Saturday, 15 April 2017

15 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess into...Message Day 15 – Kristus Penebus, Aku Tahu Penebusku HIDUP (Ayub 19:25a). Setiap kita yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, mempunyai alasan untuk bersukacita pada hari ini. Apapun yang sedang kita alami di dunia ini, kita dapat tetap mempunyai HARAPAN di masa kini karena ada jaminan yang telah menantikan saatnya kelak kita akan menikmati kekekalan bersamaNya. Alangkah pentingnya bagi kita untuk tetap hidup memusatkan pandangan kita kepada Penebus kita hari lepas hari. Baik dimasa suka dan dimasa sulit. Seperti Ayub berkata: Aku tahu Penebusku Hidup. Seruan hati Ayub mengarahkan kita kepada Yesus Juruselamat kita yang hidup & yang suatu hari nanti akan datang kembali ke dunia (1 Tes 4:16-18). Tetap arahkan pandangan kita kepadaNya dan yakinlah Yesus telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan baginya suatu umat kepunyaanNya sendiri yang rajin berbuat baik (Titus 2:14). Hanya melalui salib dan kebangkitanNya, Tuhan Yesus sudah menyelamatkan dan menjadi Penebus kita. Amin. Terima kasih Tuhan Engkau sudah menjadi Juruselamat kami, Engkau sudah mati dan bangkit kembali. Terima kasih Engkau sudah menjadi Penebusku yang Hidup. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 27, 28, 29
PB: Roma 11:1-24
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFamily

Ibu Caroline – Bandung
Bacaan: Matius 27:15-26. Setahun: 2 Samuel 6-9. Nas: Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati (Matius 27:20). Asal Bukan Yesus. Pilihan orang banyak tidak selalu mewakili kebenaran. Suara terbanyak, mayoritas, teriakan protes atau demo mengatas-namakan rakyat belum tentu menyuarakan kebenaran. Itu bisa diatur oleh pemain yang berada di belakang panggung. Sentimen pribadi, kedengkian, kebencian, dan dendam bisa menjadi kendali yang sebenarnya. Tak soal siapa yang diusung, yang penting hasil yang diinginkan ialah asal bukan si calon yang tak dikehendaki. Memang mengejutkan manakala orang banyak disuruh memilih antara Yesus dan Barabas-seorang penjahat besar-ternyata pilihan untuk dibebaskan jatuh pada si penjahat. Rupanya memang persoalan bukan pada kualitas Barabas, melainkan ditentukan oleh skenario “Asal Bukan Yesus”. Di balik skenario itu berdiri para pembenci Yesus dengan motif dengki dan modus hasutan mereka yang efektif (ay. 18, 20). Tujuannya satu, membunuh si “Orang Benar itu” (ay. 19). Detik-detik menjelang penyaliban Yesus sejatinya adalah drama kotor pembunuhan kebenaran. Skenario pembunuhan kebenaran kita saksikan dalam keseharian hidup. Kita dibuatnya kaget, sedih, berang, geram, bahkan tak jarang kecewa berat. Namun penyaliban Yesus membuktikan, skenario Allah selalu unggul. Penyaliban-Nya justru melayani tujuan-Nya, yakni penyelamatan dunia. Siasat licik tak bakal berjaya terus. Percayalah, tiada yang sanggup membinasakan Sang Kebenaran --PAD/Renungan Harian. KEGELAPAN TAK SANGGUP MENGUSIR TERANG YANG TERJADI ADALAH SEBALIKNYA.

No comments:

Post a Comment