MESS INTO MESSAGE
Mess into...Message Day 15 – Kristus Penebus, Aku Tahu
Penebusku HIDUP (Ayub 19:25a). Setiap
kita yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, mempunyai alasan untuk
bersukacita pada hari ini. Apapun yang sedang kita alami di dunia ini, kita
dapat tetap mempunyai HARAPAN di masa kini karena ada jaminan yang telah
menantikan saatnya kelak kita akan menikmati kekekalan bersamaNya. Alangkah
pentingnya bagi kita untuk tetap hidup memusatkan pandangan kita kepada Penebus
kita hari lepas hari. Baik dimasa suka dan dimasa sulit. Seperti Ayub berkata:
Aku tahu Penebusku Hidup. Seruan hati Ayub mengarahkan kita kepada Yesus
Juruselamat kita yang hidup & yang suatu hari nanti akan datang kembali ke
dunia (1 Tes 4:16-18). Tetap arahkan pandangan kita kepadaNya dan yakinlah
Yesus telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala
kejahatan dan menguduskan baginya suatu umat kepunyaanNya sendiri yang rajin
berbuat baik (Titus 2:14). Hanya melalui salib dan kebangkitanNya, Tuhan Yesus
sudah menyelamatkan dan menjadi Penebus kita. Amin. Terima kasih Tuhan Engkau
sudah menjadi Juruselamat kami, Engkau sudah mati dan bangkit kembali. Terima
kasih Engkau sudah menjadi Penebusku yang Hidup. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 27, 28, 29
PB: Roma 11:1-24
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFamily
Ibu Caroline – Bandung
Bacaan: Matius 27:15-26. Setahun: 2 Samuel 6-9. Nas: Tetapi
oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta
supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati (Matius 27:20). Asal Bukan
Yesus. Pilihan orang banyak tidak selalu mewakili kebenaran. Suara terbanyak,
mayoritas, teriakan protes atau demo mengatas-namakan rakyat belum tentu
menyuarakan kebenaran. Itu bisa diatur oleh pemain yang berada di belakang
panggung. Sentimen pribadi, kedengkian, kebencian, dan dendam bisa menjadi
kendali yang sebenarnya. Tak soal siapa yang diusung, yang penting hasil yang
diinginkan ialah asal bukan si calon yang tak dikehendaki. Memang mengejutkan
manakala orang banyak disuruh memilih antara Yesus dan Barabas-seorang penjahat
besar-ternyata pilihan untuk dibebaskan jatuh pada si penjahat. Rupanya memang
persoalan bukan pada kualitas Barabas, melainkan ditentukan oleh skenario “Asal
Bukan Yesus”. Di balik skenario itu berdiri para pembenci Yesus dengan motif
dengki dan modus hasutan mereka yang efektif (ay. 18, 20). Tujuannya satu,
membunuh si “Orang Benar itu” (ay. 19). Detik-detik menjelang penyaliban Yesus
sejatinya adalah drama kotor pembunuhan kebenaran. Skenario pembunuhan
kebenaran kita saksikan dalam keseharian hidup. Kita dibuatnya kaget, sedih,
berang, geram, bahkan tak jarang kecewa berat. Namun penyaliban Yesus
membuktikan, skenario Allah selalu unggul. Penyaliban-Nya justru melayani
tujuan-Nya, yakni penyelamatan dunia. Siasat licik tak bakal berjaya terus.
Percayalah, tiada yang sanggup membinasakan Sang Kebenaran --PAD/Renungan
Harian. KEGELAPAN TAK SANGGUP MENGUSIR TERANG YANG TERJADI ADALAH SEBALIKNYA.

No comments:
Post a Comment