MESS INTO MESSAGE
Mess...age Day 2 (Lukas 19:1-10) – Zakheus Sang Pemungut
Cukai.
Zakheus tergolong sebagai salah seorang yang tertindas, meskipun orang-orang
pada jamannya lebih membencinya daripada mengasihinya. Sebagai orang kaya yang
memeras sesamanya, tampaknya mustahil Zakheus akan menjadi sasaran kasih dan
perhatian Tuhan Yesus. Zakheus bukan sekedar pemungut cukai biasa melainkan
PEMIMPIN para pemungut cukai dan sangat kaya. Sama halnya seperti Matius yang
juga seorang bekas pemungut cukai, Zakheus adalah orang yang sangat hina
menurut pandangan orang Yahudi. Namun Tuhan Yesus melihat jauh melewati
permukaan ke hati seorang manusia yang membutuhkan KESELAMATAN.
Tanggapan/respon Zakheus menunjukkan ia tidak saja memenuhi syarat sebagai
seorang Yahudi menurut keturunannya, tetapi juga memiliki IMAN Abraham yang
sangat merindukan Sang Mesias (ayat 10). Tuhan Yesus melihat jauh melampaui
“penampilan luar”. Sangat peduli bahkan pada orang-orang yang tidak
percaya/yang paling tidak berpengharapan sekalipun. Mess...age-nya
adalah kasihNya menyingkapkan bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama
untuk datang kepada Yesus, betapapun kecil kemungkinannya. Siapakah dalam kehidupan di sekitar
kita yang saat ini memerlukan Tuhan Yesus? Tidak ada yang MUSTAHIL, Tuhan Yesus
sangat mengasihi setiap kita yang berdosa yang MAU BERBALIK dari semua
jalan-jalan yang berdosa. DIA rindu untuk menyelamatkan kita. Seperti IA datang
kepada Zakheus (mencari dan menyelamatkan yang hilang yang belum sempurna).
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...ageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Hakim Hakim 16, 17 & 18
PB: Kisah Para Rasul 28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 2 April 2017. MENYAMBUT DENGAN SUKACITA.
Bacaan: Lukas 15:1-7. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di
surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena
sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Lukas
15:7). Seorang jemaat menyadari dosanya dan memohon pengampunan Tuhan. Ia ingin
meninggalkan dosa, mengalami pemulihan, dan memberi hidup bagi kemuliaan Tuhan.
Namun, ia justru menghilang dari gereja selepas mengaku dosa di hadapan jemaat.
Ia merasa malu dan rendah diri karena banyak jemaat memandangnya sebelah mata.
Keadaan orang yang hidup di dalam dosa seperti domba yang terhilang dari
kawanannya. Tersesat dari Allah, tersesat dari kawanannya, tersesat dari
dirinya sendiri. Tidak tahu tentang keberadaannya, berjalan tanpa tujuan,
terancam bahaya, merindukan rumput hijau, tetapi tidak dapat pulang. Terhadap
domba yang tersesat, sang gembala memberikan perhatian khusus. Walaupun
memiliki seratus domba, ia tidak mau kehilangan seekor domba pun. Dengan firman
dan kuasa Roh-Nya, Allah berusaha memanggil pulang “domba yang sesat”. Ketika
domba yang hilang itu tak mampu berjalan, alih-alih membiarkannya binasa, sang
gembala meletakkannya di atas bahunya dan membawanya kembali. Sukacita atas
keberhasilannya membawa pulang domba yang tersesat itu begitu besar, sehingga
Ia memanggil para sahabat dan tetangga untuk merayakannya. Ada sukacita besar
di surga karena satu orang berdosa yang bertobat. Allah memiliki kasih yang
begitu besar kepada orang yang berdosa. Dan, Dia sangat menghargai jiwa-jiwa
yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Begitulah pula seharusnya kita menanggapi
pertobatan seseorang: bukan merendahkannya, melainkan bersukacita atasnya. JIKA
KITA MEMAHAMI ISI HATI ALLAH, KITA AKAN BERSUKACITA MENYAMBUT ORANG YANG
BERTOBAT. Selamat Pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible Bacaan: Hakim-hakim 16-18 & Kisah Rasul 28.

No comments:
Post a Comment