MESS INTO MESSAGE
Mess...Into Message Day 30 – Kasih KaruniaNya: Allah
MelakukanNya Bagi Kita. Kasih
Karunia adalah kebaikan dan perkenanan Allah yang diberikan pada mereka yang
tidak layak untuk menerimaNya & tidak berusaha dengan kekuatan sendiri
untuk memperolehnya. Kita DISELAMATKAN oleh KASIH KARUNIANya (Efesus 2:8-9): “8Sebab
Karena KASIH KARUNIA kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu,
tetapi PEMBERIAN Allah, 9itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri.” Selain kita diselamatkan oleh KASIH
KARUNIANya, kita PERLU HIDUP dalam KASIH KARUNIANya. “Tetapi karena KASIH
KARUNIA Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan KASIH KARUNIA yang
dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih
keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, MELAINKAN KASIH KARUNIA
Allah yang menyertai aku” (1 Kor 15:10). Amin. Kita tidak akan pernah tahu
apa yang akan terjadi dimasa mendatang & tantangan seperti apa yang akan
kita hadapi. Dunia selalu berubah dengan tantangan yang baru dan bertambah
sulit. Tetapi KASIH KARUNIA Allah akan membantu kita melewati semuanya ini. Dan
Finish Strong! Apa yang tidak mampu manusia lakukan yaitu MENYELAMATKAN
dirinya sendiri, TELAH Allah LAKUKAN bagi kita. Demikian pula semua tantangan
dan kesulitanpun akan IA LAKUKAN bagi kita. 2 Kor 12:9, “Tetapi jawab Tuhan
kepadaku: ‘Cukuplah KASIH KARUNIA-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah
kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas
kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Amin. Yakinlah
diakhir pembahasan kita bulan ini, bahwa kekacauan bisa saja terjadi dalam
hidup kita, tetapi SELALU ada PESAN Firman Tuhan yang dapat MENGUATKan kita,
yaitu: KASIH KARUNIANya selalu CUKUP bagi kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Raja-Raja 8 & 9
PB: 1 Korintus 7:17-40
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
WM Stars
PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN. Minggu, 30 April 2017. Matius 18:20,
“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di
tengah-tengah mereka.” Persekutuan artinya perhimpunan, ikatan (orang-orang
yang sama kepentingannya). Minggu adalah hari persekutuan orang yang percaya
yang memiliki kepentingan yang sama yaitu: memuji dan menyembah Tuhan. Pada
saat kita memiliki kepentingan yang sama memuliakan Tuhan, memuji Tuhan dan
menyembah Tuhan, maka dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama Tuhan maka
Tuhan hadir disitu. Pada yang terjadi kalau Tuhan hadir? Yang sakit
disembuhkan, yang punya masalah persoalan ditolong sama Tuhan. Apa hasilnya
kalau kita bersekutu dengan Tuhan?
1. Mengenal Tuhan dan Tuhan kenal kita (Hosea 6:3). Contoh:
suami, istri dan anak sering ketemu setiap hari -- sama-sama saling mengenal
dan dikenal. Demikian juga kalau setiap hari bersekutu dengan Tuhan -- mengenal
Tuhan dan dikenal Tuhan.
2. Jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58). Contoh di
dalam Alkitab: Hana berdoa -- mandul tidak punya anak -- memiliki Anak; Daniel
berdoa -- luput dari gua Singa; Hizkia berdoa -- sakit hampir mati -- sembuh
dan ditambah umurmya menjadi 15 tahun.
3. Tuhan memberi upah (Ibrani 11:6). Contoh di dalam
Alkitab: Daud sungguh-sungguh mencari Tuhan -- Goliat dikalahkan dan mendapat
hadiah dari Raja Saul. Maria sungguh-sungguh mencari Tuhan -- Lazarus mati
dibangkitkan sama Tuhan.
“Marilah kita bersekutu dengan Tuhan lebih tekun lagi, maka
kita mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan, jerih payah kita tidak pernah sia-sia
dan mendapat upah dari Tuhan.” Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan.
Madam Ossy
Minggu, 30
April 2017. Bacaan: Kejadian 15:1-6. Setahun: 1 Raja-Raja 21-22. Nas: “Ya,
Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan
meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah
Eliezer, orang Damsyik itu” (Kejadian 15:2). Hambar dan Dingin. Akhirnya
(15:6), Abram percaya. Tetapi, awalnya tidak demikian. Dalam Kejadian 12, Tuhan
berjanji, keturunan Abram akan menjadi bangsa yang besar. Bagi Abram-kala itu
berusia 75 namun belum punya anak-janji itu membuatnya amat sangat berharap.
Namun, setelah lama dinanti, janji itu tak kunjung digenapi. Maka, ketika Tuhan
berkata, “upahmu akan sangat besar” (15:1), Abram menjawab, “Ya, Tuhan Allah,
apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan
tidak mempunyai anak” (15:2). Seakan Abram berkata, “Sudahlah, Tuhan, jangan
berjanji lagi. Seorang anak pun nyatanya aku tak punya”. Betapa getir jawaban
itu! Jawaban itu dengan sangat jelas menunjukkan bahwa Abram sangat kecewa.
Abram tawar hati, hatinya dingin, perasaannya kepada Tuhan pun hambar. Anda
pasti tahu, kita pun bisa jatuh ke dalam sikap serupa. Karena sesuatu, kita
kecewa pada Tuhan. Perasaan kita kepada Tuhan hambar, dan dingin. Tiada
kehangatan. Sentuhan-Nya tak terasa, kehadiran-Nya tak menyemangati. Janji-Nya
tak lagi mengisi hati. Bagaimana dengan berkat-Nya? Jujur, saya tak berharap.
Jika diberi, syukurlah. Jika tidak, sudahlah. Terserah. Saya tak mau
memikirkannya. Alangkah pahit relasi seperti itu. Alangkah berat jika hidup
dijalani dengan hati demikian. Hari-hari dilewati seakan sendirian, tanpa siapa
pun diyakini menyertai. Betapa mustahil perjuangan ditempuh tanpa Tuhan menjadi
andalan. Akan kita biarkankah hati kita hambar dan dingin terhadap Tuhan? Semoga
itu bukan pilihan kita –EE. BETAPA MENAKUTKAN JIKA HIDUP HARUS KITA JALANI DAN
KITA PERJUANGKAN SEAKAN SENDIRIAN, TANPA SIAPA PUN KITA YAKINI DAPAT KITA
ANDALKAN.

No comments:
Post a Comment