Friday, 14 April 2017

14 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 14 (Roma 5:1-11). Ayat 6: “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang- orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.” Ayat 7: “Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar-- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.” Ayat 8: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Ayat 9: “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah- Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Ayat 10: “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” Ayat 11: “Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.” Kisah Pengorbanan Yesus bukan sekedar kisah yang diceritakan setiap kali kita merayakan Paskah. Tetapi kisah nyata ini wajib kita syukuri karena hanya karena pengorbananNya kita menjadi orang-orang yang telah DIBENARKAN dan memperoleh hidup kekal selamanya. PengorbananNya yang besar adalah bukti kasihNya kepada kita yang luar biasa. IA tidak mengasihi kita dengan kata-kata saja, tetapi dengan Bukti Nyata: mati diatas Kayu Salib. Pengharapan kita tidak akan sia-sia karena Allah telah MENDAMAIKAN kita ketika kita masih menjadi seteruNya. Sekarang saat kita menjadi sahabatNya, DIA pasti akan menyelamatkan kita. Terima kasih Tuhan, beri kami hati untuk selalu bersyukur, pengorbananMu adalah bukti nyata kasihMu bagi kami, tuntun kami untuk senantiasa berjalan & melakukan kehendakMu. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Samuel 24 dan 25
PB: Roma 10
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#GoodFridayService
#HappyServingGod

Madam Ossy
Jumat, 14 April 2017.Bacaan: Mat 27:11-26. Setahun: 2 Sam 10-12. Nas: Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” (Mat 27:24). Pontius Pilatus. “Aku percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati, dan dikuburkan”. Inilah sepenggal catatan sejarah, yang menjadi pengakuan iman orang Kristiani sepanjang abad. Ya, kredo ini selalu terulang dalam sejarah. Penguasa yang seharusnya menegakkan kebenaran, menyerah tak berdaya. Mari bayangkan posisi Pilatus sebagai penguasa tertinggi di Palestina, waktu Yesus dituduh menista agama dan melecehkan penguasa. Pilatus sadar Yesus tak bersalah (Luk 23:22), tetapi ia tak berdaya pada tekanan massa yang sudah terprovokasi dan menuntut Yesus disalib. Pilatus hanya bisa mencuci tangan, tak mau terlibat mengambil keputusan yang salah. Ia menyerahkan Yesus pada pengadilan massa yang beringas dan bermata gelap, dengan nafsu tak terbendung untuk membunuh Mesias. Membela yang benar, mengambil keputusan yang melawan arus dengan risiko kehilangan jabatan, kenikmatan, kehormatan, serta ikut tersalibkan, siapa yang tahan? Mencuci tangan, atau ikut berteriak “salibkan Dia”, atau berdiam diri dan menjauh dari kebenaran, adalah tindakan lazim para pengecut yang mengikut arus demi menyelamatkan diri sendiri. Oh, itulah “aku”, manusia celaka ini, siapa yang bisa menyelamatkanku dari kekejian ini? Syukur kpd Allah, sebab Yesus telah menjadi “korban” dosaku dan dosamu. Kini aku sudah diselamatkan dari kutuk maut, bukan karena jasaku, tapi karena rahmat-Mu melalui Kristus (Roma 7:23-25, 8:1-2). Terima kasih Tuhan, kini terimalah hidupku yang kuabdikan bagi-Mu. DENGAN APA AKAN KUBALAS CINTA-MU, YA TUHAN. INILAH HAMBA, PAKAILAH UNTUK MENYATAKAN CINTA-MU PADA DUNIA.

No comments:

Post a Comment