Sunday, 2 April 2017

2 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...age Day 2 (Lukas 19:1-10) – Zakheus Sang Pemungut Cukai. Zakheus tergolong sebagai salah seorang yang tertindas, meskipun orang-orang pada jamannya lebih membencinya daripada mengasihinya. Sebagai orang kaya yang memeras sesamanya, tampaknya mustahil Zakheus akan menjadi sasaran kasih dan perhatian Tuhan Yesus. Zakheus bukan sekedar pemungut cukai biasa melainkan PEMIMPIN para pemungut cukai dan sangat kaya. Sama halnya seperti Matius yang juga seorang bekas pemungut cukai, Zakheus adalah orang yang sangat hina menurut pandangan orang Yahudi. Namun Tuhan Yesus melihat jauh melewati permukaan ke hati seorang manusia yang membutuhkan KESELAMATAN. Tanggapan/respon Zakheus menunjukkan ia tidak saja memenuhi syarat sebagai seorang Yahudi menurut keturunannya, tetapi juga memiliki IMAN Abraham yang sangat merindukan Sang Mesias (ayat 10). Tuhan Yesus melihat jauh melampaui “penampilan luar”. Sangat peduli bahkan pada orang-orang yang tidak percaya/yang paling tidak berpengharapan sekalipun. Mess...age-nya adalah kasihNya menyingkapkan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk datang kepada Yesus, betapapun kecil kemungkinannya. Siapakah dalam kehidupan di sekitar kita yang saat ini memerlukan Tuhan Yesus? Tidak ada yang MUSTAHIL, Tuhan Yesus sangat mengasihi setiap kita yang berdosa yang MAU BERBALIK dari semua jalan-jalan yang berdosa. DIA rindu untuk menyelamatkan kita. Seperti IA datang kepada Zakheus (mencari dan menyelamatkan yang hilang yang belum sempurna). Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...ageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 16, 17 & 18
PB: Kisah Para Rasul 28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 2 April 2017. MENYAMBUT DENGAN SUKACITA. Bacaan: Lukas 15:1-7. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Lukas 15:7). Seorang jemaat menyadari dosanya dan memohon pengampunan Tuhan. Ia ingin meninggalkan dosa, mengalami pemulihan, dan memberi hidup bagi kemuliaan Tuhan. Namun, ia justru menghilang dari gereja selepas mengaku dosa di hadapan jemaat. Ia merasa malu dan rendah diri karena banyak jemaat memandangnya sebelah mata. Keadaan orang yang hidup di dalam dosa seperti domba yang terhilang dari kawanannya. Tersesat dari Allah, tersesat dari kawanannya, tersesat dari dirinya sendiri. Tidak tahu tentang keberadaannya, berjalan tanpa tujuan, terancam bahaya, merindukan rumput hijau, tetapi tidak dapat pulang. Terhadap domba yang tersesat, sang gembala memberikan perhatian khusus. Walaupun memiliki seratus domba, ia tidak mau kehilangan seekor domba pun. Dengan firman dan kuasa Roh-Nya, Allah berusaha memanggil pulang “domba yang sesat”. Ketika domba yang hilang itu tak mampu berjalan, alih-alih membiarkannya binasa, sang gembala meletakkannya di atas bahunya dan membawanya kembali. Sukacita atas keberhasilannya membawa pulang domba yang tersesat itu begitu besar, sehingga Ia memanggil para sahabat dan tetangga untuk merayakannya. Ada sukacita besar di surga karena satu orang berdosa yang bertobat. Allah memiliki kasih yang begitu besar kepada orang yang berdosa. Dan, Dia sangat menghargai jiwa-jiwa yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Begitulah pula seharusnya kita menanggapi pertobatan seseorang: bukan merendahkannya, melainkan bersukacita atasnya. JIKA KITA MEMAHAMI ISI HATI ALLAH, KITA AKAN BERSUKACITA MENYAMBUT ORANG YANG BERTOBAT. Selamat Pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible Bacaan: Hakim-hakim 16-18 & Kisah Rasul 28.

No comments:

Post a Comment