Friday, 7 April 2017

7 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 7. Efesus 6:12, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Didalam ayat 12 ini disebutkan: karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging... Berarti ayat ini ingin menjelaskan bahwa untuk mencapai kemenangan dalam menghadapi tantangan/kekacauan dalam hidup kita, tidak lah datang dengan sendirinya, tetapi melalui “perjuangan”/pertarungan melawan iblis/roh-roh jahat. Pertarungan kita bukanlah untuk merebut sebuah medali dalam pertandingan melainkan hidup dan mati dalam “sebuah medan perang”. Bila kita melihat tantangan dan persoalah dalam dunia/kehidupan pribadi kita seolah-olah tantangan itu tidak dapat diatasi. Memang benar banyak tantangan diluar kemampuan kita tetapi TIDAK PERNAH diluar kemampuan Tuhan. Peperangan adalah milik Tuhan, tetapi KEMENANGAN telah diberikan pada kita. Yess!! Masihkah kita takut menghadapi tanntangan/kekacauan dalam setiap hidup kita? Keluaran 15:3, “TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.” 2 Tawarikh 20:17, “Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.” Percayalah: Peperangan adalah milik Tuhan, kemenagan adalah milik kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 7-9
PB: Roma 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

WM Stars
MEMBANGUN DENGAN PISANG. Pisang bentuknya tidak simetris, akan sangat susah membangun sebuah bangunan dari pisang. Bisa dibayangkan kesulitannya bila batu bata diganti dengan pisang dalam membangun sebuah rumah. Karena bentuknya yang bervariasi, bengkoknya tak sama, panjangnya tak sama, tebalnyapun tidak mirip, apalagi ia sangat lembek, tidak tahan tekanan. Itulah hal-hal yang menyebabkan sulitnya membangun dengan pisang. Manusia mempunyai banyak perbedaan. Perbedaan sifat, warna kulit, budaya, bahasa, cara berpikir dan berbeda juga dalam kepribadian. Bisa dibayangkan sulitnya membangun suatu hubungan. Seringkali ditemukan berbagai benturan dalam hubungan interpersonal. Tuhan menghendaki kesatuan. Diperlukan kerendahan hati dan saling menghormati dalam hidup penuh kasih, sehingga mampu menjaga tetap satu tujuan dan terus hidup dalam kehendak Tuhan. Tuhan tolonglah kami agar tinggal dalam kesehatian dan tidak mencari kepentingan sendiri. Ajarilah kami dalam hidup bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, agar kami bisa sehati sepikir,  hidup dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.
Filipi 2:2-5
2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
PRIBADI YANG LUAR BIASA. Banyak yang ingin setajam PISAU, tapi enggan untuk DIASAH. Banyak yang ingin seharum DUPA, tapi enggan untuk DIBAKAR. Banyak yang ingin secemerlang EMAS, tapi enggan untuk DILEBUR. Banyak yang ingin sekuat BAJA, tapi enggan untuk DITEMPA. Ketahuilah bahwa Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan & Ketenangan. Mereka dibentuk melalui Kesukaran, Tantangan & Air Mata. Ketika kita mengalami pembentukan melalui Kesukaran, Tantangan & sesuatu yang sangat berat, ingatlah bahwa TUHAN taat pada setiap pembetukan-NYA, dan pahamilah bahwa TUHAN SEDANG MEMPERSIAPKAN KITA UNTUK MENJADI PRIBADI yang LUAR BIASA BAGI KEMULIAAN-NYA, KITA DIBENTUK SAMPAI INDAH DALAM PANDANGAN-NYA. “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya” (Yeremia 18:4). “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu— yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Petrus 1:7). God bless you all.

Madam Ossy
Jumat, 7 April 2017. Bacaan: Ayub 36:1-33. Setahun: 1 Samuel 19-21. Nas: Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka (Ayub 36:15). Sengsara yang Menumbuhkan. Beberapa waktu lalu saya pernah berdoa kepada Tuhan agar bertumbuh dalam hal penguasaan diri. Tak lama setelah saya berdoa, masalah berdatangan. Laptop tiba-tiba rusak sehingga saya tak bisa bekerja, ada orang yang berbicara kasar dan menyakiti hati saya, saat membeli barang perlakuan penjaga toko menjengkelkan, dan beberapa kejadian lainnya. Ternyata, melalui kesulitan hidup, Tuhan menumbuhkan penguasaan diri saya. Kesulitan, tekanan, pergumulan, kesulitan hidup, dan penderitaan dapat dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi manusia yang lebih kuat. Kita diajar untuk menyadari kelemahan kita dan kekuasaan Tuhan. Ucapan Elihu sepertinya sulit kita mengerti (ay. 15), namun itulah yang terjadi. Tuhan memakai Ayub sebagai contoh bahwa melalui kesulitan hidup, Tuhan menyelamatkan dan akhirnya memulihkan Ayub. Tak perlu rendah diri kalau kita sudah melakukan hal-hal yang benar sesuai dengan firman Tuhan, tapi masih didera kesulitan hidup. Kita harusnya bersyukur bahwa kesulitan hidup yang terjadi membuat kita bertumbuh dan memiliki berbagai karakter Kristus. Allah itu besar dan berbagai rencana-Nya luar biasa. Kalau Tuhan menginginkan kita mengalami berbagai kesulitan seperti pengalaman Ayub, jangan bertanya mengapa, tapi bertanyalah bagaimana. Bagaimana cara saya mengatasi kesulitan ini? Bagaimana cara saya merespons tantangan yang terjadi? Saat kita merespons dengan positif, kita bisa berpikir positif dan bertindak positif –RTG. KESULITAN HIDUP ADALAH SALAH SATU ALAT TUHAN UNTUK MEMBENTUK HIDUP KITA.

No comments:

Post a Comment