya bersama Yesus, sahabat terbaik kita. -Dengan mengucap syukur setiap
waktu, kita meletakkan seluruh iman & pengharapan pada Tuhan; suatu
deklarasi bahwa seburuk apapun yang telah & mungkin bisa terjadi kita
memilih tetap yakin bahwa Tuhan akan mengubahkan semuanya itu bagi kebaikan
yang menguntungkan kita dimana semua indah pada waktu-Nya. Dari mendisiplin
diri mengucap syukur maka sukacita akan bersemi, tumbuh hingga berbuah-buah
-sampai dunia melihatnya & bertanya-tanya bagaimana sukacita semacam itu
masih tetap ada hari ini. Maukah Anda memilih bersyukur pada Tuhan apapun yang
terjadi supaya sepanjang hidup Anda dipenuhi sukacita sejati? Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment