Thursday, 17 September 2015

17 September 2015

BILLIONAIRE




Pengkhotbah 5:9, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilan-nya. Inipun sia-sia.” Maksudnya: Uang & harta yang berlimpah-limpah tidak dapat memberi arti kepada hidup, dengan demikian tidak bisa mendatangkan kebahagiaan sejati :(. Uang & kekayaan itu tetaplah terbatas sebab uang bukanlah sumber kebahagiaan & kepuasan hidup. Uang memiliki keterbatasan sebab uang adalah ciptaan bukan sebagai Pencipta J. Amin.

Respon 1
2 Raja-Raja 6:16 – Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka! Bukalah mata rohani kita, ada YESUS yang sanggup menolong kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Jangan sampai hilang pengharapanmu karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Roma 5:5, ‘Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.’ (GNCC)

Respon 3
10 PESAN BIJAK. “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat & mulut penuh tipu muslihat” (Amsal 8:13). 1. Ketika kita merasa hidup kita terlalu berat, sudahkah kita BERSYUKUR atas nafas kita hari ini? Sudahkah kita SENYUM atas indahnya pagi? 2. Tak peduli apa yang telah hilang dalam hidup kita, selama kita masih mampu BERSYUKUR pada TUHAN, kita tidak akan pernah kehilangan apapun. 3. Cantik bukan berarti baik, kaya bukan berarti bahagia, karena KECANTIKAN & KEKAYAAN BUKAN JAMINAN KESEMPURNAAN. 4. HIDUP INI SINGKAT... Jalani hidup kita selagi bisa, jangan peduli apa yang orang katakan tentang kita. Lakukan apa yang membuat kita bahagia seturut KEHENDAK TUHAN. 5. Setiap masalah yang datang dalam hidup adalah cara TUHAN mempersiapkan diri kita untuk masa depan. TUHAN tahu yang terbaik untuk kita. 6. Kitalah PEMIMPIN dalam hidup kita. Orang lain boleh MEMPENGARUHI kita, tapi kita sendiri yang harus MENENTUKAN. 7. Setiap orang yang BERSALAH dalam hidup kita mengajarkan kita satu hal: Hati yang kuat adalah hati yang sanggup MEMAAFKAN, bukan MELUPAKAN. 8. HIDUP MEMANG TAK MUDAH, tapi selama kita TAK MENYERAH, setiap AIRMATA & TAWA akan jadikan kita pribadi yang lebih BIJAKSANA. 9. Jika kita tak ingin orang lain MEMPERMAINKAN PERASAAN kita, berhenti MENGGANTUNGKAN HIDUP kita pada orang lain. 10. Jangan pernah merasa kita HIDUP SENDIRI di dunia ini, karena tanpa kita sadari, begitu banyak yang PEDULI pada kita. COBALAH MEMBUKA HATI... “Tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-NYA turun temurun” (Mazmur 33:11). Good morning Father, thank you for today, thank you for our lovely families and thank you for everything. Kami rindu air hidupMu tetap mengalir di dalam kami baik hari ini maupun sepanjang hidup kami. Roh Kudus tetaplah tinggal dalam setiap kami, dan kami menjadi pelaku firmanMu dan tidak selalu gagal dalam menjalankan apa yang Kau perintahkan. Ampuni semua dosa dan kesalahan kami dalam nama YESUS kami berdoa. Amin. (Ibu Caroline – Bandung)


Respon 4
“Sakit hati lebih sulit disembuhkan ketimbang sakit fisik.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
SAAT TEDUH. Kamis, 17 September 2015. Di Tangan yang Baik. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Suatu kali saya harus dioperasi karena radang usus buntu. Cukup tenang saya menjalaninya karena sebagian orang yang terlibat saya kenal. Ahli biusnya teman dekat saya. Kepala perawatnya juga. Mereka merekomendasikan dokter yang sama untuk operasi itu. Saya percaya kasus saya berada di tangan yang baik. Benar saja. Operasi berlangsung dengan lancar. Meskipun perut saya kini dihiasi bekas luka sepuluh jahitan, toh kondisi tubuh saya kian membaik dan pulih. Kepercayaan pada tim dokter memberi ketenangan dalam menjalani operasi; terlebih lagi kepercayaan pada Yesus, Imam Besar Agung kita! Yesus dapat berempati dengan segala kelemahan manusia. Dia turut merasakan kelemahan kita karena Dia juga pernah dicobai sama seperti kita. Hanya bedanya, kita serbagagal mengatasinya; Dia menang telak atas segala pencobaan itu! Dan, Dia menyediakan kemenangan itu bagi kita yang percaya, agar kita memperoleh pertolongan dalam menghadapi kelemahan hidup. Bukankah hal ini—bahwa kita berada di Tangan yang baik—selayaknya membangkitkan ketenteraman yang besar bagi kita dalam menjalani hidup ini? Lalu, kenapa kita lebih mudah cemas dan kalut? Bisa jadi kita belum betul-betul meresapi peran Yesus sebagai imam besar ini. Kita lebih sering membayangkan, untuk menerima pertolongan Tuhan, kita mesti memenuhi syarat moral yang tinggi—yang sesungguhnya mustahil kita genapi. Tidak pahamkah kita bahwa Yesus sudah menggenapi segala syarat itu bagi kita, dan kita tinggal menerimanya dalam iman?—ARS. MEMERCAYAI KEBAIKAN DAN KEMENANGAN YESUS, IMAM BESAR AGUNG KITA, MEMBANGKITKAN KENTENTERAMAN YANG BESAR DALAM MENJALANI HIDUP. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 6
Pengkhotbah 5:9, ‘siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia sia.” Punya pendapatan berapapun kalau nuruti keinginan ya pasti kurang. Karena keinginan manusia itu tak terbatas. Jadi... uang itu tidak bisa memberi kepuasan. Meski berperan dalam hidup kita tapi uang tidak bisa menjadi sumber kepuasan kita. Uang punya keterbatasan karena uang adalah ciptaan bukan sebagai pencipta. (Ibu Rita – PKS CL 4)

Respon 7
Tuhan mencurahkan berkat-berkatNya atas tangan orang-orang yang rajin bekerja. Meski demikian, berkat-berkat terbesar & terlengkap Tuhan janjikan & berikan bagi umat-Nya yang hidup berbakti kepada-Nya. Sekali lagi, ini bukan bagi mereka yang rajin datang ke tempat-tempat ibadah atau orang-orang yang menghabiskan waktu untuk berdoa atau bermeditasi. Janji “diberkatilah kau di kota & di ladang; diberkati hasil bumi, hasil ternakmu, bakulmu & adonanmu; diberkatilah keluar & masukmu” (Ul. 28:3-6) dimana “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu” (28:8) akan digenapkan bagi mereka yang “mendengarkan suara Tuhan & melakukan segala perintah-Nya” dimana melakukan segala ketetapan-Nya itu berkaitan dengan suatu cara hidup sedemikian, yang menyatakan bahwa kita adalah umat yang dikasihi & yang mengasihi Tuhan. Bekerja keras dengan rajin demi mencukupi kebutuhan hidup adalah baik. Tapi Alkitab menegaskan ada lebih daripada sekedar menjalani hidup, memenuhi kebutuhan hidup atau menikmati kenyamanan hidup dari hasil jerih payah kita. Ada panggilan untuk mencari Kerajaan Allah & kebenaran-Nya sebagai prioritas utama (Mat. 6:33). Ada fungsi & peran utuk menjadi garam & terang dunia yang membawa warna & dampak rohani bagi dunia yang gelap ini (Mat. 5:13-16). Pula, ada amanat agung, suatu tugas suci untuk menjadikan segala bangsa murid Kristus (Mat. 28:18-20). Itulah sebabnya diperintahkan supaya “jika kita makan atau minum atau melakukan apapun yang lain, kita harus melakukannya untuk kemuliaan nama Tuhan” (1 Kor. 10:31) & itulah mengapa setelah ditebus, seharusnya kita “tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri melainkan untuk Dia yang telah mati & bangkit bagi kita” (2 Kor. 5:14). Sehingga pekerjaan atau pelayanan kita menjadi ibadah sejati. Bukan hanya rajin bekerja, tapi juga giat bagi kepentingan-kepentingan Kerajaan Allah & bagi kemuliaan nama-Nya -itulah hidup yang diinginkan Tuhan. Yang atasnya Dia pasti mencurahkan berkat-berkat terbaik-Nya. Setujukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment