Sunday, 30 April 2017

30 April 2017

MESS INTO MESSAGE






Mess...Into Message Day 30 – Kasih KaruniaNya: Allah MelakukanNya Bagi Kita. Kasih Karunia adalah kebaikan dan perkenanan Allah yang diberikan pada mereka yang tidak layak untuk menerimaNya & tidak berusaha dengan kekuatan sendiri untuk memperolehnya. Kita DISELAMATKAN oleh KASIH KARUNIANya (Efesus 2:8-9): 8Sebab Karena KASIH KARUNIA kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi PEMBERIAN Allah, 9itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Selain kita diselamatkan oleh KASIH KARUNIANya, kita PERLU HIDUP dalam KASIH KARUNIANya. “Tetapi karena KASIH KARUNIA Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan KASIH KARUNIA yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, MELAINKAN KASIH KARUNIA Allah yang menyertai aku” (1 Kor 15:10). Amin. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang & tantangan seperti apa yang akan kita hadapi. Dunia selalu berubah dengan tantangan yang baru dan bertambah sulit. Tetapi KASIH KARUNIA Allah akan membantu kita melewati semuanya ini. Dan Finish Strong! Apa yang tidak mampu manusia lakukan yaitu MENYELAMATKAN dirinya sendiri, TELAH Allah LAKUKAN bagi kita. Demikian pula semua tantangan dan kesulitanpun akan IA LAKUKAN bagi kita. 2 Kor 12:9, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah KASIH KARUNIA-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Amin. Yakinlah diakhir pembahasan kita bulan ini, bahwa kekacauan bisa saja terjadi dalam hidup kita, tetapi SELALU ada PESAN Firman Tuhan yang dapat MENGUATKan kita, yaitu: KASIH KARUNIANya selalu CUKUP bagi kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Raja-Raja 8 & 9
PB: 1 Korintus 7:17-40
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

WM Stars
PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN. Minggu, 30 April 2017. Matius 18:20, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Persekutuan artinya perhimpunan, ikatan (orang-orang yang sama kepentingannya). Minggu adalah hari persekutuan orang yang percaya yang memiliki kepentingan yang sama yaitu: memuji dan menyembah Tuhan. Pada saat kita memiliki kepentingan yang sama memuliakan Tuhan, memuji Tuhan dan menyembah Tuhan, maka dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama Tuhan maka Tuhan hadir disitu. Pada yang terjadi kalau Tuhan hadir? Yang sakit disembuhkan, yang punya masalah persoalan ditolong sama Tuhan. Apa hasilnya kalau kita bersekutu dengan Tuhan?
1. Mengenal Tuhan dan Tuhan kenal kita (Hosea 6:3). Contoh: suami, istri dan anak sering ketemu setiap hari -- sama-sama saling mengenal dan dikenal. Demikian juga kalau setiap hari bersekutu dengan Tuhan -- mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan.
2. Jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58). Contoh di dalam Alkitab: Hana berdoa -- mandul tidak punya anak -- memiliki Anak; Daniel berdoa -- luput dari gua Singa; Hizkia berdoa -- sakit hampir mati -- sembuh dan ditambah umurmya menjadi 15 tahun.
3. Tuhan memberi upah (Ibrani 11:6). Contoh di dalam Alkitab: Daud sungguh-sungguh mencari Tuhan -- Goliat dikalahkan dan mendapat hadiah dari Raja Saul. Maria sungguh-sungguh mencari Tuhan -- Lazarus mati dibangkitkan sama Tuhan.
“Marilah kita bersekutu dengan Tuhan lebih tekun lagi, maka kita mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan, jerih payah kita tidak pernah sia-sia dan mendapat upah dari Tuhan.” Selamat Beribadah dan Selamat Melayani Tuhan.


Madam Ossy
Minggu, 30 April 2017. Bacaan: Kejadian 15:1-6. Setahun: 1 Raja-Raja 21-22. Nas: “Ya, Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu” (Kejadian 15:2). Hambar dan Dingin. Akhirnya (15:6), Abram percaya. Tetapi, awalnya tidak demikian. Dalam Kejadian 12, Tuhan berjanji, keturunan Abram akan menjadi bangsa yang besar. Bagi Abram-kala itu berusia 75 namun belum punya anak-janji itu membuatnya amat sangat berharap. Namun, setelah lama dinanti, janji itu tak kunjung digenapi. Maka, ketika Tuhan berkata, “upahmu akan sangat besar” (15:1), Abram menjawab, “Ya, Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak” (15:2). Seakan Abram berkata, “Sudahlah, Tuhan, jangan berjanji lagi. Seorang anak pun nyatanya aku tak punya”. Betapa getir jawaban itu! Jawaban itu dengan sangat jelas menunjukkan bahwa Abram sangat kecewa. Abram tawar hati, hatinya dingin, perasaannya kepada Tuhan pun hambar. Anda pasti tahu, kita pun bisa jatuh ke dalam sikap serupa. Karena sesuatu, kita kecewa pada Tuhan. Perasaan kita kepada Tuhan hambar, dan dingin. Tiada kehangatan. Sentuhan-Nya tak terasa, kehadiran-Nya tak menyemangati. Janji-Nya tak lagi mengisi hati. Bagaimana dengan berkat-Nya? Jujur, saya tak berharap. Jika diberi, syukurlah. Jika tidak, sudahlah. Terserah. Saya tak mau memikirkannya. Alangkah pahit relasi seperti itu. Alangkah berat jika hidup dijalani dengan hati demikian. Hari-hari dilewati seakan sendirian, tanpa siapa pun diyakini menyertai. Betapa mustahil perjuangan ditempuh tanpa Tuhan menjadi andalan. Akan kita biarkankah hati kita hambar dan dingin terhadap Tuhan? Semoga itu bukan pilihan kita –EE. BETAPA MENAKUTKAN JIKA HIDUP HARUS KITA JALANI DAN KITA PERJUANGKAN SEAKAN SENDIRIAN, TANPA SIAPA PUN KITA YAKINI DAPAT KITA ANDALKAN.

No comments:

Post a Comment