MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 14 (Roma 5:1-11). Ayat 6: “Karena waktu kita masih
lemah, Kristus telah mati untuk kita orang- orang durhaka pada waktu yang
ditentukan oleh Allah.” Ayat 7: “Sebab tidak mudah seorang mau mati
untuk orang yang benar-- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang
berani mati--.” Ayat 8: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada
kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Ayat 9: “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah- Nya,
kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Ayat 10: “Sebab jikalau
kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya,
lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan
oleh hidup-Nya!” Ayat 11: “Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah
dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima
pendamaian itu.” Kisah Pengorbanan Yesus bukan sekedar kisah yang
diceritakan setiap kali kita merayakan Paskah. Tetapi kisah nyata ini wajib
kita syukuri karena hanya karena pengorbananNya kita menjadi orang-orang yang
telah DIBENARKAN dan memperoleh hidup kekal selamanya. PengorbananNya yang
besar adalah bukti kasihNya kepada kita yang luar biasa. IA tidak mengasihi kita
dengan kata-kata saja, tetapi dengan Bukti Nyata: mati diatas Kayu Salib.
Pengharapan kita tidak akan sia-sia karena Allah telah MENDAMAIKAN kita ketika
kita masih menjadi seteruNya. Sekarang saat kita menjadi sahabatNya, DIA pasti
akan menyelamatkan kita. Terima kasih Tuhan, beri kami hati untuk selalu
bersyukur, pengorbananMu adalah bukti nyata kasihMu bagi kami, tuntun kami
untuk senantiasa berjalan & melakukan kehendakMu. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 24 dan 25
PB: Roma 10
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#GoodFridayService
#HappyServingGod
Madam Ossy
Jumat, 14 April 2017.Bacaan: Mat 27:11-26. Setahun: 2 Sam
10-12. Nas: Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah
mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan
orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu
urusan kamu sendiri!” (Mat 27:24). Pontius Pilatus. “Aku percaya kepada Yesus
Kristus, Anak Allah yang tunggal, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan
Pontius Pilatus, disalibkan, mati, dan dikuburkan”. Inilah sepenggal catatan
sejarah, yang menjadi pengakuan iman orang Kristiani sepanjang abad. Ya, kredo
ini selalu terulang dalam sejarah. Penguasa yang seharusnya menegakkan
kebenaran, menyerah tak berdaya. Mari bayangkan posisi Pilatus sebagai penguasa
tertinggi di Palestina, waktu Yesus dituduh menista agama dan melecehkan
penguasa. Pilatus sadar Yesus tak bersalah (Luk 23:22), tetapi ia tak berdaya
pada tekanan massa yang sudah terprovokasi dan menuntut Yesus disalib. Pilatus
hanya bisa mencuci tangan, tak mau terlibat mengambil keputusan yang salah. Ia
menyerahkan Yesus pada pengadilan massa yang beringas dan bermata gelap, dengan
nafsu tak terbendung untuk membunuh Mesias. Membela yang benar, mengambil
keputusan yang melawan arus dengan risiko kehilangan jabatan, kenikmatan,
kehormatan, serta ikut tersalibkan, siapa yang tahan? Mencuci tangan, atau ikut
berteriak “salibkan Dia”, atau berdiam diri dan menjauh dari kebenaran, adalah
tindakan lazim para pengecut yang mengikut arus demi menyelamatkan diri
sendiri. Oh, itulah “aku”, manusia celaka ini, siapa yang bisa menyelamatkanku
dari kekejian ini? Syukur kpd Allah, sebab Yesus telah menjadi “korban” dosaku
dan dosamu. Kini aku sudah diselamatkan dari kutuk maut, bukan karena jasaku,
tapi karena rahmat-Mu melalui Kristus (Roma 7:23-25, 8:1-2). Terima kasih
Tuhan, kini terimalah hidupku yang kuabdikan bagi-Mu. DENGAN APA AKAN KUBALAS
CINTA-MU, YA TUHAN. INILAH HAMBA, PAKAILAH UNTUK MENYATAKAN CINTA-MU PADA
DUNIA.

No comments:
Post a Comment