MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 13 – PEACE. Efesus 2:14, “Karena Dialah damai
sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan
tembok pemisah, yaitu perseteruan.” Dalam nubuatan nabi Yesaya mengenai
Mesias, kita membaca: “NamaNya disebut orang Penasehat ajaib, Allah yang
perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:5). Dengan kematianNya
dikayu salib Dia menyatukan kita dengan Allah karena Dialah Damai sejahtera
kita (Efesus 2:14). Hanya didalam Yesus kita dapat MEMILIH untuk bersandar dan
berteduh kepadaNya karena hanya DIAlah damai sejati itu. Terima Kasih Tuhan
untuk penyertaanMu dalam kehidupan kami hari lepas hari, biarlah suka cita dan
damai sejahtera yang dari padaMu saja yang selalu menyertai kehidupan kami.
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 22 dan 23
B: Roma 9:16-36
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
GNCC
IBADAH itu seharusnya berguna untuk hidup dan bukan untuk
sekedar kekinian. IBADAH itu berguna dalam segala hal untuk hidup sekarang dan
yang akan datang. #gncc
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 13 April 2017. ASAL BUKAN YESUS. Bacaan:
Matius 27:15-26. Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak
bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati (Matius
27:20). Pilihan orang banyak tidak selalu mewakili kebenaran. Suara terbanyak,
mayoritas, teriakan protes atau demo mengatas-namakan rakyat belum tentu
menyuarakan kebenaran. Itu bisa diatur oleh pemain yang berada di belakang
panggung. Sentimen pribadi, kedengkian, kebencian, dan dendam bisa menjadi
kendali yang sebenarnya. Tak soal siapa yang diusung, yang penting hasil yang
diinginkan ialah asal bukan si calon yang tak dikehendaki. Memang mengejutkan
manakala orang banyak disuruh memilih antara Yesus dan Barabas-seorang penjahat
besar-ternyata pilihan untuk dibebaskan jatuh pada si penjahat. Rupanya memang
persoalan bukan pada kualitas Barabas, melainkan ditentukan oleh skenario “Asal
Bukan Yesus”. Di balik skenario itu berdiri para pembenci Yesus dengan motif
dengki dan modus hasutan mereka yang efektif (ay. 18, 20). Tujuannya satu,
membunuh si ”Orang Benar itu” (ay. 19). Detik-detik menjelang penyaliban Yesus
sejatinya adalah drama kotor pembunuhan kebenaran. Skenario pembunuhan
kebenaran kita saksikan dalam keseharian hidup. Kita dibuatnya kaget, sedih,
berang, geram, bahkan tak jarang kecewa berat. Namun penyaliban Yesus
membuktikan, skenario Allah selalu unggul. Penyaliban-Nya justru melayani
tujuan-Nya, yakni penyelamatan dunia. Siasat licik tak bakal berjaya terus.
Percayalah, tiada yang sanggup membinasakan Sang Kebenaran. KEGELAPAN TAK
SANGGUP MENGUSIR TERANG YANG TERJADI ADALAH SEBALIKNYA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 1 Samuel 22-23 & Roma 9:16-36.
Cin Han – Solo
TIGA DIMENSI DOA. Matius 7:7-11 Ada seorang anak yang tumbuh besar dalam asuhan
ayahnya. Ketika anak itu masih kanak-kanak, setiap kali ayahnya bepergian, ia
meminta oleh-oleh dan hadiah. Beranjak remaja, si anak tahu saat-saat ayahnya
sedang lelah, atau sedang ada masalah. Si anak pun berusaha membantu ayahnya
dengan caranya: ia membiarkan ayahnya beristirahat, lalu mencucikan mobil
ayahnya, dsb. Walaupun belum dapat memahami apa yang ayahnya pikirkan dan
rasakan, si anak berusaha meringankan beban ayahnya. Waktu berlalu, kini si
anak telah bertumbuh menjadi pemuda cerdas. Setiap kali ayahnya ada masalah, ia
akan diajak duduk bersama dan mereka pun bertukar pikiran. Dengan demikian,
hubungan mereka pun semakin dekat. Tahukah Anda, si anak yang mengalami masa
demi masa dan perubahan demi perubahan dalam hidupnya, dapat menggambarkan
hubungan Anda dengan Tuhan? Awalnya Anda sama seperti anak kecil yang senang
dengan hadiah dan pemberian ayahnya. Dalam hubungan Anda dengan Tuhan, Anda pun
pasti mengalami saat-saat yang menjadi fokus Anda, yaitu: diri Anda sendiri.
Inilah dimensi “meminta”. Namun, Anda tidak bisa selamanya menjadi seperti anak
kecil. Anda perlu masuk dan bertumbuh lebih lagi seperti si anak yang beranjak
remaja. Ada keinginan untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan, bekerja untuk Dia.
Ketika pikiran dan perasaan Anda mulai tertuju pada Tuhan, itu artinya Anda
sudah masuk ke dalam *ruang kudus Tuhan*, dan dalam dimensi “mencari”. Namun
Anda jangan puas ada di dimensi ini. Masuklah lebih dalam lagi ke *ruang maha
kudus Tuhan*, di mana Anda benar-benar mengalami Pribadi-Nya, dekat dengan
Pribadi-Nya dan bisa bercakap-cakap dengan-Nya. Saat Anda terus-menerus berada
dekat dengan-Nya, Anda pasti akan mengalami perubahan. Inilah *transformasi
roh*, yang akan Anda alami jika Anda terus masuk, terus melangkah, dan terus
membangun hubungan yang makin dekat dengan Tuhan. Jika hal itu sdh terjadi pada
diri Anda, maka *terobosan dan urapan yang dasyat* pun akan mjd bagian dalam
hidup Anda. Dan nama Tuhan akan semakin dipermuliakan! MASUKLAH LEBIH JAUH LAGI
KE dalam TIGA DIMENSI DOA: MEMINTA, MENCARI DAN MENGETOK; MAKA ANDA AKAN
MENGALAMI TRANSFORMASI ROH yang LUAR BIASA! (Baca Matius 21:21-22; Markus
11:22-24; Yohanes 14:12-14 &15:7; Ibrani 9:1-3 & 10:19-21; Yakobus
1:6-8; 1 Yohanes 3:22 & 5:14-15). Tuhan Yesus mengasihimu!
Bp. Anto – Citraland
12 APRIL 2017 – RENUNGAN KELUARGA ALLAH – HARI 3# DIPENUHI
KUASA ALLAH. BACAAN HARI INI: Ezra 8:18-23. RHEMA HARI INI: Ezra 8:23 “Jadi
berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan
permohonan kami.” Pernahkan Anda mendengar tentang Mart Green? Pria ini pernah
menyelamatkan Oral Roberts University dari ambang kebangkrutan pada tahun 2007,
dengan menyumbangkan US$70 juta. Pria kaya ini adalah pemilik dari serangkaian
toko buku Kristen, Mardel dan Hobby Lobby. Mart bercerita, karena kepercayaan
orangtuanya yang konvensional, ia dibesarkan untuk tidak pergi ke bioskop.
Sampai suatu hari ia menemukan rekaman tentang lima orang misionaris yang
terbunuh di pedalaman Ekuador, tetapi istri dan adik dari dua martir tersebut
memutuskan untuk meneruskan penginjilan sampai suku tersebut menerima Tuhan.
Saat itu, Tuhan menggerakkan hati Mart untuk membuat film tentang kisah
tersebut. Namun, karena ia tidak memiliki sedikit pun pengalaman, Mart pun
ketakutan. Itulah yang membuat ia berpuasa selama 40 hari dan mencari Tuhan.
Meminta-Nya memberikan tim yang tepat. Jawaban pertama Tuhan adalah
mempertemukannya dengan Bill Ewing, produser yang keluar dari Sony Pictures
setelah pembuatan Spiderman dan Men In Black II. Meski proyek mereka
mendapatkan banyak kendala, Tuhan menuntun mereka menyelesaikan film “End of
the Spear,” yang menceritakan kekuatan firman Tuhan yang bahkan sanggup
mengubahkan suku yang sadis. Kita perlu mengetahui, ketika kita berdoa puasa,
sesungguhnya kelaparan dan kehausan roh akan tercipta dalam diri kita. Inilah
yang akan menarik kuasa Allah, dan ketika kuasa itu bekerja, maka terobosan
terjadi. Semakin besar kehausan yang kita miliki besar, maka semakin besar
kuasa Allah yang akan bekerja. Semakin kuat kehidupan doa puasa kita, semakin
dahsyat pula urapan Allah dalam hidup kita. Semakin besar pengurapan Allah
dalam hidup kita, semakin berkuasa doa dan perkataan kita. Hal ini akan membawa
transformasi besar-besaran dalam hidup kita. Ketika umat Tuhan mau berdoa
puasa, maka kuasa Tuhan akan dimanifestasikan dengan dahsyat. Saat itulah
banyak mujizat terjadi, terobosan-terobosan roh Tuhan kerjakan, jiwa-jiwa
dipertobatakan, dan revival besar terjadi. Oleh sebab itu, mari kita
bersama-sama mengikuti kegerakan doa puasa 50 hari yang gereja kita adakan.
Tuhan Yesus memberkati (ABU). RENUNGAN: Dengan DOA PUASA 50 HARI, kita MENCARI
WAJAH TUHAN secara khusus, sehingga selama 50 hari kita DIPENUHI KUASA ALLAH.
APLIKASI: Pernahkan Anda mengikuti doa puasa 50 hari selama ini? Apa yang
biasanya Anda cari ketika sedang berdoa puasa? Apa saja kendala yang dapat Anda
singkirkan ketika hendak berdoa puasa? DOA UNTUK HARI INI: “Bapa, berikan kami
yang teguh untuk melakukan doa puasa, sehinga kami dapat mencari wajah-MU. Di
dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN: Yehezkiel
33:31-33.
Source http://gbika.org/site/dipenuhi-kuasa-allah/

No comments:
Post a Comment