MESS INTO MESSAGE
Mess...Into message Day 22 – Dibayar Lunas, Hiduplah Sebagai
Anak-Anak Terang (5).
Efesus 5:8-9, “8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi
sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. 9Sebab itu hiduplah
sebagai anak-anak terang, 9karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan
dan kebenaran.” Kegelapan membuat seseorang tidak dapat melihat arah, yaitu
tersandung orang yang tinggal dalam kegelapan tidak dapat melihat mana jalan
yang benar. Mereka berpikir perselingkuhan menyenangkan, padahal menghancurkan
kebahagiaan keluarga yang sesungguhnya mereka idamkan. Mereka berpikir korupsi
sudah lumrah, padahal 7x lipat akan dituntut dari mereka (Amsal 6:31). Mereka
berpikir menahan perpuluhan berguna untuk menambah kekayaan mereka, padahal
sebenarnya mereka sedang mengundang belalang pelahap dan malapetaka dalam
kehidupan mereka (Mal 3:11). Bagaimana kita dapat “melawan arus”? Ada 3 hal
yang perlu diperhatikan: Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran (ayat 9). Kebaikan
dalam bahasa aslinya adalah: agathosune yang artinya pebuatan baik,
karakter yang terpuji. Ketika kita melakukan kebaikan, kita sedang menanam
benih kabar baik, orang mungkin tidak dapat mengingat semua yang kita katakan,
tetapi mereka dapat merasakan kebaikan dan kasih yang kita berikan. Kebaikan
bisa berarti: Memberi, bersikap ramah, mengambil waktu untuk mendengarkan, dsbnya.
Ketika seseorang berbuat baik untuk orang lain, ia sedang berbuat baik untuk
dirinya sendiri karena apa yang ditabur itu yang akan dituai. Kebaikan
merupakan senjata yang paling ampuh untuk melumpuhkan kejahatan. Tidak ada
perbuatan kebaikan sekecil apapun yang tidak berguna & kebaikan adalah
salah satu dari buah-buah roh kita. Galatia 5:22, “Tetapi buah Roh ialah:
kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, KEBAIKAN, kesetiaan...”
Ikuti pembahasan berikutnya: Keadilan dan Kebenaran besok 23 & 24 April...
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Samuel 14 dan 15
PB: Roma 16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeeked
Xavier Quentin Pranata
“Saat asa sudah di titik nadir, saatnya kita menengadah ke
atas minta pertolongan kepada Sang Awal dan Sang Akhir.” Xavier Quentin
Pranata.
Ibu Caroline – Bandung
Sabtu, 22
April 2017. Bacaan: Ulangan 6:1-25. Setahun: 1 Raja-Raja 2:26-4. Nas: Maka
berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu
keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12). Hati-Hati.
Hingga detik ini, jika saya bercakap-cakap dengan ibu melalui telepon seluler,
ada satu hal yang tidak pernah berubah. Ia selalu mengatakan, “Hati-hati ya,
Nak.” Kalimat itu selalu menjadi penutup pembicaraan kami. Kalimat itu menjadi
pengingat bagi saya untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh dalam melakukan
segala sesuatu. Hal itu sudah berlangsung selama delapan tahun sejak saya
merantau ke kota lain. Musa tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel
agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah
melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12). Israel akan mendapatkan berkat yang
luar biasa ketika mereka masuk ke Tanah Perjanjian (ay. 13). Oleh karena itu,
Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 14). Bisa saja, berkat
yang mereka terima itu justru menjadi jerat sehingga mereka melupakan Tuhan.
Tak heran Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang
mereka lakukan. Ketika ada orang lain yang mengatakan kepada kita
“Berhati-hatilah”, hal itu semestinya mendorong kita menjadi lebih waspada.
Demikian pula, ketika Tuhan meminta kita untuk berhati-hati supaya tidak
melupakan-Nya, semestinya kita menjadi lebih waspada agar selalu mengingat-Nya.
Kita perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru
menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Jadi, apakah kita masih terus
mengingat-ingat Dia? --SPP. BERSIKAP HATI-HATI DAPAT MENOLONG KITA LEBIH PEKA
PADA PERINTAH TUHAN.

No comments:
Post a Comment