Saturday, 22 April 2017

22 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into message Day 22 – Dibayar Lunas, Hiduplah Sebagai Anak-Anak Terang (5). Efesus 5:8-9, 8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. 9Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Kegelapan membuat seseorang tidak dapat melihat arah, yaitu tersandung orang yang tinggal dalam kegelapan tidak dapat melihat mana jalan yang benar. Mereka berpikir perselingkuhan menyenangkan, padahal menghancurkan kebahagiaan keluarga yang sesungguhnya mereka idamkan. Mereka berpikir korupsi sudah lumrah, padahal 7x lipat akan dituntut dari mereka (Amsal 6:31). Mereka berpikir menahan perpuluhan berguna untuk menambah kekayaan mereka, padahal sebenarnya mereka sedang mengundang belalang pelahap dan malapetaka dalam kehidupan mereka (Mal 3:11). Bagaimana kita dapat “melawan arus”? Ada 3 hal yang perlu diperhatikan: Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran (ayat 9). Kebaikan dalam bahasa aslinya adalah: agathosune yang artinya pebuatan baik, karakter yang terpuji. Ketika kita melakukan kebaikan, kita sedang menanam benih kabar baik, orang mungkin tidak dapat mengingat semua yang kita katakan, tetapi mereka dapat merasakan kebaikan dan kasih yang kita berikan. Kebaikan bisa berarti: Memberi, bersikap ramah, mengambil waktu untuk mendengarkan, dsbnya. Ketika seseorang berbuat baik untuk orang lain, ia sedang berbuat baik untuk dirinya sendiri karena apa yang ditabur itu yang akan dituai. Kebaikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk melumpuhkan kejahatan. Tidak ada perbuatan kebaikan sekecil apapun yang tidak berguna & kebaikan adalah salah satu dari buah-buah roh kita. Galatia 5:22, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, KEBAIKAN, kesetiaan...” Ikuti pembahasan berikutnya: Keadilan dan Kebenaran besok 23 & 24 April...

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 14 dan 15
PB: Roma 16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeeked

Xavier Quentin Pranata
“Saat asa sudah di titik nadir, saatnya kita menengadah ke atas minta pertolongan kepada Sang Awal dan Sang Akhir.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Sabtu, 22 April 2017. Bacaan: Ulangan 6:1-25. Setahun: 1 Raja-Raja 2:26-4. Nas: Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12). Hati-Hati. Hingga detik ini, jika saya bercakap-cakap dengan ibu melalui telepon seluler, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Ia selalu mengatakan, “Hati-hati ya, Nak.” Kalimat itu selalu menjadi penutup pembicaraan kami. Kalimat itu menjadi pengingat bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh dalam melakukan segala sesuatu. Hal itu sudah berlangsung selama delapan tahun sejak saya merantau ke kota lain. Musa tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12). Israel akan mendapatkan berkat yang luar biasa ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian (ay. 13). Oleh karena itu, Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 14). Bisa saja, berkat yang mereka terima itu justru menjadi jerat sehingga mereka melupakan Tuhan. Tak heran Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Ketika ada orang lain yang mengatakan kepada kita “Berhati-hatilah”, hal itu semestinya mendorong kita menjadi lebih waspada. Demikian pula, ketika Tuhan meminta kita untuk berhati-hati supaya tidak melupakan-Nya, semestinya kita menjadi lebih waspada agar selalu mengingat-Nya. Kita perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Jadi, apakah kita masih terus mengingat-ingat Dia? --SPP. BERSIKAP HATI-HATI DAPAT MENOLONG KITA LEBIH PEKA PADA PERINTAH TUHAN.

No comments:

Post a Comment