MESS INTO MESSAGE
Peace
-Mess Into Message #2-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Ezra Soetopo
April
09th 2017
Contoh
cerita: Cerita rumah di DPU.
Contoh
cerita: Cerita di pekerjaan.
Peace is not an emotion, but rather in
Jesus Spirit resides
(Damai/kedamaian itu bukan emosi/perasaan, tapi di dalam
Yesus, roh kita memilih bersandar dan berteduh)
Apa
yang Alkitab bilang tentang Peace (damai)?
Text:
Yohanes 14:25-27
Notes:
Ketika
Yesus mengucapkan kata-kata ini, Yesus tahu bahwa sebentar lagi Dia bukan hanya
menghadapi kematian, tetapi Dia akan menghadapi penyiksaan yang tidak
seorangpun tahu akan berapa lama terjadinya.
Di
momen seperti ini, tidak semua orang bisa memikirkan damai bagi orang lain.
Damai (the peace) yang ada di dalam Yesus membuat Dia mampu menghadapi
momen-momen ini, bukan hanya dengan kuat tapi juga bisa memikirkan damai bagi
orang lain.
Tapi,
menarik sekali cerita ini, di mana Yesus akan berhadapan bukan hanya kematian,
tetapi penyiksaan. Justru Dia menemukan kekuatan yang melebihi segala akal
karena Damai Sejahtera (Peace). Sebagai The Prince of Peace (Raja
Damai), salah satu concern Yesus adalah pentingnya DAMAI SEJAHTERA yang
sesungguhnya bagi anak-anak-Nya.
Peace is not an emotion, but rather in
Jesus Spirit resides
(Damai/kedamaian itu bukan emosi/perasaan, tapi di dalam
Yesus, roh kita memilih bersandar dan berteduh)
MESS NEVER BECOME A MESSAGE WITHOUT THE
PEACE FROM GOD
(Kekacauan tidak akan pernah jadi sebuah pesan yang
membangun, tanpa adanya Damai Sejahtera Tuhan)
KENYATAAN TENTANG DAMAI SEJAHTERA:
1.
DAMAI SEJAHTERA (PEACE) ITU BUKAN EMOSI/PERASAAN
Emosi
kita sama sekali bukan acuan yang benar untuk berpikir dan untuk ambil
keputusan. Karena emosi selalu naik dan turun, emosi tidak konsisten, emosi
berubah-ubah.
2.
DAMAI SEJAHTERA ITU PILIHAN
(PEACE IS A CHOICE)
Peace
is not an emotion, but rather in Jesus Spirit resides.
YOHANES 14:27, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku
Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh
dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
3.
DAMAI SEJAHTERA BUKAN SITUASI BAIK
Damai
sejahtera bukan berdasarkan good situation or bad situation. Yohanes
16:33, “…kamu beroleh damai sejahtera di dalam Aku…” Sehingga, ini yang
seringkali membuat damai sejahtera kita melampaui segala akal. Filipi 4:7, “Damai
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu
dalam Kristus Yesus.” Damai sejahtera yang dari Tuhan bukan damai manusia
yang berdasar situasi. Dan karena ini damai sejahtera yang dari Tuhan, damai
ini melampaui segala akal.
Damai
sejahtera yang memberi kekuatan dan bahkan menenangkan badai, di saat badai
lagi bergelora. Damai sejahtera ini tidak bisa diambil oleh siapapun dan oleh
apapun! Tidak bisa dicuri oleh siapapun! Itulah damai sejahtera YESUS, yang DIA
dengan sengaja mau bagikan kepada kita!
Sehingga
kita bisa berkata: Apapun yang terjadi, saya bisa kuat, saya tidak gelisah,
saya bisa mengampuni, saya bisa memaafkan, saya punya harapan, saya tidak
tergoyahkan!
Our
mess turns into message! (Kekacauan kita
bisa berubah menjadi pesan yang membangun)
APA
YANG HARUS KITA LAKUKAN?
TERIMA
DAMAI SEJAHTERA INI DALAM HATI KITA! Peace is not an emotion, but rather in
Jesus Spirit resides (damai/kedamaian itu bukan emosi/perasaan, tapi di
dalam Yesus, roh kita memilih bersandar dan berteduh). Orang yang punya damai
sejahtera Tuhan: berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan dirinya dan berdamai
dengan orang lain.
No comments:
Post a Comment