MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 7. Efesus 6:12, “karena perjuangan
kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,
melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini,
melawan roh-roh jahat di udara.” Didalam ayat 12 ini disebutkan: karena
perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging... Berarti ayat ini ingin
menjelaskan bahwa untuk mencapai kemenangan dalam menghadapi
tantangan/kekacauan dalam hidup kita, tidak lah datang dengan sendirinya,
tetapi melalui “perjuangan”/pertarungan melawan iblis/roh-roh jahat.
Pertarungan kita bukanlah untuk merebut sebuah medali dalam pertandingan
melainkan hidup dan mati dalam “sebuah medan perang”. Bila kita melihat
tantangan dan persoalah dalam dunia/kehidupan pribadi kita seolah-olah
tantangan itu tidak dapat diatasi. Memang benar banyak tantangan diluar
kemampuan kita tetapi TIDAK PERNAH diluar kemampuan Tuhan. Peperangan adalah
milik Tuhan, tetapi KEMENANGAN telah diberikan pada kita. Yess!! Masihkah kita
takut menghadapi tanntangan/kekacauan dalam setiap hidup kita? Keluaran 15:3, “TUHAN
itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.” 2 Tawarikh 20:17, “Dalam
peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah
berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan
kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka,
TUHAN akan menyertai kamu.” Percayalah: Peperangan adalah milik Tuhan,
kemenagan adalah milik kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 7-9
PB: Roma 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
WM Stars
MEMBANGUN DENGAN PISANG. Pisang bentuknya tidak simetris,
akan sangat susah membangun sebuah bangunan dari pisang. Bisa dibayangkan
kesulitannya bila batu bata diganti dengan pisang dalam membangun sebuah rumah.
Karena bentuknya yang bervariasi, bengkoknya tak sama, panjangnya tak sama,
tebalnyapun tidak mirip, apalagi ia sangat lembek, tidak tahan tekanan. Itulah
hal-hal yang menyebabkan sulitnya membangun dengan pisang. Manusia mempunyai
banyak perbedaan. Perbedaan sifat, warna kulit, budaya, bahasa, cara berpikir
dan berbeda juga dalam kepribadian. Bisa dibayangkan sulitnya membangun suatu
hubungan. Seringkali ditemukan berbagai benturan dalam hubungan interpersonal.
Tuhan menghendaki kesatuan. Diperlukan kerendahan hati dan saling menghormati
dalam hidup penuh kasih, sehingga mampu menjaga tetap satu tujuan dan terus
hidup dalam kehendak Tuhan. Tuhan tolonglah kami agar tinggal dalam kesehatian
dan tidak mencari kepentingan sendiri. Ajarilah kami dalam hidup bersama,
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, agar kami
bisa sehati sepikir, hidup dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.
Filipi 2:2-5
2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah
kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian
yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap
yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
PRIBADI YANG LUAR BIASA. Banyak yang ingin setajam PISAU,
tapi enggan untuk DIASAH. Banyak yang ingin seharum DUPA, tapi enggan untuk
DIBAKAR. Banyak yang ingin secemerlang EMAS, tapi enggan untuk DILEBUR. Banyak
yang ingin sekuat BAJA, tapi enggan untuk DITEMPA. Ketahuilah bahwa Orang yang
hebat tidak dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan & Ketenangan. Mereka
dibentuk melalui Kesukaran, Tantangan & Air Mata. Ketika kita mengalami
pembentukan melalui Kesukaran, Tantangan & sesuatu yang sangat berat,
ingatlah bahwa TUHAN taat pada setiap pembetukan-NYA, dan pahamilah bahwa TUHAN
SEDANG MEMPERSIAPKAN KITA UNTUK MENJADI PRIBADI yang LUAR BIASA BAGI
KEMULIAAN-NYA, KITA DIBENTUK SAMPAI INDAH DALAM PANDANGAN-NYA. “Apabila bejana,
yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang
periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada
pemandangannya” (Yeremia 18:4). “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan
kemurnian imanmu— yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan
kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Petrus
1:7). God bless you all.
Madam Ossy
Jumat, 7 April 2017. Bacaan: Ayub 36:1-33. Setahun: 1 Samuel
19-21. Nas: Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan
Ia membuka telinga mereka (Ayub 36:15). Sengsara yang Menumbuhkan. Beberapa
waktu lalu saya pernah berdoa kepada Tuhan agar bertumbuh dalam hal penguasaan
diri. Tak lama setelah saya berdoa, masalah berdatangan. Laptop tiba-tiba rusak
sehingga saya tak bisa bekerja, ada orang yang berbicara kasar dan menyakiti
hati saya, saat membeli barang perlakuan penjaga toko menjengkelkan, dan
beberapa kejadian lainnya. Ternyata, melalui kesulitan hidup, Tuhan menumbuhkan
penguasaan diri saya. Kesulitan, tekanan, pergumulan, kesulitan hidup, dan
penderitaan dapat dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi manusia yang lebih
kuat. Kita diajar untuk menyadari kelemahan kita dan kekuasaan Tuhan. Ucapan
Elihu sepertinya sulit kita mengerti (ay. 15), namun itulah yang terjadi. Tuhan
memakai Ayub sebagai contoh bahwa melalui kesulitan hidup, Tuhan menyelamatkan
dan akhirnya memulihkan Ayub. Tak perlu rendah diri kalau kita sudah melakukan
hal-hal yang benar sesuai dengan firman Tuhan, tapi masih didera kesulitan
hidup. Kita harusnya bersyukur bahwa kesulitan hidup yang terjadi membuat kita
bertumbuh dan memiliki berbagai karakter Kristus. Allah itu besar dan berbagai
rencana-Nya luar biasa. Kalau Tuhan menginginkan kita mengalami berbagai
kesulitan seperti pengalaman Ayub, jangan bertanya mengapa, tapi bertanyalah
bagaimana. Bagaimana cara saya mengatasi kesulitan ini? Bagaimana cara saya
merespons tantangan yang terjadi? Saat kita merespons dengan positif, kita bisa
berpikir positif dan bertindak positif –RTG. KESULITAN HIDUP ADALAH SALAH SATU
ALAT TUHAN UNTUK MEMBENTUK HIDUP KITA.

No comments:
Post a Comment