MESS INTO MESSAGE
Mess... into Message Day 4 (Lukas 19:1-10). Ayat 10, “Sebab Anak Manusia datang
untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Alkitab menggambarkan: Kita
sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri
(Yesaya 53:6a). Bahkan kondisi yang “sesat” yang lebih dari dalam diri kita
digambarkan oleh Rasul Paulus di Roma 3:10-12, “Seperti ada tertulis: ‘Tidak
ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak
ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua
tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.’” Itulah
sebabnya IA datang mencari kita, kita tidak akan pernah mencari DIA, maka
DIAlah yang datang mencari kita/menyatakan visiNya bagi dunia: “Sebab Anak
Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10).
Amin. Terima kasih Tuhan kami bersyukur, dulu kami terhilang kini Engkau
temukan kami & sekarang kami adalah milikMu, barui hidup kami menjadi
semakin serupa denganMu. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...into #MessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Rut 1-4
PB: Roma 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Evie
K A S I H. Ada sebuah pulau dimana semua perasaan tinggal
disana. Satu hari ada pengumuman bahwa pulau itu akan tenggelam. Semua bergegas
menuju kapalnya masing-masing. Sekalipun kapalnya telah diperbaiki dan siap
digunakan namun KASIH tidak segera menyelamatkan diri. Dia ingin tetap tinggal
karena banyak hal yang harus dilakukan. Tapi saat awan semakin gelap KASIH
menyadari bahwa inilah saatnya untuk pergi. Sayangnya tidak ada perahu yang
tersisa. KASIH melihat ke sekeliling dengan penuh harap. Beberapa saat kemudian
KEKAYAAN melewatinya dengan perahu mewah. KASIH berseru, “KEKAYAAN, bisakah aku
naik perahumu?” “Tidak, perahuku dipenuhi harta berharga, emas dan perak. Tidak
ada tempat untukmu,” jawab KEKAYAAN. Tak lama kemudian KEANGKUHAN datang dengan
perahu yang indah. Kembali KASIH berteriak, “KEANGKUHAN, bisakah engkau
menolongku? Aku terdampar dan perlu tumpangan, tolong bawa aku.” KEANGKUHAN
menjawab dengan congkak, “Tidak, aku tidak bisa membawamu. Perahuku akan kotor
dengan kakimu yang berlumpur.” DUKACITA lewat selang beberapa saat. Kembali KASIH
meminta pertolongan, tapi tetap tidak berhasil. “Tidak, aku tidak bisa
membawamu. Aku begitu sedih, aku ingin sendirian,” katanya. Ketika KEBAHAGIAAN
lewat beberapa saat kemudian dia tidak melihat sekitarnya karena begitu bahagia
sehingga tidak melihat KASIH yang meminta tolong. KASIH semakin gelisah dan
sedih. Lalu seseorang memanggil, “Ayo, KASIH, ikutlah denganku!” KASIH tidak
mengenali siapa yang begitu murah hati tapi dia segera meloncat ke perahunya.
Dia begitu lega karena bisa mencapai tempat yang aman. Saat turun dari perahu,
KASIH bertemu PENGETAHUAN. Dengan kebingungan KASIH bertanya, “PENGETAHUAN,
apakah engkau mengenali siapa yang murah hati memberi tumpangan di saat yang
lain tidak mau menolongku?” PENGETAHUAN tersenyum, “Oh, itu WAKTU.” “Mengapa
WAKTU berhenti untuk mengajak dan membawaku ke tempat yang aman?” KASIH
bertanya-tanya. PENGETAHUAN menjawab dengan bijaksana, “Sebab hanya WAKTU yang
mengetahui kebesaran sejatimu dan kemampuanmu. Hanya kasih lah yang dapat
membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam dunia ini.” Pesan terpentingnya adalah
ketika kita kaya kita mengabaikan kasih, begitu juga saat kita merasa penting,
kita melupakannya. Bahkan saat bahagia dan berdukacita kita pun melupakan
kasih. Hanya melalui waktu kita menyadari pentingnya kasih. Mengapa menunggu
lebih lama? Jadikanlah kasih sebagai bagian dari hidupmu mulai hari ini.
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan
yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Xavier Quentin Pranata
“Jangan sampai kita kehilangan sukacita kita hanya karena
orang lain yang menghilangkannya.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
Selasa, 4 April 2017. Bacaan: Wahyu 3:14-22. Setahun: 1
Samuel 12-14:23. Nas: Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau
panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku (Wahyu 3:16). Suam-Suam
Rohani. Firman Tuhan kepada jemaat di Laodikia mengingatkan kondisi rohani
mereka yang tidak dingin dan tidak panas (ay. 15). Keadaan suam-suam kuku itu
seperti makanan yang menjadi basi, dan Tuhan akan memuntahkan mereka dari
mulut-Nya (ay. 16), artinya mereka tidak dapat menyatu dengan Tuhan. Jemaat di
Laodikia merasa hidup mereka sudah cukup dengan kekayaan yang berhasil mereka
kumpulkan, namun di mata Tuhan, mereka miskin dan buta rohani (ay. 17). Tuhan
menasihatkan agar mereka membeli emas murni, iman sejati dari Tuhan; dan
pakaian putih yaitu kekudusan yang dianugerahkan Tuhan; serta minyak untuk
melumas mata mereka agar celik dalam melihat kebenaran (ay. 18). Itulah
kekayaan rohani yang dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. Berbahagialah jika
Tuhan menegur kita yang dalam kondisi suam-suam rohani, karena Dia mengasihi,
dan mau agar kita hidup baru dalam pertobatan (ay. 19). Tuhan seringkali
mengetuk pintu hati kita agar selalu mendengar firman-Nya, dan membuka pintu
hati serta mengundang Tuhan untuk masuk di hati kita (ay. 20), sehingga kita di
dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, artinya kita menyatu dengan Tuhan. Iman
dan kesucian adalah anugerah Tuhan, yang perlu kita jaga, agar tidak menjadi
suam-suam kuku sehingga kita dimuntahkan oleh Tuhan. Panaskan iman kita dengan
sering bersekutu bersama saudara seiman, yang membuat kerohanian kita selalu
menyala. Juga iman perlu didinginkan dengan bersaat teduh di hadapan Tuhan,
berdoa dan merenungkan firman Tuhan; sehingga hati kita dingin merespons
keinginan daging dan berbagai cobaan –JAP. PELIHARALAH IMAN AGAR TIDAK MENJADI
SUAM-SUAM. IMAN YANG TERPELIHARA DAPAT BERTAHAN SELAMANYA.
Ibu Caroline – Bandung
Banyak orang menyangka mereka mempunyai pikiran yang
“terbuka” padahal sebenarnya pikiran mereka “kosong” --Mort Walker. Janganlah
kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan
(memikir secara berlebihan/muluk2 untuk kepentingan diri sendiri - Amp), tetapi
hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut
ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu... (Roma 12:3). Jangan
berhenti belajar, isilah pikiran saudara dengan hal-hal yang baik karena apa
yang saudara pikirkan menentukan kualitas hidup saudara.

No comments:
Post a Comment